DAFTAR LABELKU (klik saja jangan ragu-ragu)

Selasa, 06 Maret 2012

DIBUTUHKAN “THE GREAT MOM” Telah dimuat di Majalah RESPON Maret 2012

DIBUTUHKAN “THE GREAT MOM” Telah dimuat di Majalah RESPON  Maret 2012
Oleh: Sukatno, S. Pd, M. Pd
(Guru Bahasa Inggris SMAN1 Girimarto)
       
            The great mom (baca: ibu yang luar biasa) menurut pandangan Islam adalah ibu yang shalihah. Berkenaan dengan keberadaan ibu yang  shalihah, Abdullah bin Amr radhiallahu ‘anhu meriwayatkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya: “Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah  ibu (wanita) shalihah.” (HR. Muslim)
            Salah satu hak dari  seorang anak adalah  hak untuk diasuh oleh ibu yang shalihah. Ibu yang shalihah adalah ibu yang baik menurut Al  Qur’an dan As Sunnah, dia  sadar terhadap tanggung jawab sebagai  orang tua sekaligus guru yang pertama kali bagi anak kandungnya.  Dengan memiliki ibu yang shalihah, anak telah memiliki modal berharga untuk menjadi shalih dan shalihah pula.
            Ibu shalihah adalah ibu yang merupakan sekolah sekaligus guru kehidupan sepanjang jaman bagi anak-anaknya. Di sinilah anak dari bangun tidur sampai tidur lagi diasuh oleh guru yang mumpuni yang faham tentang pembelajaran di sekolah kehidupan. Anak yang menyusu  ibu yang shalihah hakikatnya anak telah  menyerap semua dari kebiasaan ibunya. Karena anak bukan sekedar menyusu asinya, tapi juga menyusu akhlak dan kepribadian ibunya. Ibu digambarkan dalam  mutiara hikmah  yang terjemahanya kurang lebih:
            Ibu adalah sekolah
            Jika engkau menyiapkannya
            Maka engkau telah menyiapkan generasi yang baik dan tangguh
            Ibu adalah penentu dan pengukir kepribadian  anak-anaknya. Kalau dia mengajarkan   kebaikan kepada anak-anaknya, maka dia telah mengukir kebaikan kepada anak-anaknya.           
Mendidik itu laksana menanam benih. Ibu shalihah adalah  lahan yang gembur   yang akan menghasilkan tanaman subur dan berbuah dengan memuaskan. Anak adalah tanaman dari orang tua, maka sebagai orang tua idealnya harus shalih terlebih dulu agar mampu menghasilkan generasi shalih dan shalihah.
Modal Ibu Shalihah
            Sebagai seorang ibu biasa tidak harus memiliki modal harta benda yang melimpah dalam kehidupan, namun modal non materi justru lebih utama. Bagi ibu shalihah harus memiliki modal keunggulan (excellence). Keunggulan tersebut sebagai modal berharga tidak hanya ibu sebagai pendamping suami namun sebagi guru yang baik bagi anak-anaknya.
            Ibu disebut sebagai ibu shalihah setidak-tidaknya memiliki 6 modal  keunggulan dengan akronim ISLAMI yaitu Iman kepada Allah dan rasulnya, Sabar dalam bertindak, Lemah-lembut penuh kasih sayang dalam bergaul baik kepada suami, anak, dan sanak saudara, Amanah dalam menjalankan tugas sebagai ibu dan suami, Menggembirakan dan membahagiakan tidak hanya kepada suami tetapi juga terhadap anak-anak, yang terakhir adalah Ikhsan yaitu modal kebaikan akhlaq terhadap siapapun.
            Uraian singkat  modal ISLAMI bagi seorang ibu shalihah sebagai  berikut: Iman kepada Allah dan rasul  adalah modal wajib bagi ibu shalihah. Karena, segala perbuatan baik tanpa landasan iman kepada Allah dan rasul tidak ada harganya.
            Modal berikutnya adalah  Sabar,  Ibu shalihah tak pernah berhenti belajar menjadi sabar. Dalam  Surat Al Baqoroh 153, Allah berfirman, “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu”.
            Ketiga, Lemah lembut dan penuh kasih sayang, seandainya kekasaran diterapkan oleh ibu dalam mendidik anak, maka dipastikan akan lahir generasi yang brutal dan kasar. Karena ibu adalah role model bagi anak-anaknya.
            Keempat, Amanah atau tanggung jawab yang diemban, dalam Al  Quran Surah Al-Anfal ayat 27 "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui".  
            Kelima, Menggembirakan, penanaman  nilai-nilai pendidikan akan lebih bermakna jika tertanam dengan suasana menggembirakan, tetapi suasana pendidikan yang menjengkelkan akan tidak efektif, karena anak akan cenderung lari untuk meninggalkan. Ada sebuah hadis yang artinya mudahkanlah dan janganlah kamu mempersulit. Gembirakanlah dan janganlah kamu membuat mereka lari. (H.R. Bukhari).
            Yang terakhir adalah Ikhsan. Ikhsan adalah puncak ibadah dan akhlak (amal shaleh) yang senantiasa menjadi target seluruh hamba Allah SWT. Sebab, ikhsan menjadikan kita sosok yang mendapatkan kemuliaan dari-Nya. Sebaliknya, seorang hamba yang tidak mampu mencapai target ini akan kehilangan kesempatan yang sangat mahal untuk menduduki posisi terhormat di mata Allah SWT.
            Rasulullah SAW sangat menaruh perhatian akan hal ini, sehingga seluruh ajarannya mengarah pada satu hal, yaitu mencapai ibadah yang sempurna dan akhlak yang mulia.
”Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik (ikhsan).” (QS al-Baqarah: 195).
 
