DAFTAR LABELKU (klik saja jangan ragu-ragu)

Minggu, 01 Juli 2012

MEMAHAMI KEWIRAUSAHAAN DAN MENDIDIK ANAK MENJADI WIRAUSAHAWAN

DEFINISI KEWIRAUSAHAAN
          Istilah kewirausahaan kata dasarnye berasal dari terjemahan entrepreneur yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan arti between taker atau go-between. Pada pertengahan istilah entrepeneur digunakan untuk menggambarkan seorang aktor sebagai orang yang memimpin proyek produksi. Secara lengkap wirausaha dinyatakan oleh Joseph Schumpeter dalam www.astraventura.co.id sebagai orang yang mendobrak sistem ekonomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yangbaru, dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan baku baru. Orang tersebut melakukan kegiatannya melalui organisasi bisnis yang baru atau pun yang telah ada. Dalam definisi tersebut ditekankan bahwa wirausaha adalah orang yang melihat adanya peluang kemudian menciptakan sebuah organisasi untuk memanfaatkan peluang tersebut. Sedangkan proses kewirausahaan adalah meliputi semua kegiatan fungsi dan tindakan untuk mengejar dan memanfaatkan peluang dengan menciptakan suatu organisasi.

SIFAT - SIFAT YANG PERLU DIMILIKI WIRAUSAWAN
Seorang wirausahawan hendaknya seorang yang mampu menatap masa dengan dengan lebih optimis.
Melihat ke depan dengan berfikir dan berusaha. Usaha memanfaatkan peluang dengan penuh
perhitungan. Menurut penelitian, ciri-ciri yang mesti dimiliki oleh seorang wirausaha adalah :
1. Percaya diri
2. Berorientasi tugas dan hasil
3. Pengambil resiko
4. Kepemimpinan
5. Keaslian
6. Berorientasi masa depan
7. Kreatifitas

Demikian banyak ciri-ciri yang mesti dimiliki, akan tetapi tidak semuanya harus dimiliki.
Menurut Fadel Muhammad, ada sekitar tujuh ciri yang merupakan identitas seorang wirausaha, yaitu :
a. Kepemimpinan
b. Inovasi
c. Cara pengambilan keputusan
d. Sikap tanggap terhadap perubahan
e. Bekerja ekonomis dan efisien
f. Visi masa depan
g. Sikap terhadap resiko

Bygrave menggambarkan wirausaha dengan konsep 10 D, yaitu :
-- Dream ; mempunyai visi terhadap masa depan dan mampu mewujudkannya
-- Decisiveness ; tidak bekerja lambat, membuat keputusan berdasar perhitungan yang tepat.
-- Doers ; membuat keputusan dan melaksanakannya
-- Determination ; melaksanakan kegiatan dengan penuh perhatian
-- Dedication ; mempunyai dedikasi tinggi dalam berusaha
-- Devotion ; mencintai pekerjaan yang dimiliki
-- Details ; memperhatiakn faktor-faktor kritis secara rinci
-- Destiny ; bertanggung jawab terhadap nasib dan tujuan yanghendak dicapai
-- Dollars ; motivasi bukan hanya uang
-- Distribute ; mendistribusikan kepemilikannya terhadap orang yang dipercayai

Kelemahan wirausaha Indonesia menurut Heidjrachman Ranu Pandojo yang perlu diperbaiki adalah :
---- Sifat mentalitet yang meremehkan mutu
---- Sifat mentalitet yang suka menerabas
---- Sifat tidak percaya pada diri sendiri
---- Sifat tidak berdisiplin murni
---- Sifat mentalitet yang suka mengabaikan tanggunjawab yang kokoh

PERENCANAAN USAHA (BUSINESS PLAN)
Pengertian
Pada awal berdirinya usaha, diperlukan suatu acuan atau rencana agar usaha tersebut dapat berjalan
sesuai dengan apa yang diinginkan. Perencanaan usaha atau business plan adalah suatu dokumen
yang menyatakan keyakinan akan kemampuan sebuah bisnis untuk menjual barang atau jasa dengan
menghasilkan keuntungan yang memuaskan danmenarik bagi penyandang dana.
Jadi business plan adalah dokumen tertulis yang disiapkan oleh wirausaha yang menggambarkan
semua unsur yang relevan baik internal mapupun eksternal mengenai suatu perusahaan untuk
memulai usahanya. Business plan dibuat untuk jangka panjang ataupun jangka pendek. Perincian
business plan tergantung pada perusahaan yang akan memulai operasinya. Sehingga pihak penyedia
dana akan tertarik untuk ikut serta dalam usaha tersebut.

Kerangka Perencanaan Usaha (Business Plan Frame)
Perencanaan usaha pada umumnya disusun dengan memuat pokok-pokok perencanaan, yaitu :
1. Nama perusahaan
2. Lokasi :
   a. Lokasi perusahaan
   b. Lokasi pertokoan
   c. Lokasi perusahaan
   d. Lokasi perkantoran
   e. Lokasi pabrik
3. Komoditi yang diusahakan
4. Konsumen yang dituju
5. Pasar yang akan dimasuki
6. Partner yang akan diajak kerjasama
7. Personal yang dipercaya untuk menjalankan perusahaan
8. Jumlah modal yang diharapkan dan yang tersedia
9. Peralatan perusahaan yang perlu disediakan
10. Penyebaran informasi/promosi

Bentuk Formal Perencanaan Usaha (Business Plan Form)
1. Halaman depan
2. Daftar isi
3. Rangkuman eksekutif
4. Penjelasan tentang perusahaan
5. Pemasaran
6. Barang dan jasa yang dihasilkan
7. Usaha meningkatkan penjualan
8. Permodalan
9. Apendix

