DAFTAR LABELKU (klik saja jangan ragu-ragu)

Minggu, 12 Februari 2012

Cara Sederhana Membuat Keluarga Yang Harmonis, Bahagia Lahir Batin


        Ini bukan teori, ini sungguh nyata adanya.  Sudah lebih dari 12 tahun penulis menjalani kehidupan rumah tangga. Apa ada masalah?
       Ya pasti, ada walau kecil. Tapi  sejauh ini,  aku  ingat permasalahan telah teratasi dengan sukses. Karena, aku yakin sering kita menyalahkan orang lain, tapi sebenarnya kita yang menyalahkan itu merupakan sumber masalah tersendiri. Kini  aku sudah dikarunia 4 anak,   anak pertama sudah menginjak remaja.
      Bagaimana jika dibandingkan dengan kondisi sebelum menikah? Tentu, pernikahan penulis jauh lebih bahagia dari yang penulis bayangkan. Selama lebih dari dua belas  tahun, aku ingat betul, belum pernah piring melayang di rumah, atau semacam bentak-bentakan sebagai ekpresi kemarahan di antara kami. Ini  semua bukan karena kehebatan kami, karena Allahlah yang memberi hidayah dan  membimbing kami berdua dalam kesyukuran, kerukunan dan keharmonisan. Pokoknya yang aku  mohonkan kepada Allah s.w.t ketika  kami belum menikah Insya Allah terkabul. Yakni aku ingin memiliki istri shalihah, lalu  membangun keluarga sakinah, keluarga yang tenteram damai, penuh pengertian dan penuh  bimbingan dari yang Maha Kuasa.  Ini ternyata bisa berdampak bahagia luar biasa.        
     Ternyata untuk membangun keluarga sakinah pondasinya adalah bukan harta benda, saling pengertian atas dasar niat baik sebagai hamba Allah swt. dan pasti pemahaman agama yang benar melalui proses pembelajaran. Padahal kami berdua menikah tidak melalui pacaran. Kami dijodohkan, namun kita saling tahu latar belakang kita  masing-masing. Kami yakin  cinta bisa dibangun.
        Setidak-tidaknya dalam blog sederhana ini aku  ingin berbagi, bukan merasa paling baik sendiri, tapi saling belajar. Aku merasa  layak  berbagi karena tidak muluk-muluk berdasar teori. Aku mengalami sendiri bahwa, dulu etika masih bujangan serimg berduka. Kini, aku merasa bahagia, damai, temteram bersama istri tercinta, ya benar-benar kami laksana hidup di surga. Otomatis,  tulisan ini  sebagai ajang informasi bahwa menikah  tidak perlu pacaran terlebih dulu. Sekali lagi, promosi  tanpa pacaran sebelum menikah bisa digalakkan.  Sebenarnya kami takut  juga jangan jangan ini hanya tipuan.  kami tidakmau tertipu oleh keadaan di dunia, kami ingin masuk surga  yang sebenarnya di akherat nanti. Tapi, setidak-tidaknya di dunia ini kita dalam keluarga yang bahagia walau tidak bergelimang harta benda.
         Yang terakhir, kami suami dan istri selalu mengadakan refleksi bahwa kita punya tujuan yang sama yakni bahagia tidak hanya di dunia tapi jg di  akherat, maka kami berusaha mencari ridla  Allah. Lalu tidak memiliki niat mau macam-macam atau main-main dalam membangaun kehidupan rumah tanggga kami.
     Berikut  ini  modal penulis untuk mengarungi bahtera rumah tangga, yang terbukti menjadikan kami bahagia bersama istri dan anak-anak tercinta  melalui rumus 16 M:
  1. Menjaga nilai kejujuran dan apa adanya , berkomunikasi terbuka pada keluarga
  2. Menjaga aib masing-masing baik pasangan maupun keluarga
  3. Menciptakan kondisi yang menyenangkan
  4. Menjaga emosi kemarahan yang  tidak proporsional, tidak banyak menuntut, dan berebut untuk mengalah bukan menang-menangan.
  5. Mengutamakan kebersamaan keluarga
  6. Membuat komitmen jangka panjang
  7. Menghadapi masalah secara bijak
  8. Memegang teguh agama dan  berusaha menjadi Sholeh dan Sholihah
  9. Memperhatian penuh ke anak dan masa depannya
  10. Menjalani hidup  dalam kesederhanaan dan tidak mengejar harta semata
  11. Menjaga kepekaan  soisal pada lingkungan sekitar
  12. Membiasakan gaya hidup sehat (baik jasmani dan ruhani) pada keluarga
  13. Mengembangkan sikap saling membantu dan tolong menolong
  14. Mengutamakan musyawarah tidak otoriter
  15. Memilih lokasi tempat tinggal yang baik
  16. Menjalin ikatan silaturahmi keluarga istri maupun suami dengan baik
            Selama ini kami sekeluarga berusaha memraktikkan yang kutulis  seperti di atas. Hasilnya sudah terasa. Banyak orang bilang bahagia menjadikan awet muda dan membuat fisik lebih sehat. Bukan bermaksud menggurui, karena tulisan ini akan bermanfaat bagi kami juga. Kami perlu juga intropeksi. Juga tulisan ini akan dibaca oleh anak-anak kami dan siswa-siswa kami. Ternyata  blog saya yang sederhana sudah dibaca oleh lebih dari puluhan ribu orang.
          Aku memiliki obsesi besar, suatu saat nanti aku mampu menulis semacam tulisan pencerahan  baik berupa artikel  bisa  cerpen atau lebih jauh lagi semacam novel biografi. Aku pikir  obsesiku ini penting  untuk pembelajaran hidup,  juga termasuk di dalamnya  pada  pembelajaran kehidupan rumah tanggaku. Barangkali tulisanku bermanfaat untuk diri sendiri, anak-anakku kelak dan juga untuk orang lain. Akan kutularkan dan kupromosikan bahwa hidup hanya sekali, maka seyogyanya kita tidak main-main dalam hidup. Menciptakan kehidupan rumah tangga  bahagia jauh lebih utama, walau dalam kondisi  harta pas-pasan.
         Di saat aku mengedit tulisan ini, aku baru saja melihat bedah buku via internet  tentang  " HABIBI dan AINUN". Pak Habibi menyatakan bahwa selama 48 tahun 10 hari usia pernikahan pak Habibi dan ibu Ainun belum pernah ada pertengkaran, kalau ada perselisihan beliau bisa memecahkan secara baik-baik walau ada sedikit konflik.  Hebat bukan? Aku terobsesi  mencontoh kebaikan kehidupan Rasulullah s.a.w. dan Pak Habibipun berusaha mencontoh kehidupan Rasulullah s.a.w. Selama  pernikahan kami, akan kuusahakan tidak melakukan pertengkaran sama sekali. Seandainya ada perbedaaan pendapat kita akan pecahkan secara  lebih baik atau cooler. Kini usia pernikahanku baru 12 tahun 1 bulan

