DAFTAR LABELKU (klik saja jangan ragu-ragu)

Minggu, 30 Oktober 2016

Evaluasi Pembelajaran



Pentingnya Memanfaatkan Hasil Evaluasi
Berikut ini materi tentang pemanfaatan hasil evaluasi yang perlu diketahui oleh para guru.
Pentingnya Memanfaatkan Hasil Evaluasi
Tiga manfaat penting dari hasil evaluasi [Remmer]:
  1. membantu pemahaman peserta didik menjadi lebih baik,
  2. menjelaskan pertumbuhan dan perkembangan peserta didik kepada orang tua,
  3. membantu guru dalam membuat perencanaan pembelajaran.

Berikut akan dijelaskan manfaat hasil evaluasi dalam hubungannya dengan pembelajaran.
1. Untuk Perbaikan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Perencanaan merupakan bagian penting sekaligus menjadi pedoman dan panduan bagi guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Hasil belajar akan dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya perencanaan pembelajaran. Perencanaan pembelajaran yang baik tidaklah cukup karena memerlukan kesungguhan dalam mengorganisasi rencana tersebut, melaksanakan kegiatan pembelajaran, dan melakukan evaluasi pembelajaran.
2Untuk Mengoptimalkan Proses Pembelajaran
Optimalisasi proses pembelajaran adalah upaya memperbaiki proses pembelajaran sehingga peserta didik mencapai keberhasilan proses dan hasil belajar. Tujuannya adalah untuk memperbaiki aspek-aspek pembelajaran yang dianggap masih kurang optimal. Semua guru tentu berharap bahwa proses pembelajaran dapat berjalan secara optimal.  
Pemanfaatan Hasil Evaluasi
Manfaat Hasil Evaluasi
Bagi peserta didik, hasil evaluasi dapat dimanfaatkan untuk :
  1. Membangkitkan minat dan motivasi belajar.
  2. Membentuk sikap yang positif terhadap belajar dan pembelajaran.
  3. Membantu pemahaman peserta didik menjadi lebih baik.
  4. Membantu peserta didik dalam memilih metoda belajar yang baik dan benar.

Bagi guru, hasil evaluasi dapat dimanfaatkan untuk :
  1. Promosi peserta didik, seperti kenaikan kelas atau kelulusan.
  2. Mendiagnosis peserta didik yang memiliki kelemahan atau kekurangan, baik secara perorangan maupun kelompok.
  3. Menentukan pengelompokan dan penempatan peserta didik berdasarkan prestasi masing-masing.
  4. Feedback dalam melakukan perbaikan terhadap sistem pembelajaran.
  5. Menentukan perlu tidaknya pembelajaran remedial.

Bagi orang tua, hasil evaluasi dapat dimanfaatkan untuk :
  1. Mengetahui kemajuan belajar peserta didik
  2. Membimbing kegiatan belajar peserta didik di rumah.
  3. Menentukan tindak lanjut pendidikan yang sesuai dengan kemampuan anaknya.
  4. Memprakirakan kemungkinan berhasil tidaknya anak tersebut dalam bidang pekerjaannya.
Bagi administrator, hasil evaluasi dapat dimanfaatkan untuk :
  1. Menentukan penempatan peserta didik
  2. Menentukan kenaikan kelas.
  3. Pengelompokan peserta didik di madrasah mengingat terbatasnya fasilitas pendidikan yang tersedia serta indikasi kemajuan peserta didik pada waktu mendatang.

Pemanfaatan Hasil Evaluasi

Evaluasi Diri dalam Proses Pembelajaran

Setelah melaksanakan proses pembelajaran, tentu Anda ingin mengetahui bagaimana hasilnya. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mengevaluasi diri sendiri secara jujur, objektif, dan komprehensif. Hal ini dimaksudkan agar guru dapat segera mengetahui kelemahan-kelemahan yang dilakukan dalam melaksanakan pembelajaran dan berupaya memperbaikinya untuk kegiatan pembelajaran yang akan datang. Bisa saja kelemahan-kelemahan tersebut diperoleh dari orang lain atau dari peserta didik sendiri tetapi akan lebih bijaksana bila hal tersebut dilakukan sendiri oleh guru. Mungkin kita belum terbiasa atau belum terlatih dengan evaluasi diri tetapi tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang positif dan bermakna bagi kita.
Prinsip Umpan balik
       fokus pada tugas-tugas yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, bukan membandingkan dengan anak yang lain
       menggunakan bahasa verbal dan non-verbal serta memberikan pesan yang baik pada peserta didik tentang kemampuan yang mereka peroleh
       penilaian setiap bagian pekerjaan dapat mengarah pada penurunan moril bagi peserta didik yang mencapai prestasi rendah dan kepuasan bagi peserta didik yang mencapai prestasi tinggi
       penghargaan eksternal sama seperti grades
       perlu memberikan umpan balik spesifik yang terfokus kepada kesuksesan dan peningkatan daripada mengoreksi
       peserta didik perlu diberi kesempatan untuk meningkatkan kualitas pekerjaan mereka.

