DAFTAR LABELKU (klik saja jangan ragu-ragu)

Jumat, 25 April 2014

Memegang Rasa Takut

Rasa takut  kupikir pernah dirasakan oleh hampir semua manusia normal. Namun, kalau terlalu sering ketakutan kupikir bisa menjadi masalah.

Akupun juga sering merasakan ketakutan di saat remaja. Bahkan rasa takut kadang masih saja ada walau saat ini aku sudah memiliki anak menginjak remaja. Mungkin pembaca bertanya takut kepada siapa?

Takut yang kumaksud di sini bukan kepada siapa-siapa, melainkan takut ketidakbahagiaan atau kesengsaraan di masa depan. Ketakutan  sengsara di masa depan yang kubayangkan karena berbagi sebab:  direndahkan orang karena tak mampu mandiri, kebodohan hingga menjadi bahan ejekan, kemiskinan yang layak dikasihani dll.

Oh, ternyata ketakutan  atas  kesengsaraan di masa depan berdampak positif juga. Dampak ketakutan tersebut membantuku rela berjuang dengan berlatih mandiri, mau belajar, tidak malas bekerja, tidak mudah menyerah, menjaga  nama baik dan siap menahan diri dari godaan yang tidak baik,dan tidak bosan berdoa.

Saat usia yang sudah  kepala empat sepertiku, ketakutan kurasa sangat perlu dipertahankan. Dan ketakutanku di sini tentu sedikit berbeda. Ketakutan tentu lebih komplek, karena di belakangku ada anak, istri, ortu, mertu, saudara dll.

Kini aku  tinggal mengandalkan doa"Jangan biarkan generasiku lebih buruk dari aku Ya Allah!.  . "Ya Allah semoga aku merasakan indahnya masa tua yang dikawal oleh istri dan anak-anak yang shalih dan shalihah".

Maka dengan rasa takut kesengsaraan di masa tua, aku  tidak menntut menjadi  manusia sempurna. Namun aku berusaha mendidik diri:  menjadi teladan yang baik untuk putra-putri tercinta, terus menerus mau  belajar,  meningkatkan ibadah, mau refleksi diri, tidak mengumbar hawa nafsu, dan tentu berusaha tetap istiqomah dalam usaha dan doa dll.

Intinya melalui tulisan ini aku bisa merenung bahwa menjaga rasa takut itu perlu. Dengan rasa takut di sini  ibaratnya aku memiliki rem atau pengendali. Lagi pula, aku pun harus sadar bahwa aku  tidak hanya diawasi oleh anak- istri, tetangga kanan-kiri, dan lebih jauh lagi ada yang mengawasi  yaitu DZAT yang tak pernah tidur  di siang dan malam hari. Dia  adalah Allah ilahi rabbi.

Tak Perlu Iri Atas Rezeki

Rezeki tak mungkin  jatuh  salah sasaran. Karena yang membagi  rezeki adalah DZAT YANG MAHA Bijak, Adil, Kuasa dll.  Tidak perlu ragu atas bagian rezeki. Pokoknya semua akan kebagian rezeki. Semut hitam, kecil di tempat yang gelap dan tersembunyi sudah ditetapkan rezekinya oleh Allah SWT.

Rezeki kita  akan melimpah jika Allah menghendaki. Apalagi Anda  dan yang menulis di blog ini, Anda-anda semua orang-orang yang baik, setidak-tidaknya berusaha baik. Karena  Anda sudah membaca blog yang  tepat. Maksudnya dibandingkan dengan mengunjungi web/ blog yang tidak jelas manfaatnya. Blog ini adalah blog motivasi. So minimal pembaca dan penulis di blog ini akan mendapat rezeki motivasi.

Bercerita  masalah rezeki. Tidak perlu kita iri  , dengki atau meri. Iri, dengki bisa menghapus amal kebaikan kita.. Enjoy saja !. Setiap orang sudah diberi rezeki dengan kadar dan jatah sendir-sendiri. Ini bukan berarti kita nglokro tanpa usaha. Usaha yang positif itu pasti.

Terkadang kita meragukan kemahaadilan Allah swt atas rezeki yang dibagikannya kepada kita. Padahal, Dia adalah Maha Tahu atas segala sesuatu. Coba seandainya kita diberi rezeki dengan seuatu yang kita belum siap menerimanya, bisa-bisa kita stress karenanya. Sekali lagi Allah telah mengukur rezeki yang pas bagi kita Insya Allah. Bersyukur atas rezeki yang kita terima adalah  tindakan mulia.

Salam sukses sejati!


Kamis, 24 April 2014

Berproses Lewat Blogging

Blogku adalah salah satu buku harianku. Sudah beberapa hari aku tidak mengisi tulisan di blogku ini. Namun, masih banyak juga yang mau mengunjungi blog ini. Menurut statistik   lebih dari seratusan  pengunjung yang mampir di blog ini di setiaphariannya. Kalau dalam setahun ya sudah di atas 65 ribu. Aku tidak tahu apa yang membuat pembaca mau membaca blogku.

Blog ini tidak terisi tulisan setiap hari. Setidaknya dalam satu minggu, aku  hanya mampu menulis sekitar 5 judul tulisan. Menurutku aku bukan  tipe pemalas dalam menulis. Cuma menurut subjektifku bahwa tulisanku belum cukup baik, bermanfaat, dan menginspirasi pembaca. Akhirnya sering kugunakan waktuku untuk merenung, membaca dan momong anak. Kadang pas ada ide mau nulis  diganggu anak akhirnya ide menghilang.

Keberanaian, kemauan, dan  kenekatan dalam menulis ternyata tidak dimiliki oleh setiap manusia. Kusadari bahwa modal hidupku cuma NEKAT. Termasuk kemauan nulisku. Karena merasa bahwa tulisanku belum begitu bagus, aku ragu-ragu juga dalam mengungkapkan ide dalam tulisan. Kusadari bahwa kemampuan  dalam tulis menulis butuh proses. "Pokoknya nulis terus saja!". Itulah nasihat seniorku.  Mungkin sepuluh tahun kedepan aku baru bisa merakan bahwa tulisanku sudah layak dibaca orang pintar dan bisa diandlakan.

