DAFTAR LABELKU (klik saja jangan ragu-ragu)

Kamis, 05 September 2013

Easy Understandable English-- Donald Trump-The Key of Success-



Donald Trump is one of America’s most  successful  business  magnates .  He  operates several  companies  all over the world.  His  assets  are worth a total of about $3  billion .  Now Donald Trump has  announced  that he might become a  candidate  for the presidency .

When he was in his twenties Trump  developed  into a  tycoon  who built large buildings like Trump Tower in New York.  He and his wife Ivana became  celebrities  in the Big Apple.  Towards  the end of the 1980s Trump got into financial  difficulties  and almost became  bankrupt . It was during this period that his first  marriage  ended.

Nevertheless   Donald Trump fought back. With the help of banks he  managed  to pay back most of his  debt . He sold off some of his buildings and started   a comeback towards the end of the 1990s.
Today Trump is married to his third wife and back  in business  again. His three children are  executives  in his financial  empire . In the last few years Trump has built hotels, holiday  resorts  and golf courses all over the world. Trump World Tower, finished in 2001, is a  luxury  apartment building in the middle of Manhattan.   Every year he  organizes the Miss Universe  beauty contest .

One  key  to  success  is how Donald Trump  deals with  the  media . He wrote his autobiography  The Art of the Deal  at a very early age, before the financial crisis. He is a big celebrity   and has  appeared  on TV  series  more than once. Some years ago he started producing   his own  reality show ,  The Apprentice . Another reason for Donald Trump’s long-lasting   success is that he knows how to make money out of his name. But many of his friends say his real  goal  is not money but being famous.

Words
    admit   = to say that you have done something wrong
    announce   = say officially
    appear   = show
    apprentice   = someone who works for a person in order to learn new things
    asset   = all the things a company owns, which can be sold to pay bills
    bankrupt   = without enough money to pay what you owe
    beauty contest   = an event in which men and women are judged by the way they look
    candidate   = here: someone who wants to become president
    celebrity   = famous person  who is in the media very often
    company   = firm, business
    deal with   = manage, work with
    debt   = the money that you must pay back others
    develop   = grow
    difficulty   = problem
    empire   = group of organizations controlled by one person
    executive   = manager in an organization; a person who makes big decisions
    expand   = grow
    goal   = aim
    grave   = very bad
    in business   = here: successful
    key   = answer
    long-lasting   = to last for a long time
    luxury   =very expensive
    magnate   = rich and powerful businessperson
    manage   = to do something difficult
    marriage   = the relationship between two people who are married
    media   = TV, radio and newspapers
    nevertheless   = however, even so
    operate   = own
    organize   = carry out
    presidency   = the office or job of the American president
    produce   = make
    rate   = speed
    reality show   = television show that is about real people and what they do
    resort   = place where people go for holidays
    series   = television program that is broadcast every week with the same characters
    success   = become famous and rich
    successful   = to make a lot of money
    towards   = near
    tycoon   = rich and powerful businessperson




Minggu, 01 September 2013

Belajar Memaafkan dan Mengikhlaskan (Catatan Harian Selasa 3/9/2013 di Markas MGMP bhs. Inggris SMA kab. Wonogiri)

Dalam minggu-minggu ini para mubaligh baru banyak job. Imbasnya aku bukan mubaligh diberi kesempatan menjadi mubaligh dadakan.  Aku diamanati menjadi pengisi inti HALAL BI HALAL di MGMP bahasa Inggris SMA kab. Wonogiri. Ya siap itulah jawabanku ketika menjawab undangan lisan dari pak ketua. Wah ini kesempatan aku sambil belajar menjadi mubaligh.

Sesuai permintaan aku menyampaikan inti HALAL BIHALAL, maka kupikir cuma beberapa menit cukup. "MUDAH MEMINTA MAAF, MEMAAFKAN KESALAHAN DAN ATAU  KEKHILAFAN ORANG LAIN" Itu lah kata hikmahnya. Namun, terkadang lupa disampaikan oleh para mubaligh bahwa kita juga perlu MEMAAFKAN, MENGIKHLASKAN KESALAHAN , KEKURANGAN DIRI SENDIRI. Padahal  kata terakhir ini sangat penting. Makat  aku tekankan  bahwa kalimat terakhir tersebut melalui  suatu kisah.


