DAFTAR LABELKU (klik saja jangan ragu-ragu)

Minggu, 09 September 2012

Memahami Interest ,Interested dan Interesting


Interest,Interested  dan Interesting
Dalam bahasa Inggris sering kita temui kata-kata yang hampir mirip namun berbeda cara pengunaanya. Diantaranya adalah Interest, Interested dan Interesting.

Interest adalah  bisa menjadi kata kerja (verb)/ kata benda  (noun), jika intersest sebuah kata kerj verb (interest, interested, interested), yang berarti “menarik perhatian, menarik hati atau membuat tertarik“. Selain sebagai verb, interest juga sebuah noun yang berarti minat, suku bunga bank, dan atas nama. Untuk menjadikannya sebagai adjective, bule menggunakan bentuk verb3 atau past participle dari interest (yaitu: interested) dan bentuk present participle dari interest (yaitu: interesting), yang berturut-turut berarti tertarik dan menarik. Lalu, dapatkah kita menggunakannya sebagai adverb? Yes. Di sini kita hanya perlu menambahkan –ly ke adjective tadi sehingga menjadi interestedly (= dengan tertarik(nya)) dan interestingly (= dengan menarik; menariknya).

Sekarang saya punya kalimat begini: “Kebanyakan petani Indonesia masih menggunakan kerbau atau sapi untuk menarik bajak.” My question is benarkah kalau kalimat ini ditulis dalam bahasa Inggris menjadi, “Most of Indonesian farmers still use buffaloes or cows for interesting a plow.”?
Sebelum menjawab pertanyaan ini, mari kita diskusikan dulu penggunaan interest, interested, interesting, interestedly, dan interestingly.
A. Interest sebagai verb.
Pola penggunaan verb interest tidak berbeda dengan pola penggunaan verb lainnya, yaitu:
S + V + O
And of course, bentuk verb-nya harus disesuaikan dengan tensis yang digunakan.
Contoh:
  1. Does that picture interest you? (Apakah foto itu menarik perhatianmu?).
  2. Yes, it does interest me. In fact, it had interested me before you saw it. (Ya, foto itu menarik perhatianku. Sebenarnya, foto itu telah menarik perhatianku sebelum kamu melihatnya).
  3. Does your project interest him? (Apakah proyekmu menarik perhatiannya?)
  4. No, my project does not interest him (Tidak, proyekku tidak menarik perhatiannya).
  5. When I was a senior high student, a girl in my class interested me deeply. (Ketika aku seorang murid SMA, seorang cewek di kelasku sangat menarik hatiku).
B. Interest sebagai noun.
Seperti disinggung sebelumnya, interest juga merupakan sebuah noun, yang berarti minat, bunga bank dan atas nama. Posisinya bisa sebagai subject maupun object kalimat, berturut-turut dengan mengikuti phrase berikut,
Interest + in/of + noun/pronoun
Interest + rate atau rate of interest
In the interest(s) of + noun/pronoun
NOTE:
  • Noun di phrase 1 adalah optional. Kalau interest diikuti oleh noun maka dibutuhkan preposision in atau of. Kalau diikuti oleh verb, maka verb-nya dalam bentuk gerund. Sebaliknya, kalau tidak diikuti oleh noun, preposition in atau of tidak diperlukan.
  • Interest di phrase 2 umumnya difungsikan sebagai adjective.
  • In the interest(s) of di phrase 3 bermakna sama dengan “on behalf of”.
Contoh:
  1. Do you have any interest in investing your money in our project?. (Apakah anda punya minat untuk menginvestasikan uang anda di proyek kami?)
  2. Sorry, I don’t have any interest. (Maaf, aku tidak punya minat (untuk menginvestasikan uangku di proyek anda)).
  3. Interest of people in visiting our blog increases steadily. (Minat orang untuk mengunjungi blog kami terus meningkat).
  4. When the interest rate rises, more people will save their money in the banks. (Ketika suku bunga naik, lebih banyak orang yang akan nabung uangnya di bank).
  5. In the interests of all Indonesian people, we strongly demand that the government eradicate all types of corruptions taking place in Indonesia. (Atas nama semua penduduk Indonesia, kami dengan keras menuntut bahwa pemerintah (harus) memberantas semua tipe korupsi yang terjadi di Indonesia).
C. Interested vs Interesting
