DAFTAR LABELKU (klik saja jangan ragu-ragu)

Selasa, 30 September 2014

Belajar Kesyukuran dari Claudio (si kepala terbalik)

14108280231510445808Kalau manusia   boleh memesan ke Tuhan, pastinya manusia akan memesan supaya dilahirkan dan mampu melahirkan  manusia excellent secara fisik, non fisik dan juga intelektual.

Kenyataanya,  manusia   sering harus ikhlas menerima ketentuan   Tuhan Allah SWT. "Manungso sadermo nglakoni".   

Sebagai pembelajaran hidup, aku teringat pada keluh kesahku  di masa lalu, "Kenapa aku dilahirkan dari keluarga serba pas-pasan: pisik, wajah, ekonomi, kecerdasan  juga pas-pasan. Maksudku  aku bukan manusia yang terlahir segabai sosok linuwih / excellent.  Saat itu aku memang lupa bahwa aku harus bersyukur, aku lupa bahwa aku harus "melihat ke bawah".

Di masa lalu, suatu sisi aku memang sering mengeluh tentang keadilan Tuhan. Karena aku merasa tidak  diberlakukan secara adil oleh Tuhan. Sekali lagi itu dulu. Di  samping sering mengeluh, suatu  sisi  aku juga sering mencari sarana untuk memotivasi diri, salah satunya aku suka membaca,  mendatangi  forum-forum kajian,  dan  forum motivasi.  Aku memang haus motivasi. Sampai sekarang pun aku juga berhobby membaca buku-buku motivasi. Intinya aku butuh motivasi untuk bersyukur, biar hidupku semakin bahagia dan makmur.

Hari ini Alhamdulillah aku mendapatkan motivasi kesyukuran   dari membaca International. Kompas.com. Kutemukan motivatorku, dia  adalah Claudio Vieira de Oliveira (37) . Dia dilahirkan  dari Monte Santo, Brasil dengan leher terlipat ke belakang. Alhasil, pria ini harus menjalani hidupnya dengan posisi kepala yang terbalik.  

Di suatu kesempatan Claudio menyampaikan motivasinya ,"Sejak kecil, saya selalu menyibukkan diri dengan berbagai hal. Saya tak suka bergantung pada orang lain," 

 Dokter pernah meyakini bahwa Claudio tak akan berumur panjang tidak membuat pria itu menyerah. Di tengah keterbatasannya, kini Claudio meraup sukses dalam kehidupannya. Dia menyelesaikan pendidikannya sebagai akuntan dan sukses menjadi seorang pembicara.

Melalui wawancara di media Claudio berkata"Saya belajar menyalakan televisi, menjawab telepon, menyalakan radio, serta menggunakan internet dan komputer. Semua saya lakukan sendiri," tambah dia.
Bagaimana Claudio mengerjakan semua itu? Dia mengetik dengan menggunakan telepon yang digigit, mengoperasikan telepon dan mouse komputer menggunakan bibirnya, serta menggunakan sepatu khusus yang membuatnya bisa berjalan-jalan keliling kota.

Yang terakhir, mestinya kita bisa mengambil hikmah bahwa kita wajib bersyukur. Terlahir cacat saja mampu mandiri dan mampu menginspirasi orang lain. Bagaimana dengan kita?.

Kesyukuran mengundang kebahagiaan dan kemakmuran. Salam sukses sejati.



Mantra "MOVE ON " Jelas Penting

Kata move on adalah  termasuk sebuah  trending word, sering digunakan dalam jagat motivasi pada bulan-bulan terakhir ini. Kata tersebut terutama  untuk memotivasi bagi mereka yang baru galau, umumnya sebatas masalah asmara.


Untuk kepentingan motivasi, mestinya move on     bisa digunakan untuk kata mantra seperti halnya laa tahzan, man jadda wa jada dll.  Yang jelas kata semacam mantra tersebut penting sebagai  kata bijak untuk memotivasi diri.

Menurut kamus  on line,  move on  dalam bahasa  Inggris  diartikan  berjalan terus/ bergerak terus. Secara lebih lengkap  move on: berjalan terus tanpa memikirkan apa yang sedang terjadi menimpa pribadi kita. Kita  seharusnya tetap pada pendirian kita  tegar, kuat, dan optimis menyambut masa depan bukan terjebak pada kehidupan masa lalu.