Selasa, 25 Oktober 2016

English Expressions represented by Maskatno Giri



  1. 1.    Expressing Request (permohonan)
Ungkapan-ungkapan yang dipakai untuk melibatkan orang lain dalam kehidupan sangat penting untuk  diketahui.   Anda dapat memperhatikan contoh-contoh di bawah ini;
  • Can you help me?
  • Would you please ……..for me?
  • Could you do me a favor?
  • Could you ……
  • Would you mind …
  • Is it alright if I use this pen?
  1. 2.      Expressing Sympathy
Ungkapan sympathy ini digunakan dalam situasi ketika orang lain tertimpa musibah atau mendapat hal yang tidak menyenangkan. 
  • Oh, I am sorry to hear that.
  • That’s too bad
  • How poor.
  • Oh sorry about it.
  1. 3.      Expressing Prohibition
Untuk tujuan melarang atau menyarankan untuk tidak melakukan sesuatu, Anda dapat menggunakan kalimat larangan.
  • Don’t do that!
  • Keep silent!
  • Would you please not smoke here?
  • I’m afraid not!
  • No you can’t
 Expressing invitation
Ketika Anda ingin mengundang seseorang ke suatu acara maka sebaiknya Anda juga menyebutkan nama, acara, jam, dan tempat serta pernyataan ‘mengundang’.
  • I want to celebrate my birthday party tomorrow at 7 in my house, would you like to come?
  • There is an important seminar on IT at Graha Hall at 8 in the morning.  Do you want to come with me
  • The movie “The Boy in the Stripped Pijamas” will be released in cinemas tonight, would you like to come with me there?

Accepting an Invitation
Untuk menerima suatu undangan Anda dapat menggunakan ungkapan yang ada pada contoh di bawah ini;
  • That’s a good idea.
  • I’d love to.  What time shall we go?
  • That sounds nice.
  • Okay, I’ll go with you
  • That’s great.  I can’t wait to go

 Declining an Invitation
Jika Anda ingin menolak suatu undangan jangan lupa untuk memberikan alasan
  • That’s sound good, but I have another thing to do tonight.
  • I’m sorry I can’t.  I have to stay at home for my parents out of town.
  • I’d love to but I don’t like it.
Expressing invitation
Ketika Anda ingin mengundang seseorang ke suatu acara maka sebaiknya Anda juga menyebutkan nama, acara, jam, dan tempat serta pernyataan ‘mengundang’.
  • I want to celebrate my birthday party tomorrow at 7 in my house, would you like to come?
  • There is an important seminar on IT at Graha Hall at 8 in the morning.  Do you want to come with me
  • The movie “The Boy in the Stripped Pijamas” will be released in cinemas tonight, would you like to come with me there?

Accepting an Invitation
Untuk menerima suatu undangan Anda dapat menggunakan ungkapan yang ada pada contoh di bawah ini;
  • That’s a good idea.
  • I’d love to.  What time shall we go?
  • That sounds nice.
  • Okay, I’ll go with you
  • That’s great.  I can’t wait to go

 Declining an Invitation
Jika Anda ingin menolak suatu undangan jangan lupa untuk memberikan alasan
  • That’s sound good, but I have another thing to do tonight.
  • I’m sorry I can’t.  I have to stay at home for my parents out of town.
  • I’d love to but I don’t like it.


Sabtu, 17 September 2016

Rindu Menulis Masa Laluku

Kata seorang penulis bahwa setiap insan  memiliki potensi menulis dengan baik, karena kisahnya  pasti ada sisi  yang menarik untuk ditularkan atau diceritakan..

Saat ini aku baru rindu menulis. Sudah lebih dari sebulan blog pribadiku kubiarkan mlompong tanpa tambahan info. 

Rindu menulis tentang masa laluku. Kupikir ini bisa dijadikan untukku sebagai sarana lebih bersyukur.  Walau  aku sudah menikah dan  dikaruniai empat anak, yang salah satunya sudah remaja. Tapi pikiranku sering sekali melayang seperti remaja, terutama saat aku tidur. Ya, aku sering bermimpi kayak hidup disaat remaja. 