MENJADI MANUSIA BAHAGIA SEPANJANG HARI by maskatnogiri

            Biarlah kita tidak memiliki modal kekayaan yang melimpah, mungkin wajah kita juga  pas-pasan, ditambah lagi kita bukan dari keturunan ningrat atau orang gedean. Namun mari kita meyakini bahwa Allah Maha segalanya  yang mampu menjadikan kita menjadi  manusia bahagia atau sebagai lantaran orang lain mendapat kebahagian.
            Kita manusia berhak juga memiliki kebahagiana di dunia dan di akherat, karena bukan jaminan orang yang kelihatannya sukses dunia bisa bahagia. Bahagia bisa menjadi milik kita bila kita mau memilihnya. Ya pasti bahagia adalah pilihan hidup kita. Salah satu modal untuk menjadi bahagia adalah niat kita positif untuk menjadi manusia yang baik, yakni baik dalam koridor jalannya  Allah s.w.t.
            Mari kita miliki modal gratis untuk memiliki kebahagian  baik di dunia ini maupun di akherat nanti. Modal tersebut antara lain:
1.       Ilmu, ilmu adalah modal utama untuk mencari bahagia dunia dan di akrerat. Di dunia ini butuh manusia-manusia pecinta ilmu, melalui ilmunyalah jiwa dan raganya menjadi cerah, melalui ilmu manusia bisa membedakan baik buruk, tepat kurang tepat, pantas dan tidak pantas.
2.      Kesyukuran. Pada tataran menjadi pribadi bahagia  ini haruslah seorang itu harus selalu bersyukur. Melalui syukur kita mujur kufur pasti hancur. Efek yang lain dari keshukuran adalh kebahgiaan.
3.      Ikhlas. Ikhlas itu inti dari setiap ibadah dan perbuatan seseorang.Melalui Ikhlas manusia bisa lebih tenteram hidupnya karena mereka pencari ridlo Allah s.w.t. bukan ridlo  makhluk lain.
4.      Amanah. Sifat mulia ini mesti diamalkan setiap orang. Amanah  identik dengan tanggung jawab. Amanah adalah asas ketahanan atas kebaikan baik dari ummat,  kehormatan dan roh  dari kebaikan.
5.      Adil. Bersifat adil berarti menempatkan/meletakan sesuatu pada tempatnya. Adil juga tidak lain berupa perbuatan yang tidak berat sebelah.
6.      Tekun. Ketekunan ini tidak lain adalah usaha dengan rajin, keras hati dan bersungguh-sungguh.
7.      Disiplin. Perilaku ketaatan pada aturan dan tata tertib. Untuk itu, berdisiplin dalam menjalankan suatu kerja akan dapat menghasilkan mutu kerja yang cemerlang.
8.     Kawan yang baik . Kawan yang baik merupakan jaringan  pembahagia, maksudnya adalah suatu modal dalam  kehidupan bersama. Hidup adalah kerja sama, kita bisa sukses karena  bantuan orang lain. Tidak mungkin kita mandiri tanpa bantuan orang lain sama sekali. Ada kehidupan  karena ada kerja sama. Ada bahagia karena ada orang lain