Ada beberapa cara untuk tetap move on,  pertama:  selalu berdoa kepada  Allah supaya kita diberi kemampuan, kekuatan dan lkemudahan dalam menjalani hidup. Karena hidup ini tidak sederhana. Kedua,  kita  harus konsisten tetap mau mensyukuri berbagai nikmat Allah swt yang telah kita  terima. Ketiga, kita perlu mengiklaskan diri  kita sendiri  dan orang lain atas kelemahan, aib, kesalahan, kedzaliman  dll. yang jelas bahwa tidak ada manusia sempurna di dunia ini termasuk diri kita sendiri.

Berikutnya, keempat, kita  semestinya terus menerus mau  memotivasi diri bahwa kita tidak selemah yang diduga oleh orang lain.  Yang terakhir, kita perlu memastikan bahwa  kita bisa menjadi pribadi kuat dan optimis. Jika kita masih saja galau, perlu kita belajar lewat buku, bersilaturahmi dengan orang-orang yang tegar, kuat, optimis, kreatif dalam menjalani hidup.

SALAM SUKSES SEJATI.

Memotivasi Diri Jelas Penting. Evaluasi Diri Jauh Lebih Penting

Sudah hampir tengah  malam,,  aku belum bisa tidur. Teringat nasihat Om Jay. Daripada melamun, pokoknya nulis terus, dan tunggu apa yang akan terjadi. Eeh ternyata Om Jay  sudah mempraktikkan, jadi tidak hanya omog doang.  Dia sudah membuktikan bahwa sebelum tidur membiasakan menulis. Kini rezeki Om Jay sudah semakin okay.

Bingung juga sih,  mau menulis apa? Ya pokoknya, aku ingin memotivasi diri saja laah. Aku  kayaknya  butuh  semangat  hidup. Eeeeeh setelah kupikir-pikir,  aku sebenarnya tidak hanya perlu  motivasi  tapi   juga evaluasi diri. Kayaknya sudah  lumayan  tulisanku dan banyak orang   juga yang mampu  menulis artikel motivasi. Kini tepat  rasanya kita  perlu diingatkan untuk evaluasi diri.

Motivasi itu penting, evaluasi diri juga tak kalah penting. Aku lumayan banyak kenal dengan para motivator. Banyak di antara mereka yang mampu menasihati, memotivasi, memberikan arahan, eeeh  ternyata banyak juga di antaranya  gagal dalam hidupnya. Dia memang motivator, inspirator tapi anak dan istrinya tidak bisa termotivasi menjadi lebih baik. Bahkan keluarganya pun kurang bahagia. Dia hanya baik citranya saat di kalayak umum.  Motivator tersebut gagal di rumah tangganya. Ini sungguh nyata, karena aku mengenal beberapa di antara mereka.

Jelas penting bagi aku dan Anda yang sebagai guru, ortu untuk evaluasi diri. Jadi kita tidak hanya pintar bicara dan memotivai orang lain. Jelas yang utama, motivasi tersebut untuk kita sendiri dulu, lalu  keluarga dan lebih jauh lagi ke masyarakat. Untuk apa kita dikagumi oleh  masyarakat umum, tapi sebenarmya kita rapuh dan remuk  di dalam. Sekali lagi mari kita evaluasi diri. SALAM SUKSES SEJATI

Senin, 29 September 2014

Tidak Kreatif? Siap-siap Saja Hidup "Kere" / Miskin

Terutama untuk mengenang kembali masa laluku, keinginanku kuat untuk tidak menjadi beban orang lain. Biar  "kere" /miskin tapi terhormat. So, aku harus nekat. Modalku harus kreatif dan  aktif atau plesetannya "KERE YANG AKTIF".  Eeeeeh ternyata keinginanku terkabul dari usia SMA/ remaja sampai punya anak remaja, Insya Allah   tidak menjadi beban  orang lain. Ya pokoknya kerja apa saja  asal halal.

Apakah kita termasuk orang  yang kurang kreatif? Kalau jawabnya, ya. Berarti kita harus siap-siap  menjadi orang yang miskin  dan  bisa-bisa menjadi beban orang lain.

Ditulis di harian Kompas hari ini, Senin 29/9/2014 bahwa 600.000 lulusan perguruan tinggi  tidak memiliki penghasilan alias menganggur. Benar-benar aneh bin ajaib. Katanya cerdas, berpendidikan, dan berpengalaman, masak cari uang saja tidak bisa!Masak sarjana tidak mampu mandiri!