Terjemahan langsung kalimat-kalimat di poin A terasa janggal bukan? Yes. Sebenarnya, interest sebagai verb tidak begitu sering digunakan. Yang lebih umum digunakan adalah bentuk verb3 (interested) dan bentuk present participle (interesting), yang masing-masing mengikuti pola sbb:
S + be + interested in + noun
S + be + interesting noun
NOTE:
  • Noun di kedua pola ini adalah optional.
  • Jika interested diikuti oleh noun maka dibutuhkan preposision in.
  • Jika in diikuti oleh verb, verb tersebut harus dalam bentuk gerund.
  • Kapan kita gunakan bentuk verb3 dan kapan kita gunakan bentuk verb-ing dapat anda baca di topik Penggunaan Verbs sebagai Adjectives.
Contoh:
  1. Is that picture interesting? (Apakah foto itu menarik?).
  2. Yes, it is very interesting. (Ya, foto itu sangat menarik).
  3. Are you interested in investing your money in our project?. (Apakah anda tertarik untuk menginvestasikan uang anda di proyek kami?)
  4. Sorry, I am not interested. (Maaf, aku tidak tertarik).
  5. When I was a senior high student, I was deeply interested in a girl in my class. Do you know why? It’s because she was a very interesting girl. (Ketika aku seorang siswa SMA, aku sangat tertarik pada seorang cewek di kelasku. Tahu kenapa? Karena dia seorang cewek yang sangat menarik).
D. Interestedly vs Interestingly.
Fungsi adverb adalah untuk menerangkan verb, bukan? Yes, begitu pula interestedly dan interestingly.
Contoh:
  1. We all have probably known that Ryan is gay. Interestingly, he is planning to marry a lady named Ely Winarya. (Kita semua barangkali telah tahu bahwa Ryan adalah gay. Menariknya, dia sedang berencana untuk mengawini seorang wanita yang bernama Ely Winarya )
  2. Our mother tongue is Indonesian. Interestingly, students’ average grade for the Indonesian language course was lower than that of the English course. (Bahasa ibu kita adalah Bahasa Indonesia. Menariknya, nilai rata-rata siswa untuk pelajaran Bahasa Indonesia adalah lebih rendah daripada nilai pelajaran Bahasa Inggris).
  3. When the news on TV said that a lot of  fish fell from the sky, we looked at the TV screen very interestedly. (Ketika berita di TV bilang banyak ikan berjatuhan dari langit, kami melihat layar TV dengan sangat tertarik(nya).
Dan berikut adalah beberapa quotes yang saya peroleh di internet,
  • Interestingly that some of the characters did not turn out the way Jim and Allen had envisioned them. Mary Tyler Moore
  • Interestingly, koi, when put in a fish bowl, will only grow up to three inches. When this same fish is placed in a large tank, it will grow to about nine inches longVince Poscente
  • Interestingly, songs used to be short, then they became longer, and now they’re getting shorterCasey Kasem
  • Interestingly, the American Embassy mentioned that our efficient relief effort has significantly improved the image of the United States among the Pakistani peopleJon Porter
  • Interestingly, the best way to promote intimacy is to demand itGeorge Weinberg
  • Interestingly, the oil companies know very well that in less than 30 years they will not only be charging very high prices, but that they will be uncompetitive with renewables. Paul Hawken
  • Interestingly, young people don’t come to you for advice. Especially the ones who are related to youMeryl Streep
  • It’s too bad that one has to conceive of sports as being the only arena where risks are, for all of life is risk exercise. That’s the only way to live more freely, and more interestingly. William Sloane Coffin, Jr.
  • Now my mother, interestingly enough, was not a feminist in her own mind. Elizabeth Moon
  • Translation is an interestingly different way to be involved both with poetry and with the language that I’ve found myself living in much of the time. I think the two feed each otherMarilyn Hacker
Finally, setelah mendiskusikan penggunaan interest, mari kita kembali ke pertanyaan di atas, benarkah penggunaan interesting di kalimat,
Most of Indonesian farmers still use buffaloes or cows for interesting a plow.”?