Memahami 9 Aspek Penting Sebelum Memulai Usaha

Memulai bisnis bagi kebanyakan orang bukanlah hal yang mudah. Hal yang klasik, banyak pertimbangan di sana sini sehingga tak jarang membuat orang urung memulai bisnis. Semestinya memulai bisnis tidak menjadi salah satu sumber ketakutan bagi setiap orang. Untuk menghilangkan ketakutan dalam memulai bisnis, seseorang bisa membuat persiapan bisnis yang matang sehingga dapat menjalaninya dengan optimistis.
Salah satu seminar Gerald Abraham salah seorang penasehat bisnis pada sebuah firma hukum, juga pemilik dan direktur sebuah konsultan keuangan di tahun 2006, berisi tentang menjadi sukses dengan memahami 9 aspek penting sebelum memulai usaha.
1. Memahami konsep produk atau jasa secara baik
Sebelum memulai suatu usaha maka hal yang terpenting adalah pemahaman kita akan konsep produk atau jasa yang akan menjadi bisnis inti. Kita perlu memahami bukan hanya secara teknis produksi tetapi juga pasar dan prospek mulai daripada lingkungan yang terkecil kepada lingkungan yang terbesar. Dalam topik ini dibahas secara menyeluruh aspek-aspek yang penting dalam melakukan analisa atas kelayakan dan prospek produk termasuk produk-produk yang sama sekali baru dengan melihat sisi human behavior, kebutuhan pasar dan lainnya.
2. Membuat visi dan misi bisnis
Setiap orang yang mau memulai bisnis harus mengetahui visi dan misi yang akan menjadi panduan seseorang untuk tetap fokus kepada tujuan bisnis dan organisasi yang awal. Seringkali suatu usaha pada saat mulai berkembang pada tahap berikutnya mengalami kegagalan karena organisasi tersebut tidak memfokuskan diri kepada peningkatan kemajuan bisnis awal tetapi terlalu banyak mencoba mengembangkan bidang usaha lain yang baru. Dalam topik ini setiap orang akan belajar bagaimana membuat visi dan misi dalam kaitannya dengan latar belakang pribadi dan pengetahuan usaha yang akan anda rintis.
3. Perlunya winning, positive dan learning attitude untuk menjadi sukses
Sikap mental merupakan kunci keberhasilan atas usaha anda selain daripada pemahaman usaha anda. there is no over night success sesuatu yang harus dicamkan daripada setiap calon “entrepreneur” karena dibutuhkan waktu, sikap tidak menyerah, proses belajar secara kesinambunga, dan melihat permasalahan secara positif yang tidak membuat anda menjadi patah semangat namun melihat setiap peluang dan belajar atas setiap kegagalan.Anda akan belajar untuk mengembangkan sikap-sikap diatas untuk menjadi “bisnis entrepreneur” yang sukses.
4. Membuat perencanaan dan strategi bisnis yang efektif akan menghindari usaha daripada risiko bisnis dan keuangan.
Secara statistik hampir seluruh kegagalan bisnis kecil dan menengah disebabkan karena tidak adanya atau kurang efektifnya perencanaan bisnis yang anda buat. Asumsi-asumsi seperti kapasitas produksi, tingkat utilisasi produksi, proyeksi kenaikan harga dan biaya dan aspek lainnya dalam perencanaan bisnis haruslah menggambarkan secara akurat realitas pasar atau praktek yang ada dalam suatu industri. Sistematika perhitungan dan proyeksi pendapatan dan biaya harus dibuat secara tepat sehingga membantu setiap calon pengusaha untuk menghitung secara akurat kebutuhan modal investasi dan modal kerja termasuk struktur biaya untuk persiapan awal, tahap percobaan, produksi secara komersial, inventori, distribusi, pemasaran, administrasi, sumber daya manusia dan juga komponen pendapatan usaha yang terdiri dari pendapatan inti dan tambahan. Pemahaman yang baik atas hal ini juga akan membantu calon entrepreneur untuk dapat mengindentifikasi potensi resiko bisnis, manajemen dan keuangan dan membuat langkah-langkah pengendalian untuk dapat menghindari setiap resiko tersebut.
5. Pengetahuan dasar manajemen, organisasi dan sistem akan menghindari usaha daripada risiko manajemen.