Menurutku  orang cerdas, dan berilmu kok menganggur alias tidak memiliki income berarti  mereka bukan karena tidak bisa kerja. Tapi, mereka dasar  tidak kreatif dan  pemalas. Ini bukan tanpa alasan. Tetanggaku termasuk biasa-biasa saja, tidak berpendidikan  (cuma lulus SMP) tapi penghasilannya lebih dari cukup.  Belum lama  ini ,dia mampu membeli mobil bagus. Pekerjaanya adalah membungkusi mainan anak-anak,  lalu dia sendiri dan saudaranya memasarkan ke toko-toko dekat TK, dan SD. Bahakan kini merambah ke luar daerah.

Tetanggaku  yang lain cuma mengkoordinir orang untuk  mengumpulkan barang bekas. Barang-barang bekas  sudah datang dengan sendirimya. Penghasilannya juga lumayan

Ada lagi tetangaku  yang pekerjaanya mengumpulkan  batang enceng gondok. Eeeh ternyata mereka bisa mendapatkan uang banyak. Ini baru cerita sedikit bahwa sebenarnya sangat mudah mencari uang. Ya kalau sarjana sebetulnya  lebih mudah, karena mereka bisa jualan ilmunya (baca:jasa)  lewat pengajar atau   sebagai pemasar barang- barang, dan tentu masih banyak lagi

Akupun juga tidak asal bicara. Di masa remaja, aku sudah mampu mandiri alias sudah mampu menghasilkan uang. Kuncinya memang ada kemauan dan kreativitas. Di saat SMA, setelah  sholat shubuh, aku  bekerja selama sekitar satu setengah jam, sebagai loper koran. Kadang aku  loper sendiri kadang aku menggaji orang lain. Aku juga pernah berjualan susu segar roti bakar di depan Istana Mangkunegaran Solo. Oh ya, sampai aku lulus kuliah S1 sampai S2, aku diberi kemampuan oleh Allah swt  dengan biaya sendiri.  Dari jualan juga sebagi guru privat. Sekali lagi modalnya kemauan dan kreativitas. Man jadda wa jada.

Jadi, sebenarnya kita tak ada alasan untuk tidak berpenghasilan atau hidup terlalu miskin. Yang jelas dunia ini luas, dunia bisnis pun juga sangat luas. Sering kita tak mampu memaksimalkan potensi kita: waktu, tenaga, relasi, silaturahmi, dan nama baik kita.

Intinya tulisanku ini untuk memotivasi diriku sendiri bahwa tak ada alasan kita hidup miskin. Kecuali ada yang sedikit mebatasi misalnya kita tidak punya tangan, kaki, mata, pikiran telinga dll. Selama kita punya indera, berarti  kita punya modal untuk kaya, tak ada alasan bahwa kita memiliki keterbatasan modal. Bahkan Nick Vujicick yang tak punya tangan dan kaki bisa kaya.  Ayo bekerja dan berkrativitas. Bekerja adalah ibadah. Salam sukses sejati.

Jelas Buktinya! Menulis Sarana Bahagia

Belajar melalui membaca dan menulis, untuk menunggu tubuh perlu ditidurkan.  Sebenarnya, sudah mendekati tengah malam. Sayang aku belum mengantuk. Padahal seharian aku full kegiatan. Pagi tadi, walau hari libur, eeeh aku diberi kesempatan untuk  pertama kalinya  ikut IHT K 13   di Jatisrono  Wonogiri.  Padahal Kurikulum sudah berjalan berbulan-bulan, aku belum pernah diikutkan ke pengenalan kurikulum baru ini. Tidak masalah, tetap semangat. Walau  aku harus menempuh perjalanan dengan sepeda motor lebih dari 120  km PP, tetap kulaksanakan.

Pokoknya  hidup harus dinikmati. Setiap orang memiliki variasi sendiri dalam menikmati hidup. Ada orang yang suka menggunakan waktunya untuk  sia-sia, ada juga lho yang  kebablasen waktunya untuk kemaksiatan. Namun ada juga   orang-orang yang memilih hidup lebih bermakna. menggunakan umurnya untuk hal-hal yang berguna.

Menurutku  tepat kata ustadz: "Demi waktu manuisa dalam kerugian, so bersyukur menuju mujur dan  bahagia!.

