DAFTAR LABELKU (klik saja jangan ragu-ragu)

Selasa, 23 Februari 2016

10 M TIP UNTUK MENJADI ORANG KAYA DAN BAROKAH

Terinspirasi dari motivasi  mas Jamil  Azzaini: 10 tip menjadi orang kaya. Kini kata motivasi dari beliau kumodikasi menjadi 10 M  tip menuju kaya yang barokah. Tip-tip tersebut sebagai berikut:
1. Menyambung silaturahmi
Tips menjadi orang kaya, cara biar jadi kaya mendadak, bagaimana agar bisa kaya raya? Empat hal yang tak diberitahukan Tuhan kepada manusia, salah satunya adalah rejeki. Esok lusa Anda makan apa? Mendapatkan apa? Anda tidak pernah tahu. Akan tetapi, Tuhan mempersilahkan manusia berikhtiar. Mengusahakannya dengan sungguh-sungguh, seakan masih diberi waktu hidup seribu tahun lagi.
Salah satu yang dapat membuaka jalan ikhtiar itu adalah silaturahmi atau dalam istilah bisnis Anda kenal dengan nama networking. Manusia sejatinya merupakan makhluk komunikasi, artinya tidak bisa tidak, harus berkomunikasi. “Manusia selalu ingin menyampaikan sesuatu,” demikian menurut Aristoteles.
Oleh karena itu, manusia tidak bisa hidup sendiri. Manusia selalu membutuhkan orang lain. Atau dalam teori umum, dikenal dengan istilah “manusia sebagai makhluk sosial”. Singkatnya manusia telah dibekali banyak hal untuk selalu melakukan interaksi dengan manusia lainnya dalam rangka menjalani kehidupannya artinya, manusia tinggal memaksimalkan konsep kodrati ini Seperti bagaimana memaksimalkan telur menjadi sepiring omlet lezat.
2. Membiasakan  Bangun Lebih Pagi
tips menjadi orang kaya, cara biar jadi kaya mendadak, bagaimana agar bisa kaya raya? Apabila Anda berpikir bahwa pagi adalah suara kicau burung, sinar matahari menembus jendela atau secangkir kopi, semua jawaban Anda tentulah benar. Namun pada hakikatnya, pagi adalah masa depan! Pagi merupakan salah satu elemen penyusun kehidupan.
Terlepas dengan cara apa Anda mengisi pagi, misalnya berolah raga, membaca koran, menyusun agenda kerja, menyepa tetangga, beribadah, membereskan rumah atau sekedar menyeduh teh dan mendengarkan lagu, maka bangun pagi dapat membuat Anda menjadi seseorang yang tidak selalu tertinggal. Minimal tak tertinggal sinar hangat matahari yang dapat membuat mood Anda selalu segar.
3. Menetapkan Tujuan
Tujuan adalah kalimat- kalimat yang selalu Anda tuliskan dalam buku catatan, lamunan, atau mimpi-mimpi kecil sebelum tidur. Tujuan bukanlah apa yang orang kenal sebagai sebuah kesuksesan, bukan pula halaman rumah tangga yang terlihat lebih hijau. Namun, tujuan adalah sesutau yang membuat Anda merasa bersemangat untuk segera mencapainya, sekalipun Anda harus berusaha dengan susah payah.
Thomas Alfa Edison Penemu bola lampu dan Soichiro Honda (pendiri imperium otomotif Honda) adalah segelintir orang yang mampu meraih tujuan (mimpi-mimpinya) setelah melalui jalan yang berliku. “Orang melihat kesuksesan saya hanya 1 Persen. Tapi, mereka tidak melihat 99 Persen kegagalan saya, tutur Honda.
4. Melakukan Inovasi
