DAFTAR LABELKU (klik saja jangan ragu-ragu)

Jumat, 26 Juni 2015

Rindu Nasihat Yang Menentramkan

Akhir-akhir ini pikiranku agak kacau alias kurang tentram. Padahal aku sudah sering memotivasi diri dan orang lain, bahwa hidup di dunia ini hanya sekali. Kita pasti akan meninggalkan dunia ini menuju alam keabadian di akherat kelak. So, buat apa hidup tidak bahagia dan tidak tentram?.

Ternyata salah satu penyebab ketidaktenteraman  hatiku adalah godaan syetan yang mengarah pada cinta dunia, kecemasan yang tidak perlu, takut gagal di dunia dll. Ujung-ujungnya masalah materi.  Sungguh aku rindu pada nasihat yang menentramkan. Salah satu ustadz kehidupanku  adalah Aa Gym. Beliau mampu sering memberikan nasihat  yang menyejukkan. Kini kutemukan dan kukumpulkan berbagai nasihat dari Aa Gym.
  1. Salah satu ciri orang diperbudak keinginan adalah lelah, sibuk dan sengsara karena berpikir dan mencari yang belum ada sehingga tak punya waktu untuk mensyukuri apa yang ada.
  2. Orang akan mengeluarkan apa yang dimilikinya, orang hina akan mengeluarkan kata-kata hina dan menghina, orang mulia akan mengeluarkan kata dan sikap mulia.
  3. Perubahan adalah sesuatu yang pasti terjadi, siapapun yang tak siap dengan perubahan dan tak bersungguh-sungguh merubah diri menjadi lebih baik, niscaya akan berat menghadapi hidup ini.
  4. Jujur saja, kita akan berusaha menghindar dan tak suka bila bertemu dengan orang yang terlalu sering mengkritik, apalagi bila kritik tak pada tempatnya. Hati-hatilah bila kita termasuk pengkritik.
  5. Semakin ingin menunjukkan siapa diri kita, agar diakui dihormati, maka semakin tertekan, tegang dan melelahkan bathin dan biasanya semakin tak disukai.
  6. Punya keinginan adalah normal, diperbudak keinginan adalah sengsara dan hina, mengendalikan keinginan hanya yang bermanfaat untuk dunia dan akheratlah yang membuat bahagia dan mulia.
  7. Hati yang penuh kebencian kepada orang lain berarti mewakafkan hidupnya hanya untuk memikirkan orang yang dibencinya.
  8. Kerendahan hati dan ketenangan adalah satu paket, kesombongan dan kegelisahan bathin adalah paket lainnya, bila ingin tenang pilihlah kerendahan hati.
  9. Hati yang bening akan peka terhadap ladang amal, sehingga apapun yang dia lihat menjadi ladang amal solehnya, walaupun sekecil apapun, misalnya memungut puntung rokok.
  10. Kesombongan merupakan tanda kebodohan, bodoh tak tahu bahwa dirinya milik tuhannya, dan bodoh tak tahu bahwa kesombongan tak menambah selain kehinaan.
  11. Hati-hati kebiasaan mudah mengkritik dan mengkoreksi orang lain tanpa memperhatikan niat, etika dan suasana, niscaya akan membuat kita dijauhi dan tak disukai.
  12. Bila keinginan kian mendesak maka harus kian waspada karena nafsu selalu menggampangkan segalanya, perhitungan cenderung ceroboh dan biasanya berakhir dengan penyesalan  
  13. Bila kian ingin sebaiknya ditahan terlebih dahulu karena tergesa-gesa adalah pangkal penyesalan, ketenangan dalam meluruskan niat dan merenung + berdoa insya allah akan mendapatkan yang terbaik.
  14. Bersikap berani tampil apa adanya akan lebih menentramkan jiwa daripada ingin kelihatan lebih dari kenyataan sebenarnya.
