DAFTAR LABELKU (klik saja jangan ragu-ragu)

Rabu, 18 September 2013

Belajar Tentang Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik, Taktik dan Model Pembelajaran

Dengan niat mau berbagi menuju hidup lebih berarti.  "YEN  ORA BOLO ORA TAK KANDANI". Kini kutulis ulang tentang pengertian:  Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik, Taktik dan Model Pembelajaran. Tulisan ini  pernah diposting oleh profesorku sekaligus sahabatku Bapak Akhmad Sudrajat yang baik hati.  Ini sekaligus sebagai  catatanku supaya terdokumentasi. 

Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang memiliki kemiripan makna, sehingga seringkali orang merasa bingung untuk membedakannya. Istilah-istilah tersebut adalah: (1) pendekatan pembelajaran, (2) strategi pembelajaran, (3) metode pembelajaran, (4) teknik pembelajaran, (5) taktik pembelajaran, dan (6) model pembelajaran. Berikut ini akan dipaparkan pengertian istilah – istilah tersebut, dengan harapan dapat memberikan kejelasaan tentang penggunaan istilah tersebut.

Pendekatan Pembelajaran
Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).
Strategi pembelajaran.
Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan ke dalam Strategi Pembelajaran. Newman dan Logan (Abin Syamsuddin Makmun, 2003) mengemukakan empat unsur strategi dari setiap usaha, yaitu:
  1. Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya.
  2. Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (basic way) yang paling efektif untuk mencapai sasaran.
  3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang akan dtempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran.
  4. Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur (criteria) dan patokan ukuran (standard) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan (achievement) usaha.
Jika kita terapkan dalam konteks pembelajaran, keempat unsur tersebut adalah:
  1. Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi tujuan pembelajaran yakni perubahan profil perilaku dan pribadi peserta didik.
  2. Mempertimbangkan dan memilih sistem pendekatan pembelajaran yang dipandang paling efektif.
  3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah atau prosedur, metode dan teknik pembelajaran.
  4. Menetapkan norma-norma dan batas minimum ukuran keberhasilan atau kriteria dan ukuran baku keberhasilan.
Sementara itu, Kemp (Wina Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J. R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran.
Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu: (1) exposition-discovery learning dan (2) group-individual learning (Rowntree dalam Wina Senjaya, 2008). Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif. Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk mengimplementasikannya digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu. Dengan kata lain, strategi merupakan “a plan of operation achieving something” sedangkan metode adalah “a way in achieving something” (Wina Senjaya (2008).

Metode pembelajaran
Jadi, metode pembelajaran di sini dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi; (4) simulasi; (5) laboratorium; (6) pengalaman lapangan; (7) brainstorming; (8) debat, (9) simposium, dan sebagainya.

Teknik Pembelajaran
Selanjutnya metode pembelajaran dijabarkan ke dalam teknik dan taktik pembelajaran. Dengan demikian, teknik pembelajaran dapat diatikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Demikian pula, dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif. Dalam hal ini, guru pun dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama.
Taktik Pembelajaran.
Sementara taktik pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Misalkan, terdapat dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin akan sangat berbeda dalam taktik yang digunakannya. Dalam penyajiannya, yang satu cenderung banyak diselingi dengan humor karena memang dia memiliki sense of humor yang tinggi, sementara yang satunya lagi kurang memiliki sense of humor, tetapi lebih banyak menggunakan alat bantu elektronik karena dia memang sangat menguasai bidang itu. Dalam gaya pembelajaran akan tampak keunikan atau kekhasan dari masing-masing guru, sesuai dengan kemampuan, pengalaman dan tipe kepribadian dari guru yang bersangkutan. Dalam taktik ini, pembelajaran akan menjadi sebuah ilmu sekalkigus juga seni (kiat)

Model Pembelajaran
Apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik dan bahkan taktik pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran. Jadi, model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.
Berkenaan dengan model pembelajaran, Bruce Joyce dan Marsha Weil (Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990) mengetengahkan 4 (empat) kelompok model pembelajaran, yaitu: (1) model interaksi sosial; (2) model pengolahan informasi; (3) model personal-humanistik; dan (4) model modifikasi tingkah laku. Kendati demikian, seringkali penggunaan istilah model pembelajaran tersebut diidentikkan dengan strategi pembelajaran.
Untuk lebih jelasnya, posisi hierarkis dari masing-masing istilah tersebut, kiranya dapat divisualisasikan sebagai berikut:
 

