DAFTAR LABELKU (klik saja jangan ragu-ragu)

Jumat, 30 Mei 2014

Ada Apa Tentang "Berkah?"

Di saat  perbincangan saut menyaut  antar guru di kantor.

"Wah sekarang untuk menjadi polisi, tentara apalagi jabatan tarifnya sudah ratusan juta" 
"Opo tenan to bu? Apa sejauh itu? Itu isu belum tentu benar".
"Ora ono duite ora iso pak?"
"Mosok ora ono tes  murni"
"Yo mesti ono, tapi yang membayar juga ada"
"Yen ngono yen dadi, rezekinya  ora berkah"
"Gen berkah ki gambang pak! Disedekahi!"

Aku menyahut pelan, "Yen definisi berkah dibebaskn pada kita pasti dadi rusak".

Berjam-jam berlalu. Aku masih penasaran  tentang arti "berkah ". Akhirnya kucari arti berkah atau barokah menurut kajian Islam. Selama ini aku meyakini juga  bahwa setiap rezeki yang kita telah terima ada hak untuk orang lain biar membawa barokah.

Demikian juga sering  aku mendengar bahwa zakat dan sedekah untuk mensucikan harta supaya membawa barokah. Maka kita bisa temukan ada  seseorang yang rajin korupsi juga rajin sedekah. Menurut pendapatnya uang hasil korupsi bisa menjadi halal dan berkah  setelah disedekahi. Apa benar demikian? Waah bikin penasaran saja tentang makna berkah.

Sampai  saat aku menulis artikel singkat ini, aku masih penasaran tentang arti berkah. Akhirnya kucari melalui google. Dan ketemu

 Menurut istilah, berkah (barokah) artinya ziyadatul khair, yakni “bertambahnya kebaikan” (Imam Al-Ghazali, Ensiklopedia Tasawuf, hlm. 79).

Dalam penjelasan yang lebih lengkap bahwa  keberkahan bisa terjadi bila rezeki yang diperoleh dengan cara khoir atau baik dan halal. So,  rezeki yang diperoleh dengan cara suap dan  korupsi tentu tidak bisa mendatangkan keberkahan. Sekali lagi tidak mungkin. Karena hasil tersebut diperoleh dengan cara negatif.

Selanjutnya tulisan ini tentu akan memotivasi aku dan keluargaku sendiri bahwa untuk mencari rezeki harus diniatkan memilih yang halal biar  bisa mendatangkan keberkahan. Lebih jauh lagi kita  pantas menyayangkan bahwa sudah rezekinya sedikit tidak halal dan tidak berkah. Tentu lebih utama rezekinya banyak, halal dan mendatangkan keberkahan.

Kucermati tulisan tentang arti berkah, akhirnya aku bisa menyimpulkan bahwa keberkahan rezeki  pasti mengundang kebaikan jiwa dan raga. Keberkahan rezeki akan menjadikan kemuliaan, ketenangan, kedamaian, dan kebahagiaan. Allahu a'lamu bishawab.
Posting Komentar