Setiap usaha dari yang paling kecil sekalipun membutuhkan manajemen yang baik untuk memastikan proses pemasaran, produksi, distribusi dan penjualan berlangsung dengan baik. Sistem manajemen yang buruk akan mengakibatkan adanya biaya yang tidak perlu seperti bahan baku yang terbuang, pekerja yang tidak produktif karena pengawasan yang tidak efektif dan deskripsi pekerjaan yang tidak jelas, koordinasi dan komunikasi antar pegawai yang tidak efektif sehingga banyak keputusan yang terlambat, perekrutan pegawai yang tidak efektif sehingga banyak pegawai yang keluar masuk dan membuang banyak waktu dan biaya, pelatihan yang tidak baik sehingga produktivitas pegawai yang rendah dan masih banyak lagi permasalahan organisasi. Dalam topik ini kami akan memberikan pengetahuan dasar dan aspek-aspek yang sangat penting yang harus dipelajari oleh calon bisnis entrepreneur untuk menghindari resiko manajemen yang dapat menyebabkan kegagalan usaha.
6. Optimalisasi sumber daya manusia maka 50% usaha Anda sudah berhasil.
Sumber Daya Manusia atau SDM merupakan salah satu kunci keberhasilan usaha yang sangat penting. Banyak pakar yang menyadari bahwasanya untuk memulai usaha seringkali apabila kita merekrut pegawai yang tepat dan berpotensi sangat baik dapat menutup kelemahan manajemen, organisasi dan sistim dalam jangka pendek. Dengan SDM yang tepat maka kita sudah setengah jalan untuk menjadi sukses. Topik ini akan membantu kita untuk memahami kriteria pegawai yang baik dan sesuai dengan kebutuhan usaha, manajemen SDM secara umum termasuk sistim penilaian kinerja pegawai sehingga setiap pegawai akan merasa puas dan juga bagaimana memotivasi pegawai baik secara psikologi umum maupun dengan sistim insentif untuk mengoptimalkan kinerja pegawai.
7. Mengapa kreativitas, kepemimpinan dan proses pembuatan keputusan sangat penting?
Dalam memulai usaha umumnya setiap calon entrepreneur akan mengalami banyak permasalahan dan krisis. Banyak kegagalan terjadi karena kurangnya kreativitas, kepemimpinan dan pembuatan keputusan yang tepat untuk mencari solusi yang baik. Kreativitas seperti “thinking outbox” atau kemampuan melakukan analisa permasalahan di luar pemahaman yang sudah ada dan mencari alternatif solusi yang kreatif akan sangat membantu usaha anda untuk berhasil. Kreativitas juga akan sangat membantu anda untuk menyesuaikan produk-produk anda agar dapat diterima oleh pasar dan juga melihat berbagai peluang dalam membangun usaha anda. Kepemimpinan sangat penting dalamkrisis untuk membuat setiap pegawai dan semua orang yang terlibat dalam usaha anda percaya bahwasanya anda tidak panik, menjadi tempat last resort solusi atas semua permasalahan dan menjadi panutan. Proses Pembuatan Keputusan akan membantu anda dalam mencari alternatif solusi dan memilih yang terbaik untuk usaha dan organisasi anda. Dalam topik ini anda akan mendapatkan cara-cara mengembangkan kreativitas usaha anda, ciri-ciri kepemimpinan yang cocok dengan latar belakang pribadi anda dan bagaimana proses yang benar dalam membuat keputusan dalam setiap permasalahan.
8. Pengetahuan dasar pengelolaan keuangan dan pembiayaan
Pemahaman atas aspek ini adalah sangat penting dalam perkembangan usaha anda. Seringkali produksi terganggu karena pengelolaan keuangan yang tidak baik seperti kekurangan dana untuk pembelian bahan baku, alat-alat produksi dan lainnya. Dalamtopik ini akan dibahas pengetahuan dasar atas cash flow atau arus kas yang seperti darah dalam tubuh manusia, biaya pendanaan, pembiayaan modal kerja dan investasi, struktur modal, aset perusahaan, penyertaan modal dan lainnya.
9. Pemasaran, pelayanan dan product brand
Pemasaran merupakan ujung tombak keberhasilan penjualan produk atau jasa. Sebaik apapun produk atau jasa tanpa pemasaran yang baik maka akan sangat sukar untuk meningkat penjualan dan keuntungan usaha. Di lain pihak tanpa pelayanan yang baik kepada pelanggan maka akan sangat sukar suatu usaha untuk memperoleh pelanggan yang loyal yang merupakan kunci perkembangan usaha. Dengan pelanggan yang loyal maka pekerjaan pemasaran akan lebih mudah karena pelayanan yang baik akan menciptakan product brand yang baik kepada calon pelanggan baru. Dalam topik ini akan dibahas secera menyeluruh semua aspek penting dalam membuat strategi pemasaran, identifikasi pelayanan yang dibutuhkan pelanggan dan bagaimana menciptakan product brand dan efeknya kepada keberhasilan usaha.