Di luar istilah-istilah tersebut, dalam proses pembelajaran dikenal juga istilah desain pembelajaran.  Jika strategi pembelajaran lebih berkenaan dengan pola umum dan prosedur umum aktivitas pembelajaran, sedangkan desain pembelajaran lebih menunjuk kepada cara-cara merencanakan suatu sistem lingkungan belajar tertentu setelah ditetapkan strategi pembelajaran tertentu. Jika dianalogikan dengan pembuatan rumah, strategi membicarakan tentang berbagai kemungkinan tipe atau jenis rumah yang hendak dibangun (rumah joglo, rumah gadang, rumah modern, dan sebagainya), masing-masing akan menampilkan kesan dan pesan yang berbeda dan unik. Sedangkan desain adalah menetapkan cetak biru (blue print) rumah yang akan dibangun beserta bahan-bahan yang diperlukan dan urutan-urutan langkah konstruksinya, maupun kriteria penyelesaiannya, mulai dari tahap awal sampai dengan tahap akhir, setelah ditetapkan tipe rumah yang akan dibangun.

Berdasarkan uraian di atas, bahwa untuk dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, seorang guru dituntut dapat memahami dan memliki keterampilan yang memadai dalam mengembangkan berbagai model pembelajaran yang efektif, kreatif dan menyenangkan, sebagaimana diisyaratkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.
Mencermati upaya reformasi pembelajaran yang sedang dikembangkan di Indonesia, para guru atau calon guru saat ini banyak ditawari dengan aneka pilihan model pembelajaran, yang kadang-kadang untuk kepentingan penelitian (penelitian akademik maupun penelitian tindakan) sangat sulit menermukan sumber-sumber literarturnya. Namun, jika para guru (calon guru) telah dapat memahami konsep atau teori dasar pembelajaran yang merujuk pada proses (beserta konsep dan teori) pembelajaran sebagaimana dikemukakan di atas, maka pada dasarnya guru pun dapat secara kreatif mencobakan dan mengembangkan model pembelajaran tersendiri yang khas, sesuai dengan kondisi nyata di tempat kerja masing-masing, sehingga pada gilirannya akan muncul model-model pembelajaran versi guru yang bersangkutan, yang tentunya semakin memperkaya khazanah model pembelajaran yang telah ada.
==========
Sumber:
Abin Syamsuddin Makmun. 2003. Psikologi Pendidikan. Bandung: Rosda Karya Remaja.
Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990. Strategi Belajar Mengajar (Diktat Kuliah). Bandung: FPTK-IKIP Bandung.
Udin S. Winataputra. 2003. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.
Wina Senjaya. 2008. Strategi Pembelajaran; Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Selasa, 17 September 2013

Tidak Enak Menjadi Manusia Bodoh/Miskin Ilmu

Kalau bicara masalah ketidakenakan hidup, aku sudah mengalami puluhan tahun lamanya. Akupun bisa merasakan  bahwa ortuku juga mengalami hidup tidak enak juga. Tidak enak  di sini  adalah  kata  halus dari kemelaratan/ kemiskinan . Menurutku kemelarataan di masa laluku salah satu penyebabnya: kebodohan/ miskin ilmu.

Memang, banyak rumah tangga di desaku yang didominasi oleh  orang-orang miskin. Mereka hidup di daerah tandus.  Mereka adalah penggarap sawah tadahan/ setahun sekali dalam panen. Kami hidup  berlama-lama miskin karena memang sudah terbiasa, hidup miskin bersama  banyak teman dan saudara. Sehingga rasanya tidak begitu berat. Hidup kami dulu itu hidup tanpa perubahan. Di sini kuidentikkan  bahwa hidup kami waktu itu  hidup  tanpa kreativitas, pencerahan  dan inovasi. Penyebabnya adalah  miskin ilmu. Orang tua ku juga bukan orang terpelajar. Ibuku buta huruf,  kalau ayahku  sedikit-sedikit bisa membaca.