Pasti, aku ingin bahagia di dunia dan di akherat. Salah satu caraku untuk meraih kebahagiaan  adalah  MENULIS. Menulis sebagai wujud  sarana kesyukuran.

Teringat nasihat   dan motivasi on line tentang manfaat   menulis dari Dr. James W. Pennebaker . Dalam bukunya "Opening Up: The Healing Power of Expressing Emotions", dia berpendapat bahwa upaya mengungkapkan segala pengalaman   dengan kata-kata dapat memengaruhi pemikiran, perasaan, dan kesehatan tubuh seseorang. Hasil penelitiannya menyebutkan bahwa:
  • menulis menjernihkan pikiran,
  • menulis mengatasi trauma,
  • menulis membantu mendapatkan dan mengingat informasi baru,
  • menulis membantu memecahkan masalah,dan menulis-bebas membantu kita ketika terpaksa harus menulis. 
Melalui blog pribadiku aku memotivasi diri untuk  hidup berarti, menuju  bahagia sejati dan sukses sejati. Salah satu cara hidupku supaya lebih  bahagia adalah  melalui  aktif berkarya terutama melalui tulisan. Sekali lagi, sudah terbukti bahwa Maskatno Giri insya Allah semakin bahagia. Semoga pembaca blogku ikut termotivasi dan tertulari virus  SEMANGAT DALAM MENULIS.

Jumat, 26 September 2014

Ciri Calon Remaja ber Masa Depan Cerah (MADECER) Versus Calon Remaja berMasa Depan Rusak (MADERUS)

       Semoga kita semakin peduli dengan para remaja kita. Ada indikasi bahwa remaja kita semakin bobrok. Untuk skala nasional. data didukung dari BNN bahwa jumlah kenakalan remaja, lebih khusus pada penggunaan narkoba semakin meningkat. Salah satu penyebabnya adalah faktor dari lingkungan, terutama dari lingkungan terdekat dari remaja tersebut. Lingkungannya   belum bisa dijadikan sarana  belajar untuk menjadi lebih baik..
       Di antara potret bobroknya remaja kita saat ini  :pergaulan  bebas tanpa batas hingga terjadi kehamilan sebelum nikah, pecandu   narkoba dll.  Dan yang memprihatinkan   baru  ada segelintir remaja yang mau prihatin dan belajar memperbaiki diri sehingga dia sanggup dijadikan teladan.
    Remaja peduli terhadap diri sendiri dan peduli nasib bangsaa adalah  REMAJA JEMPOLAN. Di tangannya  tergengggam masa depan cerah, karena mereka memiliki sifat, Kreatif, Aktif, Menyenangkan,Peduli dan pemberani, Rendah hati, Enerjik, Taqwa, Tawadzuk dan Tenang atas pengaruh lingkunan sifat tersebut di singkat dengan  KAMPRET
      Untuk jelasnya Maskatno Giri yang berusaha baik hati  dan tidak sombong akan merinci tentang perbandingan  remaja mulia calon sukses sejati  dibandingkan dengan Remaja calaon generasi rusak.
Berikut, CIRI Calon Remaja ber Masa Depan Cerah (MADECER) Versus Calon Remaja ber Masa Depan Rusak (MADERUS)

