DAFTAR LABELKU (klik saja jangan ragu-ragu)

Minggu, 28 Oktober 2012

SEDIH KARENA BODOH. NO WAY! Oleh MasKatno Giri


Kita tidak perlu bersedih dan tidak perlu pesimis menjadi orang bodoh. Yang penting  kita  sadar  bahwa  diri kita memang bodoh. Kenyataan,  banyak orang bodoh tidak sadar-sadar kalau  mereka dalam kebodohan. Padahal, kebodohan yang disandang terus menerus akan menghantarkan kepada kehancuran.

Secara umum, orang bodoh mudah ditipu, orang bodoh kurang dihargai, dan  orang bodoh tidak tahu bahwa dia adalah  makanan  para orang pintar. Sekali lagi itu pada  tataran umum. Di antara para orang bodoh yang istilahnya NDABLEG masih ada beberapa orang bodoh yang berinovasi tiada henti. Mereka adalah orang-orang bodoh yang OUTSTANDING  ATAU WONDERFUL,  mereka adalah pengendali- pengendali orang-orang pintar.

Tulisan ini untuk memotivasi diri atas kesadaran  MasKatnoGiri sebagai orang yang kurang pintar:

Orang bodoh tidak mudah  menyerap ilmu,
Namun, mereka tekun  belajar.

Orang bodoh tidak mudah  menghafal informasi,
Namun, mereka sering mencari dan tanya-tanya tentang informasi

Orang bodoh tidak punya link kerja, akhirnya  dia menjadi entrepreneur
Agar usahanya berhasil, tentu dia harus merekrut orang pintar.
Walhasil  orang  bodoh menjadi leader atau boss

Orang bodoh tidak takut melakukan kesalahan,
maka dia  sering belajar dari kesalahan dari diri dan orang lain

Orang bodoh  tidak punya beban kalau bicara ,
sementara itu orang pintar justru terbebani dengan pembicaraanya

Orang bodoh  justru lebih  PD  karena NEKAT
Selanjutnya orang pintar IRI karena orang bodoh kok lebih PD

Orang bodoh berpikir pendek/ tidak lama-lama untuk memutuskan sesuatu
Namun orang pintar  terlalu lama  berpikir.

Orang bodoh yang penting BERAKSI
Orang pintar semakin tertinggal dengan AKSI orang bodoh.

Mata orang bodoh lebih tajam dalam mengambil kesempatan
Mata orang pintar selalu berpikir dan berpikir kapan datangnya kesempatan.

Saat orang bodoh  sudah sukses, maju dalam bisnis dan karya ,
Orang pinter baru sadar bahwa dia kalah cepat. 

Akhirnya bagaimanapun kondisinya, Allah tidak salah  resep dalam penciptaan manusia. Entah  kita  menjadi BODOH  atau PINTAR. Kita  hanya berkewajiban mensyukurinya.SYUKUR menuju MUJUR

Jumat, 26 Oktober 2012

GO TO HELL! PACARAN (Study- Dampak Negatif Pacaran)


Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat. (Quran Surat An Nur ayat 30).
 Saudaraku, kuanggap kau sudah tahu tentang kharamnya berkhalwat (pacaran) dengan lawan jenis. Tulisan ini akan menjelaskan dampak negatif dari perbuatan tersebut. Smoga kau berusaha untuk meninggalkannya. Seperti hal-hal lain yang diharamkan dalam Islam—misalnya khomr, judi, dll—pacaran juga memiliki dampak negatif yang tidak kalah banyaknya. Berikut dampak negatif pacaran:
1. Mudah terjerumus ke perzinaan
Beberapa pelaku pacaran seringkali menyangkal tentang hal ini. Kata mereka, asalkan bisa menjaga hati, InsyaAllah tidak terjadi hal itu (waaah, perbuatan munkar kok pake InsyaAllah..). cobalah simak hadits ini:

“Tercatat atas anak Adam nasibnya dari perzinaan dan dia pasti mengalaminya. Kedua mata zinanya melihat, kedua teling zinanya mendengar, lidah zinanya bicara, tangan zinanya memaksa (memegang dengan keras), kaki zinanya melangkah (berjalan) dan hati yang berhazrat dan berharap. Semua itu dibenarkan (direalisasi) oleh kelamin atau digagalkannya.” (HR Bukhari).