Janganlah berkecil hati, dengan mengatakan bahwa Anda tidak memiliki kelebihan sama sekali. Yang saya lakukan hanya membakar bambu di pekarangan rumah, ucap Tsai Lun, penemu kertas pertama di dunia. Kegiatan bakar-bakarannya, justru mengantarkannya untuk melihat bentuk bubuk kertas, dari sisa pembakaran yang pada akhirnya dikenal dengan kertas sebagai pengganti dedaunan untuk menulis.
Jadi Anda tidak harus cerdas dan memiliki IQ tinggi, kuncinya adalah pada inovasi. Hal-hal baru bisa Anda dapatkan kapan saja dan dimana saja, asalakan Anda berani untuk melangkah jauh dari kebiasan yang menentramkan adalah
Lawrence Edward “Larry” Page dan Sergey Brin, pada pendiri mesin pencari di internet : Google, yang bisa lari dari zona nyaman untuk menciptakan inovasi. “Semua orang pasti bicara tentang kebutuhan dirinya, lantas apa yang bisa saya lakukan untuk memenuhi kebutuhan orang itu?” ungkap Page. Maka Page pun menjawabnya dengan Google. Bisnis saya sebenarnya hanya menggali informasi, menemukan kecocokan data satu dengan yang lainnya, lanjut Brin.
5. Memanjatkan doa kepada Allah SWT
Tips menjadi orang kaya, cara biar jadi kaya mendadak, bagaimana agar bisa kaya raya? Ora et Labora, atau terjemahan dari bahasa latin tersebut berarti, “berdoa dan bekerja”. Doa dan kerja adalah 2 sisi yang tidak bisa dipisahkan. Walaupun kesuksesan tidak dijaminkan, doa sudah tentu merupakan pengharapan.
Dan Seseorang yang berdoa tidak akan merasakan individualism menguasai dirinya. Oleh karena itu, konsep berdoa merupakan konsep perkawanan. Seseorang yang beragama beranggapan bahwa mereka tidak sendiri karena ada Tuhan yang selalu menemaninya.
6. Melakukan Sesuatu Sesegera Mungkin
Manusia memang bukan mesin yang akan langsung mengerjakan sesuatu setelah diperintah. Akan tetapi ingatlah satu hal, menunda berarti menumpuk pekerjaan. Semakin bertumpuk, Anda akan semakin bingung bagaimana menyelesaikannya.
Komputer adalah bisnis kecepatan, semakin cepat proses dalam komputer, maka hasilnya akan semakin baik buat semua demikian kata William Bill Gates, pemilik Microsoft Corp, tentang bisnisnya yang selalu memimpin tren pasar komputer dunia. Karena menurutnya dalam bisnis ini, siapa cepat dia akan menguasai, tidak ada istilah menunda dan terlambat dalam kamus hidupnya. Semua berpacu dengan waktu.
7. Melakukan Introspeksi
Siapa Anda? Anda adalah apa yang dipikrikan. Bagaimana Anda berpikir menentukan bagaimana Anda bertindak. Bagaimana Anda bertindak menentukan bagaimana orang lain beraksi terhadap Anda. Kalau Anda merasa tidak penting, maka Anda menjadi tidak penting di mata orang lain. Tak akan ada kejayaan di Prancis jika Napoleon tak mengenali dirinya dengan sebenar-benarnya.
Hanya tahu kalau dia adalah manusia bertubuh pendek. Napoleon mengenali dirinya lewat potensi yang dimiliki dan juga kekurangan yang harus diperbaiki. Ketika Anda adalah apa yang Anda pikirkan, berarti Anda akan memahami apa yang disebut sebagai kesadaran diri self awareness
8. Menepati Waktu
