DAFTAR LABELKU (klik saja jangan ragu-ragu)

Selasa, 28 Mei 2013

Blogger di Antara Keluhuran dan Kebejatan oleh Maskatno Giri

Blogger sejati berinovasi dan berkreasi tiada henti. Memang sudah selayaknya  blogger sejati menjadi manusia hebat dan  sukses sejati di dunia maupun  akherat nanti. Kenapa?. Blogger  sejati memiliki  jiwa mulia. Dia memiliki hobi untuk berbagi, tapi tidak menghendaki imbalan. Blogger sejati  adalah sosok luar biasa: menghibur, memotivasi, mengarahkan dan menjelaskan. Maka sudah sepantasnya mendapat imbalan dari Allah SWT menjadi manusia   sukses sejati.

Sering aku jumpai pula, seorang blogger sejati  pekerjaanya terus menerus memberi banyak hal. Hebatnya,  dia sering  tidak menuliskan siapa dia sebenarnya. Sungguh luar biasa. Memberi tapi tidak menunjukkan jati dirinya.

Kini, aku semakin sadar bahwa diriku  ini memang masih banyak kelemahan.  Perasaan iri yang positif  terutama kepada blogger muda  sering muncul. Kok di zaman sekarang masih banyak  pemuda  mulia luar biasa. Sudah sering muncul  blogger muda  yang mulia, mereka sudah belajar menjadi lebih dewasa, mencerdaskan dan memberikan harapan positif untuk perbaikan bangsa.

Di balik kebaikan bloger mulia,  banyak sekali juga ditemui blogger rusak alias bejat luar biasa. Kerjaanya membuat postingan yang tidak bermutu: membuat fitnah, merasa paling benar, dan  lebih bejat lagi menayangkan gambar-gambar  juga video yang tidak  layak untuk generasi muda. Sungguh bejat luar biasa.

Kini  kebejatan juga  menular dan beranak pinak. Kawula muda generasi bejat tadi,  juga  saling belajar belajar jadi pengumbar maksiat. Mereka menayangkan kumpulan foto dengan pacarnya dengan pakaian seronok  tanpa rasa malu.  Mereka bangga dengan kebejatannya. Kita bisa lihat, baru ABG kenal sama pacar juga baru saja. Tapi hubungan, kemesraan melalui foto yang diunggah sudah seperti suami istri yang syah.

Maka  melalui tulisan ini, penulis berharap akan muncul para blogger berhati mulia pemberi cahaya dalam diri, keluarga dan masyarakat. Utamanya untuk para pemuda harapan bangsa bisa belajar dan penuh pertimbangan masak-masak dalam  menulis, berkreasi,  dan bertindak. Bagi pemuda yang mulia yang mau menggapai cita-cita mulia, tentu harus selektif dalam bergaul.  Teristimewa  lagi bagi yang mau menikah, mesti harus selektif jangan-jangan anda mendapat pasangan hidup berakhlaq bejat.
Posting Komentar