Oh ya, saat remaja berumur 16 tahun aku sudah hidup merantau di Solo. Kesengsaraan saat remaja inilah yang terbawa sampai mimpi. Kesengsaraan saat itu, tak habis-habis untuk di kishkan dan dikenang. Terbangun dari mimpi rasanya badan sakit semua karena  kayaknya aku baru bersepeda  ratusan kilo meter.  Memang saat remaja, aku terbiasa bersepeda  onthel sampai berkilo-kilo meter.

Saat remaja, aslinya  aku termasuk  anak yang berpisik dan  bermental lemah. Cuma kubuat sok kuat, sok hebat dan sok nekat.   Misalnya saja; aku nekat tidak makan, padahal aku tidak sedang berpuasa. Bukan karena tidak lapar, memang  saat itu aku tidak punya uang. Sedangkan sebenarnya aku bisa minta-minta ke  kakak-kakaku , ke saudara atau ke teman. Namun, itu tidak kulakukan. Yaa cuma nekat nahan lapar saja. Lagi, aku sok nekat berani menjadi pengusaha kaki lima; sebagai penjual susu segar sendiri. Padahal aku kurang berpengalaman. Setelah  tidak sukses menjadi pengusaha. Setelah istirahat beberapa tahun tidak sekolah. Aku   putuskan bersekolah  SMA dengan biaya sendiri.

Nekat jualan  dan loper koran  sebelum berangkat ke sekolah. Bangun pagi sebelum shubuh, lalu keliling kota Solo dengan naik sepeda onthel. Gembrobyos, aku langsung meluncur ke sekolah. Kondisi  kelelahan, pikiran dan otot  rasanya sulit untuk berpikir. Sudah tidak cerdas,  nekat berkumpul dengan anak-anak cerdas. Kurang  berprestasi itulah sejarah remaja SMA yang kualami.

Kelas dua SMA, aku dimasukkan kelas unggulan IPA1, yang berisi para juara saat SMA kelas 1.  Aku semakin terpuruk prestasinya, walau tidak di peringkat terakhir. Namun, hati dan pikiranku sangat tersiksa, ternyata aku lemah otak juga.  Sudah miskin tidak berprestasi. Walau demikian ,  tekatku harus lulus SMA, syukur bisa kuliah.

Bersaing dengan anak IPA ternyata, aku kualahan. Kuputuskan aku kuliah jurusan FKIP bahasa Inggris UNS menlalui jalur UMPTN di  tahun  kedua. Alhamdulillah, aku diterima.   Di  tahun pertama aku tidak diterima di PTN yg lebih favorit.

Pokoknya nekat, walau biaya sendiri ternyata aku bisa mendaftar dan membiayai sendiri uang kuliah. Singkat  cerita kau bisa lulus cepat dengan nilai pas-pasan.

BERLANJUT


Selasa, 26 Juli 2016

Pastikan Kita Bisa Hidup Lebih baik, Menjadi Sempurna ? Tidak Mungkin. Inilah Jalan Kemenangan Kehidupan.

"Ora usah digawe mbentoyong"  Itulah nasihat inspiratif dari ortuku, dan nasihat itulah yang aku ingat -ingat sebagai bahan renungan  dalam menjalani hidup. Bagi orang yang tidak kenal bahasa Jawa, dia akan kebingungan memahami nasihat ortuku di atas. Mungkin ini perlu diterjemahkan ke bahasa Inggris dan bahasa Indonesia yang kurang lebih " take it easy, don't be so serious" atau  "tidak perlu terlalu dianggap  sebagai masalah besar, jangan terlalu serius".

Setelah mengingat nasihat ortuku di atas, aku lalu ingat  suatu pertanyaan: SEBETULNYA HAKIKAT YANG KAMU  KEJAR  DALAM HIDUP  ITU APA? APAKAH KAMU HIDUP DI DUNIA INI SELAMANYA?

Merenung dan merenung kembali. Memang hati ini  harus dibuat  lebih tenteram dan bahaagia.  Untuk menjaga dari  rasa bahagia, memang kita harus bersyukur. Melihat ke bawah dan mendengarkan nasihat atau petuah. Dan salah satu petuah yang baik adalah buku. Buku yang memuat nasihat inspiratif atau juga dari tulisan pengalaman hidup seseorang yang  memberikan pembelajaran : UNTUK BERSYUKUR.

