DAFTAR LABELKU (klik saja jangan ragu-ragu)

Sabtu, 25 Mei 2013

FATIN DI ANTARA KEMERIAHAN X FACTOR DAN PESTA KELULUSAN SMA oleh Maskatno Giri

Sepenggal kisah. “Fatiiiiiiiiiiiiin, fatin, fatin, Fatin!” Itulah teriakan histeris dari penggemar Fatin di acara X factor Indonesia Jum’at malam 24/5/ 13. Linangan air mata dari para kawula muda dan orang tua mewarnai penampilan Fatin.

“Kamu terlihat bahagia Fatin malam ini....kayaknya ada yang beda” Itulah komentar Ahmad Dani“Aku bahagia saja, tidak ambisius harus menang” Itulah kurang lebih jawaban dari Fatin.

Fatin Sidqia Lubis memang fenomenal, gadis SMA (16 th) berdarah Batak-Betawi menjadi idola. Bahkan para ulama mendoakan Fatin menang. Terbukti ada surat terbuka dari para ustadz berisi dukungan dan nasihat untuk Fatin.

Di luar kekurangan juga pro kontra tentang penampilan Fatin,  setidak-tidaknya dia telah menjadi harapan kesuksesan dari para orang tua dan kawula muda. Barangkalai salah satunya para orang tua dan kawula muda merindukan sosok remaja berprestasi , layak menjadi motivator dan keteladanan. Sudah terlihat nyata di berbagai media para remaja putri umumnya, kalau sudah tampil di panggung mereka sudah tergoda untuk tampil seronok alias pamer aurat. Bahkan, penyanyi belum terkenal saja sudah gila-gilaan dalam memamerkan anggota tubuhnya (auratnya) secara vulgar. Mereka memang mengandalkan bodinya daripada suaranya.

Atas kemenangan Fatin mestinya mengingtakan para orang tua untuk memotivasi para putera-uterinya menjadi pribadi penuh semangat berptrestasi, menjaga kehormatan diri dan sanggup menjadi teladan.

Di saat yang hampir bersamaan Jum’at sore 24/5/13, pesta kelulusan SMA digelar. Para remaja menari kegirangan, ada di antaranya mabuk di jalan. Bahkan pesta di jalan berlangsung samapi habis maghrib. Para remaja puteri menjadi cheer leaders memberi dukungan dan teriakan ke pelajar putra. Dasar mendapat dukungan,  polah mereka semakin menjadi, dan ini terjadi di tengah  jalan raya. Jelas polah mereka  mengganggu pengguna jalan yang lain Mereka bangga atas kelulusan mereka. Na’udzubillah. Rasa malu yang tergadaikan, rasa sukses semu yang dibanggakan. Padahal banyakdi antaranya bermodal nilai dongkrakan.

Posting Komentar