DAFTAR LABELKU (klik saja jangan ragu-ragu)

Sabtu, 27 Juni 2015

Pembelajaran Menuju Taqwa

Sekitar usiaku  delapan tahun, aku sudah terbiasa puasa. Walau hanya puasa "mbedhuk", alias tidak sampai sehari penuh. Dan sekitar usai sembilan tahun aku sudah terbiasa puasa  sehari penuh. Bukan karena aku hebat. Karena lingkungan di desaku sudah terbiasa anak kecil puasa  seharian penuh. Terkadang  ini hanya  kegiatan ikut-ikutan saja. Juga malu bila aku tidak berpuasa. Walau ini tak menunjukkan  keikhlasan dalam  beribadah. Eeeh ternyata kebaikan, keikhlasan, dan ketaqwaan perlu dilatih sejak kecil.

Dampaknya kini aku sudah memiliki banyak anak, kegiatan puasa kuanggap  bukan hal yang memberatkan. Teringat firman Allah SWT: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertaqwa” (QS. Al Baqarah: 183).

Tujuan final ibadah puasa adalah TAQWA. Untuk menuju  tingkatan  taqwa, pasti perlu pembelajaran. Ibadah puasa adalah salah satu pembelajaran menuju  manusia mulia  yakni manusia TAQWA. Lalu keuntungannya apa menjadi manusia bertaqwa?.

Keuntungan menjadi manusia bertaqwa sungguh luar biasa. Yang jelas manusia baik menurut Allah SWT adalah manusia yang  bertaqwa. Kebaikan berdampak kebaikan pula. Kebaikan pengundang kebahagiaan, sedangkan keburukan pengundang kesengsaraan.

Lebih lengkap lagi, bahwa ada banyak keuntungan menjadi orang bertaqwa:

Pertama, orang bertaqwa itu akan punya banyak solusi dan jalan keluar atas berbagai problem hidup yang dihadapinya. Dalam surat At Thalaq ayat 2, Allah swt menegaskan, “Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar.” Berjuanglah untuk semakin takwa harga kita tidak “ruwet” menjalani kehidupan ini. Apabila ada masalah segera selesai dan saat pikiran buntu berbagai solusi datang dari segala penjuru. Itulah salah satu nikmatnya taqwa.

Kedua, orang bertaqwa itu mendapat rezeki dari arah yang tidak diduga-duga. (At Thalaq: 3). Rezeki tidak harus berupa materi kan?. Mungkin  kita tiba-tiba  bisa berangkat  ke Tanah Suci,  terbebaskan  dari hutang, bea siswa, mendapatkan door prize, order meningkat, berjodoh dengan orang baik, hadiah dan lain sebagainya. Semakin bertaqwa maka berbagai pintu datangnya rezeki semakin terbuka.

Ketiga, orang bertaqwa itu urusannya dipermudah. Ini janji Allah swt di dalam surat At Thalaq ayat 4, “Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” 

Menjadi orang bertaqwa agar berbagai kemudahan menjalani kehidupan mewarnai perjalanan hidup kita. Masalah yang sulit dan berat bagi sebagian orang akan terasa mudah bagi orang yang bertaqwa.

Keempat, orang bertaqwa itu kesalahannya dihapus, pahalanya dilipatgandakan. Simak firman Allah swt di sura At Thalaq 5, “… Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya.” Setiap manusia pasti punya salah dan dosa, bersihkanlah dengan semakin taqwa. Setiap kita inging melakukan leverage dalam berbagi hal termasuk pahala, tempuhlah dengan jalan taqwa.

Kelima, orang bertaqwa itu dimuliakan. Lihatlah surat Al Hujurat ayat 13. Kemuliaan yang paling utama bukanlah karena kekayaan, keturunan, pendidikan dan lainnya. Allah swt akan memuliakan dan mengangkat derajat orang yang bertaqwa. Bila kita bukan anak raja, kaya pun tidak, pendidikan juga biasa saja, angkatlah derajat hidup kita dengan landasan taqwa.

Selanjutnya, hidup adalah pilihan. Kita tinggal memilih: jalan ketaqwaan atau kekufuran. Keduanya terbentang di depan kita. Salam sukses sejati!
Posting Komentar