  15. Gelas bening berisi air bening mudah nampak kotoran yang masuk, hati beningpun demikian mudah tahu dan sadar tiap kali berbuat kesalahan, peka dan mudah tobat .
  16. Kekuatan terhebat dan terdasyat dari seorang pemimpin adalah KETELADANAN, jangan menyuruh sebelum menyuruh diri, jangan melarang sebelum melarang diri , rasakan manfaatnya.
  17. Bila cermin kotor bagaimana mungkin digunakan untuk bercermin orang lain, sedang untuk bercermin diri saja sulit, begitulah bila hati kotor sulit jadi tauladan karena menilai diri saja tak bisa.
  18. Komentar spontan kita mungkin hanya satu patah kata, tapi bisa melukai hati dan menimbulkan kebencian mendalam, oleh karena itu waspadalah walaupun hanya sepatah kata.
  19. Keberanian untuk mengatakan tak tahu untuk yang tak diketahuinya jauh akan lebih menenangkan dan dihormati daripada selalu ingin kelihatan serba tahu dan sok tahu.
  20. Sikap emosional ciri belum terampil mengendalikan diri, bagaimana mungkin dapat mengendalikan orang lain dengan baik bila diri sendiri kurang terkendali, jangan emosional.
  21. Air yang menetes terus menerus walaupun kecil akan melubangi batu, begitulah kelembutan yang konsisten/istiqomah, merupakan kekuatan merubah sekeras apapun hati , insya allah.
  22.  Semakin menjadi pemarah maka semakin tak disukai siapapun, karena kata, sikap dan keputusan pemarah lebih cenderung memuaskan nafsu, menyakiti dan tak adil.
  23. Gelas kotor berisi air keruh tak bisa mendeteksi kotoran  yang masuk, begitulah hati yang keruh dan kotor tak mau mengaku bersalah walau berlumur dosa dan maksiat.
  24. Sesungguhnya orang-orang lebih simpati dan tertarik kepada pribadi yang tenang, rendah hati dan tak banyak ekspos kebaikannya dan tak suka kepada orang yang sombong dan pamer diri.
  25. Berani hidup berarti harus berani menghadapi masalah, jangan takut dan gentar, hadapi dengan benar dan tawakal karena setiap masalah sudah diukur allah sesuai kemampuan kita.
  26. Allah maha tahu keadaan kita, lebih tahu daripada kita sendiri, dia tak akan pernah mendzolimi hambaNYA, hadapilah setiap persoalan sesuai tuntutanNYA sambil bergantung hanya kepadaNYA.
  27. Sebaik-baik keinginan adalah ingin sesuatu yang membuat diri menjadi lebih berahlaq baik, lebih bermanfaat bagi sesama mahluk  serta lebih dekat dengan allah yang maha kuasa.
  28.  3 Pemahaman kunci agar tidak menimbulkan masalah yaitu : Paham apa yang akan diperbuat , Paham procedure yang benar  dan Paham akan resiko yang dipikul.
  29. Seburuk-buruk  keinginan adalah sibuk ingin duniawi dan hanya memuaskan nafsu tanpa peduli agama, ahlaq dan kemaslahatan bagi orang lain , padahal ajal bisa datang setiap saat.
  30. Teko hanya mengeluarkan isi teko, didalam madu keluar madu didalam kotor keluar kotor. Demikianlah cara dan isi perkataan seseorang menunjukkkan siapa dirinya.
  31.  Seorang akan berbuat sesuai pemahamannya, oleh karena itu bila ingin merubah orang lain berilah pemahaman yang tepat, tak cukup hanya dengan menyuruh dan melarang.
  32. Jangan risau dengan penghinaan orang lain , karena dia sedang memperlihatkan kehinaan dirinya. Tak akan menghina kecuali yang hina karena orang mulia selalu berkata mulia.


     Semoga bermanfaat khususnya bagi aku sendiri , dan teman-teman semua. Salam Sukses Sejati!

Posting Komentar