Lihatlah apa nasiahatnya bukan melihat siapa yang menasihati: itulah salah satu pernyataan guruku.

Berikut ini nasihat  dari Randy Pausca  kujadikan motivasi,  inspirasi , lalu kutambahi dan aku resapi semoga bermanfaat tidak hanya untuk aku sendiri.

Randy Pausc meninggal akibat kanker pankreas yang dideritanya pada 2008 silam. Di akhir hidupnya ia menulis sebuah buku yang berjudul "The Last Lecture" (Pengajaran Terakhir) yang menjadi salah satu buku best-seller di tahun 2007.

Di dalam sebuah surat untuk istrinya, Jai, dan anak-anaknya, Dylan, Logan dan Chloe, ia menuliskan secara indah mengenai 'panduan menuju kehidupan yang lebih baik' untuk diikuti istri dan anaknya. Semoga  kita  diberkati melalui tulisan ini.

Refleksi kepribadian kita:
1. Tidak perlu membandingkan hidup Kita dengan orang lain karena Kita tidak pernah tahu apa yang telah mereka lalui
2. Tidak perlu berpikir negatif akan hal-hal yang berada diluar kendali Kita, melainkan salurkan energi Kita menuju kehidupan yang dijalani saat ini, secara positif
3. Tidak perlu bekerja terlalu keras, Tidak perlu lewati batasan Kita
4. Tidak perlu memaksa diri Kita untuk selalu perfect, tidak ada satu orang pun yang sempurna
5. Tidak perlu membuang waktu Kita yang berharga untuk gosip
6. Bermimpilah saat kita bangun (bukan saat tertidur)
7. Iri hati membuang-buang waktu, Kita sudah memiliki semua  dari Allah SWT Kita
8. Lupakan masa lalu. Tidak perlu mengungkit kesalahan pasangan Kita di masa lalu. Hal itu akan merusak kebahagiaan Kita saat ini
9. Hidup terlalu singkat untuk membenci siapapun itu. Tidak perlu membenci
10. Berdamailah dengan masa lalu Kita agar hal tersebut tidak menganggu masa ini
11. Tidak ada seorang pun yang bertanggung jawab atas kebahagiaan Kita kecuali Kita
12. Sadari bahwa hidup adalah sekolah, dan Kita berada di sini sebagai pelajar. Masalah adalah bagian daripada kurikulum yang datang dan pergi seperti kelas aljabar (matematika) tetapi, pelajaran yang Kita dapat bertahan seumur hidup
13. Senyumlah dan tertawalah
14. Kita tidak dapat selalu menang dalam perbedaan pendapat. Belajarlah menerima kekalahan
Refleksi lingkungan kita:
15. Hubungi keluarga Kita sesering mungkin
16. Setiap hari berikan sesuatu yang baik kepada orang lain
17. Ampuni setiap orang untuk segala hal
18. Habiskan waktu dengan orang-orang di atas umur 70 dan di bawah 6 tahun
19. Coba untuk membuat paling sedikit 3 orang tersenyum setiap hari
20. Apa yang orang lain pikirkan tentang Kita bukanlah urusan Kita
21. Pekerjaan Kita tidak akan menjaga Kita di saat Kita sakit, tetapi keluarga dan teman Kita. Tetaplah berhubungan baik
Refleksi kehidupan kita yang lebih luas:
22. Jadikan Allah SWT sebagai yang pertama dalam setiap pikiran, perkataan, dan perbuatan Kita
23. Allah SWT menyembuhkan segala sesuatu
24. Lakukan hal yang benar
25. Sebaik/ seburuk apapun sebuah situasi, hal tersebut akan berubah
26. Tidak peduli bagaimana perasaan Kita, bangun, berpakaian, dan keluarlah!
27. Yang terbaik belumlah tiba
28. Buang segala sesuatu yang tidak berguna, tidak indah, atau mendukakan
29. Ketika Kita bangun di pagi hari, berterima kasihlah pada Allah SWT untuk itu
30. Jika Kita mengenal Allah SWT, Kita akan selalu bersukacita. So,  don’t worry be happy:)

Minggu, 17 Juli 2016

Belajar Mendidik Menjadi Wirausahawan

Maskatno Giri yang berusaha tidak sombong dan baik hati berusaha berbagi. Bukan berarti aku sudah merasa sukses sejati, tapi aku setidaknya mau berbagi,  dari pengalaman aku dan istri dalam mendidik anak menjadi wirausahawan sejati.