Waktu dilhirkan sejak abad ke 13. Kini telah 800 tahun waktu berlaku. Apakah manusia semakin efektif? Atau semakin menghamburkan waktu? Tentu Anda akan merasa kesal jika orang yang ditunggu datang terlambat. Begitu pun sebaliknya.
Setiap hari setiap orang punya agenda. Tentunya Anda tak mau merusaknya bukan? Kunci untuk membuat semua agenda Anda berjalan lancar adalah konsekwensi dengan apa yang telah Anda rencanakan. Konsekuensi tersebut bisa dimulai dengan datang tepat waktu. Menepati sesuatu adalah janji, dan janji adalah hutang. Dengan datang tepat waktu, berarti Anda telah menjadi seseorang yang bertanggung jawab atas apa yang telah Anda janjikan.
9. Membiasakan bersedekah
tips menjadi orang kaya, cara biar jadi kaya mendadak, bagaimana agar bisa kaya raya? Mengurangi apa yang Anda miliki, apakah benar menghilangkan sebentuk kepemilikan? Pemberi terbesar apakah menjadi seorang yang termiskin sedunia. Tangan di atas lebih baik dari tangan dibawah. Apa maksudnya? Ketika orang kaya merasa fakir, dia akan menjadi serakah dan tidak menyisakan bagian bagi banyak orang. “Semua yang ada di dunia ini, mampu member makan yang lebih bagi semua orang. Namun, keserakan dari orang kaya yang fakir adalah penyebab malapetaka di dunia,” ucap Mahatma Gandhi.
Lalu apakah obat dari kefakiran? Obatnya adalah berderma. Orang yang mengurangi sebagian hartanya untuk membantu saudaranya yang lain walau saudaranya tersebut tidak pernah meminta adalah orang uang tidak pernah fakir. Bisa jadi orang yang suka berderma adalah orang yang menurut Anda miskin, bahkan ia rela berpuasa sehari karena ingin berderma. Dialah sebenarnya orang yang paling kaya sedunia.
Ingat pula pepatah bugis, “resopa temmangingi” [Segala keberhasihan harus ditekuni]. Biasakanlah diri Anda berderma karena dengan berderma, Anda seolah-olah sedang menanam sesuatu yang baik untuk diri Anda dan masa depan yang sedang Anda perjuangkan. Dengan berderma, nama baik Anda dan keluarga akan selalu dilindungi oleh orang banyak. Ketika mendapatkan kesulitan, Anda akan selalu mendapatkan prioritas bantuan.
10. Merendahkan Hati
Pengetahuan manusia itu bisa menjadi tanpa batas, tapi kadang dipersempit dengan sikap sok tahu dan selalu merasa tahu. Tidak ada orang yang lahir dan tumbuh lantas masyur tanpa bantuan orang lain, setidaknya tanpa arahan dari orang lain. Merendahkan hati  kadang bisa menyelamatkan sekaligus memberi keuntungan bagi kita. Ingat akibat sikap keras kepala Hitler yang mengabaikan nasihat jenderal terbaiknya, Erich Von Manstein? Hal ini berakibat pada kehancuran dan banyaknya korban di pihak armada tank Jerman ketika melawan armada tank Rusia Operasi Citadel.
Kisah sebaliknya terjadi pada Hilton. Atas perintah orang tuanya, ketika kecil dia tidak merasa malu untuk selalu ia melayani tamu-tamu (orang asing) yang menghuni rumahnya. Sehingga akhirnya bisnis kecilnya ini menjadi imperium besar di abad ini Semoga Bisa Bermanfaat sumber baca 10 tips penting untuk menjadi orang kaya yang sukses

