DAFTAR LABELKU (klik saja jangan ragu-ragu)

Sabtu, 09 Mei 2015

Memori Yang Menjadi Sumber Energi

Baru saja mendapat pencerahan dari kajian on line:
..................... Seandainya aku melakukan ini dan ini tentu hasilnya akan begini dan begini. Akan tetapi katakanlah : " Ini adalah takdir Allah, apa yang di kehendaki- Nya pasti terjadi." Sebab berandai - andai itu dapat membuka pintu kejahatan setan."  ( Hadits riwayat Muslim (6945) dari Abu Hurairah )

Aku terkadang tanpa sengaja berandai-andai , mengingat-ingat atau mengundang kenangan pahit di masa lalu. Kenangan pahit  di sini bisa berupa munculnya musibah, aib diri, kelemahan diri dll. Dan inilah yang  terkadang mengganggu pikiranku. Aku pun juga bertanya-tanya: untuk apa aku mengingat-ingat kenangan  masa lalu kalau cuma  mengundang rasa pilu. Buntutnya banyak energi terbuang sia-sia. Bisa juga  aku menjadi lemas dan kurang berdaya dalam menjalani hidup.

Kita terkadang bisa merasa beruntung jika menemukan motivator yang pas yang mengajak untuk "move on dan move on": melupakan  masa lalu dan tetap optimis menyambut masa depan. Namun, bila kita kurang mendapat siraman motivasi, dampaknya kita bisa semakin galau dan terpuruk.

Sebenarnya bagi orang yang idealis kreatif, di suatu kesempatan orang tersebut yang pernah mengalami pengalaman pahit atau mungkin  terpuruk, orang  kreatif tersebut  mampu menjadi motivator untuk dirinya sendiri dan akan mengatakan: "Aku yakin, memori masa lalu sebenarnya dapat menjadi sumber energi. Semoga ini cukup aku saja yang mengalami pengalaman pahit. Sejujurnya walau  aku kesulitan  untukk bisa melupakan masa lalu, tapi aku bukan orang lemah yang tak mampu bangkit. Pengalaman masa laluku kujadikan  nyawa dan energi  untuk bangkit dan aku harus tegar , optimis dalam menyambut masa depan.  Aku bisa. Yes aku bisa.Tak ada manusia sempurna. Setiap orang  memiliki kelemahan, aib dan kekurangan. Aku  harus bisa menjadi  sang pemaaf bagi kelemahan diri, aku harus bisa  menjadi mtivator bagi diriku sendiri".  Akhirnya orang kreatif tersebut tidak hanya mampu memotivasi diri sendiri tapi mampu memotivasi orang lain. Salam sukses sejati untuk diriku sendiri!

Sabtu, 02 Mei 2015

1001 Kiat Menjadi Guru-Pegawai-Karyawan Kaya

Ingin kaya? Setiap orang pasti mau. Eeeeh kaya apa dulu dong? Kaya utang? Tidak lah ya!.

Dalam kamus bahasa Indonesia, kaya diartikan banyak uang. Kamus bagi orang matre pun juga sama, kaya adalah beruang banyak. Namun, menurut Rasulullah SAW, seperti dikutip Bukhari dan Muslim, “Bukanlah yang dinamakan kaya itu karena banyak harta, tetapi yang dinamakan kaya sebenarnya adalah kaya jiwa.”

Setelah  aku  merenung, akhirnya aku menyimpulkan: 1) pasti tepat sabda nabi SAW di atas. 2) buat apa kita bisa kaya uang, namun miskin jiwa ?. Miskin jiwa salah satu sebabnya miskin  pencerahan, miskin  ilmu dan pengalaman, miskin amal dll Miskin jiwa  bisa dimaknai kufur nikmat. Kufur nikmat bisa dimaknai miskin keberkahan. Tentu kita seharusnya berdoa agar kita bisa  hidup kaya harta dan jiwa. Inilah hidup yang penuh keberkahan. 

Berkenaan dengan kekayaan,  sang motivator mas Jamil Azzaini pernah memotivasi kita untuk menjadi orang kaya yang paripurna atau istilahnya  orang kaya yang  sukses mulia. Kaya yang bermakna. Kaya yang bisa menghantarkan kebahagiaan di dunia dan di akherat. 

Hampir semua orang sudah tahu, untuk menjadi  kaya ternyata tidak mudah. Kalau cuma dalam tataran teori menjadi kaya  mudah saja.  Kata Mas Jamil, untuk  orang kaya  tidak harus menjadi pengusaha. Menjadi karyawan atau pegawai pun kita bisa kaya. Tentu, untuk menjadi pegawai atau karyawan kaya kita harus memiliki kiat-kiat tertentu.

Salah satu karyawan di bidang pendidikan adalah guru. Untuk menjadi guru  yang kaya  harus memiliki strategi khusus yang berbeda dengan guru biasa.  Sebagai  guru, aku pun juga ingin kaya  yang barokah alias kaya yang menentramkan, memberikan kemanfaatan kepada diri, keluarga dan banyak orang. Akhirnya aku berusaha mempraktikkan dan terus menerus hunting  berbagai informasi  untuk menjadi guru kaya.

Berikut ini  kukumpulkan berbagai kiat dari para guru kehidupan,  cara menjadi guru kaya
  • Meningkatkan  kepekaan ruhani/ spiritualitas
  •  Membaca buku dan menulis secara kreatif
  • Mejaga semangat bersedekah (sedekah yang tidak hanya berbagi uang , kan? tapi lebih lengkap  lagi lho!)
  • Mengembangkan senyum  dalam aktifitas kinerja (ingat senyum juga termasuk sedekah)
  • Memperbaiki dan  merawat hubungan   dengan para sejawat dan sswa dll, dalam koridor positif
  • Membangun  jaringan atau hubungan  melalui berbagai media setiap hari
  • Mudah menerima masukan terhadap lingkungan rumah, tempat kerja dan orang lain
  • Menjaga kebersihan diri baik lahir dan bathin
  • Menciptakan lingkungan kondusif 
  • Menjauhkan diri dari kekotoran hati (sombong,dengki dll)
  • Menciptakan lingkaran pengaruh sebesar mungkin
  • Membelajarkan, mengajar, berbagi dll suasana yang terkendali dan peka secara emosi
  • Mempelajari keterampilan baru dalam empati dan kepekaan emosi
  • Menghargai selalu perbedaan dengan orang lain dengan tetap menebarkan kebahagiaan
  • Mengembangkan hobi tertentu yang produktif, bukan hobi bersia-sia
  • Menulis kata-kata bijak, kata-kata motivasi dll
  • Membangun kerjasama proaktif dan lingkaran positif
  • Melanjutkan studi yang memberikan hal-hal baru dan tantangan
  • Meninjau ulang, temukan dan ciptakan visi pembelajaran hidup
  • Mendengarkan dan amati tanda-tanda alam (hukum sunnatullah)
  • Mempelajari karya-karya sastra agung
  • Melakukan kegiatan ritual, itikaf, dzikir, dan kegiatan-kegiatan keagamaan
  • Menumbuhkan kebiasaan hidup sebagai pribadi kaya, dengan memberi secara ikhlas.
  • Mengevaluasi diri secara istiqomah
  • Mengikuti lomba
  • Melakukan investasi
  •  Membiasakan bangun pagi
  • Mencatat informasi penting.
  • Memantaskan diri menjadi kaya
  • Menjauhi hidup boros dan sia-sia
  • DLL 
Ini bukan  sekedar  aku berteori lho!. Walau aku bukan orang sempurna, aku juga telah mempraktikkan kiat-kiat di atas,  dan aku telah merasakan hasilnya. Alhamdulillah Aku lebih kaya dari tahun-tahun sebelumny(walau belum kaya raya) . Semoga tulisan motivasi diri   ini mampu memberikan kemanfaatan untuk diri sendiri dan orang lain. SALAM SUKSES SEJATI!

Kamis, 30 April 2015

Refleksi Diri: Kita Dicintai Oleh Allah, Apa Tidak Ya?