Keunggulan Ibu Shalihah vs Ibu Gagal
            Setiap orang pasti menginginkan kebahagian hidup di dunia dan di akherat. Sumbang sih dari seorang ibu yang tidak biasa (extra ordinary mom) sangat penting. Peranan seorang ibu shalihah merupakan modal yang  tak ternilai untuk mencapai kehidupan bahagia dunia dan akherat  baik bagi suami, anak dan diri sendiri.  Tentu peran ibu shalihah akn  berdampak terhadap kejayaan bangsa dan negara untuk jangka panjang. Namun bagi ibu yang jauh dari keshalihan (baca: ibu gagal), alamat akan menghantarkan kepada neraka dunia bahkan sampai di akherat
            Penghormatan Islam yang tertinggi kepada para ibu, antara lain tergambar dalam sabda Nabi SAW:
Syurga itu berada di bawah telapak kaki ibu” . (HR. Ahmad).
            Surga sangat identik dengan kebahagiaan, ibu yang disebut dalam hadis di atas tentu ibu yang baik, bukan sembarang ibu atau ibu gagal.
            Untuk menggambarkan secara sederhana antara ibu yang shalihah dengan ibu yang gagal  adalah sebagai berikut:
            Ibu shalihah selalu menjaga nama baik suami, anak dan diri sendiri
            Ibu  gagal  merasa tidak peduli arti kehormatan,
            Ibu shalihah adalah ibu penyantun dan penyabar
            Ibu  gagal  ibu yang mudah marah dan malas belajar menjadi sabar
            Ibu shalihah  merasa jalan keluar itu sulit tapi mungkin dilakukan
            Ibu  gagal  merasa jalan keluar itu sulit
            Ibu shalihah  memiliki cita-cita luhur  yang akan diwujudkan
            Ibu gagal  memilikli angan-angan dan mimpi yang mengacaukan
            Ibu shalihah  bergaul dengan manusia luhur
            Ibu gagal bergaul tidak peduli arti keluhuran
            Ibu shalihah  berusaha bahagia dalam menjaga amanat sebagai ibu
            Ibu gagal  merasa susah dalam mengemban  amanat
Ibu shalihah  melihat masa yang akan depan dengan menanam kebaikan
            Ibu gagal melihat masa lalu dan tenggelam dengannya
            Ibu shalihah  memilih dan memikirkan apa yang dia akan katakan
            Ibu gagal  mengatakan apa yang dia pilih dengan ketidaksabaran
Ibu shalihah  berdebat dengan kemampuan dan bahasa yang lembut
Ibu gagal  berdebat dengan kelemahan dan bahasa yang kasar
Ibu shalihah rela intropeksi diri
Ibu gagal senang mencari kekurangan orang lain
            Ibu shalihah  membuat masalah rumit menjadi sederhana
            Ibu gagal membuat masalah sederhana  menjadi  sulit
            Negeri  yang kita cintai ini merindukan  kehadiran  ibu shalihah, dari sentuhannyalah akan lahir generasi shalih dan shalihah yang selalu perpegang  pada aklakul karimah . Doa dan harapan mari kita panjatkan atas kehadiran umi shalihah. Allahu a'lam bishawaf…

Posting Komentar