Selasa, 09 Februari 2016

Berburu Hikmah Kehidupan: Belajar bersyukur dari penderita kanker getah bening

Hunting  hikmah kehidupan. Pagi tadi, aku bersama anak dan istriku mengunjungi  saudara yang sakit kangker getah bening. Dia adalah mbak Tini; kakak kelasku  saat di SD. 

Mari kita baca Alfatihah demi kesembuhan dia, dan mari kita bersyukur melalui doa supaya kita tetap sehat  ruhani dan jasmani. Bila kita menderita sakit seperti mbak Tini belum tentu kita bisa tabah seperti dia. Tidak hanya penderitaan fisik yang menimpa dia. Cobaan dua kali ditinggalkan suami, menurutku sudah berat luar biasa.

Tahukah kawan,  bila kita mampu mengambil hikmah dari kehidupan mbak Tini, kita akan semakin bersyukur.  Cobaan yang menimpa mbak Tini terasa tidak putus-putus.

Usia mbak Tini lebih dari  empat puluhan tahun,  dari pernikahan pertama, belum dikaruniai anak. Lalu dia bercerai. Dia hidup sendiri, tinggal di rumah kontrakan. Dia sebagai pekerja di pabrik tekstil. 

Sekitar sepuluh tahun menjanda, akhirnya mbak Tini menikah lagi. Dia menikah dengan anaknya orang kaya. Namun sayangnya, anak orang kaya ini  sudah tua tapi kelakuannya masih seperti remaja. Dia manja, tidak bertanggung jawab,  dan hobinya mancing melulu. Suami kedua mbak  Tini tidak mau dan tidak suka bekerja keras. Sekitar lima tahun kemudian, mbak Tini bercerai lagi. Ya Allah berilah kesabaran kepada mbak Tini.

Allah belum berhenti memberi cobaan kepada mbak Tini. Sekitar dua bulan yang lalu, mbak Tini dinyatakan dokter menderita  penyakit kanker getah bening. Sekali lagi mari kita baca Alfatihah.

Mbak Tini harus tinggal di RS dan harus menjalani kemo terapi lebih dari lima kali.  Efek dari dikemo kepala mbak Tini menjadi plontos dan dia semakin kurus. Kini  dia pasti semakin kesulitan biaya pengobatan. Karena dia  sudah tidak   aktif bekerja.

Bagi pembaca yang mulia, kami sekedar mengajak untuk berlomba dalam kebaikan: BERSYKUR KEPADA ALLAH SWT.  Mari  kita menjalani hidup dengan penuh kesyukuran. Semoga hidup kita semakinbarokah. Amiin.

Kamis, 28 Januari 2016

Modal Akar Untuk Mengundang Rezeki

Tidak punya modal rotan akar pun jadi.Aku masih jauh dari kata prestasi. Bagiku menjadi manusia berprestasi banyak syarat dan kayaknya  terasa berat. Manusia berprestasi menurutku, dia harus kuat tekat, multi  cerdas, dan kreatif. 

Bagiku, aku masih jauh dari modal  multi cerdas, kuat dan kreatif.  Tak ada rotan akar pun jadi. Modalku yang serba pas-pasan pun kaunggap bisa dijadikan modal  meraih prestasi, walau prestasinya baru kecil.Berusaha mengikhlaskan diri.

Merasa agak tersanjung. Tanpa sengaja. Baru saja, aku mendengar secara langsung dari guru BP (sahabat dekatku satu kantor)  bahwa dia sering memotivasi siswa,  beliau mengatakan bahwa  aku (Maskatno Giri) layak dijadikan  motivasi, sobatku  ternyata memperhatikan kebiasaanku. Beliau mengatakan kepada para siswa  bahwa walau aku bertempat tinggal paling  jauh dari sekolah aku belum pernah  terlihat datang terlambat masuk kerja,  menurutnya aku terbiasa datang di kantor lebih awal.
Maka aku pun sadar bahwa untuk meraih prestasi bagiku salah satunya  bermodal rajin. Karena aku sadar bahwa menjadi rajin tidak perlu modal uang dan tenaga berat. Aku merasa bukan istimewa, bagiku bangun pagi sebelum shubuh sudah kulakukan puluhan tahun. Setelah sholat  shubuh berangkat  kerja. Aku berangkat kerja lebih awal bukan untuk mencari pujian. Ini sudah kebiasaan. Oooh ternyata ini bisa menginpirasi orang lain.

Modal yang lain yang kugali  untuk menuju prestasi dan meraih rezeki  adalah modal silaturahmi. Aku berusaha tidak malas bersilaturahmi, syukur syukur bisa berbagi. akhir-akhir ini aku merindukan suasana ramai dalam silaturahmi di antaranya menjalin hubungan yang baik dengan mantan siswa -siswaku.