No.
Remaja ber Masa Depan Cerah (MADECER)
Remaja ber Masa Depan Rusak (MADERUS)
1.
Memiliki niat nenjadi baik (menjadi hamba Allah yang baik, menjadi umat manusia yang baik terhadap sesama
Hidup tanpa kepastian dan bingung tanpa niat pasti(berniat sing penting urip)
2.
Menggunakan waktu secara efektif 
Mennyia-nyiakan waktu
3.
Rajin belajar melalui berbagai sumber belajar
Bertopang dagu alias malas belajar
4.
Mengendalikan lingkungannya
Diombang-ambingkan oleh lingkungan
5.
Sering berkata “Apa yang dapat saya berikan kepada orang lain”
Berkata “Apa yang dapat orang lain berikan kepada saya”
6.
Berpikir dulu baru bertindak
Bertindak dulu baru berpikir
7.
Berusaha percaya diri dan  berusaha tanpa iri pada orang lain
Merasa rendah diri dan selalu iri dengan orang lain
8.
Tidak malu bertanya dan  meminta pertolongan
Malu bertanya ataupun meminta pertolongan
9.
Berusaha “Saya bisa”
Menyerah “Saya tidak bisa”
10.
Menanggapi setiap tantangan sebagai kesempatan kemajuan
Menanggapinya sebagai rintangan
11.
Tekun, ulet dan gigih, berusaha walaupun gagal
Selalu takut kegagalan
12.
Berpandangan luas
Berpandangan sempit
13.
Tahu diri dan tidak selalu sama dengan orang lain
Selalu membandingkan diri dengan orang lain
14.
 Siap menghadapi masalah sebagai tantangan
Menghadapi masalah sebagai beban
15.
Tidak mudah berbangga diri
Sudah merasa dirinya hebat dan baik
16.
Bersikap positif secara konsisten
Bersikap  tidak konsisten dan ikut 2an jalan negatif
17.
Kaya kreativitas dan inovasi
Miskin kreativitas dan inovasi
18.
Suka bergaul dengan orang-orang baik
Tidak nyaman bergaul dengan orang baik
19.
Giat bekerja
Malas bekerja
20.
Dapat menghadapi hal yang tidak diharapkan
Tidak mampu menghadapi hal yang tidak diharapkan
21.
Menciptakan lingkungan kondusif dan baik untuk belajar
Merusak lingkungan
22.
Berani mencoba hal-hal baru yang positif
Malas dan mudah percaya pada nasib
23.
Menganggap  ilmu, pendidikan, pembelajaran dan pengalaman positif  sebagai nilai yang tinggi
Menempatkan ilmu  sebagai nilai yang rendah
24.
Tidak mudah  mengeluh
Mudah mengeluh dan menganggap orang lain sebagai penyebab
25.
Berusaha berpikir jernih dan khusdudzan
Berpikir ragu-ragu dan bersangka buruk /syuudzan
26.
Berusaha Hidup mandiri dan mau berbagi
Bergantung pada orang lain atau menjadi beban
27.
Melihat cahaya  atau optimisme dalam kegelapan
Hanya melihat  kegelapan dan kecemasan
28.
Berusaha selalu bertahan
Berhenti terlalu awal
29.
Berpendirian teguh
Mudah goyah, mudah terpengaruh
30.
Berusaha mampu memecahkan masalah
Pesismis dan mudah terbawa masalah
31.
Percaya,  kekuatan doa dapat mengubah dan memperbaiki sesuatu karena Allah  s.w.t cinta orang yang selalu optimis
Peragu terhadap kekuatan Allah s.w.t. 

Kamis, 25 September 2014

Belajar dari Mas Tuswadi yang Luar Biasa


Banyak hikmah luar biasa bersahabat dengan mas Tuswadi. Usia persahabatan kami    lebih dari sepuluh tahun.

Awalnya, kami bertemu saat berkompetensi untuk meraih kesempatan pertukaran guru ke Australia. Aku mewakili kab. Wonogiri, sedangkan mas Tus mewakili  kab. Banjarnegara. Namun, kami harus bersabar, kami tidak lolos seleksi. Dari sekitar 35 orang cuma diambil 2.

Sekitar dua tahun kemudian, aku dan mas Tuswadi bertemu lagi dalam kompetensi inovasi pembelajaran tingkat nasional ke 3  tahun 2004 di  Bogor. Eeeeh kami berdua gagal lagi. Kami  bukan juaranya. Andaikan  Anda bertanya apakah Mas Tus dan Maskatno Giri ipernah gagal, pasti kami akan menjawab bahwa  gagal  adalah gizi kehidupan.

Selama kami bertemu,  bisa berjam-jam aku dan mas Tus  asyik berbagi cerita. Eeeeh ternyata kita maching dalam sharing. Kita berdua  memiliki jalan hidup yang berliku dan banyak kemiripan. Khususnya dari  latar belakang keluarga desa  yang terbiasa hidup dalam kemiskinan selama bertahun-tahun.

Awalnya saat aku memandang penampilan mas Tus,  aku belum begitu yakin bahwa  dia memiliki potensi yang  luar biasa. Eeeeh setelah kami ngobrol, ooooh ternyata sejujur-jujurnya aku (Maskatno Giri) merasa iri atas kebaikan dan potensinya. Di atas langit ada langit. Aku merasa seperti masih tinggal di dasar sumur dan kuper, sedangkan mas Tus sudah melejit di atasku. Terpaksa merenung!. Rezeki orang ora usah dimereni. mas Tus memang lebih jago: lebih semangat, cerdas, dan tangguh.