10 Langkah Memulai Bisnis

Berikut ini 10 langkah yang bisa memandu pebisnis menyusun bisnis dam membuatnya sukses.
1. Kerjakan apa yang Anda sukai. Anda akan mencurahkan banyak waktu dan energi untuk memulai sebuah bisnis dan membangunnya menjadi usaha yang berhasil, jadi sangat penting bahwa Anda sangat menikmati secara mendalam apa yang Anda kerjakan, apakah menjalankan sewa pemancingan, mengkreasikan tembikar atau memberikan nasehat keuangan.
2. Mulai bisnis Anda ketika Anda masih bekerja. Berapa lama paling banyak orang bisa tanpa uang? Tidak lama. Dan ini akan menjadi waktu yang lama sebelum bisnis baru Anda benar-benar membukukan keuntungan. Menjadi karyawan ketika memulai bisnis berarti ada uang di saku ketika Anda memasuki proses memulai bisnis.
3. Jangan kerjakan hal tersebut sendirian. Anda membutuhkan dukungan ketika memulai bisnis (dan setelahnya). Seorang anggota keluarga atau teman yang dapat memberikan ide dan akan mendengat secara simpatik hingga hal penting tarakhir memulai bisnis tidak ternilai harganya.
4. Pertama dapatkan klien atau pelanggan. Jangan menanti sampai Anda telah secara resmi memulai bisnis hingga garis ini, karena bisnis Anda tidak dapat bertahan tanpa mereka. Kembangkan jaringan atau network, buat kontak. Jual atau berikan produk atau jasa Anda. Anda tidak dapat memulai pemasaran terlalu cepat.
5. Tulis perencanaan bisnis. Alasan penting membuat rencana bisnis adalah langkah ini dapat membantu Anda menghindari habisnya waktu dan uang mwmulai bisnis yang tidak akan sukses.
6. Lakukan riset. Anda akan mengerjakan banyak penelitian sepanjang rencana bisnis, tetapi itu barulah awalnya. Anda untuk menjadi ahli dalam industri Anda, produk dan jasa. Jika Anda telah selesai. Bergabung pada asosiasi industri atau profesional yang berhubungan dengan bisnis Anda sebelum memulai bisnis merupakan ide yang bagus.
7. Dapatkan bantuan profesional. Di satu sisi, hanya karena Anda menjalankan bisnis kecil, bukan berarti Anda harus menjadi ahli di bidang apa pun. Jika Anda bukan seorang akuntan, hire lah satu atau dua orang misalnya. Jika Anda ingin menulis kontrak, dan Anda bukanlah seorang lawyer, hire lah 1 orang. Anda akan membuang lebih waktu dan munkin juga uang untuk mencoba melakukannya sendiri pekerjaan dimana Anda tidak memiliki kualifikasi untuk mengerjakannya.
8. Dapatkan uang. Simpan jika harus, mendekati investor potensial dan pemberi pinjaman. Gambarkan perencanaan keuangan jatuh ke belakang. Jangan mengharapkan memulai bisnis dan kemudian berjalan ke dalam bank dan mendapatkan uang. Pemberi pinjaman tradisional tidak seperti ide baru dan tidak seperti bisnis tanpa pembuktian track records.
9. Jadi lah profesional semenjak memulai. Segala sesuatu tentang Anda dan cara Anda menjalankan bisnis membuat orang-orang tahu bahwa Anda seorang profesional yang menjalankan sebuah bisnis yang serius. Ini berarti mendapatkan semua pelrengkapan seperti kartu bisnis profesional, telepon bisnis, dan alamat email bisnis, dan memperlakukan orang secara profesional, cara yang sopan.
10. Jalankan hukum dan keluarkan pajak dengan benar pada kali pertama. Hal tersebut lebih sulit dan lebih mahal dibandingkan mengerjakannya setelah itu. Apakah bisnis anda butuh teregistrasi? Akankah Anda harus memiliki asuransi untuk karyawan atau deal dengan pajak gaji? Akan bagaimana bentuk bisnis yang Anda pilih mempengaruhi situasi pajak pendapatan Anda? Pelajari kewajiban pajak dan hukum sebelum Anda memulai bisnis dan mengoperasikannya.
RENCANAN PEMASARAN (MARKETING PLAN)
Ruang Lingkup Marketing Plan
Marketing plan merupakan bagian dari business plan. Menurut Bygrave, perencanaan pemasaran ini
harus melakukan penganalisaan terhadap situasi perusahaan danlingkungannya, analisa dan
penilaian peluang, kekuatan, kelemahan, kendala yang dihadapi juga gambaran sasaran konsumen dan
strategi pemasaran yang digunakan.
Inti utama dari pelaksanaan marketing plan ini adalah :
1. Analisa siatuasi lingkungan dan peluang pasar
2. Mengembangkan sasaran pemasaran
3. Menetapkan strategi pemasaran
4. Menciptakan taktik atau tindakan pelaksanaan
Kriteria marketing plan yang baik adalah :
1. Berdasarkan fakta dan asumsi yang benar
2. Teknik promosi yang efektif
3. Respon perubahan harga di pasar
4. Jaringan saluran distribusi
5. Keadaan persaingan yang sehat
6. S W O T perusahaan yang baik
7. Sumberdaya yang memadai

Konsep A I D A + S
Adapun konsep AIDA+S ini dapat diartikan sebagai berikut :
    A = attention (perhatian)
    I = Interest (tertarik)
    D = Desire (keinginan)
    A = Action (tindakan)
    S = Satisfaction (kepuasan)
Konsep ini berlaku bagi usaha yang kegiatannya menarik konsumen.

Konsep Pemasaran Yang Harus Dilaksanakan
Konsep produk (Product Concept)
a. Orientasi pada produk (Product Orientations)
b. Orientasi penjualan (Selling Orientations)
c. Orientasi pasar (Market Orientations)
d. Orientasi tanggungjawab (Responsibilities Orientations)

Pendekatan Pemasaran
1. Commodity Approach (Pendekatan Komoditas)
2. Institutional Approach (Pendekatan Institusional)
3. Functional Approach (Pendekatan Fungsional)

Komoditi Yang Akan Dipasarkan
1. Barang konsumsi :
    a. Barang konvinien
    b. Barang Shopping
    c. Barang spesial
    d. Barang instan
2. Barang hasil bumi
3. Barang industri
4. Jasa

Strategi Pemasaran
Merupakan pola keputusan dalam perusahaan yang menentukan sasaran, maksud atau tujuan yang
menghasilkan kebijaksanaan utama dan merencanakan untuk pencapaian tujuan serta merinci jangkauan bisnis yang akan dicapai.
Strategi pemasaran adalah memilih dan menganalisa pasar sasaran yang merupakan suatu kelompok orang yang ingin dicapai oleh perusahaan dan menciptakan suatu bauran pemasaran yang cocok dan yang dapat memuaskan pasar sasaran tersebut.
Ada dua variabel yang harus diperhatikan dalam menyusun strategi pemasaran, yaitu :
1. Variabel yang dapat dikontrol :
    a. Segmentasi pasar
    b. Anggaran pasar
    c. Waktu
    d. Bauran pemasaran
2. Variabel yang tidak dapat dikontrol :
    a. Keadaan persaingan
    b. Perkembangan teknologi
    c. Perubahan demografi
    d. Kebijakan politik dan ekonomi oleh pemerintah
    e. Sumberdaya alam