Oooh Ya, daripada bengong tanpa karya, ternyata ngeblog bisa dijadikan ladang pahala. Kok bisa? Ya jelas amalan sebesar dzaroh/atom  pun ada nilainya. Padahal tulisanku sudah lebih dari sekedar atom.  Semoga  blogku ini membawa barokah.

Salam sukses sejati.

Sabtu, 19 April 2014

Be creative! Be happy! (Menjadi Kreatif Menuju Bahagia)

Hidup di dunia  hanya sekali, dan pasti tidak bisa diulangi. Menentukan pilihan yang pas, jelas ini sangat penting. Maksudnya bila kita memilih sesuatu kurang pas, akan ada konsekuensi tersendiri dalam menjalani  kehidupan. Seseorang  yang salah menentukn pilihan  bisa berdampak, prestasinya kurang maksimal, kebahagiaannya  terganggu, kesehantannya bermasalah dll. Ini bisa  dialami setiap insan. 

Manusia pasti memiliki keterbatasan, kita tidak mungkin seperti  Tuhan-NGERTI SAKDURUNGE WINARAH. Kita sering merasa  bahwa pilihan kita sudah pas dan benar. Tapi menurut Tuhan belum tentu. 

Menurutku secara minimal, kita harus belajar berkreatif dalam menjalani hidup. Sangat  mungkin bila  kita memiliki jiwa  kreatif,  kebahgiaan, kemajuan, dan  rezeki yang lain akan mendekat kepada kita.

Kreatif bisa dijadikan modal awal. Secara  ideal,  kita  harus  bermodal jiwa ikhlas, syukur, taqwa dll. Sekali lagi itu pilihan ideal. Belum tentu setiap insan sudah siap menjadi manusia ideal.

Mau rezekinya baik? Mau bahagia? Jelas kita harus termoyivasi menjadi pribadi yang lebih baik. Pokonya Kita harus berubah. Di sini, memotivasi diri dan orang lain itu sangat penting. Motivasi ini setidak -tidaknya bisa memberi jalan alternatif secara minimal untuk meraih  kebahagiaan hidup.

Aku menyimpulkan bahwa kita perlu memiliki KREATIVITAS SEBAGAI LANGKAH AWAL MENUJU KEBAHAGIAAN YANG IDEAL. Kreativitas  dalam menjalani  hidup itu sangat penting  untuk mencari  jalan-jalan alternati menuju kehidupan yang  lebih menjanjikan dan membahagiakan.

Mungkin kita saat ini baru galau karena kita baru terkena musibah, tidak punya uang, terpisah dengan anggota keluarga dll. Jelas kalau kita mengalami permasalahan yang kusebutkan tadi kita akan merasa terganggu  kebahagiaanya. Di sini modal kreativitas sangat penting. Kita harus bersegera berkreatif dalam menasihati diri, memotivasi diri, dan menghilangkan duka.

Menjadi kreatif adalah obat duka, menjadi kreatif menjadikan hidup lebih bermakna. Tapi caranya bagaimana  untak menjdi kreatif?. Inilah pentingnya membaca blognya Maskatno Giri. Dia berusaha baik hati dan tidak sombong. "Yen ora bolo ora bakal dikandani". Di sini kutulis 10 M cara menjadi kreatif yang bersumber dari  berbagi referensi:
  1. Mengubah cara berpikir dari negatif ke positif
  2. Menulis secara rinci mengenai situasi kesulitan yang kita hadapi
  3. Megajukan pertanyaan  sebanyak-banyaknya kepada diri sendiri dan orang lain
  4. Membuat solusi alternatif
  5. Menentukan keputusan yang terbaik dari beberapa alternatif solusi yang kita buat
  6. Membuat planning bila keputusan terbaik kita tidak berjalan sesuai harapan.
  7. Mempertimbangkan kembali tentang keputusan yang sudah diambil
  8. Menerima semua tanggung jawab atau konsekuensi dari keputusan yang telah dibuat.
  9. Menentukan batas akhir dan tidak menunda-nunda
  10. Melakukan "ACTION" (bersegera dalam tindakan) . Next--Bertawakal kepada Allah SWT
SALAM SUKSES SEJATI!

Jumat, 18 April 2014

Legowo, Ora Popo Alias Ikhlas Atas Kelemahan Diri

Kelemahannya banyak, namun kelebihannya juga ada itulah aku. Salah satu kelemahanku adalah kurang sabaran. Sebenarnya aku jengkel  juga atas kelemahanku. Sering  aku bertanya pada diriku sendiri. Kenapa kelemahnku bersarang selama puluhan tahun, dan tidak bisa hilang. Paling-paling  berkurang sedikit. Apakah ini yang biasa disebut orang Jawa Kuno: 'CIRI WANCI BAKAL GINOWO MATI (cacat yang akan terbawa sampai mati?). Sabar, sabar, sabar.

 Di samping tidak sabaran, diriku masih di dominasi pikiran yang meloncat-loncat, muter-muter  dan sering tidak fokus. Dampaknya prestasi akademik tidak begitu bagus. Aku cenderung "sakarepe dewe". Kuceritakan  secara jujur, kelemahnku ini kusandang dari aku remaja sampai  memiliki anak usia remaja.

"Mas kalau kamu ingin pikiranmu fokus runtut, dan lebih sabaran, coba berlatih menulis dan terus menulis". Itulah nasihat seniorku. Aku yakin nasihat ini benar. So, mulai beberapa tahun terakhir ini aku lebih giat menulis.  Menulis bukan untuk  gagah -gagahan, dan juga bukan untuk cari uang. Pokoknya berlatih untuk menjadi  Maskatno Giri yang lebih baik dari sebelumnya.

Salah satu hasil dari latihan dalam mengatasi kelemahanku  adalah  kumpulan ratusan tulisan di blog ini: Sukatnowonogiribelajar.blogspot. Juga di Kompasiana.com/sukatno. Dan atas hikmah dari  hasil tulisanku tercetaklah buku motivasi  "10 Kunci Sukses Sejati". Bukuku perdana tercipta jelas bukan motivasi uang. Sebab aku sebagai guru bergaji yang sudah cukup untuk makan anak dan istri. Aku menulis tidak bermodalakn uang, karena si bos percetakan menawarkan diri untuk mencetak tulisanku  walau beliau berjanji revisi akan sambil berjalan.

