DAFTAR LABELKU (klik saja jangan ragu-ragu)

Jumat, 01 Juni 2012

ORANG TUA MINUS BAHAGIA


ORANG TUA MINUS  BAHAGIA
            Kebahagiaan menjadi harapan setiap orang. Terlebih sebagai orang tua. Masa tua  adalah masa di mana masa yang mestinya mampu menikmati  hasil dari masa-masa perjuangan sebelumnya. Walaupun menjadi orang tua bukan berarti masa berjuang  sudah habis. Modal menjadi bahagia sebagai orang tua tidak sekedar  modal yang banyak dari  "garam yang telah dimakan". Lebih komplek lagi bahwa menjadi orang tua tidak sesederhana yang dibayangkan. Ilmu atau  pengalaman merupkan hal yang utama.
            Alangkah malangnya bila sudah menjadi orang tua  belum bisa menikmati  rasa bahagia. Hilangnya rasa bahagia dalam kehidupan sebagai orang tua. Ini salah satu penyebabnya sikap hidup orang tua yang kurang tepat.  Dari sikap yang kurang tepat terkadang dilakukan berulang-ulang. Sikap salah  orang tua tersebut lalu menumpuk menjadi hal yang menyengsarakan. Namun semuanya bisa diperbaiki antara lain perubahan sikap. Perubahan sikap  tersebut adalah sebagai berikut:
Hindari perasaan selalu benar. Sederhana saja, daripada bertahan sebagai orang paling benar,  maka akui bila Anda melakukan kesalahan, sekalipun terhadap anak Anda. Kita harus sadar bahwa kesalahan adalh sesuatu yang wajar. Tidak ada manusia tanpa salah.
Perbaiki diri setelah berbuat salah. Tidak ada orang yang dapat merendahkan Anda tanpa seijin diri Anda sendiri”. Jadi Anda membuat kesalahan? Daripada berlarut-lart dalam rasa bersalah, sebaiknya Anda memperbaiki diri.
Jangan pernah membandingkan anak Anda dengan anak orang lain. Sekalipun anak Anda kembar, mereka pasti tidak nyaman jika selalu dibandingkan. Demikian halnya, keluarga. Jangan pernah membandingkan keluarga Anda dengan keluarga lain. Bersyukur dengan apa yang Anda miliki dan jangan benci orang lain atas apa yang mereka miliki.
Sadari segala hal tidak harus selalu dalam kendali Anda. Seorang anak akan selalu menjadi anak-anak yang, kadang, membuat segalanya berantakan. Daripada selalu emosi, lebih baik Anda lebih santai menghadapinya.
Anda tidak harus tahu segalanya. Ada beberapa hal yang dapat Anda pelajari terus-menerus dalam berperan sebagai orangtua. Bahkan, orang yang berpendidikan tinggi sekalipun tidak akan pernah berhenti untuk belajar dari seorang anak. Terbukalah terhadapa saran dan masukkan.
Jangan mengkhawatirkan hal-hal kecil. Anak Anda malas mandi, ingin memilih bajunya sendiri, atau tidak menghabiskan makan siangnya, seharusnya itu tidak perlu menjadi masalah besar.
Terimalah anak Anda apa adanya dan anak Anda bukanlah diri Anda. Normal, apabila anak Anda berbeda dengan Anda.
Berhenti mengkhawatirkan apa kata orang. Anak Anda bertengkar di sekolah, mendapat tindikan, dan sebagainya. Pastikan Anda tahu latar belakang pilihan sikapnya terlebih dahulu sebelum marah karena merasa malu terhadap pandangan orang