Padahal engkau tahu, yang namanya orang pacaran, pasti ada hal-hal yang tidak dibenarkan dalam islam: memandang lawan jenis, berpegangan tangan, berduaan di tempat sepi, berciuman, hingga….ah, tak usah disebutkan. Bahkan meski pacarannya hanya sebatas lewat telpon, SMS atau chatting pun, hal tersebut sudah bisa memicu terjadinya zina hati.
Semua larangan-larangan tadi ada dalil shahihnya. Sebagai contoh, simaklah hadits ini:
Rasulullah saw. berpesan “Janganlah engkau ikuti padangan dengan padangan berikutnya, karena untukmu adalah padangan yang pertama, sedangkan selanjutnya bukan untukmu.” (HR. Ahmad) Dan hadits yang terkenal : ”Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah tidak melakukan khalwat dengan seorang wanita yang tidak disertai oleh mahramnya karena sesungguhnya yang ketiga adalah setan.”
Tentang dampak negatif yang pertama ini tak perlu disangkal lagi. Tak terhitung lagi jumlah pemuda muslim yang benar-benar terjerumus dalam perzinaan—yang diawali dari aktivitas pacaran. Kalau sudah berzina, berarti ia telah melakukan dosa besar yang akan menyebabkan dampak-dampak buruk lainnya—baik yang ia rasakan di dunia maupun di akhirat.
2. Melemahkan Iman
Orang yang pacaran cenderung meletakkan rasa cinta kepada kekasihnya di atas rasa cinta kepada Sang Pencipta. Tak perlu mengelak ataupun mengiyakan, sebab pernyataan ini bisa dibuktikan dengan kualitas ibadah seseorang.  Jika kualitas ibadah seseorang menurun setelah mengalami jatuh cinta, itu artinya porsi kecintaannya kepada Allah berkurang. Ia jadi jarang ke Masjid, jarang membaca Al Quran, meninggalkan shalat sunnah, bahkan beberapa hafalannya hilang, serta banyak ibadah lain yang terlewatkan.
3. ‘melatih’ kemunafikan
Orang yang berpacaran itu seringkali menipu, berusaha agar pasangannya yakin bahwa ialah yang terbaik. Memang tidak semua.. tapi umumnya begitu. Ia akan menampakkan hal-hal yang baik di depan kekasihnya. Adapun hal-hal yang buruk sebagian besar ia sembunyikan. Sebagian orang ada yang sengaja menunjukkan beberapa keburukannya kepada kekasihnya sekedar untuk meraih simpati, mencari kesamaan, mendapatkan pemakluman, atau sebagai bumbu-bumbu romantisme belaka. Namun tidak jarang orang yang berpacaran mengatakan sesuatu  yang sebenarnya bertentangan dengan hati kecilnya.
4. Menjadikan panjang angan-angan.
Orang yang sedang jatuh cinta—pacaran—seringkali teringat dengan orang yang dicintainya itu. Lalu ia memikirkan sesuatu, berandai-andai setiap waktu—tentang apa yang akan dilakukan nanti saat bertemu, tentang apa yang akan diberikan saat itu, tentang kata-kata yang akan diucapkan sebagai bumbu, dan masih banyak lagi. Padahal ummat Islam dilarang berpanjang angan-angan.
5. Mengurangi produktivitas
Jika tidak pacaran, seorang siswa tentunya bisa melakukan aktivitas lain yang lebih produktif; misal membuat karya seni, menulis artikel, cerpen, puisi, karya tulis, mengerjakan PR, atau yang lainnya. Namun seringkali produktivitasnya turun lantaran ia berpacaran.
6. Menjadikan  hidup boros
orang yang pacaran akan selalu berkorban untuk pacarnya. Bahkan uang yang seharusnya untuk ditabung bisa habis untuk bersenang-senang: membelikan hadiah pacarnya, membeli pulsa, mentraktir, nonton Film, dan yang lainnya.
7. Akan melemahkan daya kretaifitas dan menyulitkan konsentrasi, karena pikiran mereka hanya tertuju kepada pacarnya
8. Akan menyebabkan terlambatnya studi. Banyak fakta yang menyebutkan bahwa menurunnya prosentase kelulusan para pelajar adalah akibat pacaran, mereka jarang belajar, karena jalan-jalan terus dengan pacarnya, tidak pernah beli buku (karena uangnya habis untuk berenang-senang).
9. Terjadinya pertengkaran dan pembunuhan, hanya karena rebutan pacar.
10.  Tidak setia dengan pasangannya jika sudah menikah, karena masing-masing ingat dengan pacarnya yang lama, dan selalu membanding-bandingkan antara suami/ istrinya yang syah dengan pacarnya yang lama.
 11. dan dampak negatif lainnya (silahkan ditambahkan lewat ‘coment’)
“Barang siapa yang jatuh cinta, lalu tetap menjaga kesucian dirinnya, menyembunyikan rasa cintanya dan bersabar hingga mati maka dia mati syahid.”
Sungguh sangat beruntung orang yang mencintai dengan kesucian diri dan berlindung dari godaan syatan yang terkutuk. Tentunnya orang yang menjaga cintannya yang suci hingga ia meninggal dunia. Rasullulah SAW juga berpesan;
“Cintailah sesuatu itu dengan biasa-biasa saja, karena boleh jadi suatu saat nanti dia akan menjadi sesuatu yang kamu benci, dan bencilah sesuatu yang tidak kamu ketahui dengan biasa-biasa saja, karena boleh jadi suatu saat nanti dia akan menjadi sesuatu yang kamu cintai (H.R. Bukhari, Abu Daud, Tirmizi, dan Ibnu Majah, dari Abu Hurairah)
 (sebagiannya diambil dari ini:
http://ahmadzain.wordpress.com/2007/03/31/konsultasi-agama-6/)

