DAFTAR LABELKU (klik saja jangan ragu-ragu)

Kamis, 25 September 2014

Belajar dari Mas Tuswadi yang Luar Biasa


Banyak hikmah luar biasa bersahabat dengan mas Tuswadi. Usia persahabatan kami    lebih dari sepuluh tahun.

Awalnya, kami bertemu saat berkompetensi untuk meraih kesempatan pertukaran guru ke Australia. Aku mewakili kab. Wonogiri, sedangkan mas Tus mewakili  kab. Banjarnegara. Namun, kami harus bersabar, kami tidak lolos seleksi. Dari sekitar 35 orang cuma diambil 2.

Sekitar dua tahun kemudian, aku dan mas Tuswadi bertemu lagi dalam kompetensi inovasi pembelajaran tingkat nasional ke 3  tahun 2004 di  Bogor. Eeeeh kami berdua gagal lagi. Kami  bukan juaranya. Andaikan  Anda bertanya apakah Mas Tus dan Maskatno Giri ipernah gagal, pasti kami akan menjawab bahwa  gagal  adalah gizi kehidupan.

Selama kami bertemu,  bisa berjam-jam aku dan mas Tus  asyik berbagi cerita. Eeeeh ternyata kita maching dalam sharing. Kita berdua  memiliki jalan hidup yang berliku dan banyak kemiripan. Khususnya dari  latar belakang keluarga desa  yang terbiasa hidup dalam kemiskinan selama bertahun-tahun.

Awalnya saat aku memandang penampilan mas Tus,  aku belum begitu yakin bahwa  dia memiliki potensi yang  luar biasa. Eeeeh setelah kami ngobrol, ooooh ternyata sejujur-jujurnya aku (Maskatno Giri) merasa iri atas kebaikan dan potensinya. Di atas langit ada langit. Aku merasa seperti masih tinggal di dasar sumur dan kuper, sedangkan mas Tus sudah melejit di atasku. Terpaksa merenung!. Rezeki orang ora usah dimereni. mas Tus memang lebih jago: lebih semangat, cerdas, dan tangguh.

Teringat kisah mas Tus saat kuliah di UNES (FKIP b. Inggris). Saat itu dia tidak punya uang untuk makan. Dia menawarkan diri kesobat-sobatnya sebagai tukang  ngetik tugas secara manual dengan mesin tik butut,  jelas demi sesuap nasi.

Kini mas Tus  jelas sudah lebih sukses dari  sebelumnya. Tentu jutaan manusia turut berbangga dengannya. Dia mendapat beasiswa S2 di Jepang dan lulus tahun 2011, dan dia langsung kuliah dengan bea siswa  di S3 di Jepang juga  Hari ini  Kamis 25/ 09/2014  dunia menyaksikan sejarah "MAN JADDA WAJADA". Mas Tuswadi lulus S3 dan diwisuda. Alhamdulillah. Aku  turut bersyukur dan meneteskan air mata karena keharuan.

Ya, Allah berilah mas Tuswadi keberkahan, keistiqomahan, kebaikan di dunia dan di  akherat. Semoga aku, anak-anakku,  para siswaku tertulari virus optimisme yang disebarkan oleh mas Tuswadi.

Saat awal-awal  kuliah S2 di Jepang, mas Tus melalui FB menyatakan kepadaku bahwa sepulang dari Jepang  dia  mau menemuiku untuk berbagi cerita. Semoga mas Tus tidak lupa dengan keinginan baiknya. Dan semoga dia tidak berubah pendirian .  Selamat dan  Salam Sukses Sejati.
Posting Komentar