Ada kisah berhikmah  dari tetangga berhubungan dengan MEMAAFKAN DAN MENGIKHLASKAN DIRI. Ada pasangan suami istri yang baru dikaruniai satu anak. Suami bekerja, sedangkan istri di rumah. Karena suatu penyakit anak balitanya meninggal. Pukulan berat untuk pasangan tersebut. Baru senang-senangnya memiliki  satu anak, tapi Allah mengambilnya.

Linglung, shock berat terutama bagi si ibu kandung  dari anak yang meninggal. Walau terpukul, si suami lebih tegar. Istrinya merasa bersalah yang berlarut-larut. Ditambah lagi kurangnya pemahaman agama berujung merosotnya nilai keimanan atas kuasa Allah swt. Barangkali  kurang trlintas di benaknya bahwa HARTA, ANAK, JABATAN ADALAH TITIPAN. 

Perasaan bersalah, berdosa kurang amanah dirasakan oleh si ibu kandung dari anak yang meninggal. Putus asa, stress, menyalahkan diri sendiri dll. Pada intinya si ibu tidak mampu menerima kenyataan atas meninggalnya anak tercinta. 

Singkat cerita  si ibu tidak semakin optimis dalam hidup. Semakin hari semakin tambah tingkat stressnya, tidak semangat hidup dan frustasi  lalu sakit sakitan. Si Suami atau si ayah tidak mampu mengobati kedukaan  istrinya. 

Singkatnya, beberapa tahun kemudian si ibu tersebut meninggal. Beberapa minggu  sebelum meningal, dia mendengar bahwa suaminya telah menikah siri.  Tidak tahu pasti apa alasan si suami menikah lagi. Orang lain hanya bisa mengira-ira mungkin karena  kurang sabar  hidup bersama dengan istrinya yang tergannggu mentalnya.

Dari kisah di atas kita perlu merenung lebih dalam bahwa nilai-nilai keimanan harus diyakini oleh siapapun dan dalam kondisi apapun.. Kita harus belajar ikhlas atas segala yang menimpa kita: ikhlas atas kelemahan dan kesalahan diri, ikhlas atas kuasa Allah dll.

"Gimana bapak ibu sudah lima menit berlalu terus apa cukup membahas inti HALAL BI HALAL? "
"Lanjuuut pak!" Saut bapak dan ibu guru!
"Baik aku akan memberikan motivasi sukses sejati sekalian bedah bukuku "10 Kunci Sukses Sejati", setuju?
"SETUJUUUUUU".
Akhirnya aku  meneruskan pembicaraan sampai hampir dua jam lebih.

Jumat, 30 Agustus 2013

Kata Bijak Hari Ini

Saat ini aku ada di bumi  perkemahan Lereng Gunung Lawu--Di lapangan Sanan. Mengawasi para siswa SMAN 1 Girimarto dalam rangka kemah PERPEGAK. Mengasyikkan, sebenarnya. Teringat masa remaja. Eh tahu-tahu  kini sudah tua ya.

 Tidak bisa tidur -kedinginan. Sebelum subuh aku sudah bangun.Persiapan sholat shubuh berjamaah. Alhamdulillah ketika maghrib dan isa' sudah tertata rapi para siswa sholat berjama'ah ditengah lapangan. Aku diamanati menjadi imam dan mengisi kultum.

"Rasanya kok lama sekali tidak adzan shubuh?"Aku termenung.

"Pak kubuatkan teh hangat Pak? Kata mbak Emi yang terlihat semalaman tidak tidur. Dia  bersemangat sekali dalam  menyajikan menu untuk para panita kemah.

"Oke terima kasih".

Dari pada bengong nulis  saja di blog. Kini akau butuh juga motivasi. Kucari kata-kata motivasi melalui hunting di blog. Eh aku temukan kata bija kubaca dan kucopas:

Pendidikan bukanlah persiapan untuk hidup sebab pendidikan yang sesungguhnya adalah kehidupan itu sendiri.


Orang bebal selalu mengira bahwa Tuhan ada di sampingnya. Sebaliknya, orang bijak selalu berusaha mendekatkan diri kepada  Allah Tuhan Yang Maha Kuasa

Senyuman merupakan hal kecil yang dapat membuat hidup ini menjadi lebih mudah.

Hidup melalui jalan tanpa hambatan sangat jarang berujung pada kesuksesan.

Kesenanagan terbesar dalam hidup ini adalah melakukan hal, dimana orang lain menganggap bahwa kita tidak mampu melakukan hal tersebut.