Di waktu kecil sekitar kelas dua  SD,  aku sudah bisa membayangkan betapa enaknya menjadi orang yang pintar, kreatif,  berguna, terpelajar  dan tidak miskin. Aku masih ingat di buku -buku bacaan di sekolah  yang bercerita tentang asyiknya menjadi keluarga yang berilmu  dan tidak terlalu miskin.

Memang saat  itu   sempat kuimpikan bahwa aku suatu saat nanti  harus  menjadi orang yang   berilmu. Berilmu di sini  identik dengan keteraturan, kemakmuran, keasyikan, kemanfaatan, keberkahan,  banyak hiburan, kebersihan, kesehatan dll.

Kini aku  sudah berkeluarga lebih dari dua belas tahun. Kehidupanku sudah semakin baik Insya Allah. Aku harus bersyukur, tidak lagi miskin seperti dulu Aku ingin berbagi walau hanya cerita sederhana, walau mungkin dianggap kurang berguna. Tidak apa-apa, aku menulis aku menjadi bahagia.  Akupun senang  memotivasi diri, keluarga dan juga orang lain supaya tidak merasa nyaman  menjadi pribadi yang miskin  ilmu. Miskin ilmu  sangat dekat dengan kesengsaraan hidup. Walau belum sampai posisi ideal, kini aku sudah ada peningkatan dibanding dengan masa laluku. Sayangnya ayahku sudah meninggal beberapa tahun lalu. Kini tinggal ibu yang masih bisa merasakan  dan membandingkan  masa lalu dan masa sekarang. Betapa pahitnya masa lalu kami. TIDAK ENAK MENJADI ORANG BODOH  ATAU MISKIN ILMU.

Melalui tulisan ini, aku memotivasi diri dan keluarga untuk cinta ilmu. Kalau  ilmu sudah didapat banyak rezeki yang bisa diperoleh. Minimal orang yang berilmu tidak menjadikan dirinya beban untuk orang lain. orang berilmu dipastikan lebih mampu berbagi, juga dalam menjemput rezeki.

Namun, bagi orang yang miskin ilmu, apa yang mau dibagikan?  Dia sendiri membutuhkan perhatian. Maka dengan ilmu  nasib, kedudukan, kepercayaan, kemakmuran Insya Allah meningkat. Janji Allah swt.: akan diangkat derajatnya oleh Allah bagi oran-orang yang beriman dan berilmu. (Q. S. Mujadalah ayat 11)

Menuju Kemuliaan Bermodal Rasa Malu

Kita sebenarnya  sudah tahu bahwa menjadi manusia sempurna itu tidak mungkin. Tapi, menjadi manusia yang lebih baik kenapa tidak?. 

Keimanan kita pun juga tidak selamanya dalam kondisi prima. Maksudnya, kita tidak mungkin dalam kondisi kuat/ sempurna imannya secara terus menerus. Terkadang kita juga lupa bahwa Allah  Tuhan Yang MAha Mengetahui selalu mengawasi kita. Maka  kita kadang agak lepas kendali melakukan perbuatan dosa walau kecil tanpa malu-malu.

Aku menggarisbawahi  kata ustadzku yang bersumber dari hadis nabi bahwa "MALU SEBAGIAN DARI Iman". Rasa malu  ternyata bisa dijadikan rem bahwa kemauan bertindak negatif bisa diurungkan karena  kita masih dibekali rasa malu.

Tentu kita bisa hidup lebih mulia kalau berbekal sedikit dosa dan beramal mulia yang banyak. Sekali lagi salah satu cara meraih itu  semua (baca=kemuliaan hidup) kalau kita masih memiliki  rasa malu. Malu kepada diri sendiri, malu kepada ortu kita, malu kepada anak-anak kita dll. Dan lebih jauh lagi kita mesti  memilki rasa malu kepada Dzat yang Maha Kuasa. Tentu rasa malu tersebut   dalam bertindak hal-hal yang negatif.

Penting sebagai evaluasi  diri  kita sendiri bahwa kalau kita belum mampu menjaga  rasa malu kepada  yang Maha Kuasa,  setidak-tidaknya kita malu kepada diri sendiri atas jatuhnya harga diri kita sebagai manusia. Manusia yang berezeki  baik adalah manusia yang perbuatannya baik pula, itulah pelajaran  yang bisa kupetik dari  sang motivator Maro Teguh beberapa waktu lalu.





