DAFTAR LABELKU (klik saja jangan ragu-ragu)

Jumat, 08 Agustus 2014

Ingin Bahagia? "Legowo ora opo-opo" Adalah kuncinya

Aku, Maskatno Giri juga manusia biasa yang ingin bahagia. Maka aku tak akan bosan berusaha menjadi bahagia dengan belajar dari manapun sumbernya. Akhirnya kutemukan bahwa "legowo" atau keikhlasan adalah kunci kebahagiaan.

Salah  satu tanda keikhlasan adalah mudah memaafkan. Kata memaafkan mudah diucapkan tapi sulit dilaksanakan. Betapapun sulitnya,  kita pasti bisa menjadi orang yang ikhlas. Jika kita ingin hidup pada tataran kebahagiaan sejati adalah "kita harus berusaha  memiliki keikhlasan".

Sependek yang Maskatno Giri ketahui , ciri-ciri orang yang ikhlas kurang lebih:
 
1 Mengutamakan keridhaan Allah diatas segalanya
2. Mudah memaafkan kesalahan dan kekurangan orang lain dan diri sendiri

3.  Tidak suka pamer amal kebajikan
4. Menyadari  adanya kekurangan,  aib dan kelemahan diri  
5. Tidak perduli dengan popularitas
6. Sabar terhadap usaha dan perjuangan yang panjang.
7. Merasa senang pada kelebihan yang dimiliki orang lain
 
Menjadi ikhlas tentu perlu pengorbanan. Terkadang kita sering menuntut, menasihati dan berharap orang lain supaya  ikhlas memaafkan  terhadap kesalahan kita. Tapi, kita  sering lupa pada diri kita sendiri bahwa kita sering tidak ikhlas terhadap diri sendiri. Kita tidak mudah  memaafkan atas kesalahan, kekurangan, aib diri kita sendiri.

Tak ada manusia sempurna. Jika kita menuntut kesempurnaan dimiliki orang lain terlebih lagi kesempurnaan ada  pada diri sendiri, tentu lama-lama kita  akan menjadi "stress". Sekali lagi menjadi sempurna itu tidak mungkin.

Kita tidak perlu menjadi sempuran. Tetapi menjadi lebih baik "harus'. Jelas orang yang paling baik adalah orang yang ikhlas.  Sederhana saja sebetulnya, untuk menghibur, mempercantik, dan membahagiakan diri sendiri dari hari ke hari adalah "mengiringi  perbuatan, kelemahan, dosa, aib dlll, dengan cara  memperbanyak kebaikan". Karena  Allah menegaskan "iringi keburukanmu dengan kebaikan , pasti keburukan akan tertutupi.

Kita harus berlatih untuk menjadi ikhlas  kuncinya  ” BISA KARENA BIASA “, memang betul ikhlas itu berat, tidak semudah mengedipkan mata, tak segampang membalikkan telapak tangan. Sekali lagi kita harus berusaha:

1.Teruslah berlatih dan berusaha sebisa mungkin untuk bisa menjadi sosok pribadi yang Ikhlash,
2. Terus belajar dan belajar, agar kita bisa dengan jelas memahami manfaat ikhlash ini dan menyadari betapa ruginya kita jika beramal dan beraktifitas tanpa didasari nilai keikhlasan.
3.Mohon bimbingan dan tuntunan Allah agar selalu diarah kepada jalannya orang orang yang ikhlash “ALLOHUMMAJ’ALNII MIN ‘IBAADIKAL MUKHLISHIIN”
” YAA ROBB… JADIKANLAH AKU TERMASUK GOLONGAN HAMBA HAMBAMU YANG IKHLASH …. 


SALAM SUKSES SEJATI!

Posting Komentar