“Alasan kenapa seseorang tak pernah meraih cita-citanya adalah karena dia tak mendefinisikannya, tak mempelajarinya, dan tak pernah serius berkeyakinan bahwa cita-citanya itu dapat dicapai” (Dr Denis Waitley, pakar motivasi dan penulis buku-buku self-help)

Senin, 26 Agustus 2013

Masa Depan Bukan Masa Lalu - The Future not the Past

Tidak mungkin manusia terlepas dari masa lalu. Setiap manusia memiliki pengalaman masa lalu. Pengalaman tersebut bisa beragam: memalukan, menyedihkan, mengesankan dan juga membahagiakan.

Kalau mengingat masa lalu yang membuat bahagia dan semangat kembali dalam menjalani kehidupan, tentu ini bukan masalah. Tapi bila mengingat masa lalu kita menjadi semakin merasa bersalah, nglokro, dan pesismis, tentu ini bisa berbahaya.
Kesuksesan hidup kita tentu dipengaruhi oleh jiwa mulia. Maksudnya, kita  mestinya berusaha bisa memiliki jiwa mulia. Di antara  kemuliaan seseorang adalah berjiwa pemaaf baik kepada diri sendiri dan orang lain.   Pertanyaanya; kalau  dengan cara mengingat masa lalu kita semakin terpuruk dan pesimis, kenapa kita menyibukkan diri dengan mengingat masa lalu? Untuk apa?.

Menasihati untuk melupakan masa lalu sangat mudah. Praktiknya susah. Ya, paling tidak kita harus berusaha memaafkan diri sendiri apapun kondisinya kita di masa lalu. Tidak ada manusia sempurna/ perfect. Setiap manusia memiliki kelemahan, kekurangan, aib dll. Kalau kita menuntut diri kita  sempurna  biasa disebut PERFECTIONIST.  Hati-hati tentang perfectionist  bisa-bisa  kita  stress gara-gara menuntut kesempurnaan diri.



                                                      The Future not  the Past
Humans may not be separated from the past. In the past, every human being has an experience. The experience can vary: embarrassing, pathetic, impressive and also happy.

When considering the past
, we could be happy and  we’d be back to get a spirit of life, this is certainly not a problem. But when we remember the past, we could be also increasingly feel guilty, nglokro, and pessimist, of course this could be dangerous.

The success of our lives would be affected by a noble soul. That is, we should strive to have a noble soul.
 Among the glory of man is good-spirited forgiving to  ourselves and others. The question is:  if  we  remember our past and we could be  pessimistic, why do we concern ourselves with remembering the past?  What for?.

Once again we must be able to forgive ourselves.
 We must be sure that, there is no perfect man in the world. Every human being has weaknesses,  disgrace etc. If we claim ourselves perfectly, we can be called as a Perfectionist. Being a perfectionist means get ready to be  stressful.

Jumat, 23 Agustus 2013

Energi Positif Mengundang Rezeki Kebaikan

Aku mendapat pembelajaran dari  Jamil  Azzaini,  salah satu motivator hebat. Beliau mengajak kita untuk evaluasi diri: apakah kita sering mujur dalam kehidupan  atau  kita sering kujur atau sial? Sehingga keduanya mempengaruhi suasana hati kita yaitu bahagia dan atau  bahkan bisa-bisa kita stress.

Kata mas Jamil kalau kita jarang mendapat kemujuran/ sering sial salah satu penyebabnya: kita jarang menebarkan  kebaikan  alias energi yang kita keluarkan adalah energi negatif. Jadi energi negatif tidak akan mengundang kebaikan terutama terhadap pelaku sendiri.

Namun, bila kita sering mujur, kita perlu banyak bersyukur. Kita juga perlu untuk mempertahankan supaya  kita tetep istiqomah dalam kebaikan. Kebaikan yang kita lakukan adalah energi luar biasa yang berguna sebagai pengundang kebruntungan berikutnya.

Mas Jamil  memotivasi  kepada kita supaya kita tetep optimis, tetap semangat untuk menebarkan kebaikan. 

                                      Positive Energy Invites Goodness
 
I got a lesson from Jamil Azzaini, one of the great motivators. He invites us to evaluate ourselves: if we are getting  luckier in life or we  never got luck? So that both could  affect our mood in happiness and or we might even be  stressful.

Mas Jamil said that if  we rarely got the luck / bad luck often has one reason: we rarely spread kindness OR  a positive energy  instead of  spending   negative energy. So the negative energy will not invite kindness, especially towards the doers.

However, if we often got the luck, we  must  be grateful. We also need to maintain so we could  stay "ISTIQOMAH"  in goodness. Goodness that we do is incredible useful energy, It could be  the next luck inviter.