Dalam rangka menjalin silaturahmi. Beberapa hari yang lalu aku mengundang para mantan murid dan para siswaku untuk datang di rumahku, salah satu acarnya adalah  makan bersama dari hasil kolam ikanku. Alhamdulillah, hampir seratus persen semua siswa bs hadir.Aku merasa dicintai oleh pr siswa ku.Dan  perasaan dicintai inilah bisa mengundang rezeki kebahagiaan.
     Insya Allah aku tidak berniat negatif, aku hanya sekedar menjalin tali silaturahmi. Kata ustadzku silaturahi bisa menundang rezeki


Rabu, 06 Januari 2016

Pokoknya Berbahagialah ! Anda Sangat Perlu Membaca Tip Dibawah Ini

Atas kesadaran penuh, aku merasa bahwa sangat perlu memikirkan kebahagiaan. Tentu harapan kita ideal: bisa bahagia di dunia dan di akherat. Buat apa kita  kaya raya, tapi tidak bahagia. Apalagi sudah miskin tidak bahagia. Akhirnya aku memutuskan untuk HUNTING dari berbagi sumber tentanng tip meraih kebahagiaan.
Alhamdulillaah, aku menemukan tip hidup bahagia di dunia dan di akherat dari penulis buku  La Tahzan, DR. Aidh Al-Qarni.  Aku sangat berterima kasih kepada beliau. Kini ku tulis ulang dan kurangkum: Tip Hidup Bahagia:
1.Menjaga keimanan yang benar. Iman kepada kekuasaan Allas SWT, jelas sangat penting. Keimanan menghapuskan keresahaan, dan melenyapkan kegundahan. Keimanan adalah kesenangan yang diburu oleh orang-orang yang bertauhid dan hiburan bagi orang-orang yang ahli ibadah.
2. Memikirkan penggunaan waktu dengan baik: SAAT INI.  Waktu yang paling penting adalah saat ini. Yang lalu telah berlalu, dan yang telah pergi telah mati. Jangan dipikirkan yang telah lalu karena telah pergi dan selesai. Tidak perlu juga berkutat dengan pikiran masa depan/ Masa depan masih misteri.
3. Menerima  qadha yang telah pasti dan rizki yang telah dibagi itu dengan hati terbuka. Segala sesuatu itu ada ukurannya. Karenanya, enyahkan kegelisahaan.
4. Mengingat Allah, hati akan menjadi tentram, Allah akan menjadi ridha, dan tekanan hidup akan terasa ringan.
5. Menghindari penantian  ucapan terima kasih dari sesama. Cukuplah pahala dari Dzat yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
6. Menikamati hidup dalam batasan hari ini. Kerahkan seluruh semangat yang ada untuk menjadi lebih baik hari ini.
7. Membiarkan masa depan itu hingga dia datang dengan sendiri dan jangan terlalu berkepentingan dengan hari esok. Karena jika Kita melakukan terbaik di hari ini maka hari esok juga akan baik
8. Melupakan   kehidupan Kita  masa lalu, jangan hancurkan kebahagian Kita karena masa depan.
9. Membersihkan jiwa dari dengki, dan jernihkan dari iri. Keluarkan penyakit permusuhan dan percekcokan dari dalam jiwa.
10. Menyadari bahwa buku adalah teman yang paling baik. Bercakap-cakaplah dengan buku, bersahabatlah dengan ilmu, dan bertemanlah dengan pengetahuan.
11. Menjauhi kemalasan dan ketidakberdayaan. Tinggalkan kekosongan dan pengangguran.
12. Menghindari  membaca buku-buku yang memanjakan pesimisme dan putus asa.
13. Hidup  bersama al-Quran, baik dengan cara menghapal, membaca, mendengarkan, atau merenungkannya. Sebab ini merupakan obat paling mujarab untuk mengusir kesedihan dan kedukaan.