Sabtu, 08 September 2012

MENGUNDANG REZEKI YANG MELIMPAH DENGAN MODAL CITRA POSITIF



Membangun Citra Positif ( Build Your Image Positively)
Manusia dikatakan baik   menurut ukuran Allah s.w.t  adalah manusia  yang mendekati sifat-sifat rasulullah .s.a.w . Beliau adalah teladan sempura yang  memiliki sifat al amin bercitra positif  karena bisa dipercaya dan bisa diandalkan.
 Mengenai jenis manusia dalam menjaga citranya, setidak tidaknya ada  empat jenis: pertama  mereka membangun citra positif  dengan bertaqwa dan ber istiqomah.  Mereka  adalah  manusia  TOP , mereka rajin memperbaiki diri dan berusaha jangan sampai tergelincir kejurang keburukan. Jenis kedua,   adalah  manusia yang biasa-biasa saja tidak begitu peduli arti ketaqwaan. Namun dia tidak suka kemaksiatan.  Ketiga, orang yang kadang  rajin sekali berbuat kebaikan, namun kadang orang tersebut mudah terpengaruh sehingga hidupnya ngawur tanpa pertimbangan akal sehat dan dekat dekat dengan kemaksiatan. Dan yang keempat orang yang pemalas berbuat kebaikan ,dan tidak peduli dengan perbaikan diri dan orang lain.  Manusia jenis terakhir ini memang tidak ada pilihan kebaikannya.
Manusia bercitra positif adalah manusia yang berada di peringkat pertama dalam menjaga kebaikan. Mereka adalah manusia  tidak hanya selamat namun bermurah rezeki, seperti yang dijanjikan oleh Allah yakni selamat dunia akherat dan rejeki yang melimpah.

Pentingnya Citra Positif (The Importance Positive Image)
    " You are what you think" itulah kata bijak yang sering kita dengar maksudnya "Kamu adalah sebagaimana yang kamu pikirkan tentang diri kamu sendiri"  So bila kita menginginkan bercitra positif, pikiran kita harus positif.

Bagaimana Membangun Citra Positif? (How to Build Positive Image)
Citra positif  tidak akan datang dengan sendirinya, kita hrus hati-hati membangun dan menjaganya. Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk membangunnya, antara lain : Pertama memiliki pemikiran Unggul (Superior Thinking)  :Berpikir unggul adalah sebuah tindakan yang selalu mendorong kita agar selalu menghasilkan sesuatu yang maksimal. Kalau kalian ingin menjadi individu yang sukses dengan citra yang positif, selalu tanamkanlah dalam dirimu fikiran-fikiran yang positif. Dan ynag kedua Belajar Berkelanjutan (Continous Learning) :  Belajar berkelanjutan itu seperti apa ya? Yakni belajar   hal-hal kebaikan dan peningkatan kualitas hidup melalui proses berkelanjutan  tanpa  mudah menyerah atau putus asa
 Tulisan hasil perenungan diri dan terinspirasi dari " Zero to Hero


Kamis, 06 September 2012

Entrepreneur dan Entrepreneurship

Menjadi orang sukses dunia akherat iitulah target yang panjang dan luas bagi semua orang yang beriman. Namun, bagi yang ingin memiliki alat meraih sukses dunia sebagai sarana sukses di akherat adalah menjadi  entrepreneur salah satunya. Menjadi PNS tentu jumlah , bidang dan usia pun dibatasi. Sedangkan di bidang  entreprenurship (kewirausahaan) hampir tanpa batas.
Meniti karier  sebagai entrepreneur tentu berpeluang sangat luas.

Memahami terlebih dulu makna entrepreneur dan entrepreneurship  tentu penting.
 Entrepreneur adalah pelaku kewirausahaan, Entrepreneurship adalah kewirausahaan itu sendiri, namun lebih agak jelas kita cermati  dari beberapa ahli.
Apa sih definisi Entrepreneurship ? Silahkan baca definisinya menurut berbagai ahli.
Kewirausahaan adalah proses menciptakan sesuatu nilai yang berbeda dengan mencurahkan waktu dan upaya yang diperlukan, memikul risiko-risiko finansial, psikis dan sosial yang menyertai, serta menerima penghargaan /imbalan moneter dan kepuasan pribadi.
Menurut Para Ahli :
Peter F Drucker
Kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different) .

Thomas W Zimmerer

Kewirausahaan adalah penerapan kreativitas dan keinovasian untuk memecahkan permasalahan dan upaya memanfaatkan peluang-peluang yang dihadapi orang setiap hari.