Mas Jamil motivates us so that we stay optimistic, remain motivated to share  the goodness.

Selasa, 20 Agustus 2013

Memotivasi Diri Dengan Memotivasi Orang Lain



Seseorang yang selalu berfikiran negatif selalu melihat kesulitan dalam setiap kesempatan yang di dapat, Tetapi Seseorang yang selalu berfikiran holistik  selalu melihat kesempatan dalam setiap kesulitan yang di dapat.

Ada kata dalam bahasa inggris yaitu IMPOSSIBLE (Tidak Mungkin/Bisa) , jadilah orang yang optimis dan pantang mengeluh, karena kata kata itu akan berubah menjadi I'M POSSIBLE (Saya Bisa) . 

Tak ada manusia sempurna. Kesalahan akan menjadi hal yang sangat menyakitkan bila terjadi pada kita, tapi bila kamu bertahan dan waktu berlalu koleksi kesalahan itu akan berkumpul menjadi pengalaman yang akan membuat kamu sukses. 

Kesukses adalah seperti kucing yang mengejar ekornya, jika kucing itu berlari mengejar tanpa berpikir tidak akan bisa didapatkan selamanya, tapi jika kucing itu berjalan sebagaimana mestinya maka ekor itupun akan mengikuti kucing. sabar,  tekun dan tangguh  tunjukan dirimu apa adanya.

 Hidup adalah buku yang semua kita baca, cinta adalah salah satu bab dari buku itu, selalu tersenyum dan bahagia lah, karena didunia ini kita semua hanya sementara seperti buku itu yang akan habis jika terus di baca.

Senin, 19 Agustus 2013

Belajar dari Formulasi Sukses Richard ST John

Dari hasil membaca buku best seller  8 TO BE GREAT karya Richard ST John.Telah banyak pelajaran yang bisa kupetik.  Aku harus berterima kasih kepada beliau. Walau  beliau lain  agama denganku tapi nasihatnya luar biasa.

Beliau menuliskan formulasi kesuksesan: 1. Do what you love -Lakukan apa yang  Anda cintai, 2. Serve what someone  loves- Layani apa yang dicintai orang dan 3.  Get livelihood in return - Dapatkan rezeki sebagai imbalannya.

Akupun ingin menjadi sukses. Di suatu kesempatan aku mendapat motivasi dari Jamil Azzaini bahwa bila kita ingin sukses sukseskan orang lain. Insya Allah kita akan semakin sukses. Sebagai sumbangsihku dalam mengekpresikan cinta sesama; (SEMOGA PEMBACA BLOGKU MENJADI SUKSES LEWAT TERINSPIRASI DARI TULISANKU) Juga aku berusaha melayani secara gratis yang dicintai orang yakni 'orang suka bila dimotivasi" dan aku yakin rezekiku akan melimpah atau semakin sukses.  Aku akan berusaha tetap istiqomah  dalam memotivasi diri dan orang lain. Menulis di blog pribadi ini sebagai sumbangsihku dalam mengekpresikan cinta sesama.  Sudah menjadi keyakinanku bahwa rezeki tidak harus uang.

Semoga Allah teteap memberikan energi untukku melalui keberkahan blog pribadiku ini.

 LEARNING FROM  THE SUCCESS FORMULATION BY Richard ST John


After  reading the best seller  book  8 TO BE GREAT  written by Richard ST John. I have to thank him.  Although he is different  religion from me  but his advice is really  extraordinary.

He wrote formulations success: 1. Do what you love, 2. Serve what someone loves
 and 3. Get sustenance in return.

I also want to be successful. On
 an  occasion I got motivation from Jamil Azzaini that if we want to be successful,  make  other people to be  successful. God willing, we will be more successful.  As  my contribution of life  in expressing love for others;  I  tried to serve  others  freely. Because  people like to be motivated commonly.

Minggu, 18 Agustus 2013

Tak Perlu Ragu Atas Kasih Sayang Allah

Tak perlu ragu atas kasih sayang Allah swt. Orang yang tak beriman kepada Allah saja masih diberi rezeki yang melimpah. Apalagi bagi orang-orang yang mau mendekatkan diri  kepadaNya.

Rezeki tidak harus berupa harta benda. Kasih sayang  juga bagian dari rezeki. Menebarkan rasa kasih dan sayang kepada sesama adalah wujud keyakinan kita atas Kemahakasihnya Allah  swt. Mengasihi sesama dengan semaksimalnya dipastikan Allah tak akan tinggal diam. Dialah sang Maha Pengatur. Bagi kita yang memiliki jiwa luhur seperti yang dikehndai Allah. Pasti kita tinggal menunggu balas kasih Allah swt yang tak ternilai harganya.