Kurang bahagia karena  memiliki berbagi kelemahan di saat muda itulah aku. Kini aku semakin lama semakin   ikhlas menerima kelemahan diri. Karena atas kelemahanku aku bisa termotivsasi berkarya.

Setahuku banyak di antara manusia sering menuntut dirinya lebih baik tanpa kelemahan, bahkan kita sering  menuntut diri sendiri menjadi manusia  sempurna . Ini  mungkin bisa berbahaya, sebab kalau kita sering menuntut sempurna berarti kita siap-siap menjadi orang STRESS. Karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT.

Akhirnya, aku harus berusaha ikhlas atas kelemahan diri.


Mengapa Berdoa?

Pengalaman pribadi dari Maskatn Giri yang berusaha baik hati dan tidak sombong. Kalau mau sombong, yang mau disombongkan itu apa?. Wajah pas-pasan, cerdas pas-pasan, harta pas-pasan, rambut pun juga pas-pasan. Walau serba pas-pasan, pasti tidak ada yang salahnya  kalau setiap hari  tiada henti berdoa untuk menjadi orang sukses sejati. Karena kesuksesan adalah hak setiap insan. Pokoknya aku tak akan bosan dalam berdoa. Sepengetahuanku  salah satu ciri orang yang tidak sombong adalah ada kemauan untuk berdoa. Doa  bermakna pemantapan, keyakian, pengharapan, dan pemberi kekuatan dll.

Ternyata ada juga manusia yang enggan berdoa. Menurutnya, berdoa hanya menghabiskan waktu.  Manusia yang malas berdoa biasanya merasa "LINUWIH" dibanding manusia lain. Mereka merasa dirinya super. Mereka mungkin merasa bahwa dirinya tak ada kelemahan, dan segalanya bisa diatasi tanpa bantuan fihak lain.

Sebetulnya kalau kita sadar bahwa manusia adalh  gudangnya  kelemahan. Karena kelemahannya, mereka  selalu mencari-cari jalan supaya ada  pertolongan. Pada akhirnya manusia yang merasa lemah berharap kepada sesuatu Dzat  yang sanggup membantu di kala manusia lain tak sanggup membantunya.  Mereka  yang merasa dirinya lemah biasanya : membutuhkan pertolongan, putus harapan, kurang percaya diri, merasa tidak ada gunanya dll.

Tak ada yang "disombong-sombongkan", ini justru menyelamatkan. Lalu  tindakan  orang  yang merasa lemah adalah berdoa kepada yang Maha Kuasa. Mereka merasa bahwa doa adalah kekuatan, doa adalah keyakinan bahwa ALLAH pasti ada dan sangat kuat  dan sangat mudah membantu si lemah. 

Tidak sepantasnya manusia merasa pesimis dalam kehidupan, karena Allah SWT Maha Kuat, Maha Pengasih untuk membantu manusia lemah menjadi manusia sukses sejati.

Senin, 14 April 2014

Cerita-cerita di Tengah-tengah Fasilitasi Sertifikasi Pengelola Perpustakaan


Pokoknya berusaha baik itu saja. Karena kita menjadi sempurna tentu tidak mungkin.  Itulah niat dalam hidupku.

 Berdasar  amanat jadwal, pada hari Minggu 13 April sampai  Rabu  16 April 2014 Maskatno Giri dan dua sahabatku pak Drs. Murjito dari SMAN 1 Jatisrono dan bu Ariyati, S.Pd, M.Pd dari SMAN 1 Purwantoro sebagai wakil dari Wonogiri mengikuti  pelatihan fasilitasi sertifikasi pengelola perpustakaan.

"Wah guru mapel kok disuruh ngurusi perpustakaan, apa kurang kerjaan?.

Memang, idealnya petugas  beserta kepala perpus dijalanakan oleh orang yang berlatang belakang pendidikan dari ahli perpustakaan.

Bukan orang Indonesia kalau tidak lucu.  Mosok pak Murjito  Guru penjaskes disuruh ngurusi perpus?

 EEh ternyata  banyak juga para guru ilmu pasti juga ikut pelatihan. Usut punya usut  kasusnya hampir seragam bahwa  mereka kekurangan jam ngajar wajib 24 jam untuk penerima tunjangan  sertifikasi. Para peserta adalah para calon dan juga Kepala Perpustakaan SMA.  Kayaknya sih seperti  YKS "sing penting joget". maksudnya sing penting DANA SERTIFIKASI LANCAR. Bukan begitu kawan?.

Kalau aku guru bahasa Inggris merasa prihatin juga. Untuk kur 2013 jam ngajar bhs Inggris dikurangi. Akhirnya aku kehabisan jam ngajar. Untuk menutupi kekurangan jam, jadilah aku calon  Kepala Perpust. Kepiyee iki. Bocah diajar bahasa Inggris 4 jam seminggu saja masih kurang, sekarang malah dikurangi?

Tetap happy walau meninggalkan rumah 4 hari. Kugunakan waktu pelatihan di LPMP  untuk berbagi dan merenung diri. Antara lain meningkatkan ibadah  dan berbagi. Oh ya karyaku 10 Kunci sukses sejati kupersembahkan sebagai buku kenangan dan dipajang di perpus LPMP Jateng, tempat aku ikut  pelatihan.
Photo

Penyerahan  buku motivasi 10 KUNCI SUKSES SEJATI kepada pegawai  PERPUSTAKAAN LPMP dari Maskatn Giri untuk  dipajang di Perpus  LPMP Jawa Tengah

Sekali lagi, semoga buku motivasiku membawa berkah karena diniatkan untuk sedekah.
 
Selanjutnya, buku "Motivasi   Kunci Sukses Sejati" diserahkan ke Perpustakaan Daerah Prov Jawa Tengah, Buku ini diserahkan langsung ke pegawa perpus bp. Triyono, S.H.

Cerita berikutnya, aku semalaman  hampir tidak tidur. Ingin tahu kenapa?
Temanku sekamar tidur mendengur sangat keras. Seperti gergaji. Bahkan baru kali ini aku mendengar dengkuran orang tidur paling keras.   Pokoknya  aku sangat terganggu. Bagi orang kreatif  sepertiku, no problem. Aku pindah ke Masjid " merenung, berdzikir n sholat tahajud", sambil menunggu saat shubuh tiba.