Andrew J Dubrin
Seseorang yang mendirikan dan menjalankan sebuah usaha yang inovatif (Entrepreneurship is a person who founds and operates an innovative business).
Robbin & Coulter
Entrepreneurship is the process whereby an individual or a group of individuals uses organized efforts and means to pursue opportunities to create value and grow by fulfilling wants and need through innovation and uniqueness, no matter what resources are currently controlled.
Dari definisi tentang Entrepreneurship diatas terdapat 3 tema penting yang dapat di identifikasi:
1. the pursue  of opportunities ,
2. innovation,
3. growth.
Penjelasannya :
1. pursuit  of opportunities , (entrepreneurship adalah berkenaan dengan mengejar kecenderungan dan perubahan-perubahan lingkungan yang orang lain tidak melihat dan memperhatikannya).
2. innovation, (entrepreneurship mencakup perubahan perombakan, pergantian bentuk, dan memperkenalkan pendekatan-pendekatan baru…. Yaitu produk baru atau cara baru dalam melakukan bisnis).
3. growth (Pasca entrepreneur mengejar pertumbuhan, mereka tidak puas dengan tetap kecil atau tetap dengan ukuran yang sama. Entrepreneur menginginkan bisnisnya tumbuh dan bekerja keras untuk meraih pertumbuhan  sambil secara berkelanjutan mencari kecenderungan dan terus melakukan innovasi produk dan pendekatan baru .
Istilah kewirausahaan pada dasarnya merupakan suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan (ability) dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai risiko yang mungkin dihadapinya, maka definisi:
“Entrepreneurship is the result of a disiplined, systimatic process of applying creativity and innovations to satisfy need and opportunities of the marketplace“.

Menjadi Seorang Penulis Bahasa Inggris yang Merupakan Bahasa Kedua Kita (To Be a Writer Using English if It's our Second Language)


To be a writer using English needs  a long process. Especially  if English is our second language. MasKatno Giri is originally Indonesian,  he wants to be a writer especially in Indonesian. Frankly,  it’s too hard. Even though it’s too hard MasKatnoGiri  has little experience  to write in Indonesian media.

MasKatno Giri considers that  writing in English  is harder, because we are Indonesian. But for hard learner, the problems can be overcome.  One of  Maskatno Giri’s  techniques  is by learning, observing, imitating the models of  professional writers.

When MasKatnoGiri is hunting  many references, he could find  many steps  to be writer from a  professional writers. We can try it by following these simple steps.
  1. Think about why we want to write in English. Perhaps we think English is more popular and there are more chances for our books to become a best seller, or perhaps we have problems writing in our first language. Whatever our reasons are, if we have made up our mind that we want to write our novels, books, facts, fictions or any article in the English language, then there is nothing to worry about because a language becomes ours if we fully master the language.
  2. Examine our current skill by doing a simple test on the internet. Search on the Internet for English literacy tests and choose one which suits our style. If we are living in country where people speak English then we must have an idea how good our English is, give ourself marks out of ten by judging our own skill in conversations and discussions. Once we have found out on which level our English stands, then find the root of our weaknesses in parts of speech such as grammar, spelling mistakes, vocabulary and most of all our style of writing. Writing mostly depends on our talent as a writer so we can easily improve our mechanics.
  3. Make a list of things that we need to improve on. For example, if we need to improve our grammar then work out the best way to improve it. If we don't have time to join a class in our area or there is no course for our grammar needs then purchase some good English grammar books from the nearest bookshops. If we are in a condition that we can not afford to buy books then we can use the library. Also get the new editions of the Oxford English Dictionary and a thesaurus.
  4. Make a habit to learn five new words every day using the dictionary and thesaurus. Write them in sentences using the grammar we are learning, this way we will learn the right usage of our new vocabulary. At first we might not notice our improvement but by doing this we can put new words in use and soon we will be able to see the difference.
  5. Make a habit of listening to the news, it will improve both our English and writing abilities.
  6. Start writing short paragraphs. Read our work and give ourself a treat by going out with friends to socialize or buy something new for ourself, this way our writing will connect to our social life.
  7. Read lots of books, newspapers, and articles in English. This will help we convert our own writing ability into English writing ability. Reading other books will improve our writing style in English, bear in mind that we can't copy people's work, but we can always learn from reading, reading books might inspire our writing as well.
  8. Start writing our story using grammar and spell check on the computer. Also, read our work and be our own editor, work with patience, ask our friends to read our story, get their critiques in order to improve our writing.
  9. Talk to people who have English as their first language. This way we can learn how to write dialogue in our story.
  10. Complete our work and decide if it is worth trying to publish. If it is, do not hesitate to send it to publishers. Do not worry about making it perfect before we send it because the publishing company has professional editors to do that for we.