 Saat ini kita akan temui ribuan orang yang perlu belas kasihan, di samping itu  tak sedikit orang yang hidup dalam kelimpahan harta. Apakah ini indikasi Allah pilih kasih terhadap hambanya?

Tidak juga. Allah menciptakan manusia lemah. Namun, Allah juga menciptakan manusia kuat. Ini adalah pembelajaran hidup luar biasa. Hidup ini membutuhkan keseimbangan. Idealnya memang yang kuat/ kaya/ berkuasa berbagi kepada yang lemah/miskin/tertindas dll. Tidak  mungkin Allah menciptakan manusia kuat semuanya. Itu justru tidak fair.


Anda Ingin Sukses? Nekat saja!

Ingin menjadi  sukses dan hebat tentu perlu nekat. Nekat tapi belum sukses? Jangan menyerah!   Allah adalah penentu utama. Dialah Maha Segalanya. Nekat perlu ditambahi dengan  doa,   Insya Allah Anda  akan sukses

Nekat itu penting. Banyak orang sukses tidak dibekali modal harta benda yang melimpah. Namun, kenekatan telah mengubah segalanya. Nekat adalah keberanian melangkah. Nekat adalah energi dahsyat yang tak terkira. 

Nekat dengan niat positif tak akan sia-sia. Allah Maha Kasih kepada hambanya apalagi  untuk manusia yang memiliki niat positif. Energi manusia nekat ditambah oleh Allah. Akhirnya Kenekatan menjadikan  kekuatan yang tepat dan pas   untuk meraih kesuksesan.

Walau miskin berniat positif menjadi orang yang pemurah. Walau lemah berniat positif menjadi kuat  untuk membantu yang lemah. Itulah energi yang positif. Lalu Allah mengirimkan bala tentaranya lewat kekuatan  para malaikat. Para malaikat tidak tinggal diam menjadi pendorong keberhasilan  manusia  hebat yang berniat positif.

PD saja!. Memang Masalah Buat Luh!

Bertahun-tahun aku hidup  dengan sedikit rasa percaya diri  atau bahasa Jawanya "JIRIHAN DAN MINDERAN". Kenapa ya?

Aku bisa menyimpulkan banyak hal yang menjadikan diriku kurang percaya diri: aku sedikit memiliki guru/ sahabat yang memotivasi, aku jarang sekali mendapat pujian, juga aku  kurang dipaksa untuk menghadapi tantangan berat dll.

Hari berganti  hari, aku semakin mengerti bahwa aku memang memiliki banyak kelemahan. Salah satunya minder tadi. Aku tidak menyerah berbagai buku dan kata motivasi kuburu, dan kubaca.  Ternyata dampaknya ada. Disamping minderan sebelumnya aku termasuk juga  orang yang "nggumunan" atu mudah terheran-heran. Karena aku menemukan banyak orang dengan pisik ok, ganteng, tinggi besar  dan memiliki percaya diri. Mujur benar nasibnya. Itulah kesimpulanku.

Ternyata kesimpulanku tidak selamanya benar. Kutemukan juga banyak yang berpisik Ok tapi tidak PD. Juga kutemukan orang cacat tapi PD.  Kesimpulanku selanjutnya, bahwa PD adalah mental yang benar bisa dimiliki siapa saja. 

Semakin tua nasibku  kayaknya semakin baik. Akhirnya  aku berkesempatan  menjadi guru. Kutemukan juga para siswa; di antarany siswaku les ada  anggota KOPASUS yang gagah ternyata tidak kuduga dia juga tidak PD, di kelas SMA ada siswa yang tinggi besar, terkesan kemaki, kemlinthi eh setelah kususuruh kedepan dia juga gemeteran alias tidak PD/minder. Ternyata kekuatan mentalnya mereka tidak sesuai dengan penampilan luarnya.

Akhirnya aku menasihati, menekankan diri "TIDAK PERLU MINDER", "TIDAK  PERLU JIRIH" PD aja!
Terlebih aku juga  bisa menghibur diri: para koruptor berlimang  dosa masih saja ketawa-ketiwi masih percaya diri. Orang ahli maksiat masih saja GLELANG GLELENG. Padahal aku bukan koruptor aku bukan ahli maksiat walau aku bukan orang yang sempurna. Untuk APA aku harus :penakut, minder, jirih . PERCAYA DIRI SAJA!.  Emang nya  masalah buat luh!

