DAFTAR LABELKU (klik saja jangan ragu-ragu)

Minggu, 02 Desember 2012

ORANG-ORANG DI SEKELILING KITA MENJADI IDE BERHARGA Oleh Maskatno Giri (mas guruSMAN 1 Girimarto)


“Carilah ide dari yang dekat dengan  kita” Itulah  nasihat dari seorang penulis senior. Dia menyarankan bila ingin menjadi  seorang penulis profesional itu  gampang.  Caranya memang  cukup berlatih dan berlatih tiada bosan. Setiap saat  calon penulis harus berusaha  merangkai kata lalu kalimat dan membentuk paragraf.  Bila kesulitan mencari ide, cukup  memperhatikan  lingkungan sekitar kita saja.

Saya pikir sangat mudah  dalam mencari ide lewat pengamatan dari orang-orang di sekeliling kita. Mereka bisa  anak-anak kita, suami atau istri , tetangga , bahkan  teman  sekantor dsb.  Penulis tersebut menyarankan untuk mengamati, memahami dari karakter orang-orang di sekeliling kita,  lalu dikembangkan bagaimana  cara dia menjalani hidup, dikembangkan lagi bagaiman  mereka  di tahun-tahun kedepan  dll.  Pokoknya  menjadikan mereka menjadi modal  ide luar biasa.

Sebagai  contoh sebagai sumber ide , kita bisa temukan ada  di lingkungan tetangga ada  orang yang baik,  berilmu dan rendah hati ,  sebaliknya  ada yang  kurang berilmu tapi agak sombong, pokil, rakus dll. Saya  kira ini bisa menjadi cerita pendek maupun sebuah artikel   yang menarik. Judulnya bisa “KERENDAHAN HATI  vs KECONGKAAN” atau bisa “ BAIK HATI vs POKIL”, ‘KEDERMAWANAN vs KERAKUSAN” dll.

Setelah menemukan ide sebagai bahan penulisan, kita bisa kembangkan bagaimana cara orang baik itu hidup di masyarakat,  apa kebiasaan-kebiasaanya dll. Demikian juga,   setelah kita temukan sumber ide dari  orang yang kita anggap sombong, pokil, tak punya rasa malu  dll, kita bisa membuat cerita menarik dan artikel, bagaimana orang model jenis ini  dalam kehidupan. Namun, jangan sampai salah niat,  bahwa kita tidak hanya mencari-cari  aib. Tapi, setidak-tidaknya kita bisa belajar bahwa kita mesti memilih cara hidup yang benar.

Yang terakhir, tidak ada alsan kita tidak mampu menulis. Karena, sumber ide ada di mana-mana. Kita tinggal merangkai kata dan kalimat sehingga menjadikan  segala sesuatu menjadi bermanfaat untuk kita sendiri  maupun kemaslahatan orang banyak