Question Tags

Question Tags
Terkadang kita membuat sebuah pernyataan tetapi kita tidak sepenuhnya yakin terhadap apa yang kita bicarakan. Dalam bahasa Indonesia, kita biasanya mencari kepastian atau kebenaran terhadap apa yang kita bicarakan tersebut dengan menggunakan kata ‘bukan“.
1.       Kamu seorang pelajar, bukan?
2.      Budi dan Rini akan belajar bersama malam ini, bukan?
3.      Dia belum punya pacar, bukan?
4.      Daun-daun berguguran waktu musim gugur, bukan?
5.      Kamu menelpon dia tadi malam, bukan?
Dalam bahasa Inggris, kelima kalimat di atas menjadi:
1.       You are students, aren’t you?
2.      Budi and Rini will study together tonight, won’t they?
3.      She has not had a boyfriend, has she?
4.      Leaves fall during the fall, don’t they?
5.      You called her last night, didn’t you?
“aren’t you?’, won’t they?”, “has she?” , “don’t they?” dan didn’t you?di kalimat di atas disebut tag questions.
Question tag diformulasi dengan mengikuti rules berikut:
1. Tensis pada question tag dan main clause (pokok kalimat) harus sama. Jika main clause dalam simple past tense, maka question tag juga harus dalam simple past tense; Jika main clause dalam present perfect, maka question tag juga harus dalam present perfect, dst.
2. Terkait dengan poin 1 maka auxiliary pada question tag harus sama dengan auxiliary pada main clause. Jika main clause tidak menggunakan auxiliary, maka question tag menggunakan kata bantu do, does (kalau dalam simple present tense), atau did (kalau dalam simple past tense).
3. Subject dari question tag selalu dalam bentuk subject pronoun (i.e. I, she, he, it, you, they, dan we). Subject pronoun ini harus sesuai dengan subject dari main clause yang digantikannya.
Selain itu, hafalkan perubahan subject main clause ke subject question tag berikut:

Subject main clause
Subject question tag
There
                         there
It
This/that
Everything/nothing
                              it
These/those
Everyone/ no one
everybody/nobody
                               they



4. Jika main clause-nya negatif, maka question tag-nya adalah positif Sebaliknya, jika main clause-nya positif, maka question tag-nya adalah negatif . Kadang-kadang main clause bermakna negatif walaupun tidak menggunakan NOT, misalnya:
·         jika subject-nya nobody, no one, nothing, etc
·         jika verb-nya dislike, disagree, etc
·         jika adverb-nya never, hardly, etc
·         jika adjective-nya unhappy, immobile, irregular, etc.
Karena main clause-nya bermakna negatif maka question tag-nya adalah positif.
5. Jika question tag-nya negatif, ada 2 pola yang bisa digunakan, yaitu dengan mengkontraksi not menjadi n’t kemudian menggabungkannya dengan auxiliary di depannya.

(auxiliary+n’t) + subject?