Eh sampai shubuh ternyata hanya sedikit  peserta pelatihan yang pergi masjid, akhirnya aku dijadikan imam sholat shubuh.

Ternyata banyak hal baik yang bisa dilakukan walau tidak bisa tidur.

Senin, 07 April 2014

Anda Sehat? Bebahagialah!

Berbahagialah!. Jangan bersedih! Kenapa aku mengatakan seperti itu?Karena Anda sehat. 

Sehat adalah rezeki tak ternilai harganya. Baru saja aku mendapat pembelajaran hidup luar biasa. Saat aku menulis di blog ini, aku baru saja pulang dari berkunjung ke 2 RS (RS. Dr Oen Solo Baru dan RS. Kustati Solo). Ladang amal luar biasa.  Rombongan Jama'ah Masjid At Taqwa  Nglawu dalam satu  mobil berdesakan mengunjungi dua anak dari anggota jama'ah Masjid. Sedangkan aku seperti biasa sebagai juru  bicara dan memimpin doa EEh malu sendiri sebetulnya hafalan doaku sedikit, tapi sudah biasa aku ditunjuk memimpin doa.

Kisah berkunjung di RS bisa  menjadikan kita semakin bersyukur. Di dr Oen Solo Bari kita mengunjungi dan mendokan: Adik Akbar putra  dari pak ketua RT. Tahukah kamu? bahwa bapak ketua RT beberapa minggu lalu baru jatuh dari atap rumah karena membersihkan sisa abu volkanik g. kelud. Beliau sempat koma  di ICU RS, juga mengalami patah tulang. Kini giliran anaknya opname. Ya Allah semoga  mereka diberi kesabaran.

Yang kedua, gadis cantik Anggi harus operasi dua jenis penyakit: kista dan usus buntu. padahal bapaknya tidak ada di rumah. Beliau merantau di luar Jawa. Semoga keluarga dan mbak Anggi diberi kesabaran dan semoga cepat sembuh.

Setelah menulis di blog ini,  idealnya aku semakin bersyukur . Semoga pembaca juga demikian. Pokoknya berbahagialah Anda sehat. Tidak usah neko-neko! Itulah nasihat ortuku, jalani hidup dengan kesyukuran, jaga kesehatan , jangan malas  mengunjungi dan mendoakan orang sakit! .  Lebih baik sering mendoakan orang sakit dari pada  kita didoakan  supaya sembuh.  Salam Sukses Sejati


Minggu, 06 April 2014

Termotivasi Melalui Kata Hikmah (Inggris -Indonesia)

Ambillah kebaikan hikmah dari manapun datangnya. Itulah nasihat dari ustadzku. Yang jelas aku bisa memahami bahwa kebenaran itu bisa datang dari mana saja, walau bisa juga dari musuh kita. 

Ustadzku menambahkan bahwa sudah termasuk kesombongan bila kita mudah merendahkan atas nasihat orang lain. Kita manusia bukan makhluq tanpa kelemahan, pasti kita membutuhkan pertolongan. Minimal berupa nasihat. Terkadang kita membenci sesuatu (termasuk nasihat), bisa juga yang kita benci itu membawa hikmah kebenaran.

Memang, idealnya  semakin tua usia seseorang semakin sukses  dan bahagia dalam menjalani hidup. Kenapa? Ya jelas  semakin bertambahnya umur semakin banyak kebaikan dan hikmah kehidupan yang bisa didapat. Menjadi sukses jelas perlu ilmu. Berikut ini nasihat untuk memotivasi diri menuju sukses.
  •  A help in sincerity is not a hope repay - Pertolongan yang tulus tidak akan mengharapakan imbalan kembali
  • Early to bed and early rise make a man healthy, wealthy and wise – Cepat tidur, cepat bangun menjadikan orang sehat, makmur dan bijaksana
  •     Better be free bird than a captive king – Lebih baik menjadi burung yang terbang bebas daripada raja yang terbelenggu
  •     Better late than never – Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali
  •     The entire world is a stage – Isi dunia ini adalah panggung sandiwara
  •     A good name is better than  wealth – Nama yang harum lebih berharga dari kekayaan
  •     A man becomes learned by asking questions – Dengan bertanya, orang akan lebih berpengalaman
  •     A half battle is a good beginning – Setengah pertempuran adalah permulaan yang baik
  •     A rolling stone gathers no moss – Lumut tak akan berkumpul pada batu yang menggelinding
  •     All that glitters is not gold – Yang berkilauan bukan berarti selalu emas
  •     A thing you don't want is dear any price – Barang yang tidak membuatmu tertarik selalu terasa mahal
  •     A good neighbor is worth more than a far friend – Tetangga yang baik lebih berharga daripada teman yang jauh
  •     A good book is great friend – Buku yang bermanfaat merupakan teman yang sangat berarti
  •     A little knowledge that acts is worth infinitely more than much knowledge that is idle - Sedikit pengetahuan yang bertindak jauh lebih berharga daripada banyak pegetahuan tetapi tanpa tindakan.
  •     Yesterday is but today's memory and tomorrow is today's dream - Kemarin hanyalah kenangan hari ini dan besok adalah mimpi hari ini.
  •     Zeal is a volcano, the peak of which the grass of indecisiveness does not grow - Semangat adalah sebuah gunung berapi dimana diatas puncaknya rumput keraguan tidak pernah tumbuh.
  •     The danger of small mistakes is that those mistakes are not always small - Bahayanya kesalahan-kesalahan kecil adalah bahwa kesalahan-kesalahan itu tidak selalu kecil. Kesalahan kecil bisa mengakibatkan kesalahan yang lebih besar. Bersamaan dengan kesalahan itu, persoalannya bisa menjadi besar pula. Maka kesalahan kecil pun harus segera dibetulkan.
  •     A fool thinks himself to be wise but a wise man knows himself to be a fool - Orang bodoh menganggap dirinya bijak tetapi orang bijak tahu dirinya bodoh.
  •     A help in sincerity is not a hope repay - Pertolongan yang tulus tidak akan mengharapakan imbalan kembali
  •     Better a witty fool than a foolish wit - Lebih baik orang bodoh yang pintar dari pada orang pintar yang bodoh.
  •     Better three hours too soon than a minute too late - Lebih baik tiga jam terlalu cepat daripada satu menit terlambat.
Semoga bermanfaat, dan salam sukses sejati.