Pengembangan Produk
Tujuan utama dari pengembangan produk adalah :
1. Memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen
2. Memenangkan persaingan
3. Meningkatkan volume penjualan
4. Memberdayakan sumber-sumber produksi
5. Mencegah kebosanan konsumen

Menyusun Marketing Plan
Format perencaan pemasaran pada setiap perusahaan tidak mesti sama, akan tetapi tergantung dari bentuk perusahaan yang akan melakukan pemasaran. Sebagai acuan, berikut contoh format marketing plan yang biasa digunakan :
1. Analisa situasi (SWOT) perusahaan
2. Tujuan pemasaran
3. Strategi inti/utama
4. Jadwal pelaksanaan
5. Anggaran pemasaran
6. Pengawasan/kontrol


Pasar Faktor Produksi Kewirausahaan




Faktor produksi kewirausahaan merupakan bahasan terakhir dari kegiatan belajar dua. Apakah Anda sudah siap untuk menuntaskan pembahasan kegiatan belajar dua?

Selama ini masih sering terdengar bahwa pengusaha dan wirausaha memiliki pengertian yang sama, padahal berdasarkan sikap dan perilaku terhadap kegiatan usaha pengertian pengusaha berbeda dengan wirausaha. Sekarang Anda perhatikan perbedaan tersebut.

Pengusaha adalah orang yang menjalankan kegiatan usaha baik usaha jual-beli, maupun usaha produksi yang tujuan utamanya adalah mendapatkan keuntungan dan menanggung resiko yang akan terjadi dalam kegiatan usahanya. Contohnya seperti Pengusaha Tahu dan Tempe.

Wirausaha adalah orang yang mampu mencari dan memanfaatkan peluang usaha serta mendapat sumber dana dan sumber daya yang diperlukan untuk kegiatan usaha, dan berani menanggung resiko yang akan terjadi dalam kegiatan usahanya. Contoh: Manajer Perusahaan Sepatu.

Jadi dari dua pengertian tersebut di atas, jelas bahwa kewirausahaan mempunyai pengertian yang lebih luas dibanding dengan pengertian pengusaha. Dengan kata lain seorang pengusaha belum tentu merupakan kewirausahawan, sedangkan seorang wirausahawan sudah pasti merupakan pengusaha.

Di dalam pengelolaan perusahaan, kemampuan pengusaha sangat menentukan, sehingga keberhasilan atau maju-mundurnya kegiatan usaha sangat bergantung pada kecakapan pengusaha. Pengusaha yang berhasil meningkatkan kemajuan usaha tercermin dengan semakin meningkat keuntungan perusahaan. Oleh karena itu laba perusahaan merupakan bentuk imbalan yang harus diterima oleh seorang wirausahawan.

Selanjutnya kita akan membahas mengenai apa itu laba pengusaha.

1)
Laba Pengusaha
Dalam kegiatan perusahaan laba atau keuntungan ditentukan dengan cara mengurangi hasil penjualan yang diperoleh dengan berbagai biaya yang dikeluarkan. Dalam selisih antara penjualan dengan biaya, tentu akan terdapat tiga kemungkinan. Kemungkinan pertama, adalah penjualan lebih besar dari biaya, yang disebut untung. Kedua penjualan lebih kecil dari biaya disebut rugi dan ketiga penjualan sama dengan biaya disebut seimbang (impas).
2)
Teori Laba Pengusaha
Mungkin Anda masih merasa belum jelas, mengapa faktor kewirausahaan mendapat imbalan berupa laba. Untuk memperjelas hal tersebut berikut ini akan dikemukakan teori-teori yang berhubungan dengan laba.

a.
Teori Adam Smith dan David Ricardo
Keuntungan pengusaha adalah keuntungan yang diperoleh pengusaha karena melekatkan modalnya dalam perusahaan. Jadi keuntungan pengusaha itu mereka anggap terdiri dari:
1. bunga modal; dan
2. upah pengusaha.
b.
Teori Keuntungan Pengusaha dari Jean Baptiste Say
Menurut Say, tugas utama pengusaha adalah memimpin dan mengamati perusahaan. Untuk tugas tersebut diterimanya upah pengusaha. Jadi menurut Say bunga modal itu dipisahkan dan tidak dimasukkan ke dalam keuntungan pengusaha.

Dengan demikian, imbalan bagi para pemilik modal disebut bunga, sedang imbalan bagi para pengusaha termasuk di dalamnya premi resiko disebut upah.
c.
Teori Nilai Lebih menurut Karl Marx
Terciptanya laba pengusaha menurut Karl Marx disebabkan karena adanya pembayaran upah oleh pengusaha kepada pekerja yang dilakukan lebih rendah dibandingkan dengan prestasi yang diberikan oleh pekerja tersebut kepada perusahaan.
Selisih antara tingkat upah dengan tingkat prestasi inilah yang lambat laun secara kumulatif membentuk laba pengusaha. Contoh: Misalkan tenaga kerja dengan nilai Rp. 5.000,00, hanya dibayar Rp. 4.000,00. Dan selisih sebesar Rp. 1.000,00 merupakan laba pengusaha.
d.
Teori Dinamis menurut J.B. Schumpeter
Seorang pengusaha harus lebih dinamis mengembangkan kegiatan usahanya dan mampu mengkombinasikan berbagai faktor produksi ke arah tingkat efisiensi yang paling baik, yang cukup besar pengaruhnya terhadap pembentukan upah dan laba perusahaan.
Bagaimana? Apakah sampai pada pembahasan sumber daya kewirausahaan ini Anda masih ada yang belum jelas? Jika belum cobalah Anda baca sekali lagi dengan lebih cermat. Jika Anda telah memahami, kerjakanlah latihan soal di bawah ini!