Sebagai  bahan refleksi diri dengan mengingat kembali tausiyah dari Aa' Gym:

Apakah kita termasuk orang yang  dicintai  oleh Allah SWT ? Kalau jawabanya masih ragu-ragu, berarti kita harus berjuang keras untuk dekat kepada Allah SWT, agar Dia cinta dan ridlo dengan kita. Kalau jawabannya YA, dengan dan perasaan bahagia tiada tara saat-saat dekat dengan Allah, dan  Insya Alah kita termasuk orang yang tidak hanya cinta namun juga mendapat keberkahan. Untuk menunju ridlonya Allah, mestinya  kita  sebagai hambaNya minimal memiliki ciri sbb:
Ciri pertama, kita  dipersulit untuk berbuat maksiat. Saat hamba yang dicintai-Nya ini punya niat dan keinginan untuk berbuat maksiat, rencana itu selalu digagalkan oleh Allah SWT. Boleh jadi kita tiba-tiba sakit, tertidur, lupa, terjebak macet, tidak punya uang dan lain sebagainya.
Ciri yang kedua, kita  dimudahkan untuk taat. Kita sangat mudah bangun malam untuk bermunajat kepada Allah, bahkan tanpa alarm. Tanpa diduga ada yang memberangkatkannya ke Tanah Suci. Dipermudah urusan jodoh kita, diberi banyak kesempatan berbakti kepada orang tua kita, karir kita tidak menghalangi untuk beribadah, bisnis  kita semakin banyak menebar manfaat.
Ciri yang ketiga, kita selalu dibuat tergantung dengan Allah. Boleh jadi, habisnya tabungan kita adalah cara Allah SWT mengingatkan kita agar kita  tergantung dengan Allah SWT bukan tergantung dengan saldo di buku tabungan. Mungkin, kita  merasa aman karena tabungan kita  berlimpah, sampai  kita  lupa memohon dan berdoa kepada Sang Pemberi Rezeki.

Allahu a'lamu bishawab. SAlam sukses sejati!

Selasa, 21 April 2015

Penting! 1001 Alasan Kita Harus Bahagia

"Ora usah susah!, Anda akan  mudah cepet tua dan mudah sakit!". " Jangan  mudah mengeluh, masalah tak akan selesai dengan mengeluh!". Itulah kurang lebih kata-kata motivasi dari sobatku saat beliau mengisi tausiah di arisan keluarga.

Lalu, aku terinspirasi untuk menjadikan diriku dan keluargaku supaya tetap bahagia dan ceria dalam menjalani hidup.

Kukumpulkan  1001 alasan kenapa  kita harus hidup bahagia. Sumber kebahagiaan adalah kesyukuran. Berikut ini alasannya:

-Berbagai referensi membuktikan: kebahagiaan mengundang kemakmuran, kesehatan, kecerdasan dll.

-Bersabda Rasulullah saw: “Lihatlah kepada orang yang lebih rendah dari kalian dan janganlah kalian melihat kepada orang yang lebih tinggi dari kalian, karena yang demikian itu lebih pantas agar kalian tidak menganggap rendah nikmat Allah Ta’ala yang telah dianugerahkan kepada kalian.” (Muttafaq ‘alaih)

- Bersyukur menuju mujur, karena kita tak memiliki semua yang kita inginkan, karena jika iya, apalagi yang hendak kita cari? Tetap bersyukur  saat kita tak mengetahui sesuatu, karena itu memberi kita kesempatan untuk belajar. Harus bersyukur atas masa-masa sulit yang kita hadapi, karena selama itulah kita akan tumbuh dewasa. Bersyukur  ...atas kesalahan-kesalahan yang kita perbuat, karena itu memberi motivasi untuk menjadi lebih baik.

- Mensyukuri nikmat Allah berarti kita memanfaatkan segala anugerah Allah tersebut untuk melakukan ibadah dan kebaikan. Pepatah mengatakan bahwa orang yang paling bahagia ialah orang yang pandai bersyukur. Kebahagiaan yang dirasakannya tidaklah semasa hidup di dunia saja, melainkan Allah telah menjanjikan pula... kebahagiaan di akhirat bagi hamba-hambanya yang bersyukur.

- Kita harus menyadari bahwa yang lebih berhak atas diri kita hanyalah Allah SWT. Jadi tidak ada alasan bagi kita untuk tidak bersyukur dengan apa yang diberikan-Nya, apapun itu.

- Syukuri kenikmatan yang sudah diberikan, jangan hanya berkeluh kesah tentang penderitaan yang baru datang. Sebab jika kita bandingkan kenikmatan yang sudah diberikan jauh melebihi penderitaan yang baru datang. Sebab kurangnya bersyukur merupakan cacat yang harus dibersihkan. Karena bisa saja, cobaan datang kepada kita karena kurangnya kita bersyukur.

- Umar bin Khattab: “Kalau sekiranya kesabaran dan syukur itu dua kendaraan, aku tak tahu mana yang harus aku kendarai.” (Al Bayan wa At Tabyin III/ 126)

-Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan) mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan. (QS Luqman : 20)

- "Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh) nya roh (ciptaan) Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur" (QS As Sajdah : 9)

- Diriwayatkan oleh Imam Ahmad bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda : “Sesungguhnya manusia yang paling banyak bersyukur kepada Allah Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi mereka yang lebih banyak bersyukur (berterima kasih) kepada manusia dan pada riwayat lain : Tidak bersyukur kepada Allah orang yang tidak mau berterima kasih ka...pada manusia” (Hadis disahihkan Tirmidzi dan lainnya).

- Sesungguhnya rezeki mencari seorang hamba sebagaimana ajal mencarinya. (HR. Ath-Thabrani)

- Dua hal apabila dimiliki oleh seseorang dia dicatat oleh Allah sebagai orang yang bersyukur dan sabar. Dalam urusan agama (ilmu dan ibadah) dia melihat kepada yang lebih tinggi lalu meniru dan mencontohnya. Dalam urusan dunia dia melihat kepada yang lebih bawah, lalu bersyukur kepada Allah bahwa dia masih diberi kelebihan. (HR. Tirmidzi)

-Bersyukur karena kita mendapat  hidayah keIslaman.  Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (QS. 2:120)

-Apabila seseorang melihat orang cacat lalu berkata (tanpa didengar oleh orang tadi) :"Alhamdulillah yang telah menyelamatkan aku dari apa yang diujikan Allah kepadanya dan melebihkan aku dengan kelebihan sempurna atas kebanyakan makhlukNya", maka dia tidak akan terkena ujian seperti itu betapapun keadaannya. (HR. Abu Dawud)

-Seorang sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, pesankan sesuatu kepadaku yang akan berguna bagiku dari sisi Allah." Nabi Saw lalu bersabda: "Perbanyaklah mengingat kematian maka kamu akan terhibur dari (kelelahan) dunia, dan hendaklah kamu bersyukur. Sesungguhnya bersyukur akan menambah kenikmatan Allah, dan perbanyaklah do...a. Sesungguhnya kamu tidak mengetahui kapan doamu akan terkabul." (HR. Ath-Thabrani)

- Jika engkau miskin bersyukurlah karena engkau akan sedikit mempertanggungjawabkan hartamu. Jika engkau kaya bersykurlah karena engkau mempunyai banyak kesempatan beramal. Apapun yang terkadang kita anggap kekurangan sesungguhnya itu rahmat jika kita mensyukurinya. Apapun yang kita anggap nikmat bisa jadi azab jika kita tidak mensyukurinya...

-Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati, agar kamu bersyukur. (An-Nahl: 78)

- Wajib bersyukur  karena kita tak memiliki semua yang kita inginkan, karena jika iya, apalagi yang hendak kita cari? Bersyukurlah saat kita tak mengetahui sesuatu, karena itu memberi kita kesempatan untuk belajar. Bersyukurlah atas masa-masa sulit yang kita hadapi, karena selama itulah kita akan tumbuh dewasa. Bersyukurlah ...atas kesalahan-kesalahan yang kita perbuat, karena itu memberi motivasi untuk menjadi lebih baik.

- Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur). QS. ad-Dhuha (93) : 11

- Ibnu al-Qayyim merumuskan tiga faktor yang harus ada dalam konteks syukur yang sungguh-sungguh, yaitu dengan lisan dalam bentuk pengakuan dan pujian, dengan hati dalam bentuk kesaksian dan kecintaan, serta dengan seluruh anggota tubuh dalam bentuk amal perbuatan.

- Baik kepadamu maupun kepada nabi sebelummu telah diwahyukan: "Jika engkau mempersekutukan Tuhan, maka akan terbuang percumalah segala amalmu dan pastilah engkau menjadi orang yang merugi. Karena itu sembahlah Allah olehmu, dan jadilah orang yang bersyukur (Az-Zumar:

- Dari Anas r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya Allah itu niscayalah ridha kepada seseorang hamba yang makan sekali makanan lalu ia memuji kepada Allah atas makanan itu serta ia minum sekali minuman lalu memuji kepada Allah atas minuman itu."

-Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Ta’ala ‘anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda :“Lihatlah kepada orang yang lebih rendah dari kalian dan janganlah kalian melihat kepada orang yang lebih tinggi dari kalian, karena yang demikian itu lebih pantas agar kalian tidak menganggap rendah nikmat Allah ...Ta’ala yang telah dianugerahkan kepada kalian.” (Muttafaq ‘alaih)

22) “Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu adalah berhala, dan kamu membuat dusta. Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezki kepadamu; maka mintalah rezki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada- Nyalah kamu akan dikembalikan.” (QS. Al Ankabut : 17)

- “Barangsiapa tidak mensyukuri yang sedikit maka dia tidak akan mensyukuri atas yang banyak dan barangsiapa yang tidak berterima kasih kepada manusia mk dia tdk bersyukur kepada Allah. Menceritakan sebuah ni’mat kepada orang lain termasuk dari syukur dan meninggalkan adalah kufur, bersatu adalah rahmat dan bercerai berai adalah azab.” (Madarijus Salikin 2/248)
-Ya Tuhanku, tunjukkanlah kepadaku bagaimana mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu-bapakku. Jadikanlah amal perbuatanku sesuai dengan keridhaanMu dan berikanlah kebaikan kepadaku berkelanjutan sampai kepada anak-cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepadaMu, dan aku adalah orang yang berse......rah diri. (Sepenggal do'a dalam QS Al Ahkaf 15)

-Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An Nahl : 18)


Sumber inspirasi; Bersyukur-Yuk.com

Bahasa Gaul/ Slang dalam bahasa Inggris

Belajar  bahasa Inggris: belajar komunikasi. Terinspirasi dari para bloger hebat  yang mau berbagi, baik hati dan tidak sombong, makanya blog ini selalu menyajikan postingan baru dan  tak berhenti berbagi karena termotivasi dari para blogger yang lain. 

Baru saja aku mendapat motivasi dari para senior English First untuk berbagi, di sini ef.co.id berbagi info baru tentang bahasa gaul/slang dalam bahasa Inggris:

Bahasa Inggris memiliki bahasa slang atau bahasa gaul. Bahasa slang itu sendiri merupakan bahasa yang tidak baku yang memiliki sifat berkala atau musiman dan biasanya banyak digunakan oleh kaum remaja atau kelompok sosial tertentu. Slang hampir mirip dengan idiom, karena masing-masing kalimat tidak dapat diterjemahkan perkata. Idiom sendiri adalah rangkaian kata yang maknanya tidak sama dengan gabungan makna kata penyusunnya. 

Bahasa slang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, oleh sebab itu apabila Anda ingin lancar menguasai bahasa Inggris, ada baiknya Anda menguasai bahasa slang ini. Namun, perlu diperhatikan jika penggunaan bahasa slang ini harus dilihat dengan siapakah Anda berbicara, karena sebagian ungkapan slang ini terkesan kasar. perhatikanlah contoh ungkapan/bahasa slang di bawah ini:

Bullshit: Omong kosong.
C’mon guys, don’t be mad. I’m just kidding: Ayolah teman, jangan marah. Aku cuma bercanda.
Don’t have kittens: Jangan gugup.
Don’t screw up on this stupid issue: Jangan meributkan soal kecil seperti ini.
Drop it: Sudahlah, lupakan saja.
Eat shit and die, man:Tutup mulut.
Get the drift?: Mengerti?
Get out of it: Sudahlah, lupakan saja.
Get off my ass (sangat kasar), Get off my back, Get off my case: Sudahlah, jangan menggangguku.
He is crazy about her, He is stuck on her: Dia tergila-gila padanya.
He’s such a fuckhead: Dia memuakkan.
I’m screwed, I’m sucked: Saya benar-benar kacau.
I catch up to you: Nanti aku menyusul.
I’m in deep shit, I’m in hot water, I’m in trouble: Aku sedang kesulitan.
I’m scared shitless: Aku takut sekali.
I’m sticking my neck out for nothing: Aku berharap terlalu muluk.
It has really pissed me out, get on my case: Benar-benar menjengkelkan.
Life is a bitch, Life sucks and then you die: Hidup memang tidak mudah.
Make your own sandwich: Masa bodoh.
Must have got up on the wrong side of bed: Mimpi apa semalam.
No hassle: Tidak apa-apa.
She drives me crazy: Dia membuat ku gila.
Spit it out: Cepat katakan.
The shit is going to hit the fan: Bakal jadi rame nih.
Toasted: Sangat mabuk
VIP: Very Important Person.
Wasted: Drunk
Pissed: Mabuk (karena minuman).
Wuss: Pengecut / penakut.
You’ve got your just dessert: Kamu sudah menerima balasanmu.
You look like shit: Kamu kusut sekali.
You gotta kick the habit: Kamu harus menghentikan kebiasaan it

Senin, 20 April 2015

Refleksi Guru Sejati

Refleksi bagi guru sejati: menjadi  guru atau pendidik adalah suatu tuntutan dan kewajiban. Sebab, secara minimal kita harus mampu mendidik diri sendiri, serta mampu mendidik semua anggota keluarga kita.  Lebih jauh lagi, kalau kita kembalikan kepada motivasi Islami bahwa kita adalah guru pendakwah kebenaran  yang bersumber dari tuntunan Allah  SWT dan rasulnya. Maka posisi sebagai guru/ pendidik/pencerah/ pendakwah  adalah posisi mulia.

Lalu, bagaimana  caranya kita mendapat kemuliaan sebagi guru pendidik? Tentu belajar adalah usaha mulia. Tentu kita pun tetap bersemangat dan tidak pernah berhenti belajar untuk menjadi guru mulia.

Baru saja aku hunting di berbagi media untuk mencari-cari motivasi dan nasihat bagi kita selaku guru pendidik. Lalu aku menemukan pencerahan dari   bloggerlombok.com, lalu aku menulis ulang sebagai bahan  menasihati diri.
10 nasehat untuk seorang guru  oleh Profesor Ali Mutawalli Ali

1. Percayalah pada diri sendiri dan waspadalah dengan tugasmu karena engkau adalah pewaris para nabi. sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Maidah ayat 11 “niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Maidah : 11)
dan juga di terangkan dalam hadist Nabi : “ keutamaan orang alim itu diatas orang ahli ibadah, seperti keutamaan bulan diantara bintang-bintang. Sesungguhnya para ulama itu adalah para pewaris nabi dan para nabi itu tidak mewariskan dinar, juga tidak mewariskan dirham, tetapi mereka mewariskan ilmu. Maka barang siapa mengambilnya maka ia telah mandapat bagian yang banyak sekali.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

2. Memperbaiki hubungan  dengan pihak lembaga pendidikan
Ketahuilah, sesungguhnya memperbaiki akhlak itu sebagian dari iman.
“......serta ucapkanlah kata-kata yang baik, kepada manusia.” (Al-Baqarah:83)

3. Persiapkan dirimu menjadi sosok yang islami agar kamu menjadi tikih yang Da’i yang menjadi panutan dalam penampilan dan perkataan.

4. Berpenampilanlah yang bagus dan bertutur kata yang sopan, sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan. “ hai anak adam, pakailah pakaianmu yang indah disetiap (memasuki) masjid, makan minumla, dan jangan berlebih-lebihan.” (Al-A’raf:31)

5. Tekuni disiplin ilmu dan profesimu, sesungguhnya Allah mencintai seseorang yang apabila mengerjakan sesuatu dengan lantas ia mengerjakannya dengan sempurna. “sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal shaleh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjkakan amalan(nya) dengan baik.” (Al-Kahfi:30)
“Allah mencintai seseorang yang apabila ia mengerjakan sesuatu pekerjaan, maka ia mengerjakannya dengan sempurna.” (HR.Baihaqi)

6. Perlakukanlah anak-anakmu dengan baik, serta cetaklah pada lembaran mereka yang masih putih dengan kepandaian dan perilaku yang baik.
“ Maka disebabkan rahmat Allah lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekililingmu..”(Ali-Imran:159)


7. Jadilah engkau pemimpin, pemberi cinta, dan kasih sayang bagi seluruh pelajar.
“sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (Al-A’raf:56)
“siapa yang tidak menyayangi sesama manusia, maka Allah tidak akan menyayangi orang tersebut.” (Muttafaqun Alaih)

8. Biasakan untuk aktif pada kegiatan sekolah dengan baik dan niat yang ikhlas.
“ padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya men yembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (Al-Bayyinah:5)

9. Berdakwahkanlah pada anak-anakmu agar orang yang melihat padamu kebesaran islam dan karunia iman. “tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat Ma’ruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia. Dan baarangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak kami memberi kepadanya pahala yang besar.” (An-Nisa:114)

10. Seimbanglah antara bersikap lunak dan tegas dalam ujian, janganlah terlalu lunak maka engkau akan lemah dan janganlah terlalu keras maka engkau akan menghancurkan.

        Dari 10 Nasehat Untuk Seorang Guru tersebut, akan mampu mngantarkan seorang guru untuk sampai pada tujuan-tujuan luhur dalam menyampaikan ilmu sebagaimana hal tersebut juga akan mewujudkan pada dakwah kepada jalan Allah dengan hikmah nasehat kebaikan, dan dengan panutan.

Sabtu, 18 April 2015

Berlian-berlian di Sekolah Pinggiran: SMAN 1 Girimarto, Wonogiri

VoW (Voice of Wonogiri).Hari ini Sabtu 18/04/2015, para siswa dari kelas  XI ICT SMAN 1 Girimarto diuji kompetensinya dalam bidang penguasaan ICT oleh tim penguji PUSKOM UNS.