KELELAHAN KARENA PERJALAN DINAS

Voice of  Wonogiri (VoW).Hari ini  Kamis 6/9/2012.Maskatno Giri hari ini benar-benar merasa kelelahan. Bangun sebelum subuh, ke masjid dan siap-siap ke tempat kerja , mengajar di SMAN1 Girimarto. Perjalanan sekitar 50 km dari Telukan ke Girimarto bukan hal yang luar biasa. Jam 6 pagi berangkat dengan kecepatan sekitar  70 km/ jam. Sampai tempat tujuan jam sekitar 7.10.

Jarang sekali masKatnoGiri  tidak berangkat kerja karena kelelahan. Mungkin karena sangat bahagia hidupunya sehingga kelelahan terobati dengan bahagia. Namun hari ini merupakan hari yang sangat melelahkan . Setelah  mengajar  dari- pagi sampai jam satu lebih. Menjelang kepulangan ada beberapa siswa yang minta les tambahan, ternyata  sekitar 30 siswa siswi menanti dengan setia, namun terli hat hanya dua siswa putra. Les tambahan berakhir pukul tiga sore.

Perjalanan pulang salah satu yang memnuat aras-arasen, karena teringat besuk harus berangkat lagi di pagi-pagi buta. Kadang terlintas kapan nasibku berubah lebih baik. Salah satunya  dengan sedikit jam mengajar namun, gajinya tetap ok. Juga kadang terlintas betapa enaknya bagi yang mengajar dekat dengan rumah, syukur  di sekolahan favorit, honornya pun tidak terpotong biaya transportasi. Mangajar di sekolah yang tergolong miskin merupakan tantantan lahir dan batin. Semoga Allah memberir rejeki tambahan sehingga Maskatno Giri makin tetap semangat hidup benuh barokah . Amin

Salah satu tujuan  MasKatnoGiri menulis di sini adalah untuk menasihati dan memotivasi  diri sendiri dan yang mau membaca bahwa  MARI KITA NIKMATI HIDUP INI. KESYUKURAN MEMBAWA KEBERKAHAN. KEBAHAGIAAN BUAH DARI KESYUKURAN. SEHAT LAHIR BATIN EFEK DARI BAHAGIA. MARI MERENUNG BANYAK DI ANTARA ORANG DALAM KELELAHAN NAMUN TETAP MISKIN. DITAMBAH LAGI SUDAH MISKIN MASIH SAKIT. LEBIH PARAH LAGI MISKIN, SAKIT, DAN INGKAR KEPADA ALLAH S.W.T.


Rabu, 05 September 2012

PENGGUNAAN BESIDE DAN BESIDES

A. BESIDE

Beside adalah sebuah preposition (kata depan), yang artinya = di samping (di sebelah kanan atau kiri). Karena sebagai preposition, beside selalu diikuti oleh noun atau oleh pronoun:
  • BESIDE + NOUN/PRONOUN
Contoh:
  1. I could hear my heart beats when I sat right beside her. (Aku dapat mendengar detak jantungku ketika aku duduk tepat di sampingnya).
  2. I know Andi very well because his house is beside mine. (Aku kenal Andi dengan sangat baik karena rumahnya di samping rumahku).
  3. His car is parked beside the red car over there. (Mobilnya terparkir di samping mobil merah yang disana itu).

B. BESIDES

Besides bisa berfungsi sebagai adverb dan sebagai  preposition.

a. Sebagai adverb

Sebagai adverb, besides dapat diletakkan di awal, di tengah atau di akhir clause. Namun demikian, besides pada umumnya diletakkan di awal clause :
  • BESIDES + CLAUSE
Di sini, besides (= disamping itu)  maknanya sama dengan furthermore, moreover, in addition, atau also. Biasanya digunakan untuk menambahkan apa yang telah dikatakan sebelumnya. Olehnya itu, besides juga disebut connecting adverb.
Contoh:
  1. I will teach English tomorrow. Besides, I will go for a meeting tomorrow. (Aku akan mengajar Bahasa Inggris besok. Disamping itu, aku (juga) akan pergi meeting besok.)
  2. Agnes Monica is a great singer. Besides, she is a very good actress. (Agnes Monica adalah seorang penyanyi hebat. Disamping itu, dia (juga) seorang artis yang hebat.)

b. Sebagai preposition.

