DAFTAR LABELKU (klik saja jangan ragu-ragu)

Senin, 16 Juni 2014

Motivasi Bersukur (Belajar dari kisah P. Man)

Baru saja aku bezuk tetangga dekatku yang sakit komplikasi akut (paru2, jantung dan maag). Namanya pak Suparman (78th). Sudah menikah dua kali namun tidak dikaruniai  anak.

Kita  mestinya tambah bersyukur, karena saat ini kita dalam kondisi sehat. Apalagi  jika kita  mau belajar dari kisah P.Parman. Kita wajib bertambah syukur kepadaNya. Salah satu pemicu penyakit P Man adalah    selama  puluhan tahun  dia sebagai perokok berat. Akibatnya  penyakit bawaannya  (paru-paru_) semakin akut. Sekitar lima tahun terakhir ini, dia sudah dua kali ke RS, dan berkali-kali ke dokter.

P. Parman  semakin tambah parah (kumat) jika kondisi jiwanya "kemrungsung". Salah satu penyebab kemrungsungnya adalah jika ia teringat anak angkatnya yang  kurang berbakti kepadanya. Sebut saja Mas X.  dia adalah putra angkatnya yang dibiayai dari kecil hingga dewasa, disekolahkan dan dinikahkan. Namun saat-saat sakit, anaknya tidak peduli. Saat sehatpun dia juga kurang peduli. 

Istri pertama p.Man sudah meninggal. Rumah istri keduanya berhadapan  dengan rumahku. Istrinya   sering curhat kepadaku  dan  ke istriku , bahwa jika P Man merindukan kedatangan Mas X, dan ternyata MasX tak mau datang, P Man terlahat  sangat  murung dan tidak bisa tidur.

Segi positif bagi keluargaku memang ada. Keluarga P, Man adalah ajang bagi keluargaku  untuk mencari pahala. Keluarga P. Man tidak hanya  diberi cobaan  tanpa putra sama sekali, tapi juga cobaan kemiskinan. Sudah sekitar lima tahun, p Man tidak memiliki penghasilan sama sekali. Untuk makan, istri P. Man mengandalkan dari kerja sebagai tukang momong anak di perumahan Grogol Indah Solo baru. Juga kadang tetangga yang dekat menyantuninya. Tidak bermaksud merendahkan tetangga yang lain. Kayaknya agak jarang  tetangga yang lain  yang peduli.  Sekali lagi, walau ini kesempatan bagi keluargaku untuk beramal, tapi kemampuan kami juga terbatas. Kami juga harus menghidupi  keluarga besar ditambah satu ibuku yang sudah tua juga bersamaku.

Pembaca yang budiman,  melalui  kisah singkat tentang keluarga P. Man kita bisa belajar tentang arti cobaan hidup, keikhlasan,  kesabaran, pengorbanan dan reziki.  Sekali lagi, kita wajib bersyukur, bersyukur pengundang rezeki dan kebahagian.

Melalui tulisan ini aku memotivasi  diri dan berbagi: mari kita  tingkatkan  rasa syukur, kalau mau bersedekah ke P. Man mari doakan keluarganya, mari kita  berdoa untuk menjadi orang kaya dan dari kekayaan kita bisa berbagi  dengan sesama,  mari kita memuliakan tetangga. Ini kuwajiban-sebab kita akan dimulyakan  oleh Allah swt.

Posting Komentar