DAFTAR LABELKU (klik saja jangan ragu-ragu)

Selasa, 30 Desember 2014

Memegang Kejujuran: Masa Depan Penuh Keberkahan

Kompas Senin, 29/12/2014 mengangkat kisah nyata: Satu Kejujuran yang Mengantarkan pada Kesuksesan. 

Dikisahkan ada seorang pemuda  kuli bangunan yang berawal menemukan HP senilai sekitar 15 Juta. Namun, pemuda tersebut tidak berniat menjualnya,  lalu dikembalikan ke pemiliknya, melalui kontak telephone.

Tidak disangka, ternyata pemilik HP adalah orang yang sangat kaya. Singkat cerita, pemuda disekolahkan  oleh pemilik HP ke PT, dibelikan spd motor dan diberi pekerjaan.  Singkatnua, kini pemuda tersebut menjadi direktur sebuah hotel berbintang. Pemuda tersebut adalah Dwi Saputra dari Solo.

Kini aku menasihati dir sendiri; pegang kejujuran secara konsisten/ istiqomah, memiliki hidup penuh berkah, kenapa tidak? . Jujur kepada diri sendiri, jujur kepada orang lain, dan yang pasti  menyadari  bahwa  Allah  Maha Mengetahui dan Berkuasa.

Akhirnya,  kutulis kembali  beberapa nasihat para ustadz yang hebat:  manfaat  memegang nilai-nilai kejujuran:

Pertama, jujur  akan mengantarkan ke surga. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya kejujuran akan mengantarkan kepada kebaikan dan kebaikan akan mengantarkan ke surga … dan sungguh kebohongan akan mengatarkan kepada dosa, dan dosa akan mengantarkan kepada neraka .…” (HR Bukhari-Muslim).

Kedua, jujur akan melahirkan ketenangan.
Rasulullah SAW bersabda, “… maka sesungguhnya kejujuran adalah ketenangan dan kebohongan adalah keraguan .…” (HR Turmidzi). Orang yang selalu jujur akan selalu tenang, sebab ia selalu membawa kebenaran. Sebaliknya, para pembohong selalu membawa kebusukan dan kebusukan itu membawa kegelisahan akibat kebusukannya.
Ketiga, jujur disukai semua manusia. Abu Sofyan pernah ditanya oleh Heraklius mengenai dakwah Rasulullah SAW.  Abu Sofyan menjelaskan bahwa di antara dakwahnya adalah mengajak berbuat jujur. (HR Bukhari-Muslim).

Rasulullah SAW terkenal  dengan gelar Al Amin (bisa dipercaya).  Bahkan, sebelum kedatangan Islam, beliau sudah masyhur sebagai orang yang jujur. Orang-orang kafir Makkah pun mengakui kejujuran Rasulullah SAW, sekalipun mereka tidak beriman.  Selain itu, mereka juga selalu menitipkan barang berharga kepada Rasul SAW.

Keempat, jujur akan mengantarkan pelakunya pada derajat tertinggi.
Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang memohon dengan jujur untuk mati syahid, (maka ketika ia wafat) ia akan tergolong syuhada sekalipun mati di atas kasurnya.” (HR Muslim).

Dan kelima, jujur akan mengundang rezeki dan  keberkahan. Rezeki di sini dalam artian yang luas. Rezeki lahir dan bathin atau rezeki langsung dan tidak langsung. dll Nabi Muhammad SAW pernah mengatakan bahwa seorang pembeli dan pedagang yang jujur dalam melakukan transaksi perdagangannya maka ia akan diberkahi oleh Allah. Sebaliknya, jika menipu maka Allah akan mencabut keberkahan dagangannya. (HR Bukhari Muslim). Wallahu a’lamu bisahwab. Dan SALAM SUKSES SEJATI

Posting Komentar