Sudah menjadi agenda tahunan, bahwa kelas XI program plus ICT SMAN 1 Girimarto bekerja sama dengan PUSKOM UNS dalam bidang   pelatihan ICT dan berlanjut UJI KOMPETENSI di kampus UNS Kentingan.
Seperti diharapkan oleh para stake holder  SMAN 1 Girimarto yang dikepalai oleh Sentot, S. Pd, M.Pd bahwa  walau sekolah pinggiran  semoga  mampu menghasilkan para generasi berlian. Ditambah lagi seperti motto SMAN 1 Girimarto: tebal dalam iman, luhur budi pekerti dan maju dalam prestasi

Menjadi generasi berlian  dengan prestasi unggul belum cukup dijadikan modal sukses di dunia dan di akherat. Maka  selama ini  para siswa SMAN 1 Girimarto juga digembleng mental dan spiritulanya melalui berbagai kegiatan AMT, Spiritual Building, dan pembinaan lain seperti POSYANDU Remaja. Itulah kegiatan yang sudah dijalankan melalui kepeloporan wakasek kesiswaan bp Syamsu Ahmad Nur SE, M.Pd.

Kerja sama dengan UNS dalam bidang ICT, dengan Magistra Utama dalam bidang keterampilan kewirausahaan,   dan POSYANDU remaja bersama PUSKESMAS adalah sebagaian bentuk karya inovatif oleh para guru SMAN 1 Girimarto yang enerjetik. Program-program unggulan  tersebut sudah diterapkan selama lebih dari  dua tahun terakhir ini.
Melalui karya inovatif dan kreatif  dalam mengelola siswa ternyata tidak sia-sia. Para siswa ternyata semakin berprestasi. Terbukti para orang tua di sekitar SMAN 1 Girimarto sudah semakin sadar memahami arti  penting pendidikan dan rela menyekolahkan para putranya di SMA yang asri berlokasi di atas bukit Maron. (Mas Kat)

Jumat, 17 April 2015

Mengendalikan Kedengkian

Aku pikir sudah banyak yang tahu bahwa iri dan dengki  adalah penyakit jiwa yang bisa berbahaya. Karena  si penderita penyakit ini tidak akan merasakan nikmatnya hidup di dunia. Kok bisa enak bagaimana? Kalau ada orang susah, dia justru senang. Atau sebaiknya jika ada orang senang, di justru susah. Ngeri, bukan? Ditambah lagi bagi pendengki, amal kebaikannya pun akan terbakar oleh kedengkiaanya, sebagaimana api memakan kayu bakar. Itulah pelajaran yang kuperoleh dari membaca artikel : Mensucikan Jiwa.

Lalu, bagaimana mengelola jiwa kita supaya  tetap tentram, tanpa kekotoran jiwa?Tentu  kita harus terbiasa mendoakan orang lain dan diri sendiri , supaya orang lain  dan diri kita bisa bahagia dan bersih hati kita.  Dan kalau kita masih memiliki rasa iri dengki, mestiny kita alihkan untuk berkopetensi atau berlomba dalam kebaikan.

Bicara masaah iri dengki, sebenarnya Islam membolehkannya. tapi sebatas iri dalam dua hal:
 
Tidak ada iri hati (yang diperbolehkan) kecuali terhadap dua perkara, yakni :
  1. seseorang yang diberi Allah berupa harta lalu dibelanjakanannya pada sasaran yang benar, dan
  2. seseorang yang diberi Allah berupa ilmu dan kebijaksanaan lalu ia menunaikannya dan mengajarkannya.
(HR Al Bukhori).
Dari hadits di atas, mestinya kita semakin termotivasi untuk berprestasi dala kebaikan: ilmu dan amal. Bukan memelihra iri dengki dalam masalah remeh temeh. Salam sukses sejati.

Rabu, 15 April 2015

Menyesal? Refleksi Diri dalam Istiqomah dengan Jurus 5M

"Sayang beribu sayang,  mereka memiliki banyak  kebaikan dan kelebihan, namun  dalam hitungan detik, semuanya hancur. Semuanya karena tak ada keistiqomahan" Itulah kurang lebih nasihat yang disampaikan dari  sobatku mensikapi berbagai  kisah kehidupan  dunia yang menipu. Memang sudah terbukti banyak kurban yang tertipu. Semuanya berawal dari godaan syetan.

Sering manusia terbelenggu oleh hawa nafsu dan peran akal terabaikan. Kita baru saja disugui berita genjar: pembunuhan Deudeuh Alfisahrin (26) janda beranak satu, oleh custommernya  M Prio Santoso (24) beranak satu dan istri satu. Menurut pemeberitaan media: masalah service percintaan.  Kita bisa belajar:  perlu waspada. Jika kita lengah atas godaan nafsu syetan berkesempatan sama, berakhir penyesalan, tentu  bila kita masih normal.

Baru saja aku hunting berbagai pembelajaran hidup. Hidup bahagia jelas sangat penting, yang lebih penting lagi menjaga syarat bahagia:  istiqomah-tahan banting atas godaan-terhindar dari penyesalan hidup karena godaan kemaksiatan.

Istiqomah di sini bukan nama orang lho! Tapi bermakna "ajeg dalam kebaikan", adalah  jalan kebaikan (agama) yang lurus (benar) dengan tidak berpaling ke kiri maupun ke kana (atas godaan syetan). .Istiqomah ini mencakup pelaksanaan semua bentuk ketaatan (kepada Allah swt) lahir dan batin, dan meninggalkan semua bentuk larangan-Nya.
Di antara ayat yang menyebutkan keutamaan istiqomah adalah firman Allah swt :
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Rabb kami ialah Allah, kemudian mereka istiqomah pada pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu” (QS. Fushilat: 30)
Godaan dalam  ber Istiqomah
Ketika kita ingin berjalan di jalan yang lurus dan memenuhi tuntutan istiqomah, terkadang kita tergelincir dan tidak bisa istiqomah secara utuh. Lantas apa yang bisa menutupi kekurangan ini?Jawabnnya adalah pada firman Allah swt:
“Katakanlah: “Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasanya Rabbmu adalah Rabb Yang Maha Esa, maka tetaplah istiqomah pada jalan yan lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya.” (QS. Fushilat: 6).
Ayat ini memerintahkan untuk istiqomah sekaligus beristigfar (memohon ampun pada Allah swt ).

Apakah menjaga keistiqomahan itu mudah. Jelas tidak. Godaan syetan pasti ada. Betapapun berat, kita wajib menjaganya.
Jurus Agar Tetap Istiqomah
Ada beberapa jurus agar kita tetap istiqomah dengan jurus 5 M.
Pertama: Memperbanyak do’a pada Allah swt agar diberi keistiqomahan.
Di antara sifat orang beriman adalah selalu memohon dan berdo’a kepada Allah swt agar diberi keteguhan di atas kebenaran.Dalam Al Qur’an Allah swt memuji orang-orang yang beriman yang selalu berdoa kepada-NYA untuk meminta keteguhan iman ketika menghadapi ujian.Allah swt berfirman:
Do’a yang paling sering Nabi saw panjatkan adalah:
“Ya muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘alaa diinik (Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).

 Kedua: Memahami dan mengamalkan dua kalimat syahadat dengan baik dan benar.Allah swt berfirman:
“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang lalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.” (QS. Ibrahim: 27)
Ketiga: Mengkaji Al Qur’an dengan menghayati dan merenungkannya.
Allah swt menceritakan bahwa Al Qur’an dapat meneguhkan hati orang-orang beriman dan Al Qur’an adalah petunjuk kepada jalan yang lurus.
Oleh karena itu, Al Qur’an itu diturunkan secara berangsur-angsur untuk meneguhkan hati Rasulullah saw sebagaimana terdapat dalam ayat :
“Berkatalah orang-orang yang kafir: “Mengapa Al Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?”; demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (teratur dan benar)” (QS. Al Furqon: 32)
Keempat:  Menjaga Iltizam (konsekuen) dalam  syari’at Allah swt.
“Amalan yang paling disenangi Allah swt adalah kontinu walauppun sedikit”
Kelima: Membaca kisah-kisah orang sholeh sehingga bisa dijadikan uswah (teladan) dalam istiqomah.
Dalam Al Qur’an banyak diceritakan kisah-kisah para nabi, rasul, dan orang-orang yang beriman yang terdahulu.Kisah-kisah ini Allah swt jadikan untuk meneguhkan hati Rasulullah saw dengan mengambil teladan dari kisah-kisah tersebut ketika menghadapi permusuhan orang-orang kafir.Allah swt berfirman:
“Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman”. (QS. Hud: 11)
Itulah jurusku dalam menjaga keistiqomahan. Walau aku bukan manusia sempurna, sedikit banyak jurus di atas telah kulakukan. Salam sukses sejati. Mari kita berhati-hati.