14. Bertaqwa  kepada Allah SWT dan serahkan semua perkara kepada-Nya. Terimalah semua ketentuan-Nya dengan sepenuh hati, berlindunglah kepada-Nya, dan bergantunglah kepada-Nya karena sesungguhnya Dia cukup sebagai pelindungmu.
15. Memaafkan  orang pernah melakukan kezhaliman kepada Kita, sambunglah tali silaturahmi orang yang memutuskan tali silahturahmi dengan Kita.
16. Memberi  orang yang tidak pernah memberi kepada Kita, dan bersabarlah terhadap orang yang berbuat jahat kepada Kita niscaya Kita akan memperoleh rasa bahagia dan aman dalam diri Kita.
17. Membaca  secara berulang-ulang la hawla wala quwwata illa billahi, karena akan membuat hati menjadi tentram, memperbaiki keadaan, membuat yang berat jadi ringan, dan membuat Yang Maha Kuasa menjadi ridha.
18. Memperbanyak  istghfar, sebab dengan istighfar akan ada rezki, akan ada jalan keluar, ilmu yang berguna, akan ada kemudahan dan penghapus dosa.
19. Mengetahui  bahwa setelah kesulitan ada kemudahan dan pasti ada jalan keluar. Keadaan seseorang itu tidak akan tetap selamanya. Hari-hari itu akan senantiasa bergulir.
20.  Menyadari satu kesulitan diapit dua kemudahan. Optimislah, jangan pernah putus asa dan jangan pula menyerah tanpa usaha. Berbaiksangkalah kepada Rabb. Dan, tunggulah segala kebaikan dan keindahan dari-Nya.
21. Berpihak kepada  Allah SWT    dengan gembira. Sebab Kita tidak tidak tahu tentang kemaslahatan.
22. Mengetahui bahwa Kita bukan satu-satunya orang yang mendapat ujian. Tiada seorangpun yang lepas dari kesedihan dan tidak seorang pun luput dari kesulitan.
24.  Menyadari bahwa kesulitan itu akan membuka pendengaran dan penglihatan, menghidupkan hati, mendewasakan jiwa mengingatkan hamba dan menambah pahala.
25.  Menjauhi  dosa-dosa karena dosa sumber kereesahan dan kesedihan, penyebab & pintu musibah.
26. Menebar senyuman dengan tulus dan ikhlas niscaya Kita akan mendapatkan cinta kasih mereka.
27. Menghaluskan tutur kata Kita niscaya mereka akan mencintaimu.
28. Merendahkan hati,   niscaya mereka akan menghormati Kita.
29. Menghadapi manusia itu apa adanya dan memaafkan apa yang mereka lakukan.
30. Menyendiri  beberapa saat untuk merenungkan hal-hal yang Kita hadapi, untuk inrtopeksi diri, untuk memikirkan akhirat dan memperbaiki dunia.
31. Menjauhi cinta yang berlebihan dan cinta yang dilarang, sebab itu adzab bagi jiwa dan penyakit bagi hati.
32. Menjauhi putus asa atas rahmat Allah, dan jangan melupakan akan pertolongan Allah SWT karena pertolongan Allah sesuai dengan tingkat kesulitannya.
33. Menyadari bahwa ilmu akan membuat hati menjadi lapang, meluaskan cara  pandang, membukakan cakrawala sehingga jiwa dapat keluar dari berbagai keresahan, kegundahan, dan kesedihan.
34. Memperlakukan   orang lain  dengan cara yang sama yang Kita sukai ketika mereka memperlakukan Kita.
35. Memiliki teman yang shaleh dan optimistis akan sangat membantu meringankan kesulitan-kesulitan yang Kita hadapi, dan membuka pintu harapan.
36. Berbicara dengan sesama saudara dapat mengusir kesedihan, bercanda  yang sehat adalah rileksasi.


