DAFTAR LABELKU (klik saja jangan ragu-ragu)

Sabtu, 22 Desember 2012

Berusaha Ikhlas Menerima Perbedaan dengan Generasiku

Walau tidak bisa dipukul rata. Kini aku menemukan para remaja aneh, di antarnya adalah  siswaku. Mereka terkeasn jarang  tersentuh dengan nilai-nilai agama, juga jarang disentuh oleh pendidikan mental yang memadai dari keluarga maupun masyarakat. . Tidak mengherankan mereka tumbuh menjadi manusia yang tidak peka spiritual, sosial, dan inteletualnya.

Bukan untuk menghakimi dan bukan  sekedar  menyalahkan. Barangkali lewat tulisan ini akan ada masukan dari  pembaca atau aku akan mendapatkan inspirasi bahwa kita memliki tanggung jawab atas kebaikan generasi negeri ini.

Pernah kutanyakan,adakah diantara para  siswa  yang muslim rajin beribadah, sholat. Secara jujur mereka menjawab mereka jarang beribadah. Pernah juga kutanyakan adakah yang setiap hari belajar lebih dari dua jam. Juga hampir semua mereka menjawab bahwa mereka jarang belajar. Pernah juga aku menanyakan  adakah yang bangun pagi sebelum shubuh, sholat, lalu belajar,  mereka menjawab  tak pernah..

Aku teriingat masa mudaku, aku juga belum tua-tua amat sebenarnya. Untuk meraih obsesiku, aku benar-benar mau  kerja keras belajar tekun, dan  pantang menyerah.  Aku terbiasa belajar sampai larut malam dan bangun pagi sebelum shubuh. Setelah kubandingkan dengan siswaku kok perbedaaan kita sangat jauh. Bukan bermaksud untuk menyombongkan diri. Kita memang sangat berbeda.

Legowo memahami perbedaan ternyata bukan hal yang gampang. Tapi, aku berusaha untuk ikhlas menerima perbedaan itu. Terkadang aku juga sampikan bahwa  aku terbiasa belajar  dari remaja sampai sekarang lebih dari dua jam setiap hari, aku biasa bangun pagi  sebelum shubuh dari remaja sampai sekarang. Namun, penceritaanku belum mampu membangkitkan semangat para siswaku. Tapi, Alhamdulillah setidak-tidaknya kebiasaan belajarku  dan bangun pagi sudah ditiru minimal oleh anak-anakku. Ya , Allah jadikanlah generasiku terutama anakku  menjadi  generasi yang sholih dan sholihah, lebih jauh lagi juga berilah hidayah kebaikan untuk para siswaku.

Kemanjaan, kemerosotan moral dan mental positif memang sudah menggerogoti para generasi kita. Kita hanya mampu berdoa dan berusaha bahwa negeri ini semoga terselamatkan karena akan dipegang generasi yang handal,optimis rajin belajar, rajin beribadah, bermental baja, kreatif dan ulet.

Ya, Allah jangan biarkan negeri ini lahir generasi yang bermental dan bermoral buruk yang jauh dari nilai-nilai kebaikan. Kalau mereka sudah terlanjur lahir, berilah hidayah kebaikan untu mereka biar masa depan cerah selamat dunia dan akherat negeri ini bisa diharapkan