DAFTAR LABELKU (klik saja jangan ragu-ragu)

Selasa, 11 Maret 2014

Belajar dari Hafidz, Syifa dan Sara ( Kisah Pacaran Sampai Pembunuhan)

           Baru saja Maskatno Giri menulis  “Stop  Pacaran” di blogku ini. Semakin gencar, berbagai media menulis  berita menarik “Buah dari Pacaran” :   PEMBUNUHAN SADIS”.  Akhir ceirta duka pacaran:  cemburu, sakit hati dan tidak mau kehilangan kekasih.
           Cinta adalah buta. Berita sudah tersebar ke mana-mana.  Hafidz (19) bersama pacar barunya   Assyifa (19) menjadi pembunuh Ade Sara Angelina Suroto (19). Kata seorang psikolog Hafidz diduga dipengaruhi kelakuan ayahnya, Dr. Sumantri Ownie. 
           Hafid mencari sosok panutan, sementara ayahnya berurusan dengan  kepolisian karena terlibat pembunuhan janin/ aborsi. Seperti  diberitakan di okezone sebelumnya  Ayah Hafidz merupakan dokter umum yang melakukan praktek  pembunuhan janin  kepada pasien. Dia pernah ditangkap polisi pada 2009.
           Akhirnya kita bisa belajar, bagi seorang  ayah, ibu atau calon orang tua  dan  kita semua  dituntut  menjadi  model atau teladan. Kalau kita memberkan investasi negatif pada masa depan kita termasuk ke anak-anak kita, tentu sangat bahaya.  Kelakuan kita akan terekam dan suatu saat akan ditiru oleh generasi kita. Sangat mungkin generasi kita lebih kejam dari kita sendiri.Selanjutnya terserah Anda. Salam sukses sejati.
Posting Komentar