Senin, 16 September 2013

Lebih Baik Mengunjungi Orang Sakit Daripada Dikunjungi

Sore  ini aku mendapatkan  dua pembelajaran hidup yang luar biasa. Habis pulang kerja aku, istri dan kedua anakku kuajak mengunjungi istri temanku yang sudah berobat dan operasi kanker otak yang ketiga kalinya. Mbak Nurul istrinya "konco loro lopo" (Mas Parso). Mereka berdua bertahun-tahun hidup dalam keceriaan, kini mereka diuji keimananya harus menerima cobaan hidup dari Allah swt yang sangat berat.

Kanker otak pada stadium tinggi menggerogiti  pusat saraf mbak Nurul. Dalam kondisi hamil tua kanker tersebut baru terdeteksi melalui  teknologi scan. Setelah lahir anak yang ketiga, para dokter memutuskan  batok kepala harus diangkat, dikemo dan batok kepala diganti dengan batok imitasi. Kata dokter batok kepala yang lama sudah terkontaminasi dan digerogiti  sel kanker ganas.

Hanya menunggu keajaiban dari Allah swt, otak mbak Nurul bisa kembali normal. Karena  dia harus mengalami kemo  berkali-kali. Itulah kata dokter.

"Sabar, tegar yo mas!" Itulah katakuditengah-tengah pembicaraan sore tadi.
"Iyo matur nuwun wis ditiliki"
"Daya ingat berkurang, makan, tidur, buang air kecil dan besar sudah di tempat tidur mas!" Mas Parso menjelaskan kpdku.

Karena  sudah mendekati adzan Maghrib, kami mohon pamit. 

Pembelajaran yang kedua: Habis sholat maghrib  salah satu temanku mengumumkan di depan jama'ah  bahwa mbah Diyono sakit, dan dirawat di RS Kustati Solo. Kabarnya beliau menderita penyakit jantung kronis. Akhirnya diputuskan habis 'isa  warga jama'ah masjid diajak bezuk di RS Kustati Solo.

Alhmdulillah,  hari ini aku diberi kesempatan mendapat pahala  dengan  bezuk orang sakit yang kedua kali .

Puluhan jama'ah  berangkat dengan nyater mobil menuju RS Kustati. Disepanjang perjalanan aku berusaha berpikir dan berdzikir bahwa  kita yang sehat wajib lebih bersyukur atas  nikmat kesehatan yang kita terima. Setiap detik  mestinya untuk bersyukur, tak ada waktu untuk bermaksiat. Bila kita diberi kesempatan mengunjungi dan mendoakan orangsakit, mestinya kita bersemangat untuk menjemput pahala, 'LEBIH BAIK MENGUNJUNGI DAN MENDOAKAN ORANG SAKIT DARIPADA  DiKUNJUNGI ORANG"




Sabtu, 14 September 2013

Berbahagialah ! Hidup di Dunia Ini Cuma Sebentar Kok!



Hidup hanya sekali kok tidak bahagia. Jangan dong!. Tidak punya uang?.  Kalau cuma itu, banyak temannya. Banyak masalah? Biasa saja!. Setiap  orang pasti punya masalah.

Teringat akan nasihat dari motivator   mas Jamil.  Ingin bahagia?  Bahagiakanlah orang lain. 

Mungkin di antara kita juga  menanggapi. Ngomong  gampang. Membahagiaan  orang lain juga  tidak mudah.  Itulah di antara komentar tentang anjuran  hidup bahagia. 

Kalau aku benar-benar  berniat mantap: hidup hanya sekali bagaimanapun caranya aku harus kreatif,  hidup di dunia ini harus bahagia. Pokoknya apapun kondisinya,  aku harus berjuang  meraih kebahagiaan.  Sudah sering kita dengar hanya kebaikanlah  pengundang kebahagiaan sejati. Keburukan tak akan mampu  menghadirkan kebahiaan sejati. Kalau cuma  kebahagiaan semu, mungkin saja.

Berikut ini  kutulis resep bahagia sejati   yang kusarikan dari berbagai sumber terpercaya antara lain: 

1.  Menjadi  pribadi  syukur
Bersyukur dan berterimakasihlah atas semua yang kita dapatkan, bukan hanya hal yang positif saja tetapi juga hal yang negatif, karena saya percaya dibalik setiap hal yang negatif tersebut ada hal baik yang bisa kita pelajari.