Kamis, 15 Agustus 2013

Puasa Berlalu Hidup Semakin Bermutu

Ramadlan berlalu, kehidupan baru berawal. Hidup ini terasa berjalan sangat cepat. Mengawali puasa di bulan ramadlan seperti kemarin sore, kini tinggal kenangan. Setelah puasa mestinya banyak prestasi bisa diraih.

Puasa diibaratkan event penggemblengan. Di saat orang kebanyakan  mengumbar nafsu birahi dan nafsu makan, orang  yang beriman dibelajarkan oleh Allah untuk menjadi manusia tangguh yang tahan godaan. Maka, wajar sekali  bagi yang puasa  sungguh-sungguh karena iman pasti akan  mudah baginya  mendapat keluarbiasaan, kesuksesan, kebahagian. .Namun, bagi yang berpuasa kurang sungguh-sungguh, berpuasa hanya sebagai gaya, mereka tanpa mengejar kualitas puasa, pasti  mereka hanya mendapat haus dan lapar saja.

Lebaran berlalu,  bagi kita yang berpuasa dengan niat ikhlas tinggal membuktikan saja bahwa muali tanggal satu syawal akan menjadi manusia baru dengan semangat baru, prestasi hidup baru, ibadah yang semakin bermutu, upaya peningkatan budi pekerti dan menyantuni orang lain mestinya juga semakin  maju dll. yang jelas kita sebagai orang yang merasa berpuasa ditantang bahwa puasa kita memang berhasil.

Bagi yang tidak beriman, puasa adalah penyiksaan. Mereka berpendapat hidup sekali kok disiksa. Itulah dalil orang yang tidak atau belum mendapat hidayah. Padahal   kalau dipikir lebih jauh, banyak sekali manfaat  bagi kesehatan lahir dan bathin dari proses puasa. Ini sungguhanbanyak kasus pada  sahabatku yang  rajin puasa senin- kamis justru lebih sehat dibanding sebelum rajin puasa. Tapi aku juga punya sahabat yang malas prihatin justru sering sakit-sakitan.  Lambung adalah gudang penyakit. Tanpa pengaturan salah satunya melalui puasa,  ribuan penyakit akan bersarang pada tubuh kita. Selanjutnya terserah  Anda bagi yang malas beribadah melalui puasa.


Rabu, 14 Agustus 2013

Catatan Pribadi dari Hikmah Silaturahmi

Kata Ustadzku, bila rajin silatruahmi akan dipanjang umurnya serta murah rezekinya. Aku sangat yakin dengan kata beliau. Insya Allah dengan niat ikhlas dan positif, aku dan istri menyibukkan diri bersilaturahmmi  terutama diawali  dari akhir ramadlan sampai pasca ramadlan. Untuk hari ini Rabu 14/8/2013, aku, istri dan anak bersilaturahmi ke  empat tujuan. Satu tetangga dekat dan tiga tempat: dua di Gemolong sargen dan di ujung perbatasan dengan Boyolali. Hampir seratus kilo meter  kami berempat mengendarai  sepeda motor.

Kami siap-siap sejak pagi, jam  delapan pagi kami berangkat. Sekitar  hampir jam sepuluh kami baru sampai  karena macet  serta bingung jalannya. Asyik dan menyenangkan. Tujuan pertama sampai Balak Sragen ke  rumah Ustadz Busroni. Alhamdulillah sampai,  walau bertanya sampai tiga  kali karena alamatnya lupa. 

Berlanjut tujuan kedua ke teman kuliah di PPs UNS ke rmah  bp Guru b. Inggris Pak Minarso. Sampai di rumahnya pukul dua belas. kami sholat dluhur sekalian di Masjid dekat rumahnya.Sekita3 puku 13.00, kami mohon pamit untuk meneruskan perjalanan. Pak Min  berkata sabar dulu, eh eh ternyata  beliaua sudah menyiapkan oleh-oleh satu kresek tahu goreng. Weleh-weleh.

