DAFTAR LABELKU (klik saja jangan ragu-ragu)

Kamis, 09 Agustus 2012

MENJADI GURU YANG BAHAGIA

Dalam kondisi normal, setiap orang dipastikan  akan menjadi guru. Maksudnya setidak tidaknya bila dia sudah dewasa nanti akan menjadi guru untuk istrinya, bahkan untuk anak-anaknya. Lebih jauh lagi seseorang  yang aktif di masyarakat akan menjadi gurunya masyarakat.

Menjadi guru  menjadi bahagia seperti judul di atas, ini berarti  seseorang yang hidup dan berkembang sanggup menjadi tauladan bisa dikatakan sebagai seorang guru. Sering terdengar di telinga kita GURU  merupakan  akronim dari digugu lan ditiru. Menjadi guru berarti menjadi manusia mulia karena berkualitas lebih, dia sanggup untuk dijadikan model (ditiru) dan dipatuhi (digugu).

Orang yang pantas dijadikan tauladan dipastikan orang yang berhak mendapat kebahagiaan luar biasa. Hidupnya bernilai tidak mmenjadi manusia biasa namun menjadi panutan orang.lain. Bedahalnya seseorang yang menebar keburukan  tentu tidak layak dijadikan tauladan, orang yang demikian berarti   bernilai rendah. Apalgi kalau perilakunya jauh dari ilmu kebenaran dia tidak bernilai bahkan lebih buruk dari binatang.  Biasanya binatang kalau makan cukup untuk sesaat  walau  kadang harus nekat karena jauh dari akal. hewan tersebut makan bukan milik yang empunya, taruhlah makan  tanaman padi milik sawah tetangga. Tapi ila manusia buruk dia tidk saja makan padi milik tetangga, bahkan makan padi, rumput, sawah dan bahkan makan pemiliknya.

BERLANJUT
Posting Komentar