DAFTAR LABELKU (klik saja jangan ragu-ragu)

Selasa, 02 April 2013

Refleksi Diri Menjadi Terhormat oleh Maskatno Giri

Pembaca yang terhormat, Anda adalah manusia luar biasa. Anda mau membaca blogku berarti Anda berniat positif untuk menjadi lebih baik. Niat yang positif sudah dinilai oleh Allah swt  sebagai kebaikan.

Anda layak menjadi manusia terhormat karena memiliki niat untuk menjadi terhormat. Namun, niat saja belum cukup. Banyak orang yang tidak terpuji, karena berbuat maksiat tapi kalau ditanya  mereka menjawab sebetulnya mereka berniat menjadi terhormat. Aneh kan?

 Saya pikir menjadi terhormat dihadapan Allah dan mansia sebenarnya mudah saja,  yang sulit itu melaksanakannya. Baik di sini kutulis  beberapa  refleksi, kenapa kita  belum menjadi manusia terhormat.

  1. Barangkali kita  perlu mencuci otak bahwa kita sering berpikir bahwa kehormatan ada  pada  kelimpahan harta benda. Akhirnya kita merasa bahwa kita miskin berarti tidak layak dihormati.
  2. Karena  kita merasa bahwa  HARTA dan  JABATAN  merupakan kunci kehormatan, kita tidak peduli arti sebuah kehalalan. Akhirnya yang penting karir bagus, harta melimpah walau dengan cara haram. Sebenarnya, orang semacam ini adalah dihormati hanya di depannya saja
  3. Barangkali kita mudah melakukan maksiat, padahal kita sebenarnya tahu  bahwa kemaksiatan  menuju kelaknatan
  4. Barangkali kita  pemalas dalam kebaikan, sehingga  usia kita semakin bertambah tapi kebaikan  dan kualitas hidup kita tidak bertambah. Padahal kita tahu kebaikan mengundang kemulian.
  5. Kita merasa bahwa sering menonjol-nonjlkan diri itu menuju kepada kemuliaan, tapi kadang ini bisa kelewat batas. Karena menonjolkan diri tanpa peduli  orang lain bisa  melukai orang lain  dan merendahkannya . Kita  tanpa senagaja  merasa paling dan sombong . Padahal sebenarnya kita juga tahu kesombongan menuju kehancuran.

Bulan bermaksud menggurui pembaca. Namun, kini waktunya aku refleksi diri bahwa tak ada manusia sempurna.


Posting Komentar