DAFTAR LABELKU (klik saja jangan ragu-ragu)

Selasa, 17 September 2013

Menuju Kemuliaan Bermodal Rasa Malu

Kita sebenarnya  sudah tahu bahwa menjadi manusia sempurna itu tidak mungkin. Tapi, menjadi manusia yang lebih baik kenapa tidak?. 

Keimanan kita pun juga tidak selamanya dalam kondisi prima. Maksudnya, kita tidak mungkin dalam kondisi kuat/ sempurna imannya secara terus menerus. Terkadang kita juga lupa bahwa Allah  Tuhan Yang MAha Mengetahui selalu mengawasi kita. Maka  kita kadang agak lepas kendali melakukan perbuatan dosa walau kecil tanpa malu-malu.

Aku menggarisbawahi  kata ustadzku yang bersumber dari hadis nabi bahwa "MALU SEBAGIAN DARI Iman". Rasa malu  ternyata bisa dijadikan rem bahwa kemauan bertindak negatif bisa diurungkan karena  kita masih dibekali rasa malu.

Tentu kita bisa hidup lebih mulia kalau berbekal sedikit dosa dan beramal mulia yang banyak. Sekali lagi salah satu cara meraih itu  semua (baca=kemuliaan hidup) kalau kita masih memiliki  rasa malu. Malu kepada diri sendiri, malu kepada ortu kita, malu kepada anak-anak kita dll. Dan lebih jauh lagi kita mesti  memilki rasa malu kepada Dzat yang Maha Kuasa. Tentu rasa malu tersebut   dalam bertindak hal-hal yang negatif.

Penting sebagai evaluasi  diri  kita sendiri bahwa kalau kita belum mampu menjaga  rasa malu kepada  yang Maha Kuasa,  setidak-tidaknya kita malu kepada diri sendiri atas jatuhnya harga diri kita sebagai manusia. Manusia yang berezeki  baik adalah manusia yang perbuatannya baik pula, itulah pelajaran  yang bisa kupetik dari  sang motivator Maro Teguh beberapa waktu lalu.





Posting Komentar