DAFTAR LABELKU (klik saja jangan ragu-ragu)

Sabtu, 06 April 2013

Bahagia atau Sengsara Biasa Ada oleh Maskatno Giri

Bagi Anda yang sudah dewasa, Anda bisa merasakan apakah Anda dalam kehidupan bahagia atau sengsara. Kadang kita tidak bisa mengelak bahwa kehidupan kita memang sudah sewajarnya bahagia dan kadang kita seharusnya  hidup sengsara. Ini terkadang juga bukan kehebatan kita atau bukan kita terlalu buruk. Namun, segala sesuatu telah terjadi atas sepengetahuan  dan kuasanya Allah swt. Ada hikmah besar di balik semua yang telah terjadi. Ini bisa dimaknai sebagai karunia dari Allah atau bisa disimpulkkan segala sesuatu merupakan adzab atau cobaan

Memang semuanya telah terjadi, tapi kita perlu juga intropeksi bahwa kebahagiaan, kesengsaraaan saat ini bukan sesuatu yang ujuk-ujuk atau sesuatau yang instant. Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum bila mereka tidak mau merubahnya. Kuasa Allah adalah sesuai dengan prasangka dan perilaku manusia.Allah pun sanggupmengubah apa yang sudah ditetapkan.  Kita pun sebenarnya sudah tahu bahwa segala sesuatu menurut proses sunatullah. Kita perlu kilas balik bahwa kita bahagia ataupun sengsara adalah meupakan sekumpulan titik yang kita rajut sebelumnya,  akhirnya  rajutan tersebut  menjadi suatu outcome  (hasil).

Yang jelas, suatu kebaikan yang dilandasi keilmuan,  keikhlasan, ketekunan  dan kebaikan-kebaikan pendukung yang lain  untuk jangka panjang akan menghasilkan sesuatu yang membahagiakan. Allah Maha Kasih atas hambanya. Hamba yang baik akan mengetam kebaikan dan sebaliknya bagi yang  durhaka akan merasakan dampaknya. Namun, Allah Maha Adil  bagi hamba yang buruk saja diberi rezeki apalagi bagi  orang yang baik kepada Allah swt.

Sebaliknya, bila kita sadar atau tidak sadar, baik ndableg atau tidak ndableg, keburukan kita  yang kita tanam pasti akan kita ketam dikemudian hari. Barangkali kita sering berbuat dzalim, curang, culas dll. Untuk jangka  pendek sepertinya keburukan itu tidak ada apa-apanya. Namun,  Allah Maha Tahu, walau manusia tidak ada yang tahu. Akhirnya kesengsaraan akan kita ketam memang kita telah menanamnya.




Posting Komentar