DAFTAR LABELKU (klik saja jangan ragu-ragu)

Selasa, 11 Desember 2012

MENYAMBUT KEBAHAGIAAN MELALUI BELAJAR oleh Maskatno Giri

Seperti kemarin sore, masa remajaku berlalu. Tak terasa, kini aku sudah tua. Memang, setiap manusia pasti akan mengalami ketuaan. Idealnya manusai itu merasakan keindahan di waktu muda sampai tua. Namun, tidak ada manusia yang merasakan keindahan seumur hidup. Setahuku, orang merasakan keindahan dan kebahagiaan itu dari hasil pembandingan pernah merasakan kesengsaraan. Bahagia dan sengsara itu ada karena sebagai  Sunatullah. Jadi, kayaknya hampir tidak mungkin selama hidup bahagia terus. Guruku  pernah berkata bahwa berakit-rakit kehulu berenang-renang kemudian.

Guruku menambahkan bahwa masa muda yang dihabiskan untuk sia-sia,berfoya-foya berarti tinggal menunggu masa tua sengsara. Masa muda yang digunakan  untuk belajar, bekerja, berkarya, hidup bermakana, mereka tinggal memetik hasil jerih payahnya di masa tua.

Kini, nasihat guruku kutularkan untuk para siswa dan anak-anakku tercinta.

Hidup adalah belajar.
Belajar bersyukur.. Meski belum cukup,
Belajar ikhlas.. Meski tidak rela,
Belajar taat.. Meski berat
Belajar memahami.. Meski tidak sehati,
Belajar sabar.. Meski terbebani,
Belajar setia.. Meski tergoda,
Belajar memberi.. Meski tak seberapa,
Belajar mengasihi.. Meski disakiti,
Belajar tenang.. Meski gelisah,
Belajar percaya keberadaanAllah.. Meski ragu,
Belajar menahan.. Meski bernafsu,

Hidup plus belajar, tinggal memanen kebahagiaan, sebaliknya hidup dengan kemalasan tinggal menunggu kesengsaraan.Namanya belajar bisa bermakna luas, bisa melalui guru kita, dari buku, dari pengalaman diri sendiri da juga dari orang lain.Betapa indahnya bila kita bisa mudah menemukan sumber belajar. Maksudnya di lingkungan belajar yang mendukung kebaikan. Mari kita dekat-dekat dengan sumber pembelajaran yang baik, bukan lingkungan yang buruk.

Allahu a’lamu bisahwab