Ternyata Cukup Sederhana Saja

Sebetulnya banyak cara untuk memuaskan diri (baca:  lega), ada yang melalui perilaku  negatif, ada yang menghabiskan jutaan rupiah dan ada pula yang melalui cara sangat sederhana.

Kisah temanku bisa menjadi inspirasiku. Ada di antara temanku ingin puas diri dengan cara negatif, walau aku tahu  dia menyesal. Ada juga yang mengahabiskan  puluhan juta rupiah untuk membeli barang mewah  yang  pernah diimpikan sebeulmnya, dan ada juga yang mngikuti paket mewah piknik singkat ke negara lain (maaf temanku bercerita bahwa liburannya ke negara lain tidak efektif karena kendala bahasa). Pokoknya banyak sekali variasi  kegiatan manusia.

Kalau kisahku sendiri cukup sederhana. Karena aku sudah terbiasa hidup sederhana, dari keluarga sangat sederhana, Alhandulullah kumpul bersama  keluarga  cukup wedangan  lalu jalan-jalan di kota Solo sudah menjadi paket yang melegakan hati.

Demikian juga di saat sendiri,  aku merenung dan menulis. Saat aku mampu memotivasi lewat tulisan, aku merasa lega. Walau tulisan  di blog ini terlalu sederhana,   EEEh ternyata sudah puluhan  ribu pembaca. Ini sungguh menjadikan diri semakin beahagia, karena merasa keberadaanku  di dunia  ini ada maknanya. 

Alahmdulillah,  kesimpulanku dengan cara sederhana kita bisa menjadikan hati ini  lega luar biasa.  SALAM SUKSES SEJATI


Sabtu, 05 April 2014

Di Saat Aku Ditanya " Apakah bapak orang sukses?"



Aku adalah seorang guru siswa SMA. Di suatu kesempatan  aku  berhadapan langsung dengan anak remaja SMA  yang berpikiran kritis dan berani. "Apakah bapak orang yang sukses, kok sering memotivasi agar kami menjadi sukses?" Itulah pertanyaanya.


"Itu pertanyaan bagus sekali mas". Itulah jawabanku spontan.


Lalu aku menambahkan, secara jujur dan singkat bahwa aku bukan  berniat untuk gagah-gagahan, hidup yang kucari keberkahan,  memotivasi bisa dijadikan bentuk sedekah. Menurutku aku layak menjadi motivaor, juga berhak memotivasi diri sendiri khususnya.  Aku menyimpulkan bahwa  kehidupanku saat ini  lebih bahagia, lebih makmur dan Insya Allah lebih bermakna dibanding saat remajaku dulu. Ini penilaian subjektivku. Ini bukan mengada-ada. 

Sukses menurutku kesesuaian harapan, doa dengan kenyataan. Sejak remaja aku selalu berdoa " RABBANAA  ATTINA WIDUNYA HASANAH..........." . Doa ini kuucupakan ratusan bahkan ribuan kali. Sehingga sudah menjadi kesimpulanku sendiri bahwa arti sukses menurutku  BAHAGIA DI DUNIA DAN DI AKHERAT. Alhamdulillah kehidupanku bahagia walau tidak bergelimang harta benda. Aku merasa sudah sukses di dunia, karena sudah selaras dengan doaku puluhan tahun yang lalu. Dan saat ini aku berproses untuk meraih bahagia di akherat.


Aku terlahir dari keluarga yang terbiasa hidup miskin alias susah.  Kondisi kesusahan kualami dari  kecil sampai menjadi mahasiswa. Banyak contoh yang menjadikan aku tidak bahagia saat itu: Ekonomi  pas-pasan, wajah  juga pas-pasan,  bersaing dengan anak-anak pintar aku pun bukan pemenang, makan bergizi pun jarang, untuk kebutuhan sandang pangan pun serba kurang.


Kini aku sudah hidup mandiri memiliki anak dan istri yang Insya Allah salih-shalihah.  Motivasiku sebatas bagaimana kita hidup  bersyukur (baca: bahagia), tidak menjadi beban bagi manusia yang lain serta mau berusaha, berjuang istiqomah tetap pada jalan  Allah SWT.


Aku akan malu sendiri dan tidak punya kekuatan bila kehidupanku tidak bahagia, dan menjadi beban manusia lain. Aku mau memotivasi bila apa yang kusampaikan juga aku praktikkan. So jangan biarkan berpikir negatif. Kita semua  punya hak saling memotivasi.  SALAM SUKSES SEJATI

Kamis, 03 April 2014

Siapa Bilang Hidup Ini Hanya Sebentar

Menurut Maskatno Giri hanya manusia bodoh yang menyimpulkan bahwa hidup ini hanya sebentar. Karena hanya sebentar banyak orang menggunakan kesempatan untuk mengumbar hawa nafsu. Mereka lupa bahwa setelah kehidupan di dunia, akan berlanjut di kehidupan akherat. "Kok enak temen urip mung sedelo terus dadi wong mbalelo?

Bagi manusia cerdas, mereka akan menjalani  hidup dengan penuh semangat, sebab jangan sampai ada  penyesalan. Segala sesuatu yang baik tak ada yang  sia-sia. Orang yang bersungguh-sungguh dalam kebaikan pasti akan panen kebahagiaan yang luar biasa. Itu pasti. Masak sama sih bagi yang "hidup luar biasa" dibandingkan " hidup pengumbar nafsu belaka?

Tulisan ini jelas untuk memotivasi diri. Semoga membawa berkah bila tulisan ini mampu menginspirasi orang lain: bagi yang loyo tak ada semangat, bagi yang merasa hidup tak ada guna, bagi hidup yang miskin dan lemah. Tentu mereka harus semangat. "Haram hidup Prustasi" . Buat apa kita  merasa tak berarti. Pokoknya dengan kebaikan kita akan memanen kebahagiaan sejati. Mungkin yang dulunya kita  merasa  tak ada guna, pasti  dengan kebaikan Allah swt tak akan membiarkannya. Manusia TAQWA dijanjikan masa depan cerah. Walau terlihat kalah untuk sementara waktu. Pokonya sabar dulu lah ya.