Teringat kisah mas Tus saat kuliah di UNES (FKIP b. Inggris). Saat itu dia tidak punya uang untuk makan. Dia menawarkan diri kesobat-sobatnya sebagai tukang  ngetik tugas secara manual dengan mesin tik butut,  jelas demi sesuap nasi.

Kini mas Tus  jelas sudah lebih sukses dari  sebelumnya. Tentu jutaan manusia turut berbangga dengannya. Dia mendapat beasiswa S2 di Jepang dan lulus tahun 2011, dan dia langsung kuliah dengan bea siswa  di S3 di Jepang juga  Hari ini  Kamis 25/ 09/2014  dunia menyaksikan sejarah "MAN JADDA WAJADA". Mas Tuswadi lulus S3 dan diwisuda. Alhamdulillah. Aku  turut bersyukur dan meneteskan air mata karena keharuan.

Ya, Allah berilah mas Tuswadi keberkahan, keistiqomahan, kebaikan di dunia dan di  akherat. Semoga aku, anak-anakku,  para siswaku tertulari virus optimisme yang disebarkan oleh mas Tuswadi.

Saat awal-awal  kuliah S2 di Jepang, mas Tus melalui FB menyatakan kepadaku bahwa sepulang dari Jepang  dia  mau menemuiku untuk berbagi cerita. Semoga mas Tus tidak lupa dengan keinginan baiknya. Dan semoga dia tidak berubah pendirian .  Selamat dan  Salam Sukses Sejati.

Rabu, 24 September 2014

Tak Ada Duka Lara dan Kekuatiran Karena Pencerahan

Di pagi yang cerah, Alhamdulillah mendapat  nasihat yang mencerahkan. Dan nasihat berikut ini, sebenarnnya sudah kuperoleh puluhan tahun yang lalu. Tapi sayangnya aku sering terlupa. Begitu rasa galau  melanda, aku harus memotivasi  diri: bangkit, dan bangkit lagi . Aku seharusnya hidup bahagia. Kayaknya, nasihat ustadzku begitu menyihirku. Nasihat ini  insya Allah    akan kusebarkan dan kuingat-ingat sepanjang masa. Insya Allah aku semakin bahagia.

Nasihat ini sebenarnya, bersumber dari QS. Al Fushilat ayat 30-31, Alhamdulillah aku telah menghafalnya, dan terima kasihku kepada  para ustadzku yang telah menekankan kepadaku untuk menghafalnya.

 "Bagi orang yang meneguhkan dirinya (baca; konsisten) dalam kebaikan dan menegaskan bahwa (Tuhan kami adalah Allah bukan pangkat  jabatan,  harta benda dll), mereka akan dibantu, diberi tambahan kekuatan oleh Allah SWT melalui pasukanNya  yang tidak kasat mata, mereka adalah malaikat-malaikat Allah. Dan mereka berkata," Jangan kamu bersedih, kuatir, kamu dijamin kemuliaanmu,  dan kebahagiaanmu, Tidak  usah lama-lama menunggu kebahagiaan itu di syurga akherat. Namun, kamu bisa dikarunia syurga di dunia. Pastikan bahwa jalan syukur, jalan taqwa adalah jalan utama dan  perlu diingat bahwa tak ada yang menandingi kekuatan selain Allah SWT. Dialah  pelindung yang tak terkalahkan".

Terinspirasi dari para ustadzku,  aku mendapatkan  hikmah  "10 M cara untuk menghilangkan rasa duka, galau, kuatir, dan nestapa".


 Pertama: MENTAUHIDKAN ALLAH
Ibnul Qayyim mengatakan, “Sejauh mana kesempurnaan, kekuatan dan bertambahnya tauhid, maka sejauh itu pula kelapangan dada pemiliknya.”
[Zaadul Ma'aad]

 Kedua: MENJAUHI  PRASANGKA BURUK KEPADA ALLAH
Berbaik sangka kepada Allah Ta'ala yakni kita merasa bahwa Allah akan melapangkan kesulitan kita dan menghilangkan duka kita. Selagi hamba berbaik sangka kepada Rabb-nya, maka Allah akan membukakan berbagai keberkahan untuknya dari arah yang tidak disangkanya. Karena itu wahai hamba Allah, hendaklah kita berbaik sangka kepada Rabb, niscaya kita akan melihat dari Allah sesuatu yang menggembirakan kita.