 
1.
Bunga modal merupakan bentuk balas jasa yang diberikan pengusaha karena menggunakan ....
2.
Faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi rendanya tingkat bunga adalah ....
3.
“Bunga adalah merupakan balas jasa yang diberikan kepada pemilik modal karena telah melakukan pengekangan”. Pernyataan tersebut merupakan pernyataan dari ... disebut teori ....
4.
Modal dapat diklasifikasikan dalam beberapa penggolongan bahan baku dan bahan pembantu menurut sifatnya termasuk ....
5.
Jika seorang penjual memiliki omzet penjualan sebesar Rp. 400.000.000,00 dan biaya yang dikeluarkan sebesar Rp. 270.000.000,00, maka apa yang akan dialami penjual tersebut?
6.
Laba pada dasarnya merupakan bunga modal dan upah pengusaha. Pendapat tersebut dikemukakan oleh ....

Latihan ini bisa Anda kerjakan secara individu atau kelompok.
Setelah selesai seluruh latihan Anda kerjakan, maka Anda akan menilai mengenai kemampuan pemahaman terhadap materi pasar faktor produksi modal dan pasar faktor produksi kewirausahaan. Jawaban yang Anda berikan dapat dibandingkan dengan kunci jawaban berikut ini.





1.
Faktor produksi sumber daya modal.
2.
a. Perbedaan resiko
b. Jangka waktu pinjaman
c. Biaya administrasi pinjaman
3.
Nassau Williem Senior dan Marshall yang disebut teori abstinence.
4.
Modal lancar.
5.
Pengusaha mendapat keuntungan sebesar Rp. 130.000.000,00 yaitu selisih penjualan dikurangi biaya atau Rp. 400.000.000,00 - Rp. 270.000.000,00.
6.
Adam Smith dan David Ricardo.

PROFIL USAHA
Pengembangan Wawasan Jenis Bidang Usaha
Banyak usaha yang dapat dilakukan, yang mana biasanya tergantung pada beberapa hal berikut :
1. Minat dan keinginan
2. Modal
3. Relasi atau hubungan
4. Peluang dan kesempatan

Beberapa Jenis Bidang Usaha
1. Perdagangan besar :
   Adalah segala aktifitas pemasaran yang menggerakkan barang dari produsen ke pedagang eceran
   ke lembaga pemasaran lain.
2. Perdagangan eceran :
    Yaitu suatu kegiatan menjual barang dan jasa kepada konsumen akhir.
3. Pedagang kaki lima :
    Merupakan kegiatan perdagangan yang dilakukan oleh golongan kecil, yang berjualan barang
    kebutuhan sehari-hari, dengan modal yang relatif kecil.
    Ciri-ciri pedagang kaki lima yaitu :
    a. Kegiatan usaha tidak terorganisir dengan baik
    b. Tidak memiliki izin tempat usaha
    c. Kegiatan usaha tidak teratur
    d. Bergerombol disuatu tempat
    e. Menjajakan dagangan dengan gerakan fisik
4. Waralaba
    Adalah sebagai pelimpahan dari pabrikan atau distributor suatu produk atau jasa yang diberikan
    kepada agen-agen lokal atau pengecer dengan membayar sejumlah royalti.

JALAN MENUJU WIRAUSAHA SUKSES
Menurut Murphy and Peek, ada sekitar delapan hal yang menjadi suatu anak tangga agar seorang wirausaha dapat mengembangkan profesinya. Hal tersebut adalah :
1. Mau bekerja keras (capacity for hard work)
2. Bekerja sama dengan orang lain (getting things done with and through people)
3. Penampilan yang baik (good appearance)
4. Yakin (self confident)
5. Pandai membuat keputusan (making sound decision)
6. Mau menambah ilmu pengtahuan (college education)
7. Ambisi untuk maju (ambition drive)
8. Pandai berkomunikasi (ability to communicate)

Menurut Zimmerer, karakteristik wirausaha yang sukses adalah :
1. Komitmen tinggi terhdap tugas
2. Mau bertanggungjawab
3. Mempertahankan minat kewiraushaan dalam diri
4. Peluang untuk mencapai obsesi
5. Toleransi terhadap resiko dan ketidakpastian
6. Yakin pada diri sendiri
7. Kreatif dan fleksibel
8. Ingin memperoleh balikan segera
9. Enerjik tinggi
10. Motivasi untuk lebih unggul
11. Berorientasi masa depan
12. Mau belajar dari kegagalan
13. Kemampuan memimpin

 
Mendidik Mental Wirausaha Anak Sejak Dini
Indonesia sebagai negara besar yang memiliki penduduk sekitar 230 juta jiwa masih sangat minim memiliki wirausahawan. Berdasar data, hanya sekitar 0,18% penduduk Indonesia dari total penduduk yang merupakan wirausahawan. Padahal secara konsensus, sebuah negara agar bisa maju, minimal harus memiliki wirausahawan minimal 2% dari total penduduknya.

Peluang untuk tumbuhnya wirausahawan di negeri ini sebenarnya cukup besar, namun anehnya pengangguran dari waktu ke waktu justru makin meningkat. Salah satu penyumbang besar pengangguran dan terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu adalah mereka yang berstatus sarjana. Dunia wirausaha menjadi pilihan ke-2 setelah menjadi karyawan, baik itu karyawan PNS maupun swasta. Sepertinya telah terjadi sesuatu secara sistematis di negri ini. Kenapa? Karena di jaman nenek moyang kita, jarang kita menemukan pengangguran, hamper semua masyarakat berkarya sebagai, petani, nelayan, pedagang atau profesi lain.