PENYEMBELIHAN QURBAN DI MASJID AT TAQWA NGLAWU, TELUKAN, GROGOL SKH.





Telukan. Voice of Ngalawu. (VoN) Sudah  menjadi agenda rutin seperti tahun sebelumnya, Ju’mat tanggal 25/10/2012  Masjid At  Taqwa Nglawu, Telukan, Grogol, SKH mengadakan penyembilan kurban. Luar biasa    sekita tiga tahun ini, ta'mir Masjid At Taqwa Nglawu memberi kesempatan berkurban dengan cara iuran, dan dampaknya peningkatan yang signifikan dari para sukarelawan yang berkurban sapi ,. Dari tahun ke tahun jumlah yang berkurban dipastikan meningkat . Untuk tahun 2013 pun sudah sekita 7 sapi yang akan  disembelih dengan cara iuran.

Kelancaran kurban  terlihat dari kesungguhan team penagih, pengumpul dana dan team pembelanjaan hewan ternak. Patut diacungi jempol, bahwa tak ada peneyelewengan dana kurban juga pemebelanjaan hewan kurban.    Sudah berjalan dua tahun terakhir ini, para panitia kurban  mendapat hewan yang murah dan besar-besar. Total sapi yang diembelih  pada tahun kemarin 7 ekor sedangkan tahun 2012 ini berjumlah 10 ekor dan 10 ekor kambing

Menurut MasKatnoGiri selaku salah satu team penimbang terkumpul daging  sapi  629 kg yang siap dibagikan ke masyarakat. Sedangkan sebenarnya itu bukan jumlah keseluruhan. kalu jumla keseluruhan diperkirakan mendekati 1 ton. Karena 168 kg untuk ahli kurban, 33,5 untuk dibagi melalui kosumsi. Sedangkan untuk daging kambing hanya terkumpul 48 kg daging , kesemuanya  jumlah di atas belum termasuk  tulang keseluruhan.

