DAFTAR LABELKU (klik saja jangan ragu-ragu)

Jumat, 12 September 2014

Terbukti. Tak Harus Ikhlas Dalam Sedekah. Namun Berkah

"Bersedekah itu tidak harus ikhlas, memang idealnya semua ibadah harus ikhlas. Tapi untuk menjadi ikhlas butuh proses belajar". Kata motivator Ippho Santosa.

Setelah kupikir secara mendalam, ternyata benar juga kata mas Ippho. Segala kebaikan membutuhkan keikhlasan. Ikhlas itu perlu berlatih. Mukhlisin adalah julukan orang yang memiliki tingkatan atau maqom tertinggi bagi orang Islam. Namun untuk meraih tingkatan TOP  tersebut perlu bertahap. Aku yakin  semua orang tanpa kecuali pernah berlaku tidak ikhlas atau riya'. Menjadi benar-benar ikhlas itu mudah diucapkan, terutama bagi yang terlalu  idealis.....Segalanya proses bro!

Aku pun sering  termotivasi oleh  pernyataan mas Ippho khususnya dalam meraih rezeki dan menebar sedekah, aku juga sering membaca buku karyanya. Aku berusaha bersemangat dalam bersedekah. Menurutku sedekah tidak harus berupa uang. Kenyataanya sedekah yang tanpa modal, pasti  mudah dilakukan oleh hampir semua manusia.  Contohnya "senyuman". Kata nabi SAW, senyum adalah sedekah.

Berbicara  masalah  sedekah, teringat  kisah para sobatku dan aku sendiri dalam melatih bersedekah. Setiap gajian, sudah ada kesepakan di dekat meja bendahara disediakan kotak  sedekah untuk beasiswa bagi para siswa yang tidak mampu. Alhamdulillah,  beasiswa sedekah sudah berjalan lebih dari lima tahun.

Kini  biasiswa sedekah , insya Allah akan selalu meningkat jumlahnya.  Termasuk dari sedekahku sendiri, aku juga  belum menjadi orang ikhlas sejati. Sekali lagi , hidup ini proses  bro n sis!.

Bagiku dan para sobatku memberi beasiswa dari sedekah yang istiqomah bukan pekerjaan berat, kan cuma sebagian dari gaji saja.  Terutama aku sudah dikenalkan sejak usia SMA untuk ringan berzakat, berinfaq dan sedekah. Trimakashi kepada para ustadz atau guruku.  Ditambah lagi, aku selalu ingat akan masa laluku bahwa aku dulu terbiasa hidup miskin. Maka kini  waktuku untuk melampiaskan dendam positifku, bahwa  aku tidak boleh kikir.

"Bu, mulai tahun pelajaran baru ini  gaji tunjangan  dari tugas tambahan di sekolah  akan kusedekahkan kepada siswa yang tidak mampu". Itulah tekatku yang kusampaikan ke istriku beberapa waktu lalu, dan alhamdulillah istriku mendukungku.

Pagi tadi juga kusampaikan ke salah satu wali kelas yang memiliki peserta didik sebagai yatim piatu, bahwa tunjanganku menjadi kepala perpustakaan akan kusedekahkan sebagi bea siswa. Dan  alhamdulillah ibu guru  mendukungku. Semoga hidupku barokah, inilah latihanku awal menuju maqom mukhlisin.

Posting Komentar