DAFTAR LABELKU (klik saja jangan ragu-ragu)

Rabu, 15 April 2015

Menyesal? Refleksi Diri dalam Istiqomah dengan Jurus 5M

"Sayang beribu sayang,  mereka memiliki banyak  kebaikan dan kelebihan, namun  dalam hitungan detik, semuanya hancur. Semuanya karena tak ada keistiqomahan" Itulah kurang lebih nasihat yang disampaikan dari  sobatku mensikapi berbagai  kisah kehidupan  dunia yang menipu. Memang sudah terbukti banyak kurban yang tertipu. Semuanya berawal dari godaan syetan.

Sering manusia terbelenggu oleh hawa nafsu dan peran akal terabaikan. Kita baru saja disugui berita genjar: pembunuhan Deudeuh Alfisahrin (26) janda beranak satu, oleh custommernya  M Prio Santoso (24) beranak satu dan istri satu. Menurut pemeberitaan media: masalah service percintaan.  Kita bisa belajar:  perlu waspada. Jika kita lengah atas godaan nafsu syetan berkesempatan sama, berakhir penyesalan, tentu  bila kita masih normal.

Baru saja aku hunting berbagai pembelajaran hidup. Hidup bahagia jelas sangat penting, yang lebih penting lagi menjaga syarat bahagia:  istiqomah-tahan banting atas godaan-terhindar dari penyesalan hidup karena godaan kemaksiatan.

Istiqomah di sini bukan nama orang lho! Tapi bermakna "ajeg dalam kebaikan", adalah  jalan kebaikan (agama) yang lurus (benar) dengan tidak berpaling ke kiri maupun ke kana (atas godaan syetan). .Istiqomah ini mencakup pelaksanaan semua bentuk ketaatan (kepada Allah swt) lahir dan batin, dan meninggalkan semua bentuk larangan-Nya.
Di antara ayat yang menyebutkan keutamaan istiqomah adalah firman Allah swt :
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Rabb kami ialah Allah, kemudian mereka istiqomah pada pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu” (QS. Fushilat: 30)
Godaan dalam  ber Istiqomah
Ketika kita ingin berjalan di jalan yang lurus dan memenuhi tuntutan istiqomah, terkadang kita tergelincir dan tidak bisa istiqomah secara utuh. Lantas apa yang bisa menutupi kekurangan ini?Jawabnnya adalah pada firman Allah swt:
“Katakanlah: “Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasanya Rabbmu adalah Rabb Yang Maha Esa, maka tetaplah istiqomah pada jalan yan lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya.” (QS. Fushilat: 6).
Ayat ini memerintahkan untuk istiqomah sekaligus beristigfar (memohon ampun pada Allah swt ).

Apakah menjaga keistiqomahan itu mudah. Jelas tidak. Godaan syetan pasti ada. Betapapun berat, kita wajib menjaganya.
Jurus Agar Tetap Istiqomah
Ada beberapa jurus agar kita tetap istiqomah dengan jurus 5 M.
Pertama: Memperbanyak do’a pada Allah swt agar diberi keistiqomahan.
Di antara sifat orang beriman adalah selalu memohon dan berdo’a kepada Allah swt agar diberi keteguhan di atas kebenaran.Dalam Al Qur’an Allah swt memuji orang-orang yang beriman yang selalu berdoa kepada-NYA untuk meminta keteguhan iman ketika menghadapi ujian.Allah swt berfirman:
Do’a yang paling sering Nabi saw panjatkan adalah:
“Ya muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘alaa diinik (Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).

 Kedua: Memahami dan mengamalkan dua kalimat syahadat dengan baik dan benar.Allah swt berfirman:
“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang lalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.” (QS. Ibrahim: 27)
Ketiga: Mengkaji Al Qur’an dengan menghayati dan merenungkannya.
Allah swt menceritakan bahwa Al Qur’an dapat meneguhkan hati orang-orang beriman dan Al Qur’an adalah petunjuk kepada jalan yang lurus.
Oleh karena itu, Al Qur’an itu diturunkan secara berangsur-angsur untuk meneguhkan hati Rasulullah saw sebagaimana terdapat dalam ayat :
“Berkatalah orang-orang yang kafir: “Mengapa Al Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?”; demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (teratur dan benar)” (QS. Al Furqon: 32)
Keempat:  Menjaga Iltizam (konsekuen) dalam  syari’at Allah swt.
“Amalan yang paling disenangi Allah swt adalah kontinu walauppun sedikit”
Kelima: Membaca kisah-kisah orang sholeh sehingga bisa dijadikan uswah (teladan) dalam istiqomah.
Dalam Al Qur’an banyak diceritakan kisah-kisah para nabi, rasul, dan orang-orang yang beriman yang terdahulu.Kisah-kisah ini Allah swt jadikan untuk meneguhkan hati Rasulullah saw dengan mengambil teladan dari kisah-kisah tersebut ketika menghadapi permusuhan orang-orang kafir.Allah swt berfirman:
“Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman”. (QS. Hud: 11)
Itulah jurusku dalam menjaga keistiqomahan. Walau aku bukan manusia sempurna, sedikit banyak jurus di atas telah kulakukan. Salam sukses sejati. Mari kita berhati-hati.
Posting Komentar