Mungkin kita tidak merasa beruntung: malang segi ekonomi, sosial  dll. Tak perlu ragu terus berjuang istiqomah dalam jalanNya. Sekali lagi kita akan menjadi pemenang. "KALAH SEMENTARA ORA OPO-OPO" Kehidupan abadi menanti bagi mereka yang Iman dan Taqwa secara istiqomah. 

Harus lebih bersyukur! Bagi yang saat ini beruntung serta menikmati  kehidupan bahagia ditambah lagi masih  berpeganng pada nilai-nilai ketaqwaan secara istiqomah. Dan bagi orang jenis ini harus menyediakan diri menjadi motivator bagi yang belum beruntung. Memberi harapan  dan motivasi bagi yang masih malang. Tentu ini jalan yang  sangat penting. Yakinkan  orang yang baik layak menjadi manusia  sukses sejati di dunia dan di akherat nanti. BERJUANG TANPA HENTI, HINDARI PRUSTASI

SALAM SUKSES SEJATI

Selasa, 01 April 2014

Tidak Sekedar Sebagai Penonton

Mudah sekali menjadi seorang penonton. Pekerjaan penonton tentu sebatas mengomentari, mengkritisi, membandingkan dan "maido". 

Mungkinkah suatu keluarga, masyarakat dan bahkan negara bisa makmur kalau semuanya menjadi penonton? That's impossible.Tidak mungkin bisa makmur kalau semuanya bermental penonton. Untuk meraih obsesi kemakmuran, kemajuan, dan keberkahan dibutuhkan pemain yang mumpuni. Namun untuk menjadi pemain yang bisa diandalkan tentu bukan proses instan atau sulapan.

Seorang pemain dipaksa untuk memiliki keterampilan-keterampilan tertentu agar tidak menjadi pemain yang memalukan dan mengecewakan. Keterampilan "hard skill"  pun belum cukup, dibutuhkan "soft skill" yang meliputi  sikap mental, spiritual yang kuat. 

Menjadi seorang pemain juga penuh risiko dibandingkan menjadi penonton. Pemain harus siap ditertawakan, diejek dan dikritisi. Jadi seorang pemain harus memiliki keberanian, kesiapan sikap bahwa  HIDUP ADALAH TANTANGAN.

Sebaliknya seorang  penonton dengan gagahnya berteriak teriak, mengolok-olok dan bahkan mentertawakan. Maklum, mereka adalah penonton. 

Maka untuk meraih impian  ke depan dibutuhkan para pemain yang  tidak sedikit jumlahnya. Mereka harus memiliki keterampilan yang lengkap atau holistik.

Pemain  merupakan sebutan bagi siapa saja yang tidak hanya berpangku tangan untuk meraih impian kemakmuran, kemajuan dan keberkahan. Pemain tersebut  sangat dibutuhkan sebagai agen perubahan, percontohan, serta motivator  dalam kehidupan. Di tangan para pemain negeri ini menjadi maju dan beradab.

Selanjutnya terserah anda ingin menjadi penonton atau pemain dalam kehidupan.

SALAM SUKSES SEJATI.

Senin, 31 Maret 2014

Jangan Hanya Fisik Dong!

Sudah beberapa hari tidak menulis. Bingung juga mau nulis apa. Ya setidaknya blog ini harus diisi berisi motivasi diri. Syukur-syukur membeirkan faedah bagi pembaca. Bagi pembaca pasti dipersilahkan mau setuju apa tidak. Terserahlah!Yang penting aku berlatih menulis dan memotivasi diri sendiri. Atau melatih merenung yang barokah, tidak melamun yang sia-sia.

Liburan sehari kemarin kugunakan untuk cari pahala yaiutu bekerja bakti: mengecor bangunana masjid tingkat dua secara manual. Lebih dari empat ratus  orang dikerahkan. Namun, sampai maghrib pengecoran belum selesai. Ini menunjukkan bahwa tenaga manual ratusan belum bisa  diandalkan, karena bagian yang dicor dan tenaga fisik  yang tersedia kurang  untuk merampungkan semuanya. 

Aku hanya mampu bekerja sekitar lima jam. Kalau biasanya aku hanya mampu kerja bakti dua atau tiga jam saja. Ini beda karena energi kami berlipat karena motivasi dari Allah. Demikian juga kebanyakan teman-temanku penuh semangat, walau tidak sampai selesai. Kita sudah tidak mampu lagi meneruskan pekerjaan setelah sholat dluhur. Sungguh menguras tenaga, kita kelelahan. BERRAAAT secara fisik. Akhirnya, pihak panitia  mengundang tenaga yang fresh di sore harinya.

Oh ya ,di antara  pekerja ada yang digaji. Biasanya tukang batu sehari sekitar 70-100 ribu rupiah. Ini menurutku tidak seimbang dengan pengorbanan  fisik. Tapi gaji seperti itu sudah umum. Di tengah-tengah bekerja, aku merenung dan memiliki kesimpulan: BETAPA BERATNYA MENJADI LADEN TUKANG BATU, KALAU BISA BEKERJA JANGAN  HANYA MENGANDALKAN KEKUATAN OTOT ATAU  FISIK. KALAU TUKANGNYA SIH LEBIH ENAK DIBANDING YANG NGLADENI

Mari kita membandingkan dengan pekerjaan dokter atau mungkin guru, mereka sehari bisa lebih dari dua ratus ribu. Memang pembedanya adalah bahwa dokter dan guru bekerjanya dengan ilmu tidak fisik semata.

Sekali lagi ilmu adalah penting untuk menedaapat pekerjaan yang lebih enak secara fisik. Kita pun tahu bahwa  kita punya keterbatasan fisik. Kita perlu berpikir jangka panjang bahwa kita tidak selamanya muda. 

Bekerja dengang ilmu tentu lebih  meringankan secara fisik. Ayo kejar ilmu!