  • BESIDES + NOUN/PRONOUN
Contoh:
  1. Besides a cat, she has a poodle. (Disamping (punya) seekor kucing, dia (juga) punya seekor anjing poodle).
  2. Besides Anita, Bebeto is seeing someone else. (Disamping (pacaran dengan) Anita, Bebeto (juga) pacaran dengan cewek lain).
Kalau diikuti oleh verb, maka  verb tersebut harus dalam bentuk verb-ing (gerund).
  • BESIDES + VERB-ING… (Aktif)
  • BESIDES + BEING VERB3… (Pasif)
  • BESIDES + BEING ADJECTIVE
Contoh:
  1. Besides having a cat, she has a poodle. (Disamping (punya) seekor kucing, dia (juga) punya seekor anjing poodle).
  2. Besides seeing Anita, Bebeto is seeing someone else. (Disamping (pacaran dengan) Anita, Bebeto (juga) pacaran dengan cewek lain).
  3. Besides teaching English, I will go for a meeting tomorrow. (Disamping ngajar Bahasa Inggris, aku akan pergi meeting besok).
  4. Besides being fertilized, plants should be watered regularly. (Disamping dipupuk, tanaman (juga) semestinya disiram secara reguler).
  5. Besides being called a Paradise Island, Bali is called the Island of Thousand Temples. (Disamping disebut Pulau Surga, Bali (juga) disebut Pulau Ribuan Pura).
Sebagai preposition, besides adalah sinonim dari in addition to dan except (= kecuali). Besides di contoh kalimat di atas dapat digantikan dengan in addition to.
  1. In addition to a cat, she has a poodle. (Disamping (punya) seekor kucing, dia (juga) punya seekor anjing poodle).
  2. In addition to Anita, Bebeto is seeing someone else. (Disamping (pacaran dengan) Anita, Bebeto (juga) pacaran dengan cewek lain).
  3. In addition to having a cat, she has a poodle. (Disamping (punya) seekor kucing, dia (juga) punya seekor anjing poodle).
  4. In addition to seeing Anita, Bebeto is seeing someone else. (Disamping (pacaran dengan) Anita, Bebeto (juga) pacaran dengan cewek lain).
  5. In addition to teaching English, I will go for a meeting tomorrow. (Disamping ngajar Bahasa Inggris, aku akan pergi meeting besok).
  6. In addition to being fertilized, plants should be watered regularly. (Disamping dipupuk, tanaman (juga) semestinya disiram secara reguler).
  7. In addition to being called a Paradise Island, Bali is called the Island of the Thousand Temples. (Disamping disebut Pulau Surga, Bali (juga) disebut Pulau ribuan pura).
Sedangkan di contoh berikut, besides dapat digantikan dengan except.
  1. There was no body at your house yesterday besides your house keeper = There was no body at your house yesterday except your house keeper. (Tidak ada orang di rumahmu kemarin selain/kecuali pembantumu).
  2. Besides those three courses, I have taken all the other courses = Except those three courses, I have taken all the other courses. (Selain ketiga matakuliah itu, aku telah mengambil (lulus) semua matakuliah lainnya).
NOTE: Kalimat di atas tentu saja dapat diputar menjadi:
  • She has a poodle besides a cat. (Dia punya seekor anjing poodle disamping (punya) seekor kucing).
  • She has a poodle besides having a cat. (Dia punya seekor anjing poodle disamping punya seekor kucing). Dan seterusnya.

Tips agar tidak bingung lagi

Dari contoh di atas kita lihat bahwa perbedaan baik dari segi penggunaan maupun dari segi makna dari kedua kata ini sebenarnya cukup jelas. Beside digunakan untuk mengekspresikan letak, sedangkan besides digunakan untuk memberi informasi tambahan. Namun, karena kemiripan kata dan translasinya, sering kita salah dalam penggunaannya. Maksud hati untuk mengekspresikan letak, kita gunakan besides; Sebaliknya, maksud hati untuk memberi informasi tambahan tapi kita tuliskan beside.
Untuk menghindari kesalahan ini, saya berpatokan pada besides:
  • Jangan terjemahkan besides menjadi “disamping” atau “disamping itu”! Terjemahkanlah besides menjadi “selain” atau “selain itu“.
  • Kemudian, anggap huruf s di besides tersebut sebagai singkatan dari “selain” atau “selain itu“, dan sebagai singkatan dari sambung (kata sambung) karena besides juga disebut conjunction (atau tepatnya:  connecting adverb), bukan?