Sepertinya ada pergeseran budaya di masyarakat kita. Dahulu, pekerjaan diwariskan dari orang tua turun temurun. Tidak seperti sekarang, pekerjaan dicari, dilamar, dan kemudian diterima atau ditolak. Orang tua jaman sekarang merasa cukup dengan membekali anak dengan pendidikan tinggi.Asalkan otak cerdas, mereka yakin, pekerjaan telah menanti.

Tidak sedikit orang tua jaman sekarang, menjadikan anak pandai menghafal pelajaran, namun tercerabut dari realitas kehidupan. Ada keluarga petani atau keluarga pedagang, asal anak bisa jadi juara di kelas (di sekolah) maka mereka tidak usah ikut serta untuk turun kesawah membawa cangkul, atau turun ke gudang untuk merapikan barang- barang dagangan, karena itu bukalah pekerjaan seorang anak sekolah. Kerja anak sekolah hanya cukup memegang pulpen saja untuk menulis. Kondisi seperrti ini ternyata sudah menjadi fenomena dalam banyak keluarga. Perlakuan seperti ini sangat berkesan dalam memori anak. Sehingga anak- anak yang berdomisili di daerah agraris cukup banyak yang menjadi gengsi atau inferior complex (minder atau rendah diri) untuk melakukan pekerjaan yang mereka anggap sebagai kerja kasar seperti yang dilakukan oleh kakek, paman, ayah, atau tetangga mereka. Maka inilah awalnya mengapa nilai life skill (kecakapan hidup) tercerabut dari lingkungan keluarga atau budaya anak kita.

Membiasakan Anak Sejak Dini

Iskandar, salah seorang anak SD Tripusaka ini mengayuh sepeda onthelnya menuju pasar klewer. Matahari yang sedang terik-teriknya, tidak menjadikan dirinya tetap tinggal dirumah. Sudah menjadi kesepakatan dalam keluarganya, bahwa sepulang sekolah, Iskandar harus segera ke pasar Klewer mengantar rantang makan siang untuk mamanya yang sedang menjaga toko, setelah itu ikut membantu mamanya berjualan.

Iskandar tidak merasa malu dengan tugas yang ia emban. Menurutnya, sudah menjadi kebiasaan keluarganya untuk berbagi tugas. Bukan hanya dia yang melakukan hal serupa. Banyak teman-teman sesama keturunan cina juga membantu orang tuanya kerja dibengkel, jaga toko, menjadi tukang cuci piring direstoran milik keluarga, dll.

Kebiasaan membantu orang tua dalam menjalankan bisnis, lambat laun menjadi sebuah pelajaran yang berharga bagi sang anak. Mereka jadi lebih tahu akan ilmu bisnis yang hampir pasti tidak mereka dapatkan dimeja sekolah. Mental bisnis ini terbentuk seiring dengan perkembangan jiwa mereka.

Fenomena Iskandar dan teman-temannya di atas, merupakan fenomena biasa yang dapat ditemui. Pembagian tugas antar anggota keluarga dengan tanggung jawab penuh, secara bertahab bisa menjadikan mental anak lebih mandiri dibanding dengan anak-anak yang dididik dengan cara ”apa saja disediakan, tinggal minta orang tua” alias manja.

Sedangkan fenomena Iskandar dan teman-temannya merupakan suatu tahap pendidikan dari orang tua agar anaknya melek bisnis. Yang pada tahap tertentu menghasilkan mental wirausaha anak sejak dini.

Fenomena inilah yang jarang ditemui dalam pola didik orang tua jawa/pribumi. Tidak sedikit orang kaya jawa/pribumi yang anaknya tidak mampu mengikuti kesuksesan orang tua. Memang banyak faktor penyebab. Tetapi, boleh jadi bila dilihat dari sudut pendidikan ”bisnis” dari orang tua ke anak, fenomena Iskandar jarang diterapkan oleh kaum pribumi.

Tidak heran jika kaum cina selalu unggul dalam hal bisnis. Kesuksesan mereka tidak berhenti karena umur mereka, namun terus mengelinding bak bola salju hingga anak cucu mereka. Karena mereka sukses dalam mendidik mental wirausaha anak sejak dini. Bagaimana dengan kita?

Dalam struktur masyarakat Islam, keluarga adalah instrument paling penting dalam mengokohkan pilar-pilar masyarakat. “Jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari siksa api neraka” adalah firman Allah SWT untuk menunjukkan nilai penting keluarga dalam peradaban manusia. Keluarga adalah pusat regenerasi ummat.

Persoalannya, bagaimana membangun karakter anak sejak dini di tengah-tengah gelobalisasi dunia. Bagaimana pendidikan moral agama mampu mendidik anak sejak dini memiliki jiwa wirausaha atau kemandirian sehingga tidak mudah terpengaruh oleh pengaruh negatif globalisasi.

Pertanyaan mendasar, sejak kapan merencanakan anak berkarakter. Menurut dosen Fakultas Tarbiyah STAIN Surakarta, Irfan Supandi, S.Pdi, M.Pd, mendidik mental wirausaha anak dapat dilakukan sejak dini. yaitu dengan tahap pengenalan, bukan sebagai pelaku.

