Sering aku lupa bersyukur. Aku telah diberi hidayah keimanan. Padahal aku tinggal menjaganya agar aku tetap istiqomah. Keimanan jelas akan menyelamatkanku di dunia dan di akherat. Banyak kasus orang yang tidak menjaga keimanannya secara istiqomah, mereka akhirnya terpuruk
Sering aku lupa aku telah diberi nikmat kesehatan, sehingga aku mampu berkarya dan beribadah. Banyak orang yang menderita sakit. Bahkan penyakitnya telah disandang bertahun-tahun.
Aku sering lupa atas keberadaan diri. Aku sering tidak menghargai diri sendiri. Aku sering merendahkan diriku sendiri. Padahal Allah telah menakdirkanku lahir di dunia. Mestinya aku sadar bahwa kelahiranku bukan suatu kebetulan untuk pelengkap saja. Mestinya aku yakin bahwa kehadiranku di dunia tidak untuk sia-sia.
Aku sering menuntut yang lebih. Aku sering membandingkan diri dengan orang lain yang lebih mujur. Padahal sebenarnya, aku tahu, untuk menuju syukur kita harus MELIHAT KE BAWAH BUKAN KE ATAS.
Aku sering lupa bahwa di samping kekuatan, setiap manusia diberi kelemahan, sehingga mereka mampu merasakan bahwa tidak perlu kita menyombongkan diri. Aku juga sering lupa, andai Allah cuma memberikan kelebihan, kekuatan, kebesaran dan kecerdasan, manusia akan malas belajar. Dengan kelemahan, manusia perlu belajar dari kelemahannya.
Aku sering lupa di samping aku memiliki banyak kelemahan, aku juga memiliki kelebihan harus dijaga dan disukuri.
Kini saatnya aku flash back ke masa kecilku..... berlanjut
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
berlatih kreatif melaui pembuatan komentar