Atau, dengan menggunakan pola yang lebih formal, yaitu dengan menempatkan not setelah subject, sebagai berikut:

auxiliary + subject + not?

6. Khusus untuk be am, question tag-nya adalah
·         ‘am I not?‘ (formal) atau ‘aren’t I?” (in speaking/kurang formal) jika negatif, atau
·         ‘am I?’ jika positif.
7. Jika main clause menggunakan verb have/has atau need, in American English, question tag-nya mengggunakan kata bantu do/does.
Contoh lain:
a.      They didn’t study last night, did they?
b.      She hasn’t met the new student, has she?
c.       You are not allergic to pollens, are you? (Kamu tidak alergi terhadap tepung sari   bunga, bukan?).
d.      You will open that door for me, won’t you?
e.      It’s holiday tomorrow, isn’t it?
f.        There were a lot of people coming to the party last night, weren’t there?
g.      No one called me, did they? (Tidak ada orang yang nelpon saya, bukan?)
h.     Your friends never learn English seriously, do they? (Teman-temanmu tidak pernah belajar bahasa Inggris dengan serius, bukan?).
i.        We need some extra money, don’t we? (American English). OR, We need some extra money, needn’t we? (British English).
j.        She has a dimple on her left cheek, does she not? (Dia punya lesung pipi di pipi kirinya, bukan?). Perhatikan penempatan not! OR: She has a dimple on her left cheek, doesn’t she?. OR, She has a dimple on her left cheek, hasn’t she? (British English)
k.      In cartoon, Tom and Jerry always fight, do they not? OR: In cartoon, Tom and Jerry always fight, don’t they?
l.        Apples and grapes are her favorites, are they not? OR: Apples and grapes are her favorites, aren’t they?
m.   I am included, am I not? OR: I am included, aren’t I?
n.     I am not ugly, am I?
o.      Everybody looks happy with our decision, don’t they?

Penggunaan BE dalam bentuk kalimat bahasa Inggris

Disarikan dari swarabhaskara.com
S + VERB + …
Jika kalimat atau clause tidak memiliki verb, kita harus gunakan to be dan dalam hal ini to be berfungsi sebagai verb. Kalimat atau clause yang tidak memiliki verb seperti ini umumnya menggunakan adjective (baik berupa single word adjective maupun berupa adjective phrase dan adjective clause) atau noun (baik berupa single word noun maupun berupa noun phrase dan noun clause). Kalimat seperti ini biasanya disebut kalimat nominal
S + BE + ADJECTIVE/NOUN
Bentuk BE bisa dalam bentuk present (i.e. is, am, are), bentuk past (i.e. was, were), bentuk past participle (i.e. been), dan dalam bentuk simple form (i.e. be). Penggunaan bentuk-bentuk to be ini ditentukan oleh tensis; dapat digunakan secara mandiri (dalam simple present tense dan past tense), dapat juga (pada umumnya) digunakan untuk membentuk verb phrase (dalam tensis lainnya). 
 Contoh:  You  are crazy (adjective) .    They are students (noun) dsb

Yang menjadi pertanyaan dan fokus posting ini adalah kapankah kita gunakan BE in the simple form?