Aku menyadari bahwa profesi pegawai negeri tidak bisa  diwariskkan ke anak cucu kami. Makanya aku berusaha menjadi  pengusaha keciliiil-keciiilan, ini dalam rangka memberikan teladan  ke anak-anakku. Akhir-akhir ini aku memiliki    sampingan  memelihara ikan, walau baru  kurang dari dua ribu, namun ada  tiga jenis tiga ikan: patin, lele dan nila. Kini aku berencana membuat kolam lebih banyak lagi. Inilah salah satu  caraku mengenalkan anak untuk cinta bisnis  perikanan.

Istriku memiliki keahlian memasak, salah satunya membikin peyek kacang. Sedangkan kedua anakku  cewek SMA dan SD sudah terbiasa mengantarkan ke warung-warung. Inilah caraku mendidik anak untuk memiliki mental yang baik dalam  menghadapi orang untuk menjual produk. Juga,  sabagai bisnis  musiman kami kulakan kurma dan dibungkusi untuk dijual.

Terinspirasi oleh Mas Jamil Azzaini , Ippho santosa dan motivator yang lain. Kita perlu membelajarkan diri kita dan orang lain  menjadi wirausahawan, yang intinya ada beberapa modal pendidikan yang seharusnya di terapkan ke kita dan  anak didik untuk menjadi wirausahan di masa depannya. Inti dari isi motivasi para motivatorl, Insya Allah aku terapkan anatara lain: 
1. Membudayakan investasi
Menabung  tidak membuat kita kaya. Yang kaya adalah pemilik bank.  Namun menabung kegiatan lumayan baik daripada berfoya-forya dan  berboros ria. Investasi jelas lebih utama. Kenalkan pentingnya berinvestasi kepada anak Anda. Dana tabungan hanya boleh dipakai saat keperluan mendadak. Jika nominal uang di dalam celengan sudah banyak, alihkan ke rekening agar lebih aman. 
2. Mengajarkan disiplin terhadap keuangan
Disiplin terhadap keuangan wajib Anda ajarkan kepada anak. Sebab, keberhasilan pebisnis salah satunya berawal dari sini. Kejelasan pemasukan dan pengeluaran dana di suatu bisnis ialah bentuk transparansi. Hal ini akan memudahkan pelacakan aliran dana jika terjadi kekurangan. Berikan buku khusus kepada anak Anda yang digunakan untuk mencatat pengeluarannya. Bila perlu, mintalah bukti kuitansi dari setiap produk yang dibelinya. Ini merupakan cara sederhana untuk mengajarkannya kedisiplinan pengelolaan keuangan skala paling kecil. 
3. Melibatkan dalam bisnis Anda
Kenalkan bisnis yang Anda geluti kepada anak dengan cara mengajaknya secara aktif di dalamnya. Misalnya bisnis Anda ialah produksi kue kering skala rumahan. Perankan anak Anda sebagai marketing, manfaatkanlah gadget milik pribadinya. Foto semua kue kering tersebut dan up load di media sosial anak Anda. Tambahkan harga, cara pemesanan dan sistem pembayaran. Buatlah kesepakatan mengenai komisi harga kue yang menjadi hak anak Anda. Hal ini mengingat bahwa prinsip bisnis yakni memperoleh keuntungan secara finansial. 
4. Memantau kegiatannya
Dua pelajaran berwirausaha telah Anda ajarkan, berupa pengelolaan uang dan keterlibatan langsung dalam dunia bisnis. Langkah berikutnya yakni memantau segala kegiatan yang dilakukan anak. Anda berlaku sebagai audit yang bertugas untuk memeriksa kinerjanya. Jika terjadi kendala, berikan solusi dan gunakan cara yang sesuai dengan usia anak Anda. Namun, Anda juga harus konsisten ketika ternyata kinerja anak Anda melebihi target. Ketika anak berhasil menjual kue lebih dari yang ditargetkan, maka tambah uang jajannya sebagai bentuk penghargaan. 
5. Menemukan bakat dan minatnya
Poin 4 dapat Anda gunakan sebagai acuan terkait bakat dan minat anak dalam berwirausaha. Minimal poin 2 dan 3 harus anak Anda kuasai. Artinya catatan keuangan dibuat secara rinci dan detail. Perannya sebagai marketing pun harus memuaskan. Jiwa wirausaha memang alami, tidak semua orang memiliki bakat berbisnis. Hal yang perlu Anda ketahui yakni semua mampu berwirausaha bila ada kemauan. Minat yang kuat dapat menumbuhkan bakat yang terpendam.

Semoga bermanfaat. SALAM SUKSES SEJATI!