2.  Menghilangkan kekhawatiran
Perasaan khawatir merupakan pikiran kita yang paling tidak produktif. Sebagian besar hal-hal yang kita khawatirkan atau takutkan tidak pernah terjadi. Jadi untuk apa kita khawatir dan takut? Berdoalah selalumenjadi  pribadi Taqwa dan syukur. Allah akan menjamin menghilangkan kekuatiran.

3.  Menghilangkan  Dongkol dan Dendam
Dongkol  kepada orang lain? Percuma saja!  Orang lain tersebut  kadang biasa saja. Kenapa harus dongkol? Apalagi dendam. Dendam adalah hal terbesar dan akan menjadi beban terberat jika kita menyimpannya di dalam hati. Maukah anda membawanya sepanjang hidup? …. Saya rasa tidak. Jangan sia-siakan energi kita dengan menyimpan dendam, sudah pasti tidak ada gunanya. Gunakanlah energi kita tersebut untuk hal-hal yang positif.

4. Menghindari mengeluh  tentang banyaknya  masalah
Manusia hidup pasti bermasalah. Jika kita memiliki beberapa masalah, selesaikanlah masalah kita satu per satu. Tak perlu berpikiran untuk menyelesaikan masalah secara sekaligus karena justru akan membuat kita semakin stress.

5.  Menghindari terlalu campur tangan dengan masalah orang lain.
Membantu orang lain yang sedang dalam masalah adalah hal yang mulia, tetapi jika kita mengambil porsi terbesar untuk menyelesaikan masalah orang lain tersebut justru itulah kesalahan terbesar. Biarkanlah orang tersebut yang menyelesaikan masalahnya sendiri dengan porsi terbesar.

 6. Memikirkan kejadian saat ini bukan terlalu memikirkan yang telah berlalu
 Terlalu mikir masa lalu bikin pusing. Mending fokusi  dengan apa yang terjadi saat ini, karena kita pun akan bisa merasakan banyak kebahagiaan di saat ini. Saya yakin kita akan mempunyai perasaan yang jauh lebih berbahagia jika kita merayakan apa yang terjadi saat ini .

7.  Menghindari keputusasaan
Putus asa adalah dosa. Kita harus  berbelas kasihan denagn  diri kita , maksud saya adalah janganlah kita menyerah.  Menjadi  manusia tegar tentu lebih utama dari  pada menjadi  pengeluh. Kita harus  selalu dalam  tindakan-tindakan positif secara istiqomah atau  konsisten.

Jumat, 13 September 2013

Kebahagiaan Sejati: Kebaikan Bukan Keburukan

Kebahagiaan adalah kata singkat yang paling dicari dalam hidup. Kebahagiaan bisa mudah diraih bila pencarinya mau dan mampu meraihnya.

Menurut pendapat pribadiku kebahagiaan sejati ( true happiness)  hanya bisa diraih dengan jalan kebaikan.  Berbagai referensi kukumpulkan bahwa keburukan selamanya tak akan mampu menghadirkan kebahagiaan yang sejati. Kadang manusia tertipu karena godaan hawa nafsu bahwa seolah-olah ada cara lain menuju bahagia tanpa kebaikan.  Maka  kutekankan pada diriku sendiri  bahwa menjauhkan diri  dari kebaikan  hanya  menghadirkan  seolah-loah kebahagiaan, kebahagiaan semu dan lebih jauh lagi keburukan akan menghadirkann penyesalan dan kerugian.

Sudah jelas sebenarnya mana jalan kebahagiaan sejati dan mana yang tidak. Berabad-abad yang lalu Allah telah  mengutus para rasul atau juga nabi. Melalui orang-orang mulia seperti mereka konsep kebahagiaan telah diturunkan.

Al Quran  isinya  dijelaskandi dalamnya TAK ADA KERAGUAN DI DALAMNYA (laa raiba fiihi) mengajarkan  kesyukuran, ketaqwaan cara sederhana menuju bahagia sejatinya bahagia. Kesyukuran disini bermakna komplek yang saling terkait yakni orang yang bersyukur mestinya semangat: menuntut ilmu, bekerja, evaluasi diri, motivasi dll.

