DAFTAR LABELKU (klik saja jangan ragu-ragu)

Selasa, 30 September 2014

Belajar Kesyukuran dari Claudio (si kepala terbalik)

14108280231510445808Kalau manusia   boleh memesan ke Tuhan, pastinya manusia akan memesan supaya dilahirkan dan mampu melahirkan  manusia excellent secara fisik, non fisik dan juga intelektual.

Kenyataanya,  manusia   sering harus ikhlas menerima ketentuan   Tuhan Allah SWT. "Manungso sadermo nglakoni".   

Sebagai pembelajaran hidup, aku teringat pada keluh kesahku  di masa lalu, "Kenapa aku dilahirkan dari keluarga serba pas-pasan: pisik, wajah, ekonomi, kecerdasan  juga pas-pasan. Maksudku  aku bukan manusia yang terlahir segabai sosok linuwih / excellent.  Saat itu aku memang lupa bahwa aku harus bersyukur, aku lupa bahwa aku harus "melihat ke bawah".

Di masa lalu, suatu sisi aku memang sering mengeluh tentang keadilan Tuhan. Karena aku merasa tidak  diberlakukan secara adil oleh Tuhan. Sekali lagi itu dulu. Di  samping sering mengeluh, suatu  sisi  aku juga sering mencari sarana untuk memotivasi diri, salah satunya aku suka membaca,  mendatangi  forum-forum kajian,  dan  forum motivasi.  Aku memang haus motivasi. Sampai sekarang pun aku juga berhobby membaca buku-buku motivasi. Intinya aku butuh motivasi untuk bersyukur, biar hidupku semakin bahagia dan makmur.

Hari ini Alhamdulillah aku mendapatkan motivasi kesyukuran   dari membaca International. Kompas.com. Kutemukan motivatorku, dia  adalah Claudio Vieira de Oliveira (37) . Dia dilahirkan  dari Monte Santo, Brasil dengan leher terlipat ke belakang. Alhasil, pria ini harus menjalani hidupnya dengan posisi kepala yang terbalik.  

Di suatu kesempatan Claudio menyampaikan motivasinya ,"Sejak kecil, saya selalu menyibukkan diri dengan berbagai hal. Saya tak suka bergantung pada orang lain," 

 Dokter pernah meyakini bahwa Claudio tak akan berumur panjang tidak membuat pria itu menyerah. Di tengah keterbatasannya, kini Claudio meraup sukses dalam kehidupannya. Dia menyelesaikan pendidikannya sebagai akuntan dan sukses menjadi seorang pembicara.

Melalui wawancara di media Claudio berkata"Saya belajar menyalakan televisi, menjawab telepon, menyalakan radio, serta menggunakan internet dan komputer. Semua saya lakukan sendiri," tambah dia.
Bagaimana Claudio mengerjakan semua itu? Dia mengetik dengan menggunakan telepon yang digigit, mengoperasikan telepon dan mouse komputer menggunakan bibirnya, serta menggunakan sepatu khusus yang membuatnya bisa berjalan-jalan keliling kota.

Yang terakhir, mestinya kita bisa mengambil hikmah bahwa kita wajib bersyukur. Terlahir cacat saja mampu mandiri dan mampu menginspirasi orang lain. Bagaimana dengan kita?.

Kesyukuran mengundang kebahagiaan dan kemakmuran. Salam sukses sejati.



Posting Komentar