Sebenarnya mendekati sholat jum'at penyembelihan dan pencacahan kurban hampir kelar, namun  masih dipertimbangkan untuk penambahan jerohan dan tulang. Berkat kerja sama panitia dan anggota masyarakat sekitar  yang berjumlah 172 putra dan 30 putri penyembelihan dan pencacahan daging kurban berjalan lancar.

Adapun target  yang akan mendapat daging  kurban adalah dari RT 5=61, Rt 4= 60, RT 3=70, RT2= 91. Karena jumlah daging melimpah panitia pun ditambahi jatah kuraban sedangkan ahli kurban demikian juga.
Unuk ahli kurban ditambahi 2 bungkus seperti layaknya yang diberikan kepada masyarakat.

Mendekati sore, musibah terjadi yakni rumah di utara masjid roboh karena ketarik deklit yang ditalikan di tiang rumah. Ini disebabkan bukan semata-mata kesalahan panitia namun, memang konstruksi bangunan , tepatnya emperan tidak kuat menyangga deklit yang sewaktu-waktu terombang ambing oleh angin.

Secara umum  pelaksanaan kurban di Masjid At Taqwa Nglawu berjala dengan sukses karena kerja sama di antara anggota masyarakat dan pengurus ta'mir masjid berjalan baik.

BERIKUT INI FOTO-FOTO KEGIATAN KURBAN DI AT TAQWA NGLAWU DAN JUGA MUSIBAH  SERAMBI RUMAH YANG ROBOH DI TENGAH-TENGAH KEGIATAN KURBAN


ADA APA ANAK SHALIH? Oleh MasKatno Giri


“Le, aku pingin nyonto nabi Ibrahim, kowe tak sembelih yo?  Itulah gurauan seorang ibu kepada anaknya yang terdengar langsung di telinga Masktno Giri.  Gurauan seorang ibu di atas,  barangkali   salah satu sebabnya adalah  kejengkelan seorang ibu teradap anaknya ynang mbrengkele.
.
“Ojo bu, aku wong populair kok dibeleh”, saut sang anak.

Memiliki anak kurang ajar berarti neraka dunia untuk orang tua.  Sebaliknya memiliki anak shalih dan shalihah  berarti ortu memiliki investasi  hidup sejahtera dunia dan akherat.

Kisah  nabi Ibrahim bersedia menyembelih anaknya, dan anaknya bersedia  itu  karena perintah Allah untuk menguji tingkat keshalihan ortu dan anaknya. Ternyata keduanya adalah pasangan yang benar-benar shaalih.
Bisa memiliki anak shalih dan shalihah, kenapa tidak?

Namun di  zaman sekarang memiliki anak yang shalih yang memiliki  modal KERJA KERAS, KEJUJURAN, KONSISTEN, AMANAH, MOTIVASI, PEDULI, REFLEKSI, DAN TAQWA (KAMPRET) sangat langka. Selamat bagi ortu yang memiliki anak shalih dan shalihah , ortu tersebut memiliki modal awal SYURGA DUNIA DAN AKHERAT. Karena menurut hadis bahwa  pahala dan doa anak shalih dan shalihah kepada ortunya akan tak pernah habis mengalir ke ortunya.

Menuntut orang lain atau anak kita menjadi shalih dan shaliha itu pekerjaan gampang. Namun, perlu instropeksi juga, apakah sebagai ortu kita juga memiliki   keshalihan. Kalu belum saya pikir tidak usah banyak menuntut orang lain. OK