Mari menjauhkan diri dari keraguan bahwa memang kebaikan akan mendatangkan kebahagiann. Sebaliknya  keburukan yang berpangkal dari mengumbar hawa nafsu justru akan menghadirkan kesengsaraan. Selanjutnya terserah Anda.

Kamis, 12 September 2013

Alhamdulillah Kita Diberi Nikmat Sehat

Baru saja kami serombongan dari Jama'ah Masjid ATaqwa Lawu Telukan mengunjungi saudara kita yang sedang sakit di RS Islam PKU  Surakarta. Tepatnya hari ini kamis 12/9/2013 bp Sukiman menderita sakit paru-paru kambuhan.

Tiga mobil kami berangkat, kompak  kumpul di masjid dan berangkat  bersama. Sekitar jam  dua puluh kita sampai di RS. Setelah kita ngobrol. Terlihat ceria wajah si sakit. Ini menunjukkan bahwa dikunjungi di saat sakit  merupakan hiburan  luar biasa, ini merupakan obat gratis yang  manjur.

"Ayo mas sudah malam, MasKatno memimpin doa" kata salah satu anggota jamaah. Memang  aku sudah terbiasa  memimpin doa di  saat  kita  mengunjngi  anggota  jama'ah atau orang kampung yang sedang sakit.

Mari bersyukur karena kita diberi kesehatan oleh Allah swt.

Rabu, 11 September 2013

Berusaha "Luar Biasa"

Menjadi biasa-biasa saja menurutku tidak asyik, tidak menyenangkan,  kurang bermanfaat, dan kurang membahagiakan. Alasannya: bagaimana mungkin kita bisa memotivasi keluarga dan orang lain menuju luar biasa kalau kita saja hanya biasa-biasa saja, bagaimana mungkin kita bisa berbagi kalau  kita  tak punya "modal" yang dibagikan ?

Menurutku orang luar biasa adalah orang yang mampu  memberi teladan pada anggota keluarga selanjutnya  kepada orang lain. Orang luar biasa adalah orang yang mampu berbagi dan memberi, orang luar biasa adalah orang yang mampu memotivasi diri dan orang lain, orang luar biasa adalah orang yang mengakui kelemahan diri dan berjuang lebih baik. Orang luar biasa adalah orang yang bertekat menjadi bermanfaat dan bermartabat walau modalnya cuma nekat.

Sebenarnya kita lahir sudah dibekali keluarbiasaan atau hal yang yang istimewa, buktinya tidak ada yang lahir kembar  sama persis dengan kita. Minimal sidik jari kita berbeda  dengan yang lain. Sekali lagi kita layak menjadi luar biasa. 

Mari kita saling memotivasi menjadi   "MANUSIA YANG TIDAK BIASA-BIASA SAJA"

Niat Ibadah Dalam Kerja Berdampak Luar Biasa

Melalui perjalanan  jauh untuk bekerja bisa berkonsekuensi dua :  tetap semangat atau sambat alias mengeluh.  Aku sudah memilih satu di antaranya. Tetap semangat. Ini merupakan pengalaman diri dan asli.

Aku harus menempuh perjalanan jauh untuk mencapai tempat kerja sekitar 50 km dari rumah Telukan sampai SMAN 1  Girimarto. Masa kerjaku ternyata cukup lama sudah 13 tahun lebih. Hari-hariku dalam bekerja kulalui dengan bahagia saja. Aku memang harus bersyukur karena sudah diberi rezeki oleh Allah  berupa pekerjaan tetap sebagai guru bahasa Inggris.

Sudah sekian tahun apakah tidak jenuh dan  merasa kelelahan?

Kalau jenuh?Tidak lah ya. Aku selama ini enjoy saja. Aku berusaha menjadi pribadi kreatif dalam menghibur  dan memotivasi diri. Berangkat pagi sekitar setengah enam sudah biasa. Dan aku sering datangnya termasuk paling pagi dibanding guru yang lain. Padahal sekali  lagi rumahku paling jauh.

Niat ibadah itulah  motivasi yang ada di jiwaku. Eh ternyata niat memiliki pengaruh luar biasa. Niat positif dinilai ibadah, niat positif berenergi luar biasa.  Aku yakin Allah itu Maha Adil dan Kuasa. Aku merasa ditambahai energinya sehingga aku tetap bernergi positif dan semangat saja dalam bekerja.