Selasa, 25 Maret 2014

Rumus Aplikatif Menuju Bahagia

"Anda Ingin bahagia bersyukurlah !" Itulah nasihat dari ustadzku  tercinta. Aku yakin juga bahwa syukur tidak hanya menngundang kemujuran, namun syukur menuju kebahagiaan.

Dalam kondisi tertentu, menurutku kata  ustadz tersebut di atas masih terlalu umum." Piye to kok syukur iso dadi bahagia?. Terus syukur sing kepiye?, opo dengan mengucap Alhamdulillah terus kita dadi bahagia?" Itulah pertanyaan dalam benakku, karena aku masih bingung.

Dari pada bingung, kuputuskan untuk merenung diri, juga belajar dari para motivator hebat. EEEh ternyata syukur itu mestinya tidak difahami secara sederhana. Syukur harus dipraktikkan dalam  amalan jiwa dan fisik. Kayaknya untuk menuju syukur---bahagia perlu dijabarkan dalam rumus aplikatif. Berikut ini rumus 10 M, modal aplikatif menuju bahagia, sbb:
1. Menghindari diri dari perbuatan dan pikiran  negatif
2. Menjaga persaudaraan atau silaturahmi
3. Menyadari bahwa posisi orang lain sama pentingnya seperti kita
4. Menjaga diri dari keangkuhan dan kesombongan
5. Meyakini bahwa kita berkesempatan sama  spt orang lain atas rezeki dari Allah SWT
6. Menyadari bahwa kesuksesan kita, adalah buah kebaikan interaksi kita dengan orang lain.
7. Mengikhlaskan  yang menjadi rizqi orang lain
8. Memuliakan orang lain, sebab Allah akan memuliakan bagi orang yang berjiwa mulia
9. Meyakini bahwa diri kita  adalah istimewa, kita bukan produk gagal dari Allah, dan tentu layak bahagia
10. Meyakini bahwa barang siapa banyak berbagi, maka akan Allah swt akan memberkahi intinya bersedekah mengundang keberkahan tentu kebahagiaan.

Salam sukses sejati !

Senin, 24 Maret 2014

Satu Kunci dari Inti Sari Sukses Sejati

Dari referensi yang telah kubaca, ternyata ada satu kunci yang  merupakan inti sari dari sukses sejati:  bahagia di dunia dan akherat. Kunci tersebut adalah SIKAP.

Sikap yang baik jelas identik dengan akhlaq/ budi  pekerti yang baik. Sikap yang pas dan baik sangat menentukan masa depan kita,  bahagia maupun sengsara. Banyak orang yang memiliki kesempatan sukses luar biasa, kesuksesanya bahkan di depan mata. Namun, karena sikapnya tidak baik, kesuksesan menjauhinnya.

Secara sederhana begini: bila seseorang  Islam  pingin  sukses dan selamat di dunia dan di akherat, mereka harus berSIKAP  taqwa kepada Allah.  Setelah taqwa, mereka harus  istiqomah dalam ketaqwaan. Bila mereka mendapat kenikmatan mereka harus berSIKAP bersyukur. Sedangkan bila mendapat musibah harus sabar. dan seterusnya. Lebih lengkap kunci sukses tersebut  ditulis daalm buku 10 KUNCI SUKSES SEJATI


Jumat, 21 Maret 2014

Berpenyakit Jiwa, Jangan dong !

"Lebih dari  75 persen penyakit fisik disebabkan oleh penyakit jiwa/ psikosomatis" Itulah pernyataan dari ahli  kesehatan dalam bukunya yang kubaca secara gratis di Gramedia beberapa hari yang lalu. 

Lebih jauh lagi dalam buku dijabarkan pula daftar penyakit fisik yang dipicu karena penyakit jiwa: terlalu kuatir bisa ke penyakit maag, takut gagal bisa ke ginjal, mudah marah bisa ke stroke dll.r

Jujur saja, kalau yang dominan  penyakit jiwaku adalah ketakutan  akan masa depan. Pernyataan ahli kesehatan benar adanya. Dikatakannya salah satu dampak dari ketakutan masa depan adalah mata minus. Ketakutanku tentang masa depan berdampak  lensa mataku minus tiga. 

Penyakit jiwa takut dengan masa depan terutama kurasakan sejak remaja. Pernah terlintas juga, " Enaknya bunuh diri saja, masa depan suram dan tak jelas". Itulah kalimat yang sering muncul di jiwaku saat remaja. Ini sungguh nyata. Namun,  aku mendapat bisikan yang lain, " Jangan menjadi pengecut, hidup ini harus dijalani dan disyukuri, orang sakit saja diobatkan kok. Sehat mau bunuh diri".

Akhirnya aku berusaha menjauhi putus asa. Nekat saja,!. Kujalani hidup dengan sempoyongan, apapun  kondisinya. Memang, aku sering meteskan air mata di samping keringat. salah satunya memang kemiskinan saat remaja.

Masa remaja ternyata berjalan dan berlalu sangat cepat. Apa yang kutakutkan di saat remaja ternyata jauh berbeda dari pada kenyataanya. Allah SWT  benar-benar Maha Adil. Sedangkan di saat remaja aku berkesimpulan Tuhan tidak adil kepada saya.

Melalui tulisan ini, aku evaluasi diri, aku mengenang kembali masa lalu untuk meraih energi kesyukuran. Memang aku dulu terindikasi ada  bibit kufur.  Sekali lagi itu masa lalu yang jauh dari pencerahan hidup.

Walau blog ini terutama untuk kepentingan pribadi. Aku mengecas diri kembali bahwa Allah SWT  dipastikan Maha Adil. SOPO NANDUR BAKALE NGUNDUH. Siapa yang menanam kebaikan atau keburukan  walau sebesar atom akan ada pengaruhnya di kemudian hari. Itulah kata yang kuyakini kebenarannya. ,,............ SALAM SUKSES SEJATI.

Selasa, 18 Maret 2014

Galau ? No Way! (Pengalaman Pribadi Anti Galau)

Akupun juga sama, maksudnya kadang juga"galau".  Namun, tekadku harus bulat bahwa  hidup hanya sekali akau harus berusaha menjadi pribadi bahagia sejati. Menurutku  manusia secara umum  dipastikan pernah mengalami "galau". Salah satu sebab kegalauannya adalah pengaruh syetan yang menggoda manusia untuk KUFUR. Kufur: mengingkari nikmat yang diberikan Allah kepada kita. Semakin kufur semakin galau. Sebaliknya makin syukur makin mujur serta galau menjauh.