Kamis, 09 April 2015

Hati-hati! Anda Perlu Tahu: Penyakit Lestospirosis yang mematikan

Hampir seminggu, paman  dari istriku  mendadak terkena penyakit: mata dan tubuhnya menguning. Menurut pemahaman orang awam itu ciri penyakit hepatitis. Langsung beliau dibawa ke RS dr Oen Solo Baru. Setelah mendapat perawatan di ICU, dan dokter menyimpulkan bahwa pasien terkena penyakit  Lestospirosis  . Aku benar-benar penasaran dan browsing di internet.

I. Apa Itu Lestospirosis
Leptospirosis sesungguhnya tergolong penyakit hewan yang bisa menjangkiti manusia juga, atau disebut zoonosis.
Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Leptospira berbentuk spiral yang menyerang hewan dan manusia dan dapat hidup di air tawar selama lebih kurang 1 bulan. Tetapi dalam air laut, selokan dan air kemih yang tidak diencerkan akan cepat mati.
II. Sumber Penularan
Hewan yang menjadi sumber penularan adalah tikus (rodent), babi, kambing, domba, kuda, anjing, kucing, serangga, burung, kelelawar, tupai dan landak. Sedangkan penularan langsung dari manusia ke manusia jarang terjadi.
III. Cara Penularan
Manusia terinfeksi leptospira melalui kontak dengan air, tanah atau tanaman yang telah dikotori oleh air seni hewan yang menderita leptospirosis. Bakteri masuk ke dalam tubuh manusia melalui selaput lendir (mukosa) mata, hidung, kulit yang lecet atau atau makanan yang terkontaminasi oleh urine hewan terinfeksi leptospira. Masa inkubasi selama 4 - 19 hari.
IV. Gejala Klinis
1. Stadium Pertama
  • Demam menggigil
  • Sakit kepala
  • Malaise
  • Muntah
  • Konjungtivitis
  • Rasa nyeri otot betis dan punggung
  • Gejala-gejala diatas akan tampak antara 4-9 hari
  • Gejala yang Kharakteristik
  • Konjungtivitis tanpa disertai eksudat serous/porulen (kemerahan pada mata)
  • Rasa nyeri pada otot-otot
2. Stadium Kedua
  • Terbentuk anti bodi di dalam tubuh penderita
  • Gejala yang timbul lebih bervariasi dibandingkan dengan stadium pertama
  • Apabila demam dengan gejala-gejala lain timbul kemungkinan akan terjadi meningitis.
    Stadium ini terjadi biasanya antara minggu kedua dan keempat.
V. Komplikasi Leptospirosis
  • Pada hati : kekuningan yang terjadi pada hari ke 4 dan ke 6
  • Pada ginjal : gagal ginjal yang dapat menyebabkan kematian.
  • Pada jantung : berdebar tidak teratur, jantung membengkak dan gagal jantung yang dapat mengikabatkan kematian mendadak.
  • Pada paru-paru : batuk darah, nyeri dada, sesak nafas.
  • Perdarahan karena adanya kerusakan pembuluh darah dari saluran pernafasan, saluran pencernaan, ginjal, saluran genitalia, dan mata (konjungtiva).
  • Pada kehamilan : keguguran, prematur, bayi lahir cacat dan lahir mati.
V. Pencegahan
  • Membiasakan diri dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
  • Menyimpan makanan dan minuman dengan baik agar terhindar dari tikus.
  • Mencucui tangan dengan sabun sebelum makan.
  • Mencucui tangan, kaki serta bagian tubuh lainnya dengan sabun setelah bekerja di sawah/ kebun/sampah/tanah/selokan dan tempat-tempat yang tercemar lainnya.
  • Melindungi pekerja yang berisiko tinggi terhadap leptospirosis (petugas kebersihan, petani, petugas pemotong hewan, dan lain-lain) dengan menggunakan sepatu bot dan sarung tangan.
  • Menjaga kebersihan lingkungan
  • Membersihkan tempat-tempat air dan kolam renang.
  • Menghindari adanya tikus di dalam rumah/gedung.
  • Menghindari pencemaran oleh tikus.
  • Melakukan desinfeksi terhadap tempat-tempat tertentu yang tercemar oleh tikus
  • Meningkatkan penangkapan tikus.
VI. Pengobatan
Pengobatan dini sangat menolong karena bakteri Leptospira mudah mati dengan antibiotik yang banyak di jumpai di pasar seperti Penicillin dan turunannya (Amoxylline) Streptomycine, Tetracycline, Erithtromycine.
Bila terjadi komplikasi angka lematian dapat mencapai 20%, segera berobat ke dokter terdekat.
VII. Kewaspadan oleh Kader / Masyarakat.
Bila kader / masyarakat dengan gejala-gejala diatas segera membawa ke Puskesmas / UPK terdekat untuk mendapat pengobatan
VIII. Sistem Kewaspadaan Dini
Analisa data penderita Leptospirosis yang dilaporkan oleh Rumah Sakit (SARS) ke Dinas Kesehatan Propinsi DKI Jakarta
IX. Penanggulangan KLB
Penanggulangan KLB dilakukan pada daerah yang penderita Leptospirosis cenderung meningkat (per jam/hari/minggu/bulan) dengan pengambulan darah bagi penderita dengan gejala demam, sekitar 20 rumah dari kasus indeks.
Angka kematian akibat leptospirosis tergolong tinggi, mencapai 2,5 sampai 16,45 persen atau rata-rata 7,1 persen. Bahkan pada penderita berusia di atas 50 tahun, risiko kematian lebih besar, bisa mencapai 56 persen. Pada penderita yang sudah mengalami kerusakan hati yang ditandai selaput mata berwarna kuning, risiko kematian akibat leptospirosis lebih tinggi lagi.
Untuk itu, lakukan pencegahan sedini mungkin. Antara lain dengan menjaga kebersihan lingkungan. Tempat-tempat yang kemungkinan bisa dijadikan tempat bersarangnya tikus, segera dibersihkan agar tak ada tempat sedikitpun untuk berkembangbiaknya bakteri leptospira yang mematikan.(berbagai sumber/Idh)

Andaikan Saja: Dunia Bisa Diputar Ulang

           Sebagai  warisan berharga,  cukup kisah  pengalaman atau pembelajaran hidup  di masa lalu sebagai guru. Rasanya hidup berputar secepat kilat. Kini semakin kentara bahwa " pengalaman adalah guru terbaik".
          Cukup kisah sederhana bisa menjadi  pembelajaran bermakna: Alkisah  dari  seorang kakek tua renta hidup dalam kesepian dan penderitaan di negeri  Antah Barantah. Kenapa ?
         Dia teringat masa lalunya. Di suatu hari  dia bercerita di hadapan seorang pemuda. Menurutnya cerita ini warisan  yang paling berharga  dalam hidupnya, karena dia merasa tidak ada yang paling berharga miliknya kecuali sebuah cerita.
         Penderitaan yang dia alami, merupakan buah yang harus mereka petik, dia sadar  atas semua ini karena memang sudah waktunya sadar. Penyesalan memang ada di belakang hari. Dia mengawali dengan berandai-andai:
        Andai  saja waktu bisa diputar ulang, aku ingin muda kembali dan aku akan menggali potensi melalui berkreasi dan kutinggalkan kemalasan untuk belajar dan beribadah.
         Andai saja aku bisa jadi pelajar  kembali  di SMP atau SMA, aku akan memaksimalkan hidup bergaul dengan orang-orang  baik yang hebat dan yang mampu menghebatkan aku . Sehingga  di usia tua  ini aku bisa menikmati hidup bahagia,  menjadi manusia yang berguna, dan bermakna.
          Andai dulu ketika anak-anak ku masih kecil kudidik untuk  rajin beribadah, rajin belajar  berbagai ilmu yang berguna, sehingga anak2 ku menjadi manusia kebanggaanku, berbakti kepadaku. Tidak seperti ini hasilnya saat ini. Kedua putriku  tidak ada kabar berita, sepuluh tahun yang lalu digondol orang, sekarang tak jelas rimbanya.
          Andai saja  aku  berhati-hati dalam bergaul sehingga aku tidak terjerumus kedalam kerugian dan kesengsaraan. Di antara kesalahan terbesarku adalah  salah memilih pasangan hidup. Istriku ternyata bukan istri  yang shalihah, setia dalam duka, dia  hanya setia di waktu aku punya harta. Kini dia pergi tanpa kabar berita. Kini waktu telah berlalu aku telah sadar atas semuanya. Namun nasi telah menjadi bubur. Hanya sesal dan kesia-siaan belaka.Sebetulnya aku ingin Tuhan segera mencabut nyawaku segera, daripada menderita tanpa tahu kapan berakhirnya.
  Wahai pemuda  semoga engkau tidak seperti kisah orang tua di atas , ini hanya  cerita sedikit  sebagai warisan pembelajaran berharga.  Salam sukses sejati!

