DAFTAR LABELKU (klik saja jangan ragu-ragu)

Sabtu, 29 September 2012

HAPPY SPOT BUKAN HOT SPOT (5M MERAIH HAPPY SPOT) Oleh Mas Katno Giri


Hot  spot bukan hanya dimaknai arena jangkauan  kita bisa  berselancar melalui  dunia maya. Namun arti denotatf  hot spot bisa dimaknai  tempat  kita belum atau tidak merasakan dingin atau tenteram  atau bahagia di suatu tempat.  Apakah  kita merasa  panas di tempat kerja  atau di rumah ?. Wah  terus di mana  bahagianya?

Panas identik dengan sifat  setan karena konon syetan terbuat dari api.  So kita mesti  harus jujur barangkali  ini kita masih memelihara  jiwa  kebodohan juga  kesetanan, karena orang pintar tentu tidak berkolaborasi dengan setan. Jangan berperasangka dulu , bahwa orang lain itu setan. Sesama setan dilarang saling menuduh. Selama saling menuduh di  manapun akan semakin panas.

Suasana panas  itu ada karena kita mengundangnya. “ Baiti Jannati atau isitilah yang lain “home sweet home”  merupakan ungkapan  yang bermakna tempatku (rumahku)  surgaku / kebahagianku. Ini terwujud karena  penghuninya  manusia-manusia berjiwa mulia bukan   berjiwa setan.

Mas Sukatno Giri berusaha berbaik hati dan tidak sombong. Dia mau berbagi YEN ORA BOLO ORA TAK KANDANI, Tip Menciptakan  HAPPY SPOT  Melalui  5 M:
1. Melakukan Amal shalih
"Siapa yang beramal salih baik laki-laki ataupun perempuan dalam keadaan ia beriman, maka Kami akan memberikan kepadanya kehidupan yang baik dan Kami akan membalas mereka dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang mereka amalkan." (An-Nahl: 97)
Ibnu 'Abbas RA meriwayatkan bahawa sekelompok ulama mentafsirkan bahawa kehidupan yang baik (dalam ayat ini) ialah rezeki yang halal dan baik (halalan tayyiban). Sayidina Ali pula mentafsirkannya dengan sifat qana'ah (merasa cukup). Ali bin Abi Thalhah dari Ibnu 'Abbas, meriwayatkan bahawa kehidupan yang baik itu adalah kebahagiaan.
2. Mengingat Allah.
Dengan berzikir kita akan mendapat kelapangan dan ketenangan sekali gus bebas daripada rasa gelisah dan gundah gulana. Firman Allah:
"Ketahuilah dengan mengingat (berzikir) kepada Allah akan tenang hati itu." (Ar-Ra'd: 28)
3. Mencari peluang berbuat baik.
Berbuat baik kepada makhluk dalam bentuk ucapan mahupun perbuatan dengan ikhlas dan mengharapkan pahala daripada Allah akan memberi ketenangan hati.
Firman-Nya:
"Tidak ada kebaikan dalam kebanyakan bisikan-bisikan mereka kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh ( manusia) untuk bersedekah atau berbuat kebaikan dan ketaatan atau memperbaiki hubungan di antara manusia. Barang siapa melakukan hal itu karena mengharapkan keredaan Allah, nescaya kelak Kami akan berikan padanya pahala yang besar." (An-Nisa: 114)
4. Melihat "kelebihan" bukan kekurangan diri.
Lihatlah orang yang di bawah dari segi kehidupan dunia, misalnya dalam kurniaan rezeki karena dengan begitu kita tidak akan meremehkan nikmat Allah yang diberikan Allah kepada kita. Rasulullah SAW bersabda:
"Lihatlah orang yang di bawah kamu dan jangan melihat orang yang di atas kamu karena dengan (melihat ke bawah) lebih pantas untuk kamu tidak meremehkan nikmat Allah yang dilimpahkan-Nya kepada kamu." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
5. Mengharapkan ridlo Allah bukan  semata-mata ucapan terima kasih dari manusia.
Ketika melakukan sesuatu kebaikan, jangan mengharapkan ucapan terima kasih ataupun balasan manusia. Berharaplah hanya kepada Allah. Kata bijak pandai, jangan mengharapkan ucapan terima kasih kerana umumnya manusia tidak pandai berterima kasih. Malah ada di antara hukama berkata, "sekiranya kita mengharapkan ucapan terima kasih daripada manusia nescaya kita akan menjadi orang yang sakit jiwa!".
Firman Allah:"Kami memberi makan kepada kalian hanyalah karena mengharap wajah Allah, kami tidak menginginkan dari kalian balasan dan tidak pula ucapan terima kasih." (Al Insan: 9)
Posting Komentar