Ada indikasi kekufuran manusia  muncul dalam berbagai cara: membandingkan kenikmatan yang diterima oleh orang lain dengan apa yang ada pada kita, mengabaikan kelebihan  dan meremehkan diri, dll. Ujung-ujungnya kita tidak akan pernah legowo dengan  pemberian atau rezeki dari Allah  SWT. Aku pun kadang kurang legowo. Tapi aku punya pengalamn pribadi untuk mengendalikan kegalauan.

So, ingin tahu caranya Maskatno Giri supaya tidak terus menerus galau?

Ini pengalaman nyata di Solo, saat aku masih remaja. Wah, kalau saat remaja, mungkin aku paling JAGO DALAM GALAU dibanding teman-teman sekelasku.  Karena, saat remaja aku mungkin terlalu banyak kesibukan berpikir dan bekerja mencari biaya sekolah. Apalagi dibumbuhi  pikiran negatifku: SUDAH MODAL HIDUP PASA-PASAN, WAJAH PAS-PASAN, CERDAS PAS-PASAN, Aku iki bocah cap opooo?

Tahukah kamu sekitar dua puluhan tahun yang lalu, saat GALAU menyerang, aku  pancal sepeda onthelku. Lalu, aku keliling di kota Solo: aku lihat di rumah sakit  di dekat tempatku. Seraya aku mengelus tubuhku, aku tidak boleh duka, banyak orang yang kurang beruntung dibanding aku. Kulihat banyak orang sakit menuju RS Kustati. Akhirnya sedikit lega bahwa aku harus lebih bahagia. Aku harus bersyukur karena ALLAH memberikan nikmat sehat walau duit pas-pasan.

Terkadang aku bersepeda dekat RC Solo, kulihat orang ganteng, cantik tidak punya kaki, tangan dsb. Aku pun sedikit lega bahwa aku harus lebih bersyukur, Allah telah memberikanku nikmatnya memilik itangan dan kaki.

Kini, aku sudah memiliki beberapa anak. Wajar, kadang sedikit galau menyerang. Lalu aku tidak sempat lagi keliling kota Solo untuk mencari orang sakit atau orang cacat, tapi aku cukup mengingat-ingat sobatku yang saat ini kurang mujur dibanding aku. ALLAHU Akbar! KITA WAJIB BERSYUKUR, ternyata banyak saudara kita yang masih "REKOSO" dibanding kita. Sekali lagi kita harus bersyukur , SYUKUR-BAHAGIA. SYUKUR LEBIH MUJUR.

Salam sukses sejati




Kamis, 13 Maret 2014

Manajemen Aklu bukan Manajemen Qalbu (Upaya Hidup Tetap Bahagia)

Berkreatif ria: mengendalikan emosi menuju bahagia. Itulah kata bermakna untuk menjalani hidup dalam kenyamanan sejati. 

Setiap insan pasti merasakan letupan emosi yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitar baik oleh ayah, ibu, anak istri, tetangga dan sahabat. Kalau akal tidak menjadi penasihat diri yang kreatif, tentu rasanya kebahagiaan hidup  akan terkurangi. Padahal idealnya hidup hanya sekali harus membahagiakan. Aduuuh  bagaimana caranya ya, supaya tetap bahagia?

Walau semua orang pernah mengalami masalah kebahagiaan dan sebaliknya. Di sini aku menasihati diri dan berbagi. Karena aku memiliki pengalaman pribadi, baik karena aku memang pernah didzalami atau  mungkin karena  aku terlalu sensitif dalam menyikapi sesuatu. ...Wah!  ini kesempatan aku harus kreatif walau sesaat didzalaimi harus kuat, bahagia dan tetap ok.

Saat sedikit gangguan kenyamanan atau kebahagiaan datang, tentu bukan perasaan yang maju atau  berkuasa. Aku langsung mengarahkan akal. Aku bukan hewan, aku punya akal. Tentu akalku bekerja. Inilah pentingnya MANAJEMEN AKLU BUKAN MANAJEMEN QALBU. Akalku kukendalikan "JANGAN EMOSI-JANGAN EMOSI". Woles-woles-woles. Tenang-tenang-tenang. Hidup  hanya sekali kok DIGAWE REKOSO. Kepala dan hati harus tetap dingin. 

Pokonya kita harus tetap bahagia, walau masalah menimpa. Enjoy saja!


Selasa, 11 Maret 2014

Belajar dari Hafidz, Syifa dan Sara ( Kisah Pacaran Sampai Pembunuhan)

           Baru saja Maskatno Giri menulis  “Stop  Pacaran” di blogku ini. Semakin gencar, berbagai media menulis  berita menarik “Buah dari Pacaran” :   PEMBUNUHAN SADIS”.  Akhir ceirta duka pacaran:  cemburu, sakit hati dan tidak mau kehilangan kekasih.
           Cinta adalah buta. Berita sudah tersebar ke mana-mana.  Hafidz (19) bersama pacar barunya   Assyifa (19) menjadi pembunuh Ade Sara Angelina Suroto (19). Kata seorang psikolog Hafidz diduga dipengaruhi kelakuan ayahnya, Dr. Sumantri Ownie. 
           Hafid mencari sosok panutan, sementara ayahnya berurusan dengan  kepolisian karena terlibat pembunuhan janin/ aborsi. Seperti  diberitakan di okezone sebelumnya  Ayah Hafidz merupakan dokter umum yang melakukan praktek  pembunuhan janin  kepada pasien. Dia pernah ditangkap polisi pada 2009.
           Akhirnya kita bisa belajar, bagi seorang  ayah, ibu atau calon orang tua  dan  kita semua  dituntut  menjadi  model atau teladan. Kalau kita memberkan investasi negatif pada masa depan kita termasuk ke anak-anak kita, tentu sangat bahaya.  Kelakuan kita akan terekam dan suatu saat akan ditiru oleh generasi kita. Sangat mungkin generasi kita lebih kejam dari kita sendiri.Selanjutnya terserah Anda. Salam sukses sejati.