Senin, 06 April 2015

Jurus Menjaga Jiwa Semangat Berkarya

Sudah hampir seminggu, aku belum menemukan ide yang pas untuk kutulis dalam  bloggku. Kata pakar di dunia tulis menulis: menulis itu gampang! Kenyataanya,  bagiku menulis itu tetap sulit. Apalagi kalau menulis yang bermutu.

Pokoknya, aku harus  nekat menulis apa saja: "never give up!". Lagipula niatku untuk menulis bukan untuk mendapatkan  rezeki penghasilan. Rezeki tidak harus uang kan?.

Kini saatnya aku membangkitkan motivasi untuk suatu karya tulisan. Berkarya untuk berbagi. Setelah merenung dan membaca berbagai sumber, aku bisa menyimpulkan bahwa kita harus tetap  menjaga  motivasi berkarya. Tak ada yang dibagi? Tulisan yang memotivasi pun  jadi. Inipun bisa mengundang rezeki. Rezeki kebahagiaan, pasti!.

Berikut ini kutulis   jurus 6M menjaga motivasi berkarya:
1.   Mencari   motivasi 
 Kita butuh motivator  melalui berbagai  sumber. Ini bisa di dunia maya atau dunia nyata.  Kita membutuh seseorang yang dapat  memotivasi. Ini bisa  dari saudara,  shahabat atau guru/ Ustadz.
2. Mengingat kembali  moment-moment keberhasilan kita.
Selama  hidup kita, tidak mungkin kita gagal terus. Mungkin pernah juga kita memiliki prestasi. Inilah hal yang membuat kita bahagia. Kita perlu mengingat bagaimana  kita  pernah menghadapi sebuah permasalahan yang berat dan kita  bisa menyelesaikannya. Maka kita perlu meledakan  momen bahagia kembali dalam berprestasi.  Kita perlu menepuk diri dengan menyadarkan . "Anda pemenang, bukan pengecut!" 
3. Membuat  catatan kecil
Catatan ini berisi kata-kata yang bisa memotivasi kita. Ini sekedar mengingatkan  kita secara terus menerus agar tetap termotivasi. Catatan  motivasi ini dari  kata-kata bijak para orang shalih atau  dari kutipan ayat Al-Qur’an,  atau  dari kata-kata Rosulullah SAW, atau dari  para shahabat.
4. Membaca  biografi orang-orang yang sukses, tangguh dan terkenal.
Membaca biografi akan memberikan motivasi tersendiri, sebab biasanya dalam biografi banyak diceritakan bahwa dibalik kesuksesan, kehabatan dan keberhasilan sesorang ternyata dia hanyalah manusia biasa seperti halnya kita.
5. Merenung
  Refleksi diri atau merenung atau  mengintropeksi diri. Ini penting  untuk memahami apa yang telah kita   perbuat salah atau benar.
6. Membaca  karya orang lain
Banyak karya tulisan  yang menginspirasi, karya ini  biasanya memberikan motivasi tersendiri. Seperti halnya berbagai kisah fiksi dan non fiksi

Idealnya kita tak  punya waktu untuk sia-sia, kecuali berbuat baik dan berkarya. Di sinilah kita  bisa bahagia. karena motivasi  kesyukuran dalam menjalani hidup. Kesyukuran  akan mengundang rasa bahagia. SALAM SUKSES SEJATI!

Selasa, 31 Maret 2015

Selamat Datang Tantangan

Hidup bisa kurang bernilai tanpa bumbu rintangan, atau masalah.  Banyak orang bisa sukses justru karena  didera berbagai masalah. Dengan berbagai masalah atau kesulitan merupakan kesempatan bagi jiwa kita untuk dapat tumbuh. Rintangan itu sesungguhnya dapat dilihat sebagai sebuah dorongan dan stimulus yang membentuk watak, karakter, dan sekaligus menentukan bagaimana seseorang bereaksi terhadap sebuah kejadian di kemudian hari. 

 Secara umum, ada 3 tipe manusia dalam menghadapi tantangan hidup:
1. Manusia   lemah:  dia  melihat tantangan hidup, menangis, kecewa, menyalahkan orang dan putus asa.
2. Manusia biasa-biasa saja:  dia  hanya pasrah ditengah masalah.
3. Manusia unggul: dia  melihat tantangan, sebagai kesempatan, untuk belajar dan melihat kuasa Allah SWT. Dia dzat  yang sangat kuasa untuk merubah taqdir semua makhluq.

Sayang bila masa laluku tidak dikenang. Walau aku berasal dari keluarga ekonomi lemah, fisikku juga lemah. Namun saat  remaja, aku pun sudah berkeinginan untuk manjadi manusia kuat dan  unggul, tak peduli berbagai keterbatasan diri dan keluarga. Dan masalah ekonomi merupakan masalah dominan yang dihadapi dalam keluargaku.

Masalah ekonomi berusaha kuanggap sebagai rintangan yang tidak  berarti untuk meraih mimpi. Walau ortuku tidak mampu mneyekolahkanku, aku tidak menyerah. Pokoknya aku harsu menjadi orang yang berilmu.

Setelah lulus SMP aku bertekat  merantau ke Solo, lalu aku bekerja sambil sekolah. Dan akhirnya setealh SMA, aku bisa kuliah di PTN- UNS dan mendapat bea siswa. Setelah lulus aku bisa menjadi guru bahasa Inggris di SMAN 1 Girimarto sampai sekarang. Dulu aku tidak mempunyai bayangan bisa menjadi guru bahasa Inggris. Ortuku  bukan orang terpelajar. Mereka buruh dan tani. 

Sebenarnya sekilas aku punya bayangan bisa menjadi wira usahawan di Solo. OOh ya setelah SMP, aku pernah jeda berhenti tidk sekolah. Aku sudah mencoba berwira usaha sebagai PKL. Ternyata, Allah menunjukkan jalan  supaya aku  bersekolah, dan alhamdulillah aku bisa kuliah sampai S2, tanpa minta kepada ortu dan saudara-saudara.

Mengenang masa lalu bukan untuk bahan riya'dan sombong, semoga aku sekeluarga semakin bahagia karena berusaha semakin bersyukur. Salam sukses sejati.

Minggu, 29 Maret 2015

Menjaga Rasa Bahagia

Sebenarnya termasuk langka, ada orang direndahkan, dicurigai,  dan dimaki kok dia  tetap bahagia dan mau mengungkapkan rasa terima kasih dengan tulus (walau dalam hati). Karena  secara umum, orang yang dianggap negatif (dilecehkan) oleh seseorang dia tidak bisa menerima dengan ikhlas. Banyak di antara kita justru ingin membalas. Demikian  aku juga sering tergoda untuk berlaku yang sama.  Namun, motivasiku aku berproses dan  belajar menjadi lebih baik. Teringat sabda  nabi SAW:.... berlombalah dalam kebaikan!

Syukur dan ikhlas berdampak bahagia. Aku setidak-tidaknya punya niat, berusaha tetap ikhlas menerima apapun yang terjadi. Dan kita sebenarnya sudah diberi teladan oleh Nabi kita Muhammad SAW untuk menjaga keikhlasan.

Kalau kita mau berpikir lebih  jauh,  sebenarnya  jika ada orang yang merendahkan kita, justru kita diberi kesempatan dan diingatkan bahwa kita  HARUS LEBIH BAIK KUALITASNYA DENGAN YANG MERENDAHKAN KITA, setuju kan?.

Makanya, di sini aku mengingatkan, dan intropeksi diri  dengan berbagi cara untuk meraih kemulian hidup. Semoga kita menjadi mulia  karena kita termasuk   pribadi yang berkualitas dan tetap ikhlas. Berikut ini kutulis jurus 4M  untuk menjaga keikhlasan. Walau ini belum maksimal kupraktikkan, setidak-tidaknya aku telah berusaha:
  1. Menjaga Keistiqomahan Amal. Allah berpesan kepada setiap insan, apa bila selesai dari menjalankan amal kebaikan, hendaknya kita  meyiapkan untuk menjalankan amal yang lain (Al-Inshiroh :7)  dan bagi orang yang menjaga keistiqomahan, Allah SWT akan membantu dengan menurunkan malaikatnya dengan mengatakan: Janganlah takut dan kuatir...... (Al Fushilat 31).
  2. Meningkatkan Potensi Terpadu (holistik). Jika kita  ingin menjaga keikhlasan dalam amal,  tentunya kita harus berusaha mengoptimalkan segala potensi dari yang kita miliki (intelektual, lahir dan bathin)
  3. Menuntut Ilmu Tanpa Bosan.  Ilmu adalah pelita kehidupan. Keihlasan adalah kesadaran manusia dalam menjalankan tugas dan kewajibanya. kewajiban yang akan di lakukan  akan sangat membutuhkan ilmu agar amal tersebut dapat membuahkan hasil yakni diterima di sisi Allah SWT.
  4. Menjaga Kesabaran.  Kesabaran penting. Kita seharusnya menjadi pribadi teladan yang sanggup menjadi pribadi sabar  walau banyak godaan.  ........................Allahu a'lamu bishawab. Salam sukses sejati!.