Tujun ketiga di Sragen  Barat yang berbatasan dengan Boyolali, tepatnya rumah ortu teman istri.  Walau harus tanya dua  kali akhirnya sampai tujuan. Ortu teman istri ini memberikan kesan yang sangat dalam. Mereka pasangan petani, berpendidikan rendah, sangat lugu. Namun, kutemukan kesan yang luar biasa, semangat menyambut tamu sangat luar biasa. Kami sudah menyampaikan bahwa kami sudah makan. Tapi mereka dengan senang hati dan bangga menjamu tamu bagai  tamu kehormatan. Mereka katakan bahwa mereka bahagia sekali atas kedatangan kami. karena istriku adalah sahabat dekat dengan anaknya. kami sudah lama tidak  bertemu. Teman istriku saat ini sudah berkeluarga dengan tiga anak dan tinggal di Batam.

Sudah lama kami mengobrol, akhirnya kita siap-siap mau pamit. Sabar sik mbak mas itulah kata ibu situan rumah. "Peyok , peyok. peyooook!" Eh ternyata mereka bertiga ibu, bapak dan anak yang kecil memburu ayam untuk oleh oleh buat  aku sekeluarga. Ditambah lagi panen waloh besar-besar, pisang, ketupat pokoknya untuk aku sekeluarga. Waduuh sampai-sampai sepada motor tertimbun oleh berbagi jenis makanan dan bingkisan.  Kenapa mereka begitu antusias mereka memberikanku? Padahal mereka juga butuh dibantu? 

Hanya Allahlah yang Maha Menggerakkan hati. Aku berniat  ikhlas bersilaturahmi dengan sedikit oleh oleh dan sedikit fitrah untuk si anak kecil cucunya, ternyata Allah membalas dengan balasan "LUAR  BIASA". Aku merasa harus belajar lagi berbuat ikhlas dan harusnya malu dengan manusia lugu dan pas-pasan tapi semangat bersedekah dan memuliakan tamu sangat luar biasa.

Selasa, 13 Agustus 2013

Sejuta Hikmah Di Hari Lebaran

Jika sesuatu dipandang dengan kaca mata negatif pasti tak ada hikmah yang bisa dipetik. Lebaran suatu event yang luar biasa yang bisa diambil berjuta hikmah.

Lebaran baru saja berlalu. Ada tangisan keharuan dan juga tangis kebahagiaan. Namun, ada sebagian saudara kita yang harus menangis dalam duka karena musibah menimpa. Kecelakaan  di perjalan mudik mengharuskan untuk merelakan  anggota keluarganya dalam kematian dan sakit di rumah sakit.

Bagi aku sekeluarga bisa merasakan bahagia tiada tara. Namun, istriku sesekali menagis teringat salah satu anak kami yang meninggal beberapa waktu  lalu. Sedangkan, kita masih bersama dengan anak lengkap di lebaran tahun lalu. Kini salah satu dari anakku sudah menghadap ke sang pencipta. "Ya Allah berilah ketabahan, kesabaran  dan ketegaran  terutama bagi istriku". kalau aku sudah siap memerima dan berusaha melupaka atas kematian anakku tercinta. Walau sulit, kenyataannya aku terkadang masih meneteskan air mata.

Kami bisa semakin  belajar tentang arti kehidupan di dunia. Kehidupan di dunia dipastikan tidak abadi. Namun, manusia banyak yang jungkir balik meraih kejayaan di dunia yang fana ini. Harta, anak dan jabatan adalah titipan. Hanya amal kebaikan yang akan menyelamatkan di kehidupan yang abadi di akherat nanti.

Dalam upaya pengejaran hikmah, kukorbankan waktu dan sedikit harta untuk bersilaturhami,  mulai dari mendatangi rumah  yang ekonominya di bawah jauh dari standar hidup layak,  sampai  ketingkat ekonomi yang elit/ sangat kaya. "Banyak anak banyak rezeki" Itulah hikmah memiliki anak banyak di hari lebaran. Ini pengamatanku di saat anakku sibuk sekali menghitung hasil fitrah. Memang, hikmah dari silaturhmi kami mendapat rezeki tidak hanya berupa uang tapi  rezeki persaudaraan. Walau kami juga harus mengeluarkan biaya, tapi Allah telah mengganti balasan yang luar biasa.

Harus bersyukur di saat memandang saudara yang kurang beruntung. Bersabar ketika menghadapi orang-orang yang belum mendapat hidayah dan bersabar bila kita belum beruntung. Malu dan iri  ketika memandang orang-orang dalam kondisi pas-pasan  tapi semangat hidup dan ibadahnya yang luar biasa.

Ya Allah, semoga  kami dan para pembaca dipertemukan lagi dengan lebaran di tahun depan.



