DAFTAR LABELKU (klik saja jangan ragu-ragu)

Senin, 15 April 2013

Aku Mendapat Pembelajaran Nyata dalam Hidup oleh Maskatno Giri

 Dalam Minggu ini, aku mendapat pembelajaran hidup yang luar biasa. Baiklah akan kuceritakan untuk kilas balik dari peristiwa hari ini dan mundur ke belakang hari sebelumnya.

Tadi siang setelah mengawasi UN di SMA N 1 Jatisrono, aku kembali lagi ke sekolah untuk memotivasi dan mengecek lagi kesiapan para siswa menghadapi UN bahasa Inggris besuk. Aku ditanya  para siswa XII A1dan A2 soal materi  lat UN b. Inggris dan mohon doa dan nasihat agar besuk bisa lancar mengahadapi soal UN b. Inggris. Kujawab dengan lancar setiap pertanyaa mereka. Mereka juga bertanya tentang masa laluku saat menghadapi UN. Tegang itu biasa itulah jawabku. Aku menambahkan bahwa di antara kita memang tak ada yang sempurna. Kadang sudah belajar tapi lupa pas ujian .

Namun,  kita perlu sadar bahwa sumber kekuatan, kecerdasan dan ilmu yang tak terbatas adalah dari Allah  Tuhan YME. maka aku peringatkan untuk memohon kepadaNya. Di antara kita mungkin  pernah bersedekah dengan ikhlas.  Keiklhasan bisa sangat membantu kita.  Kusampaikan juga  dari kisah yang  telah kubaca bahwa banyak orang yang   menghadapi masalah berat tapi diberi jalan keluar karena pernah  berbuat ikhlas. Maka nasihatku berdoalah sekhusuk mungkin dan  mohonlah  semoga diberi kemudahan dalam mengerjakan  soal ujian dan dengan keikhlasan kita dulu bisa menjadi penolong dalam kesulitan hari ini.

Kuceritakan juga berdasar kisah Islami  bahwa orang-orang yang terjebak dalam goa yang tertutupi batu bisa selamat karena mereka berdoa  sungguh-sungguh karena mereka pernah bersedekah ikhlas. dan mereka selamat dari terjebak maut di goa. Itulah pembelajaran1 hr ini.

 Setelah sampai di rumah dengan perjalanan sekitar 65 km, aku mendatangi pengajianai. Mendatangi berbagai jenis kajian adalah  hobiku sejak muda. Namun, aku belum  pernah mengikuti kajian untuk mebuat orang takut atau bikin teror.

Beberapa kali mengikuti  kajian keagamaan, sebetulnya banyak juga pencerahan yang aku peroleh terlebih lagi tadi sore ba'da asar. Pembelejaran yang ke dua hari ini sbb:

Sang ustadz menyampaikan denagn serius dan aku mendengarkan dengan serius. Beliau menyampaikan bahwa tidak  mungkin ada orang besar atau pemimpin besar tanpa  mengalami masalah-masalh besar. beliau mencontohkan Nabi Muhammad SAW, belaiau dari kecil  belaiau sudah ditinggal oleh ortunya, beliau hidup dalam kesulitan. namun, apa yang terjadi beliau akhrnya menjadi pemimpin yang hebat dan pengikutnya sduah tak terhitung yang meyakini dan taat pada Nabi Muhammad saw. Dan juga banyak tokoh sukses karena waktu kecil dan muda mengahdadapi banyak masalah dan peliknya masalah, namunn kekuatan  berkat  kesungguhan dan kerja keras, mereka bisa sukses. Sang ustadz menyampaikan orang yang waktu muda inginnya enak-enak, mereka tidak bisa menjadi orang besar  dan sukses. Kalau mereka sukses, bukan sukses  sejati , tapi sukses yang rapuh dan  sukses jangka pendek.

Pencerahan yang ketiga. Ini sungguh terjadi pada anakku di hari Minggu siang kemarin. Udara hari itu  sangat panas. Aku mendapat kabar di malam minggu bahwa  ayah dari teman istrikuku yang sukses di Bandung meninggali dunia dan akan dikebumikan di hari Minggu siang. Sebagai teman aku dan istri akan datang walau panas.  Salah satu dari anakku yang baru kelas  1 SD merengek-rengek untuk  ikut melayat, sedangkan  anakku yang masih kecil sengaja  ditinggal, karena memang masih tidur dari jam 9 pagi. Aku sudah membujuk supaya tak ada yang ikut, sebab bukan untuk dolan. Dasar anak- anak akhirnya ikut.

Setelah sekitar satu jam perjalanan, karena akau dan istri belum tahu alamatnya berkali-kali tanya , akhirnya sampai juga di  rumah duka. Seperti  adat di desa memasukkan amplop yang berisi sedekah tak seberapa nilainya, bersalam-salaman serta ngobrol. satu jam berlalu ternyata penguburan masih menunggu  sholat dluhur.  Akhirnya kita pamit, karena  kita meninggalkan anakku yang paling kecil di rumah yang dijaga oleh anakku yang no 1.

Sebelum pulang, Istri dan anakku diajak  masuk ke rumah, eeeh .. teman istriku (si tuan rumah)  memberi beberpapa lembaran ratusan ribu yg masih baru,  mau ditolak, dia masih nekat, diterima juga akhirnya oleh anakku.

Kami memang diajari  dan kami berpikir, kenapa  kami  yang masih diberi banyak kenikmatan malas bersedekah, sedangkan orang yang  terkena musibah saja dengan mudahnya bersedekah, kami sadar bahwa kami baru mendapat pembelajaran bahwa kita tidak boleh kikir. Dan kita meyakini bahwa apa yang kita keluarkan untuk kepentingan tidak mungkin sia-sia. Bagi keluarga teman istriku semoga, Anda semaua diberi ketabahan, kekuatan, kesabaran, dan kemurahan rejeki yang berkah dan lengkap.

Bagi pembaca blogku, mungkin di antara Anda  yang cuma iseng2 baca-baca tapi ada juga sang mau membaca dengan serius. Walau blog  ini tidak dibuat dengan upaya serius, maksudku bukan serius untuk orang lain tapi untuk kalangan terbatas terutama penulis blog beserta anak-anaknya. Ini pasti bermanfaat terutama untuk aku sendiri dalam menulis. Selanjutnya terserah Anda.


Posting Komentar