“Allah Ta'ala berfirman, 'Aku sesuai dengan prasangkaan hamba-Ku terhadap-Ku. Jika prasangkaannya baik terhadap-Ku, maka ia mendapatkan (kebaikan itu). Dan jika prasangkaannya buruk, maka ia mendapatkan (keburukan itu).'” [HR Imam Ahmad dan Ibnu Hibban]

 Ketiga: MENUNTUT ILMU 
Ilmu itu sangat penting. Ilmu dapat meluaskan dan melapangkan dada, sedangkan kejahilan (kebodohan) akan menyebabkan kesempitan, keterbatasan dan menyebabkannya tertahan. Setiapkali ilmu kita bertambah dan semakin luas, maka dada kita menjadi lapang dan luas.

Ibnul Qayyim berkata, “Ilmu dapat melapangkan dada dan meluaskannya hingga lebih luas dari dunia, sedangkan kejahilan menyebabkan kesempitan, keterbatasan dan menyebabkan tertahan. Setiapkali ilmu hamba bertambah luas, maka dadanya menjadi lapang dan luas. Namun ini tidak berlaku untuk semua ilmu. Hal ini hanya berlaku untuk ilmu yang diwariskan dari Rasulullah ØµَÙ„َّÙ‰ Ø§Ù„Ù„َّÙ‡ُ Ø¹َÙ„َÙŠْÙ‡ِ ÙˆَسَÙ„َّÙ…َ  , yaitu ilmu yang bermanfaat. Orang yang memiliki ilmu tersebut adalah orang yang paling lapang dadanya, paling luas hatinya, paling baik akhlak dan juga kehidupannya.”

KeempatMENGINGAT-INGAT NIKMAT  ALLAH  MELALUI DZIKIR DAN  DO'A
Wahai orang yang sempit dadanya dan keruh urusannya, angkatlah tanganmu dengan penuh ketundukkan kepada Kekasih-mu, sampaikan keluhan dan kesedihanmu kepada-Nya, dan alirkan air mata dihadapan-Nya. Ketahuilah, semoga Allah memeliharamu, bahwa Allah menyayangimu melebihi kasih sayang ayah, ibu, sahabat karib dan anak-anakmu kepadamu.

“Tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun. Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah Rabb (Pemilik) 'Arsy yang agung. Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah Rabb langit, Rabb bumi dan Rabb (Pemilik) 'Arsy yang mulia.'” [HR Al-Bukhari dan Muslim]


Keenam MELAKSANAKAN KEWAJIBAN
Memelihara dan senantiasa melaksanakan kewajiban, memperbanyak amalan-amalan sunnah berupaa shalat, puasa, shadaqah, (berbagai) kebaikan dan selainnya, merupakan sebab-sebab (turunnya) kecintaan Allah Ta'ala kepada hamba-Nya.

Dari Abu Hurairah  r.a dia berkata, “Rasululullah SAW  bersabda, 'Allah Ta’ala berfirman:

Barangsiapa yang memusuhi wali-Ku maka Aku umumkan perang kepadanya. Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada yang telah Aku wajibkan kepadanya. Dan terus menerus hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan yang sunnah hingga Aku mencintai dia. Jika Aku sudah mencintainya, maka Akulah pendengarannya yang dia mendengar dengannya, dan pandangannya yang dia memandang dengannya , dan tangannya yang dia menyentuh dengannya dan kakinya yang dia berjalan dengannya . Jikalau dia meminta kepada-Ku niscaya pasti akan Kuberi, dan jika dia meminta perlindungan kepada-Ku niscaya pasti akan Kulindungi.'” [HR. Al-Bukhari no. 6502]

 KetujuhMEMILIKI SAHABAT-SAHABAT YANG SHALIH
Rasa duka bisa sirna dengan hadirnya sahabat yang baik atau shalih dan shalihah. Berkumpul bersama teman-teman yang shalih, setia mendengar pembicaraan mereka, memetik buah dan arah pembicaraan mereka, maka duduk bersama mereka mendatangkan keridhaan Allah Yang Maha Penyayang dan membuat syaitan murka. Karena itu senantiasalah duduk dan bergaul bersama mereka, serta mintalah nasehat mereka, niscaya kau mendapati kelapangan dan kegembiraan dalam dadamu. Kemudian berhati-hatilah dirimu dengan kesendirian. Hati-hatilah untuk tidak sendirian tanpa teman, apalagi pada saat berbagai urusan menyusahkanmu. Karena syaitan akan menambah kelemahan pada seorang hamba jika ia seorang diri.

