DAFTAR LABELKU (klik saja jangan ragu-ragu)

Jumat, 21 Agustus 2015

Mengejar Keberkahan Bersama Kekayaan

Baru  saja mengikuti kajian di dunia maya oleh Dr Muhammad Hariyadi, MA. Alhamdulillah mendapat pencerahan  hidup, yaitu arti pentingnya kebarokahan atau keberkahan dalam hidup. 

Berangkat dari pertanyaan di benaku,  mlalui pengamatan berbagai kisah hidup: buat apa kaya raya?, buat apa karier melejit membahana ke langit, buat apa uang sudah terkumpul banyak tapi tidak terhormat (ada juga yang masuk penjara? Akankah   hidup  ini tanpa pertanggungjawaban di akhera ?.

Idealnya kita ini bisa hidup mulia penuh keberkahan dan bisa selamat di akherat.   Ini bukan berarti aku merasa sudah paling barokah hidupnya. Yang jelas aku  harus belajar bahwa hidup ini semestinya dipenuhi  kemuliaan, bermanfaat, selamat, bahagia dll.

Namun, aku juga  harus belajar  lebih banyak tentang bagaimana arti hidup yang berkah dan seluk beluknya. Dr Muhammad Hariyadi, MA menjelaskan tentaang keberkahan hidup lalu aku menulis ulang.   

Aku juga baru saja hunting tentang arti dan definisi berkah. Menurut bahasa, berkah --berasal dari bahasa Arab: barokah , artinya nikmat (Kamus Al-Munawwir, 1997:78). Istilah lain berkah dalam bahasa Arab adalah mubarak dan tabaruk.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008:179), berkah adalah “karunia Tuhan yang mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia”.

Menurut istilah, berkah (barokah) artinya ziyadatul khair, yakni “bertambahnya kebaikan” (Imam Al-Ghazali, Ensiklopedia Tasawuf, hlm. 79).

Para ulama juga menjelaskan makna berkah sebagai segala sesuatu yang banyak dan melimpah, mencakup berkah-berkah material dan spiritual, seperti keamanan, ketenangan, kesehatan, harta, anak, dan usia.

Dalam Syarah Shahih Muslim karya Imam Nawawi disebutkan, berkah memiliki dua arti: (1) tumbuh, berkembang, atau bertambah; dan (2) kebaikan yang berkesinambungan. Menurut Imam Nawawi, asal makna berkah ialah “kebaikan yang banyak dan abadi”.

Pada tingkat lebih jauh menurut para ahli,  keberkahan tidak selalu bersifat definitif dalam arti selamat, tetap, langgeng, baik, bertambah, dan tumbuh melainkan berati puas dan rela dengan pemberian dan pembagian yang diberikan oleh Allah SWT. Dalam kategori ini orang-orang yang mendapatkan keberkahan juga merasakan hidup dengan perasaan nyaman dan bahagia.

Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh, Allah menguji hamba dengan pemberian-Nya. Barang siapa rela dengan pembagian Allah terhadapnya, maka Allah akan memberikan keberkahan baginya dan akan memperluasnya. Dan barang siapa tidak rela, maka tidak akan mendapatkan keberkahan.” (HR. Ahmad).

 Keberkahan bukanlah pemberian Allah yang tiba-tiba dengan tanpa sebab diturunkan kepada seseorang. Keberkahan merupakan sesuatu yang senantiasa diminta dan harus diupayakan oleh setiap manusia kepada pemiliknya, Allah SWT.

Dr Muhammad Hariyadi, MA  menjelaskan tentang sebab-sebab turunnya keberkahan  adalah: Pertama, mendasari keimanan dan ketakwaan dalam sebuah kegiatan atau usaha. Allah SWT berfirman, "Jika sekiranya penduduk negeri-negeri itu beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi." (QS. Al-A'raf: 96).

Kedua, beramal saleh dan berikhtiar memperbaiki hubungan dengan Tuhan dan semua makhluk-Nya. Allah SWT berfirman, "Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sungguh akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (QS. An-Nahl: 97).

Ketiga, memulai setiap pekerjaan dengan menyebut nama Allah karena pada hakikatnya Dialah pemiliknya. Rasulullah SAW bersabda, "Berkumpullah kalian atas makanan dan sebutlah nama Allah, maka Allah akan memberikan keberkahan pada kalian di dalamnya." (HR. Abu Daud).

Keempat, menyegerakan diri dalam kebaikan dan membuang rasa malas di pagi hari. Rasulullah SAW mendoakan keberkahan bagi orang-orang yang menyegerakan diri dan bersemangat di pagi hari dalam meraih sukses melalui doanya, "Ya Allah, berkahilah umatku yang (bersemangat ) di pagi harinya." (HR. Abu Daud).

Kelima, berlaku jujur dan berjiwa melayani dan membantu (melayani customer, client pelanggan dll, dengan baik dan ihlas. Rasulullah SAW bersabda, “Penjual dan pembeli itu diberi pilihan selama keduanya belum berpisah. Bila keduanya jujur dan menjelaskan (kondisi barangnya), maka keduanya diberkahi dalam jual belinya. Namun bila keduanya menyembunyikan dan berdusta, maka akan dihilangkan keberkahan jual beli keduanya.” (HR. Bukhari-Muslim). 

Allahu a'lamu bishawab. Semoga bermanfaat. Salam sukses sejati.
Posting Komentar