Mengajak Diri Sendiri-Mawas Diri

Sering kita mendengar nasihat: lihat apa yang dikatakan jangan lihat siapa yang mengatakan. Akhirnya kita    bisa  sepakat bawa sumber kebenaran bisa berasal dari mana saja dan siapa saja,  bisa dari  para guru kita, saudara, sahabat bahkan dari anak kita yang masih terlihat lugu. 

Menurutku kebenaran bisa sulit masuk di benak kita, kalau kita sudah merasa  paling benar. Dan saat ini ( di zaman  teknologi maju) betapa kita bisa secara mudah untuk  mendapatkan  ilmu dan pencerahan hidup. Para pencerah di dunia maya  dengan suka rela telah berbagi banyak tentang berbagi ilmu sebagiai tuntunan hidup yang tidak melenceng dari Al Qur'an dan As Sunnah.

Baru saja aku mencermati kajian on line dari "Islam itu Indah". Di sini kita  diajak untuk mawas diri, bukan sekedar menyuruh orang lain untuk mawas diri. Ditekankan kepada kita betapa pentingnya mawas diri dalam kehidupan.

Perintah mawas diri tertera pada Qur’an Surat Al Hasir Ayat 18
Artinya :
Hai orang yang beriman takutlah kepada Allah dan hendaklah tiap – tiap orang memperhatikan apa yang di usahakannya untuk besok hari kiamat dan takutlah kepada Allah sungguh Allah Maha Mengetahui apa –apa yang kamu kerjakan.
Maksud Surat Al Hasir ayat 18 , insya Allah
1. Sebagian orang yang beriman kita harus bertakwa kepada Allah dimanapun tempat – tempat Nya baik itu saat senang atau susah.
2. Sebagai orang yang beriman harus melaksanakan perbuatan baik untuk masa depan.
3. Semua perbuatan manusia akan diketahui dan diberi balasan oleh Allah tergantung niatnya.
Tipe Manusia ada 4 hal
1. Sangidun fiddunya wal akhiroh orang yang mendapat kebahagiaan di dunia dan akherat. Syaratnya kita rajin beribadah dan kerja.
2. Sakiyun Fidunya Wa Sangidun Fil Akhiroh orang – orang yang kurang beruntung di dunia tetapi berbahagia di akhirat, yaitu orang selalu sabar dan selalu beribadah.
3. Sangidun Fiddunya Wa Sakiyun Fil Akhiroh Orang yang sukses di dunia tapi tidak bahagia di akhirat. Orang yang rajin bekerja tapi lupa ibadah.
4. Sakiyun Fidunya Wal Akhiroh Orang yang sengsara di dunia dan akhirat.
Adapun Cara – Cara Instropeksi Diri Ada 4
1. Kita senantiasa punya perasaan bahwa salah dan dosa kita lebih banyak daripada kebaikan, maka sering – seringlah minta maaf.
2. Memiliki perasaan bahwa ibadah dan amal sholeh belum semourna dan masih sedikit.
3. Memiliki perasaan senang bergaul pada orang alim atau pandai dan berusaha menirunya.
4. Memiliki dorongan untuk bertaubat dan selalu beristighfar.

Allahu a'lamu bishawab



Sabtu, 28 Maret 2015

Belajar dari Olga Syahputra

Dikabarkan tadi malam,  Olga  meninggal dunia kemarin pagi di Singapura. Memangnya masalah?  Entahlah! Yang jelas si komedian sudah tak akan muncul lagi di TV? Bagiku ketidakberadaan Olga biasa-biasa saja, namun bagi industri hiburan, ortunya dan managernya akan sangat kehilangan. Namun sebenarnya banyak juga yang  merasa kehilangan, mereka adalah orang-orang yang sudah sering mendapat santunan dari Olga. Menurut berbagi sumber Olga termasuk  komedian yang dermawan.

Olga sudah melalui proses: A-D. Berawal dari A (Allah SWT) adalah yang Maha Kuasa yang telah menakdirkan keberadaan  Olga di dunia. B (birth) atau kelahiran, Olga sudah ditaqdirkan lahir melalui ortunya. Sebagai "lantaran"  ortunya telah  menjaga dan mendidiknya, sehingga Olga bisa terkenal. C (choice) atau pilihan. Olga telah menentukan pilihan hidupnya menjadi "star" dengan berbagai konsekuensinya.  Berakhir D (death) atau kematian. Semua akan berakhir seperti kisah Olga, kita pun juga  pasti akan mati dan  dimintai tanggung jawab tentang perilaku kita setelah kita meninggal.

Dari kisah Olga, kita bisa belajar banyak. Tentu, ini bukan untuk membuka-buka aibnya, tapi kita bisa belajar tentang "arti kehidupan di dunia itu untuk apa". Di blogku ini, aku berusaha belajar dari sisi positif seseorang, yang negatif tentu kita harus tinggalkan.

Sependek aku tahu, Olga itu pekerja keras. Walau aku bukan hobi nonton TV. Sekilas saat bulan romadlon, dia tampil  di TV sampai larut malam. Lalu dia muncul lagi menjelang saur. Kita bisa menebak pasti, uangnya tidak hanya puluhan juta tapi ratusan juta.  Uangnya jutaan, beberapa bulan terakhir ini Olga sakit-sakit. Lalu berobat di Singapura. Inikah tebusannya?

Aku mau belajar dari biografi Olga dulu, yang kurangkum dari http://id.wikipedia.org/wiki/Olga_Syahputra:
 Yoga Syahputra atau lebih dikenal dengan nama Olga Syahputra lahir di Jakarta, 8 Februari 1983 adalah seorang aktor, pelawak, dan pembawa acara Indonesia. Olga seringkali berperan waria. Namun Olga menampik kalau dirinya memiliki orientasi seksual menyimpang. Sulung dari tujuh bersaudara pasangan Nur Rachman dan Nurhida.

Karena tak punya uang, Olga terpaksa menjual kulkas demi membayar kursus di Sanggar Ananda. Sahabat Olga, Bertrand Antolin yang kemudian mengulurkan bantuan dengan membelikan Olga kulkas baru. Selama aktif di Sanggar Ananda, Olga juga sering ikut syuting meski hanya peran-peran minor. Olga juga pernah menjadi asisten penyanyi Rita Sugiarto. Ketekunan Olga berbuah manis. Setelah sempat berperan di sinetron Kawin Gantung dan Si Yoyo, Olga menjadi presenter Ngidam di SCTV berpasangan dengan Jeremy Thomas. Olga juga bermain di acara komedi Jangan Cium Gue dan disusul Extravanganza ABG. Bergabung dengan Extravanganza ABG di tahun 2005, nama Olga mulai dikenal. Namanya benar-benar melambung setelah di awal 2007 bergabung bersama Indra Bekti dan Indy Barends di acara Ceriwis di Trans TV.

Mulai tahun 2008, Olga menjadi presenter TV acara musik Dahsyat di stasiun RCTI bersama dua artis multi-talenta Luna Maya dan Raffi Ahmad. Selain menjadi presenter, ia juga membintangi beberaya layar lebar, di antaranya Skandal Cinta Babi Ngepet dan Mau Lagi. Film Mau Lagi sebelumnya dicekal dan tidak dapat beredar. Namun setelah berganti nama menjadi Cintaku Selamanya, film ini diberi izin untuk diedarkan.

Tak puas hanya manjadi presenter dan bintang film, Olga mulai mencoba juga merambah dunia tarik suara. 
Lalu, apa hikmah setelah belajar dari biografi Olga? Ini menurut pribadiku sendiri: Kita harus bersyukur semaksimal mungkin atas kehendak Allah SWT apapun kondisi kita, entah miskin entah kaya. Kedua, kita harus mau bekerja keras dan berusaha berguna bagi manusia laian. Ketiga,   kita sebenarnya memaksimalkan hidup kita untuk hal-hal  yang positif dan mengundang rezeki. Keempat, kita harus mnejaga kesehatan alias  tidak ngoyo. Kelima, kita harus menjaga nama baik kita. Yang terkahir, kita harus siap-siap dengan bekal untuk akherat. Kita semua juga akan menghadap Allah SWT. Semuanya akan dimintai tanggung jawab.

Jumat, 27 Maret 2015

Termotivasi dari Google

Dulu aku bertanya-tanya, kenapa ya  banyak orang  berbagi informasi, pengetahuan, nasihat, dan motivasi secara  gratis, tanpa minta imbalan sepeserpun melalui google. Bahkan  si pemberi informasi harus mengeluarkan  uang untuk membeli pulsa. Apa tendensinya ya?

Setelah kupikir secara mendalam, akhirnya aku menemukan jawaban: berbagi mengundang rezeki. Dan namanya rezeki itu tidak harus berupa materi kan?. Berbagi bermakna menyelamatkan diri. Berbagi bisa membahagiakan diri. Dan berbagi sebagai sarana  untuk batu lompatan  meraih sukses sejati.

