DAFTAR LABELKU (klik saja jangan ragu-ragu)

Kamis, 26 Maret 2015

Nikmatnya "Kulino Rekoso"

Sayang bila tak dikenang. Aku terlahir dari seorang ibu yang sudah tua, ya setidaknya mendekati masa menopause. So asupan gizi, dan perhatian untukku pun juga berkurang. Pokoknya masa kecil,  sampai beranjak masa sekolah pun kulalui " pokoke mlaku seadanya-sing penting urip".

Mungkin banyak yang mengira, aku adalah cucu dari ibuku. Padahal aku benar-benar anak kandung terakhir dari 7 bersaudara. Hobiku cuma ngintil. Maksudku, ke sekolah, bermain hobinya cuma ikut-ikutan. Ortuku sibuk kerja di ladang. Sedangkan kakak-kakaku semuanya tinggal di kota. Belum pernah sama sekali rasanya aku dicarikan sekolah atau  diantarkan  ke sekolah  oleh ortuku. Pokoknya aku cuma ngintil orang.

Teringat lagi saat aku mau mendaftar di SMPN1 Baturetno. Lagi-lagi aku tanpa diantar oleh ortuku, aku harus nginthil  orang lain, dan akhirnya aku diterima sebagai siswa SMP terfavorit di daerahku.

Setelah lulus SMP. Kakaku terkena musibah, dia patah kaki karena tabrakan dan harus tinggal di rumah sakit berbulan-bulan. Aku berhenti tidak bisa melanjutkkan ke SMA, karena faktor biaya.

Singkat cerita, aku merantau ke Solo. Aku mendaftar sendiri  di sekolah favorit SMA MTA Solo,  Setelah lulus aku ikut-ikutan juga mendaftar UMPTN di UGM gagal. Dan singkatnya aku diterima di  UNS FKIP b. Inggris dan PGSD. Tapi kuputuskan ambil bahasa Inggris.

Alhamdulillah, selama di SMA sampai kuliah di S1 bahkan S2 aku belum pernah minta bantuan ke ortuku atau minta ke kakak-kakakku. Allah memberikan aku kekuatan untuk mencari biaya sendiri.

Segala penderitaan lahir dan batin sudah menjadi jiwaku dan sudah menyatu dengan darahku. Kalau mau diceritakan tak habis-habis bahan ceritanya.

Saat ini aku baru sakit, mendapat musibah terjatuh. Kakiku ditancapi 2 pen dari luar menembus kulit sampai daging sepanjang lebih dari 10 cm. Sakit? Biasa saja.   Mengeluh NO WAY. Cuma sakit nyeri saja. Keecil! Kan sudah terbiasa sejak kecil dengan tetesan darah, keringat dan air mata. Pokoke " wis terbiasa rekoso" ternyata membawa  kenikmatan luar biasa di kemudian hari.
Posting Komentar