DAFTAR LABELKU (klik saja jangan ragu-ragu)

Selasa, 10 Februari 2015

Menjadi Diri Sendiri dengan Rumus 7M

Beberapa waktu lalu aku mendapat motivasi hidup bahagia dari ustadzku: Be your self!. Intinya beliau memotivasi : bila kita ingin   hidup dalam kenyamanan dan kebahagiaan mestinya kita mampu menjadi diri  kita sendiri.

Aku menerjermahkan "be yourself"  atas keterbatasanku,  bahwa menjadi diri sendiri bermakna: memiliki kemerdekaan diri, tidak mudah terpancing dan terpengaruh oleh orang lain, tetap istiqomah dalam kebaikan walau badai merintangi, memiliki tujuan hidup mulia, mejaga hati tetap bersih dan lebih baik memiliki kemerdekaan secara financial ( mandiri).

Setelah kupikir lebih mendalam, dalam beberapa kasus ternyata sulit juga kalau kita benar-benar ingin menjadi diri kita sendiri. Namun, aku yakin bahwa kunci kenyamanan dan ketentraman diri  kita adalah bila kita mampu menjadi diri kita sendiri. Kenapa?

Ya jelas. Ujung-ujungnya segalanya ; kebaikan dan keburukan yang ada pada  kita  atas tanggung jawab kita sendiri. Ujungnya di akherat nanti, semua indera kita akan dimintai tanggung jawab.

Akhirnya aku memikirkan, menyusun, merangkum nasihat untuk memotivasi diri dan  berbagi, 7M cara   meraih kemerdekaan diri/ menjadi diri sendiri:

 1. Mencintai Diri Sendiri
Cinta kepada Allah dan rasulnya itu sudah pasti. Namun, jangan sampai kita membenci, menyalahkan dan merendahkan kita sendiri. Kita harus mencintai diri kita dan mestinya kita menggunakan kata-kata positif untuk memberi dorongan, pujian kepada diri sendiri. 
 2. Memaafkan
Memaafkan orang lain itu sudah harus menjadi kuwajiban. Namun kita harus mampu memaafkan diri  kita sendiri. Saatnya untuk melepaskan beban, kita harus mampu memaafkan seluruh bagian diri kita, atas segala kekurangan dan ketidaksempurnaan. Mari memaafkan diri kita  untuk semua kesalahan yang pernah   kita buat di masa lalu.
 3. Membuang Penilaian
  Menghentikan penilain ke orang lain itu pasti. Namun,  kita harus menghentikan menilai dan menyalahkan diri kita secara terus menerus.   Kita harus menerima  diri  kita sendiri dan orang lain apa adanya.
 4. Membantu Orang Lain
Membantu orang lain pada hakikatnya kita membantu diri kita sendiri. Mulai saat ini kita harus mudah mengulurkan tangan pada teman yang membutuhkan. Kita mestinya menawarkan bantuan tanpa syarat pada orang lain. Lalu kita menjadi  pendengar yang baik dan benar-benar mendengarkan apa yang dikatakan orang lain.
  5. Merenung
Terkadang kita sering "mburu senenge dewe". Hidup kita masih minus perenungan. Sesekali kita perlu duduk  di rerumputan atau di bawah sebuah pohon. Lalu merasakan putaran bumi, keagungan angkasa raya, dinginnya udara yang menerpa wajah kita, atau kehangatan sinar matahari pagi. Mari tersenyum pada langit yang luas, mengucapkan salam pada lebah yang beterbangan dan semua binatang yang kita  jumpai.
 6. Mengingat Asma Allah
Berdzikir dengan sebenar-benarnya. Mengintatkan kita bahwa kita akan kembali kepadaNya. Dengzn berdzikir menjadikan kita sadar bahwa hidup di dunia tidak selamanya.
 7. Memperhatikan kebutuhan fisik
Memanjakan diri perlu. Ini bukan berarti berfoya-foya. Kita memang tidak hanya memikirkan ruhani saja terus menerus. Kita juga perlu mendengarkan kebutuhan tubuh kita. Kita juga perlu memenuhi kebutuhan tubuh akan makanan bernutrisi. Kita perlu mengonsumsi vitamin yang bermanfaat untuk tubuh. Dengan tubuh sehat dan bugar membuat kita selalu menghargai hidup

Selanjutnya terserah kita sendiri. Allahu a'lamu bishawab!
Posting Komentar