Penggunaan BE in the simple form adalah sebagai berikut:
A. Kalimat aktif yang menggunakan pola simple future tense.
S + will + BE + adjective/noun
Contoh:
  1. Don’t worry! I will be ok. (Jangan khawatir! Aku akan baik-baik saja).
  2. She will be a dentist soon. (Dia dalam waktu singkat (segera) akan menjadi seorang dokter gigi.
  3. Andi will be in love with you. (Andi akan jatuh cinta padamu).
B. Kalimat pasif dalam pola simple future tense.
S + will + BE + verb3
Contoh:
  1. This house will be sold next month. (Rumah ini akan dijual bulan depan).
  2. Your laptop will be repaired this afternoon. (Laptopmu akan diperbaiki sore ini).
C. Kalimat aktif yang menggunakan pola simple future continuous tense.
  • S + will + BE + verb-ing
  • S + will + BE + being + adjective/noun
Contoh:
  1. I will be watching Barcelona vs Real Madrid match at 3 o’clock tomorrow morning. (Aku akan sedang nonton pertandingan Barcelona vs Real Madrid jam 3 subuh besok).
  2. My parents will be attending a wedding party at 7 tonight. (Orang tuaku akan sedang menghadiri pesta perkawinan jam 7 malam ini).
  3. Wow, you look so beautiful. He will be staring at you all the time. (Wow, kamu tampak cantik sekali. Dia akan (sedang) terus menatapmu).
  4. She will be being at home around noon. (Dia akan sedang di rumah sekitar jam 12 siang).
D. Kalimat pasif dalam pola future continuous tense.
S + will + BE + being + verb3…
Contoh:
  1. The Barcelona vs Real Madrid match will be being watched by me at 3 o’clock tomorrow morning. (Pertandingan Barcelona vs Real Madrid akan sedang ditonton olehku jam 3 subuh besok).
  2. A wedding party will be being attended by my parents at 7 tonight. (Sebuah pesta perkawinan akan sedang dihadiri oleh orang tuaku jam 7 malam ini).
  3. Wow, you look so beautiful. You will be being stared by him all the time. (Wow, kamu tampak cantik sekali. Kamu akan (sedang) terus ditatapi olehnya).
E. Dalam pola A, B, C, dan D di atas, will dapat digantikan dengan modal auxiliary bentuk present lainnya, seperti: is/am/are going to, can, may, shall, should, must, ought to, have to, is/am/are able to. Dengan perkecualian “is/am/are going to”, makna kalimatnya tentu saja berubah tergantung dari modal auxiliary yang digunakan.
Contoh:
  1. Don’t worry! I am going to be ok. (Jangan khawatir! Aku akan baik-baik saja).
  2. She must be a dentist soon. (Dia harus segera menjadi seorang dokter gigi).
  3. I might be watching Barcelona vs Real Madrid match at 3 o’clock tomorrow morning. (Aku mungkin sedang nonton pertandingan Barcelona vs Real Madrid jam 3 subuh besok).
  4. Because I’m just a regular human being, my sentences can be wrong sometimes. (Karena saya hanya manusia biasa, kalimat-kalimat saya bisa salah kadang-kadang).
F. Kalimat aktif yang menggunakan pola past future tense.
S + would + BE + adjective/noun
Contoh:
  1. If I had a lot of companies, I would be very rich. (Jika aku punya banyak perusahaan, aku akan sangat kaya).
  2. If I were a rich man, she would be in love with me. (Jika aku seorang yang kaya, dia akan jatuh cinta padaku).
  3. He would be at home last night but his job forced him to work all night at his office. (Dia akan berada di rumah tadi malam tetapi pekerjaan memaksanya untuk berkerja semalam suntuk di kantornya).
G. Kalimat pasif dalam pola past future tense.
S + would + BE + verb3…
Contoh:
  1. The car would be bought now if the money were enough. (Mobil itu akan dibeli sekarang jika uangnya cukup).
  2. The crops would be harvested now if it didn’t rain. (Tanaman itu akan dipanen sekarang jika tidak hujan).
H. Kalimat aktif yang menggunakan pola past future continuous tense.
  • S + would + BE + being + adjective/noun
  • S + would + BE + verb-ing
Contoh:
  1. I knew that she would be being at home around noon yesterday. (Aku tahu bahwa dia akan sedang di rumah sekitar jam 12 siang kemarin).
  2. She would be reading a book at 8 last night but she didn’t because her friends came over. (Dia akan sedang membaca sebuah buku jam 8 tadi malam tetapi tidak jadi karena teman-temannya datang).
  3. We would be studying together in the library at noon yesterday but none of my friends came. (Kami akan sedang belajar bersama di perpustakaan jam 12 kemarin tetapi tidak satupun dari temanku yang datang).
  4. I would be preparing for my exam now if I weren’t sick. (Aku akan sedang mempersiapkan diri untuk ujianku sekarang jika aku tidak sakit).
