DAFTAR LABELKU (klik saja jangan ragu-ragu)

Kamis, 04 April 2013

Masalah itu Biasa Ada Oleh Maskatno Giri

Pikiranku terkadang terlampau sederhana, maksudnya  dalam meraih kebahagiaan. Ini suatu kenyataan bahwa selama ini aku  bersama keluarga dengan mudahnya mendapatkan kebahagiaan. Salah satu sebabnya barangkali permasalahan yang kuhadapi terlalu sederhana. Tapi yang jelas, kami sekeluarga  menghadapi  segala permasalahan dengan kepala dingin.

Aku juga heran, di suatu kesempatan aku dijadikan teman curhat oleh temanku. Di antaranya: 1) istri dan anaknya  yang dalam kandungann meninggal, salah satu sebab isrinya  tertekanan batinnya karena ibunya yang tinggal satu rumah sangat galak. 2) istri temanku yang lain meninggalkan rumah dengan meninggalkan dua anak kecil-kecil, dia terpengaruh dengan rayuan lelaki alias selingkuh,  dll. Pokoknya aku geleng-geleng kepala kenapa permaslahan hidup temanku demikian pelik. Sedangkan aku hampir-hampir tak  punya permasalahan.

Namun, kita perlu jujur bahwa permasalahan itu ada karena kadang kita merupakan salah satu sumber masalah, atau mungkin kita sering membesar-besarkan masalah. Menurutku setiap orang tidak akan terlepas dari masalah. Justru dengan masalah seseorang bisa semakin kuat dan dewasa.

Perlu juga kita intropeksi:
  1. Apakah kita sudah menjadi pribadi taqwa, sebab janji Allah, bagi orang yang bertaqwa akan dimudahkan dalam memecahkan masalah.
  2. Apakah kita sudah termasuk orang yang berilmu, sehingga dengan ilmu kita mampu  menjadi berwawasan luas sebagai pemecah masalah bukan sumber masalah.
  3. Apakah kita sudah berusaha menjadi orang yang berkepribadian baik, sehingga kita tidak  hanya pandai menuntut orang lain menjadi baik
  4. Apakah kita termasuk  orang yang kreatif dan  sabar dalam menghadapi masalah. Karena dengan  kekreatifan permaslahan bisa terpecahkan dengan cara yang elegant. Dengan kesabaran kita mampu berpikir tenang.
  5. Apakah kita bersekutu dengan setan. Sebab ada kisah seseorang yang ingin memecahkan  masalah bersekutu dengan setan dengan mendatangi dukun.
  6. Apakah kita sering mendzalimi lewat mulut, dan tingkah laku kita kepada ortu kita, saudara-saudara, tetangga-tetangga, sahabat-sahabat dan bahkan kita sendiri. Jika kita enak saja mendzalimi org lain. Kita tinggal menunggu berbagai masalah akan datang.

Semoga tulisan ini memberikan pencerahan untuk saya sendiri dan pembaca sekalian.




Posting Komentar