Dampak dari membaca tulisan para motivator di google, aku ikut-ikutan  berbagi sebisaku. Aku termotivasi untuk mampu menulis setiap hari. Intinya aku  ingin  berbagi. Walau  tulisanku belum sebagus para senior, tak masalah. Hidup adalah proses. Untuk menjadi baikpun perlu proses. 

Namun, aku juga sangat prihatin. Ternyata keburukan pun juga disebarluaskan melalui google. Keyakinan salah, tindakan  menyimpang pun juga dibagikan ke orang lain melalui google. Apa tendensinya ya?

Ternyata setan pun  mencari  pengikut. Setan perlu kawan. Kemaksiatan semakin merajalela, karena pengikut setan juga beranak pinak.

Akhirnya kita tinggal memilih  dua jalan , selanjutnya terserah kita sendiri.




"Ndonya Mampir Ngguyu". Don't be so serious!

Rasulullah SAW  mengajarkan: Senyum terhadap saudaramu adalah sedekah!. Sabda rasul tersebut  sangat dalam maknanya, antara lain:  betapa mudahnya orang mendapatkan pahala dari Allah SWT, betapa kita diajarkan sesuatu yang sederhana namun menginspirasi dan  memotivasi  kepada orang lain untuk tetap menjalin kebaikan dan berbagi kebaikan walau sebesar dzaroh.

Senyuman  adalah modal gratis untuk menghibur  orang lain, senyuman adalah simbol bahwa kita jangan terlalu "methentheng" atau serius dalam  menghadapi  hidup. Tentunya kita yakin bahwa hidup kita akan berakhir dengan kematiaan fisik dan kita pasti akan menghadapi kehidupan yang kekal.  Tugas kita adalah berlomba dalam kebaikan atau dikenal "fastabiqul khairah".

Banyak orang terjebak dalam rutinitas " terlalu mikir ndonya", terlalu mikir  jabatan, harta,  harga diri hingga melupakan kebaikan. Dan kita sering  merasa bahwa kita sudah terlalu baik di hadapan Allah SWT. Padahal kita sering tidak sadar bahwa kita masih sering menipu diri dan tertipu oleh perilaku setan. Kita sering menyuruh orang lain evaluasi diri tapi kita lupa  mengevaluasi diri sendiri. Maka tentu kita harus sering hadir pada forum-forum kajian atau forum muhasabah untuk kembali menyadari bahwa kita masih jauh dari kesempurnaan.

Terlebih  lagi kalau kita malas evaluasi diri, kita terjebak lagi untuk  merendahkan orang lain. "Orang baik itu seperti kita ini lho!.  Padahal, pada kenyataanya, orang-orang yang terlihat sederhana ternyata tersimpan  kemuliaan, kebaikan di atas kita. Kita sering tidak memperhatikannya.

Don't be so serious! Ndonya Mampir Ngguyu! Merupakan kalimat motivasi terutama untuk aku sendiri bahwa  aku jangan "tertipu", terlalu berpikir  jauh masalah dunia yang fana. Kehidupan akherat pasti menanti. Apalagi seperti aku ini, usia sudah tidak muda lagi, kepala empat bro!  MAu apa lagi? Hidup  harus dinikmati, dengan syukur, dan berusaha rendah hati. Allahu a'lamu bishawab. Salam sukses sejati!

Kamis, 26 Maret 2015

Nikmatnya "Kulino Rekoso"

Sayang bila tak dikenang. Aku terlahir dari seorang ibu yang sudah tua, ya setidaknya mendekati masa menopause. So asupan gizi, dan perhatian untukku pun juga berkurang. Pokoknya masa kecil,  sampai beranjak masa sekolah pun kulalui " pokoke mlaku seadanya-sing penting urip".

Mungkin banyak yang mengira, aku adalah cucu dari ibuku. Padahal aku benar-benar anak kandung terakhir dari 7 bersaudara. Hobiku cuma ngintil. Maksudku, ke sekolah, bermain hobinya cuma ikut-ikutan. Ortuku sibuk kerja di ladang. Sedangkan kakak-kakaku semuanya tinggal di kota. Belum pernah sama sekali rasanya aku dicarikan sekolah atau  diantarkan  ke sekolah  oleh ortuku. Pokoknya aku cuma ngintil orang.

Teringat lagi saat aku mau mendaftar di SMPN1 Baturetno. Lagi-lagi aku tanpa diantar oleh ortuku, aku harus nginthil  orang lain, dan akhirnya aku diterima sebagai siswa SMP terfavorit di daerahku.

Setelah lulus SMP. Kakaku terkena musibah, dia patah kaki karena tabrakan dan harus tinggal di rumah sakit berbulan-bulan. Aku berhenti tidak bisa melanjutkkan ke SMA, karena faktor biaya.

Singkat cerita, aku merantau ke Solo. Aku mendaftar sendiri  di sekolah favorit SMA MTA Solo,  Setelah lulus aku ikut-ikutan juga mendaftar UMPTN di UGM gagal. Dan singkatnya aku diterima di  UNS FKIP b. Inggris dan PGSD. Tapi kuputuskan ambil bahasa Inggris.

Alhamdulillah, selama di SMA sampai kuliah di S1 bahkan S2 aku belum pernah minta bantuan ke ortuku atau minta ke kakak-kakakku. Allah memberikan aku kekuatan untuk mencari biaya sendiri.

Segala penderitaan lahir dan batin sudah menjadi jiwaku dan sudah menyatu dengan darahku. Kalau mau diceritakan tak habis-habis bahan ceritanya.

Saat ini aku baru sakit, mendapat musibah terjatuh. Kakiku ditancapi 2 pen dari luar menembus kulit sampai daging sepanjang lebih dari 10 cm. Sakit? Biasa saja.   Mengeluh NO WAY. Cuma sakit nyeri saja. Keecil! Kan sudah terbiasa sejak kecil dengan tetesan darah, keringat dan air mata. Pokoke " wis terbiasa rekoso" ternyata membawa  kenikmatan luar biasa di kemudian hari.

Senin, 23 Maret 2015

Membuat Orang lain Sukses, Kenapa Tidak?

Terinspirasi, saat mas Jamil memotivasi: buatlah orang lain  sukses. Aku juga sering mendapat motivasi dari berbagai motivator: kalau ingin kaya kayakanlah orang lain, kalau ingin termotivasi motivasilah orang lain, kalau ingin sukses sukseskanlah orang lain.

Nasihat di atas cukup menginspirasiku untuk berbuat. Ya setidak-tidaknya aku termotivasi untuk  menulis. Semoga lewat tulisanku, pembaca  bisa menjadi lebih sukses lagi. Demikian juga aku dan keluargaku bisa mendapat barokah dari motivasiku.

Sebenarnya, aku lebih suka berbicara daripada menulis. Namun, ada banyak komplain tentang tipe pembicaraku. Katanya kalau aku bicara terlalu cepat dan sering melompat-lompat. Kritikan kuanggap sebagai masukan yang baik. Aku tidak pantang menyerah atas kelamahanku. Di suatu saat aku mendapat nasihat, aku harus berlatih berbicara dengan pelan-pelan dan penuh kesabaran. Salah satu cara  melatih kesabaran adalah dengan cara menulis.
 
Akhirnya aku berusaha menulis buku harian sebisanya.  Lalu aku mengembangkan diri menulis lewat blogku dan lewat kompasiana, terkadang juga lewat koran dan majalah. Harapanku aku bisa memotivasi orang lain, syukur  pembaca bisa lebih sukses. Imbasnya aku pun bisa mendapat keberkahan atas kesuksesn orang lain.

Salah satu cara mengundang rezeki adalah berbagi. Menulis sarana berbagi pengalaman. Melalui tulisan, mas Jamil mengingatlkan kepada kita bahwa hidup tidak hanya tentang “AKU” hidup juga tentang “KITA.” Mas Jamil mengintakan kepada kita supaya menjadi  perantara atau sutradara bagi kesuksesan orang-orang di sekitar kita.

Lalu mas Jamil menambahkan: Siapakah orang yang perlu kita   munculkan menjadi seorang tokoh? Pertama, orang yang menjadi tanggungjawab kita. Siapa mereka? Pasangan hidup, anak, orang tua, dan saudara.

Kedua, mereka yang punya hubungan kerja dengan kita.  Boleh jadi itu atasan kita, teman sejawat  kita. Mereka perlu kita berikan kesempatan menjadi tokoh.

Ketiga, mereka yang perlu kita “munculkan” karena panggilan jiwa kita. Kalau mas Jamil telah memberikan teladan dengan fokus  memunculkan 3-er (trainer, entrepreneur, leader). Bagaimana dengan kita? Kita tinggal meniru kebaikan dari para motivator yang lain.

Harapan kita semua, kita  bisa  sukses di dunia dan di akherat karena termotivasi oleh  para motivator, seperti mas Jamil. Salam sukses sejati.