I. Kalimat pasif dalam pola past future continuous tense.
S + would + BE + being + verb3 …
Contoh:
  1. The book would be being read by her at 8 last night but it wasn’t because her friends came over. (Buku itu akan sedang dibaca olehnya jam 8 tadi malam tetapi tidak jadi (sedang dibaca) karena teman-temannya datang).
  2. My meal would be being prepared by my mom now if she were home. (Makananku akan sedang dipersiapkan oleh ibuku sekarang jika dia ada di rumah).
J. Dalam pola F, G, H, dan I di atas, would dapat digantikan dengan modal auxiliary bentuk past lainnya, seperti: was/were going to, could, might, should, had to, was/were able to, used to. Dengan perkecualian “was/were going to”, makna kalimatnya tentu saja berubah tergantung dari modal auxiliary yang digunakan.
Contoh:
  1. She was going to be reading a book at 8 last night but she didn’t because her friends came over. (Dia akan sedang membaca sebuah buku jam 8 tadi malam tetapi tidak jadi karena teman-temannya datang).
  2. He had to be at home because no one looked after his little brother. (Dia harus berada di rumah karena tidak ada (orang) yang menjaga adiknya).
  3. That person used to be very rich. (Orang itu dulunya sangat kaya).
K. Kalimat aktif pada semua tensis yang main verbnya harus diikuti oleh infinitive tetapi objectnya berupa adjective/noun.
S + verb + TO BE + adjective/noun
Main verb yang dimaksud antara lain:
  • want (ingin),
  • need (perlu/butuh),
  • try (mencoba/berusaha),
  • decide (memutuskan),
  • attempt (berusaha/mencoba),
  • suggest (menyarankan), dst.
Contoh:
  1. I want to be with you forever. (Aku ingin berada di sampingmu selamanya).
  2. I have tried hard to be nice to him. (Aku telah berusaha keras (berbuat) baik kepadanya).
  3. My father suggested me to be a pilot. (Ayahku menyaran aku menjadi pilot).
  4. Andi starts to be interested in playing golf. (Andi mulai tertarik bermain golf).
Atau jika diikuti oleh passive voice.
S + verb + TO BE + verb3 + by + noun…
Contoh:
  1. I want my car to be repainted. (Aku ingin/mau mobilku dicat ulang).
  2. The house needs to be repaired. (Rumah itu perlu diperbaiki).
  3. Due to bad weather, the flight has got to be delayed. (Karena cuaca buruk, penerbangan harus ditunda).
NOTE: Dalam pola ini BE sebenarnya dalam bentuk infinitive (i.e. TO BE).
L. Kalimat perintah jika kalimatnya menggunakan adjective atau noun.
BE + adjective/noun!
Contoh:
  1. Be careful! (Hati-hati!)
  2. Don’t move! Be at where you are now! (Jangan bergerak! Tetaplah berada dimana kamu berada sekarang!)
  3. Be aware of dogs! (Awas ada anjing!)
  4. Don’t be disappointed! (Jangan/tidak usah kecewa!)
M. BE juga digunakan dalam kalimat present subjunctive mood, jika object kalimatnya menggunakan adjective/noun:
S + verb + that + S + BE + adjective/noun…
atau jika objectnya dalam kalimat pasif:
S + verb + that + S + BE + verb3…
NOTE:
  • Verb di main clause (clause sebelum that) bisa dalam semua tensis. Verb yang mengikuti pola ini antara lain:
    • demand (menuntut),
    • decree (mendekritkan/memutuskan/menetapkan),
    • insist (mendesak),
    • request (memohon/meminta),
    • ask (meminta/menyuruh),
    • suggest (menyarankan),
    • recommend (merekomendasikan/menganjurkan),
    • advise (menasihati), propose (mengusulkan),
    • order (memerintahkan/menyuruh),
    • require (mempersyaratkan/mengharuskan),
    • urge (mendorong/mendesak),
    • command (memerintahkan),
    • stipulate (menetapkan), etc.
  • Verb ini dapat juga dalam bentuk adjective (verb3), misalnya: demanded, advised, dst.
  • Selain verb di atas, adjective berikut juga mengikuti pola ini.
    • important (penting),
    • necessary (perlu/penting),
    • essential (penting),
    • vital (penting),
    • imperative (harus/tidak boleh tidak),
    • obligatory (wajib),
    • urgent (urgen/sangat mendesak),
    • mandatory (wajib), etc.
Contoh:
  1. The doctor suggested that I be at home resting. (Dokter menyarankan (agar) aku tinggal di rumah beristirahat).
  2. I advised that she not be jealous. (Aku menasihati (agar) dia tidak usah cemburu).
  3. The judges ordered that he be truthful. (Hakim-hakim menyuruh (agar) dia jujur).
  4. I insist that I be told the truth. (Aku mendesak (agar) aku diberitahu yang sebenarnya).
  5. It is very important that we not be hateful to each other. (Sangatlah penting bahwa kita tidak saling benci satu sama lain).