DAFTAR LABELKU (klik saja jangan ragu-ragu)

Minggu, 25 November 2012

SAAT MUDAKU MENDAPAT PENCERAHAN HIDUP Oleh Maskatno Giri


Di saat aku remaja. Ada di antara pencerahan hidup yang terekam di benakku. Kini kumunculkan kembali. Karena aku cinta anak-anaku yang sudah menginjak usia remaja. 

Di antaranya yang tak pernah terlupakan dari ilmu pencerahan dalam hidupku sbb: 

Manusia dan hewan memiliki banyak persamaan: otak, berpasangan dan berkembang  biak dll. Adahal yang membedakan antara manusia dan hewan adalah akal budinya. So, bila manusia tidak memaksimalkan fungsi akal budinya berarti selevel hewan ,  itu logika biasa.

Memiliki generasi berakal budi luhur  adalah harapan orang tua yang normal. Namun, kenyataannya degradasi  moral/ budi pekerti (dalam bahasa agama disebut  akhlaq) nampak benar-benar nyata. 

Pemegang tanggung jawab terbesar atas kehancuran generasi  adalah orang tua. Orang tua ideal adalah orang tua yang tidak akan pernah bosan untuk: memotivasi, menasihati, mengarahkan, memberi teladan, menghibur  dll kepada anak-anaknya.

Kini pembelajaran tentang budi pekerti semestinya menjadi agenda wajib tidak hanya di sekolah namun juga di setiap rumah tangga.
 Kegunaan penjagaan budi pekerti / akhlak ialah untuk menjadikan manusia dapat hidup terhormat, aman, tenteram, rukun dan damai.
·          Sebaik-baiknya kekayaan adalah kaya jiwa.
·         Sebaik-baiknya perbekalan adalah takwa.
·         Sejahat-jahatnya buta adalah buta hatinya.
·         Seburuk-buruknya kesalahan adalah dusta.
·         Sejahat-jahatnya makanan adalah benda anak yatim.
·         Seburuk-buruknya usaha adalah mengusahakan riba.
·         Barangsiapa suka memaafkan, maka Allah pun suka memaafkannya.
·          Dan barangsiapa suka mengampuni orang, maka Allah pun mengampuninya.
(Al-Hadits)
1.      Akhlak ialah untuk menjadikan manusia dapat hidup aman, tenteram, rukun dan damai.
2.      Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang paling baik budi pekertinya.
(Al-Hadits)
3.      Belum sempurna iman seseorang sehingga ia dapat mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendri.(Al-Hadits)
4.      Apabila seseorang tiada dapat menahan nafsunya berarti ia menyimpan pelor dalam tubuhnya untuk membuat kecelakaan bagi dirinya sendiri dan pada orang-orang disekelilingnya.
5.      Semudah-mudahnya pekerjaan didunia ini adalah mencela, sedangkan memperbaikinya adalah paling sukar
6.      Untuk mencapai sesuatu harus diperjuangkan dulu, seperti mengambil buah kelapa, dan tidak menunggu saja sepeti jatuh durian yang telah masa.
7.      (M. Natsir)
8.      Takwa kepada Allah SWT adalah hasil final dari ilmu pengetahuan.
9.      Allah tidak merubah nasib suatu bangsa (diri) sebelum diri sendiri mengusahakannya.
(Al Quran)
10.  Didalam tubuh manusia ada segumpal daging. Apabila daging itu baik, maka tubuh seluruhnya menjadi baik. Dan apabila daging itu buruk, maka seluruhnya menjadi buruk. Ketauhilah bahwa segumpal daging itu adalah kalbu atau hati manusia.
(Al Hadist)
11.  Termasuk dosa besar seseorang mencaci maki ibu bapaknya. Mereka bertanya: “bagaimana seseorang mencaci ayahnya sendiri?”. Nabi SAW menjawab: “Dia mencaci ayah orang lain, lalu orang itu mencaci maki ayahnya. Dia mencaci maki ibu orang lain, kemudian orang mencaci maki ibunya”
(Al- Hadist, Mutafaq ‘Alaih)
12.  Apabila seorang meninggalkan doa kepada orang tuanya, niscaya akan terputus rizkinya
 (Al Hadist)
13.  Ridha Allah SWT tergantung ridha orang tua.Dan murka Allah SWT tergantung murka orang tua.
(Al Hadist)
14.  Siapa yang menanam budi niscaya ia akan memetik kecintaan dan siapa yang menanam kesombongan, niscaya ia akan memetik kebencian.
15.  Siapa yang hanya membuat rencana adalah tukang mimpi. Siapa yang hanya bekerja adalah budak pekerjaan. Tetapi siapa yang bekerja menurut rencana itulah yang akan jadi pemenang.
16.  Semulia-mulianya manusia adalah orang yang suka memperbaiki kesalahannya sendiri dan tunduk kepada kebenaran.
17.  Keuntungan bangun pagi: senang pikirannya, panjang umurnya, sehat badannya, murah rezekinya
(Imam Al-Ghazali)
18.  Secantik-cantiknya bunga akan layu, seterang-terangnya cahaya akan kabur, secantik-cantiknya lukisan akan kabur.
19.  Semua penyakit dapat diobati kecuali kerusakan akhlak.
20.  Barangsiapa suka mengampuni orang, maka Allah pun suka mengampuninya.
(HR. Ibnu mas’ud)


Posting Komentar