Senin, 12 Agustus 2013

Family , Quality dan Charity Pilar Sukses Sejati oleh Maskatno Giri

Family and Quality dua kata yang menjadikan orang  Amerika  menjadi sukses atau terkaya di negaranya. Inilah yang menjadikan aku semakin  yakin dan mantap, aku harus berusaha menjadikan keluarga menjadi sumber kekuatan luar biasa. Kini keluargaku ada seorang ibuku kandung yang sudah renta (mendekati 90 th), istri shalihah insya Allah, dan tiga anak yang sahlih dan shalihah Insya  Allah. Mereka orang-orang luar biasa. Semoga menjadikan kami lebih berenergi untuk meraih sukses sejati.

Seperti kata Ippho bahwa keluarga adalah pilar utama dalam banyak hal. Bila keluarga kita hancur: hubungan kita sama ortu dan istri buruk, sulit sekali kita menjadi sukses. Berbakti kepada ibu dan mendidik istri menjadi  shalihah adalah  awal keluarbiasaan muncul. Idealnya lagi kesuksesan kita menjadikan lebih melambung, jika kesuksesan tersebut  ditambah Quality. Hidup semakin sukses berkelanjutan denga kualitas hidup yang selalu diupgrade.

Namun, menurutku Family dan Quality masih  perlu ditambah lagi yaitu Charity. Charity adalah amal kebaikan. Kebaikan kita perlu ditingkatkan, ini mencakup hubungan kita dengan Allah (habluminAllah) dan  hubungan baik kita kepada sesama manusia (habluminassi). Derma  atau amal kita akan mendekatkan tidak hanya kepada Allah tapi  mendekatkan emosi kita  kepada  manusia.  Family, Quality dan Charity adalah modal meraih sukses sejati.

Perlu kita evaluasi diri, barangkali  kalau kita sering dirundung masalah yang tak putus-putus, lalu kebahagian sulit kita dapat. Sekali lagi mari kita berkaca: apakah kita sudah bagus dalam  pengelolaan keluarga/ family, apakah kita menjaga kualitas diri sebagai manusia yang beragama, apakah kita sudah maksimal dalam beramal kebaikan . Allahu a'lamu bishawab


Minggu, 11 Agustus 2013

The Power of "Ngrumangsani"

"NGRUMANGSANI" ternyata kata sederhana tetapi dahsyat pengaruhnya. Seseorang yang memiliki jiwa "ngrumangsani" ternyata bisa memiliki power/ kekuatan untuk sukses luar biasa. Namun, seseorang yang tidak memiliki jiwa "ngrumangsani" bisa terpuruk, hancur masa depannya baik di dunia dan akherat.

Karena  seseorang memiliki jiwa ngrumangsani, dia hidup dalam kehati-hatian. Ngrumangsani anaknya orang miskin hati-hati tidak boros hidupnya. Karena dia sadar bahwa  pemborosan akan menjadikan kehidupannya semakin  terpuruk. "Ngrumangsani"  miskin dan kurang berguna  seseorang maubelajar, menjadi kreatif , inovatif dan berjanji pada diri sendiri bahwa suatu saat nanti bisa menjadi kaya dan berguna.

Karena  jiwa "ngrumangsani"  bahwa diri seseorang masih kurang ilmu dan bodoh, akhirnya mau giat belajar dan berani bertanya kepada yang lebih pintar.

"Ngrumangsani"  bahwa setiap manusia akan memanen dari apa yang ditanam, akhirnya setiap perbuatan dipkir masak-masak akan dampak yang ditimbulkan.

"Ngrumangsani"  karena hidup  di dunia ini tidak abadi, dan segala sesuatu akan dimintai tanggung jawab. Akhirnya seseorang banyak beramal dari pada banyak berbuat dosa. dsb.

Lain halnya orang yang tidak memiliki jiwa "ngrumangsani" . Dia nekat saja alias ngawur, sering melakukan  banyak hal keburukan, melanggar norma dan peraturan, dan  tidak peduli apa arti kebaikan dan lain-lainnya.

Tulisan ini khususnya untuk memotivasi penulis sendiri. Aku seharusnya  memiliki jiwa "ngrumangsani". Karena aku juga butuh rem atau pengendali diri. Jiwa  "ngrumangsani"  menjadikan aku lebih hati-hati, dan  mau  berkaca atau  melihat secara jujur siapa diriku ini.

Pada jangka panjang, akhirnya bisa  disimpulakan bahwa ada  bedanya orang yang memiliki  jiwa "ngrumangsani dan  jiwa kosong tanpa kepedulian diri. Selanjutnya terserah kita.