Kamis, 31 Desember 2015

Sebagai Refleksi: Apakah Kita Sudah Menjadi Budak Kehidupan Dunia

Kalau jawabanya IYA, kurang lebih kita memiliki kebiasaan sbb:

1. Kita tidak bersiap-siap saat waktu shalat aka n tiba.
2. Kita melalui hari ini tanpa sedikitpun membuka lembaran Al Qur'an lantaran Kita terlalu sibuk.
3. Kita sangat perhatian dengan omongan orang lain tentang diri Kita.
4. Kita selalu berpikir setiap waktu bagaimana caranya agar harta Kita semakin bertambah.
5. Kita marah ketika ada orang yang memberikan nasihat bahwa perbuatan yang Kita lakukan adalah haram.
6. Kita terus menerus menunda untuk berbuat baik. "Aku akan mengerjakannya besok, nanti, dan seterusnya."
7. Kita selalu mengikuti perkembangan gadget terbaru dan selalu berusaha memilikinya.
8. Kita sangat tertarik dengan kehidupan para selebriti.
9. Kita sangat kagum dengan gaya hidup orang-orang kaya.
10. Kita ingin selalu menjadi pusat perhatian orang.
11. Kita selalu bersaing dengan orang lain untuk meraih cita-cita duniawi.
12. Kita selalu merasa haus akan kekuasaan dan kedigdayaan dalam hidup, dan perasaan itu tidak dapat dibendung.
13. Kita merasa tertekan manakala Kita gagal meraih sesuatu.
14. Kita tidak merasa bersalah saat melakukan dosa-dosa kecil
15. Kita tidak mampu untuk segera berhenti berbuat yang haram, dan selalu menunda bertaubat kepada Allah.
16. Kita tidak kuasa berbuat sesuatu yang diridhai Allah hanya karena perbuatan itu bisa mengecewakan orang lain
17. Kita sangat perhatian terhadap harta benda yang sangat ingin Kita miliki.
18. Kita merencanakan kehidupan hingga jauh ke depan.
19. Kita menjadikan aktivitas belajar agama sebagai aktivitas pengisi waktu luang saja, setelah sibuk berkarir.
20. Kita memiliki teman-teman yang kebanyakannya tidak bisa mengingatkan Kita kepada Allah.
21. Kita menilai orang lain berdasarkan status sosialnya di dunia.
22. Kita melalui hari ini tanpa sedikitpun terbersit memikirkan kematian.
23. Kita meluangkan banyak waktu sia-sia melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi kehidupan akhirat.
24. Kita merasa sangat malas dan berat untuk mengerjakan suatu ibadah.
25. Kita tidak kuasa mengubah gaya hidup Kita yang suka berfoya-foya, walaupun Kita tahu bahwa Allah tidak menyukai gaya hidup seperti itu.
26. Kita senang berkunjung ke negeri-negeri kafir.
27. Kita diberi nasihat tentang bahaya memakan harta riba, akan tetapi Kita beralasan bahwa beginilah satu-satunya cara agar tetap bertahan di tengah kesulitan ekonomi.
28. Kita ingin menikmati hidup ini sepuasnya.
29. Kita sangat perhatian dengan penampilan fisik Kita.
30. Kita meyakini bahwa hari kiamat masih lama datangnya.
31. Kita melihat orang lain meraih sesuatu dan Kita selalu berpikir agar dapat meraihnya juga.
32. Kita ikut menguburkan orang lain yang meninggal, tapi Kita sama sekali tidak memetik pelajaran dari kematiannya.
33. Kita ingin semua yang Kita harapkan di dunia ini terkabul.
34. Kita mengerjakan shalat dengan tergesa-gesa agar bisa segera melanjutkan pekerjaan.
35. Kita tidak pernah berpikir bahwa hari ini bisa jadi adalah hari terakhir Kita hidup di dunia.
36. Kita merasa mendapatkan ketenangan hidup dari berbagai kemewahan yang Kita miliki, bukan merasa tenang dengan mengingat Allah.
37. Kita berdoa agar bisa masuk surga namun tidak sepenuh hati seperti halnya saat Kita meminta kenikmatan dunia.
Allahu a'lamu bishawab. Terinspirasi dari ust. Raehanul Bahraen  Postingan Dr Budi Handrianto 19 Januari 2015