Kedelapan: MEMBACA DAN MENGKAJI  ISI AL-QUR'AN
Membaca Al-Qur'an dengan tadabbur dan penuh perhatian termasuk salah satu sebab terbesar untuk menghilangkan kesedihan dan kesusahan. Sebab, membaca Al-Qur'an dapat menentramkan hati dan melapangkan dada.

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingat, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram.” [QS. Ar-Ra'd : 28]

Ibnu Katsir mengatakan, “Yakni senang dan bersandar ke hariban-Nya, tentram saat mengingat-Nya, dan ridha kepada-Nya sebagai Penolongnya. Karena Allah berfirman, 'Ingat, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram. “ [QS. Ar-Ra'd : 28]

Yakni, ketentraman pasti terwujud karena berdzikir.

Karena itu, hendaklah kamu -semoga Allah merahmatimu- berkeinginan keras untuk memperbanyak membacanya di waktu-waktu malam dan siang. Mohonlah kepada Rabb agar bacaan Al-Qur'an mu menjadi sebab kelapangan dadamu. Sebab, selagi hamba menuju Rabb-nya dengan jujur, maka Allah membukakan untuknya keberkahan-Nya yang agung.

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabb-mu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang ada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” [QS. Yunus : 57]

 Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan Al-Qur'an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zhalim selain kerugian.” [QS. Al-Israa' : 82]

 Kesembilan MELAKUKAN KEBAIKAN KEPADA SESAMA
Berbuat baik kepada sesama dan memberi manfaat kepada mereka dengan apa yang kita miliki berupa harta dan kedudukan termasuk sebab yang dapat melapangkan dada. Sesungguhnya orang yang dermawan kepada orang lain adalah orang yang paling lapang dadanya dan paling baik jiwanya. Karena itu, berkeinginanlah untuk memberikan kebaikan kepada sesama, terutama kepada kedua orang tua dan orang-orang yang menjadi tanggung jawab kita.

Perhatikanlah tetangga dan teman-teman kita, jangan meremehkan kebaikan sekecil apa pun. Berusahalah untuk senang dengan kebaikan yang diperoleh orang lain, sebagaimana kita senang kebaikan tersebut kita peroleh. Lapang dadalah dalam menyelesaikan berbagai hajat saudara-saudara kita sesama kaum muslimin, niscaya kita akan menemukan kebahagiaan tanpa diragukan lagi.

Kesepuluh: MEMBUANG KEDENGKIAN HATI DAN BERKEINGINAN KERAS UNTUK MEMBERSIHKANNYA

Hati yang bersih adalah sebab terpenting yang dapat melapangkan hati, mendatangkan kegembiraan dan kebahagiaan untuknya. Sementara dendam dan dengki adalah penyakit hati yang paling berbahaya dan menyempitkannya.

Ibnul Qayyim mengatakan, “Diantaranya, bahkan yang terbesar adalah mengeluarkan (membuang) kedengkian hati. Ini termasuk diantara sifat-sifat tercela yang menyempitkan hati dan menyiksanya, serta menghalanginya untuk mendapatkan kebersihan hati. Sebab, ketikaa manusia melakukan sebab-sebab yang bisa melapangkan dadanya sedangkan ia tidak membuang sifat-sifat tercela tersebut dari hatinya, maka itu tidak berguna untuk melapangkan dadanya. Maksimal ia memiliki dua unsur yang masuk ke hatinya, dan hati tersebut akan dikuasai oleh unsur yang lebih dominan dari keduanya.

Karena itu, hendaklah dirimu -semoga Allah memeliharamu- berkeinginan keras untuk membersihkan hatimu dan menjauhi segalaa hal yang dapat menyempitkannya. Tinggalkanlah permusuhan, kebencian dan kedengkian terhadap orang lain. Cintailah orang lain sebagaimana kau mencintai dirimu sendiri, niscaya kau menjadi orang yang berbahagia di dunia dan akhirat.

Semoga Allah memberikan taufiq kepada kita semua untuk meraih kebaikan dan kebahagian di dunia dan akhirat.