Lebih lanjut Irfan menambahkan bahwa pengenalan bisnis pada anak dapat dilakukan melalui pelajaran sekolah. ” Jika kita cermati, ada yang kurang pas dari buku-buku pelajan kita saat SD dulu. Kebanyakan mengajarkan kalimat-kalimat konsumtif, contohnya “ibu membeli sayur dipasar”, atau “Wati membeli buku di toko”. Kalimat-kalimat ini secara tidak langsung mengajarkan pada kita untuk menjadi konsumen. Bukan produsen. akibatnya, secara pelan-pelan anak terbiasa menjadi konsumen dibanding produsen karena kebiasaan sejak kecil telah dikondisikan seperti itu”, kata pengusaha kacang garing ini.

Lain ladang lain pula buahnya, lain orang lain pula pendapatnya. Menurut Iskandarsyah, pengusaha terpal dari keluarga cina ini, untuk menumbuhkan mental wirausaha pada anak dapat dilakukan dengan ikut memerankan mereka (anak-anak-red) dalam bisnis orang tua. “Tentu sesuai dengan kemampuan mereka. Seperti waktu saya kecil. Saya mendapat tugas untuk mengantarkan rantang makan siang pada mama di pasar klewer. Ini membuat saya tidak canggung di pasar, karena telah terbiasa dipasar”, kata bapak dari Tamara ini.

Fenomena Iskandar di atas memberikan isyarat agar karakter seorang anak dibangun melalui apa yang didengarkan, apa yang dilihat dan apa yang dirasakan. Pendengaran dan penglihatan adalah pintu masuk pelajaran sebelum masuk menempa hati nuraninya. Melalui seluruh indra yang manusia miliki inilah, akan muncul jiwa yang kuat terkait dengan apa-apa yang diterima oelh indra. Bila anak terbiasa dengan dunia bisnis sejak kecil, maka karakter inilah yang akan muncul kelak ketika ia dewasa. Bila anak terbiasa dengan lingkungan karyawan, maka karakter itulah yang akan melekat pada jiwa sang anak. Pendapat ini sesuai dengan yang disampaikan Iskandarsyah. ”jika kamu ingin mengajari anakmu menjadi wirausaha, berarti kamu harus memiliki usaha. Dengan begitu, anak akan terbiasa memiliki mental wirausaha sejak dini”, ungkap pengusaha cina muslim ini.

Jiwa kewirausahaan pada usia dini lebih kepada bagaimana membangun sifat dan karakter yang mandiri, bertanggung jawab. Hal ini senada dengan yang dikatakan Dekan FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta, Profesor Furqon Hidayatullah, bahwa mendidik anak dapat dilakukan dengan pembiasaan-pembiasaan positif, sehingga anak terbiasa dengan hal yang bersifat baik. ”sebagai contoh, Nabi muhammad memerintahkan kepada orang tua untuk memerintahkan anak sholat ketika umur 7 tahun, bila pada umur 10 tahun anak belum sholat, orang tua boleh memukulnya. Ini semua menekankan agar anak memiliki tanggung jawab atas dirinya sendiri”, ungkap Prof Furqon pada hadila saat ditemui hadila dikantornya.

Bagaimana dengan sikap memanjakan anak? Menurut pria Dekan FKIP UNS ini, memanjakan anak boleh, namun dengan batasan-batasan tertentu. ”mana yang berlebihan, mana yang tidak. Karena apa? Didikan anak besok, tergantung pada didikan anak sekarang ini”, tambah Prof furqon.

Peran ibu dalam mendidik anak sangatlah penting. Ibu memiliki keterkaitan batin yang kuat pada anak. Sehingga ikatan inilah yang mempermudah tranfer pengetahuan dan ilmu dari orang tua ke anak. ”Karena itu, semakin kecil anak, peran ibu semakin besar. Hal ini korehensif dengan sabda rosulullah bahwa surga dibawah telapak kaki ibu”, tambah prof. Furqon.

Mendidik anak memiliki mental wirausaha sejak dini bukan merupakan ekploitasi anak. ”dengan catatan tidak ada paksaan. Mereka (anak-red) senang menjalaninya”, ungkap prof. Furqon lagi.

Bagaimana bentuk pembentukan karakter tersebut? Lebih lanjut prof. Furqon menambahkan bentuk mendidik karakter anak sebagaimana mengajari anak tidak boros, rajin menabung, dan perbuatan terpuji lainnya. Dengan begitu, apabila ini dilakukan secara continyu, Secara bertahap akan membentuk karakter wirausaha yang kuat dalam diri anak.

Beberapa langkah yang dapat diajarkan sejak anak balita sampai usia dini adalah pertama, membiasakan anak untuk mengungkapkan gejolak jiwanya dalam bentuk sesuatu yang tertulis baik berupa tulisan maupun gambar. Kedua, mendidik anak dengan kebaikan-kebaikan yang muncul dari dirinya sendiri sebagai hasil dari serapan anak terhadap lingkungan atau apa yang dilihat dari orang tua, guru dan teman-temannya. Ketiga, membiasakan perbuatan baik yang sudah dilakukan, Keempat, menjadikan kebiasaan itu menjadi karakter. Salah satu ciri menjadi karakter adalah jika perbuatan itu tidak dilakukan, maka anak akan merasa kehilangan dan atau mengingatkan akan kebiasaan yang belum dilakukan tersebut.

Mendidik keturunan menjadi anak yang sholeh, dan berjiwa mandiri akan tergantung kepada kondisi dan kualitas orang tuanya, lingkungan yang dibangun dan pendidikan yang diusahakan. Proses mencari pasangan hidup pada dasarnya pendidikan anak sudah dimulai. Pasangan hidup yang dibangun atas landasan tuntunan Allah dan Rasul-Nya akan melahirkan generasi yang sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya.

Wallahu A’lam Bish-Showab
sumber : 
http://hadila.solopeduli.com/



Posting Komentar