DAFTAR LABELKU (klik saja jangan ragu-ragu)

Rabu, 05 November 2014

Susah? No Way!

"Buat apa susah, buat apa susah. Susah itu tak ada gunanya". Nyanyian kuno, namun ini mampu menginspirasiku. 

Apakah Anda sering susah? Kalau  jawabanya iya, berarti Anda rugi besar. Karena  dampak kesusahan yang sering muncul di hati akan berpengaruh pada stamina tubuh.  Sering susah semakin  sering tubuh payah.

Namun  kalau Anda sesekali susah, tak masalah berarti Anda orang normal.  Tapi kalau bisa sih,  jangan sampai hati pernah susah. .... Lalu caranya bagaimana biar tidak sering susah?

Bukan bermaksud menyombongkan diri, Maskatno Giri Alhamdulillah termasuk bahagia dalam menjalani hidup. Walau aku pernah juga susah, yang jelas prosentasenya masih dominan bahagia. Pingin tahu rumus bahagia?

Aku juga sering hunting RUMUS BAHAGIA dan aku berusaha mempraktikkannya. "Yen ora bolo ora bakal tak kandani, rumus tidak mudah susah: berpikir kreatif, inovatif, holistic positif, dan sportif. Untuk bisa melaksanakan rumus tersebut, jelas perlu ilmu dan pengalaman.

Walau ini baru tataran idealisme, tapi kita harus belajar  bahagia dalam menjalani hidup, berkreatif dalam memotivasi diri dll. Di antara caraku untuk mengurangi kesusahan adalah   mengingat kembali kenangan masa lalu yang baik-baik dan menyenangkan, serta mengingat kembali nasihat motivasi.

Ooh ya,  kalau hanya sesekali Anda merasa susah dalam hidup berarti Anda mendekati tuntunan Nabi SAW. Dalam sirah Nabi SAW, beliau juga pernah  susah saat ditinggal oleh orang-orang mencintai dan dicintai beliau. Namun,  Nabi SAW  tidak berlebihan dalam susah. Para Nabi  pun segera bangkit dan kembali berjuang tanpa larut dalam kesusahan.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS.Ali ‘Imran:139)

Jadikanlah kesusahan dalam kehidupan ini adalah kebahagian air mata kita dalam menerima ujian. Insya Allah air mata yang jatuh karena takut/ taqwa kepada Allah subhanahu wa ta’ala akan memadamkan dahsyatnya api neraka yang kelak kita jumpai di akhirat nanti.

Perlu kita  meneyempatkan diri untuk merenung.

Allah tidak pernah menjanjikan langit selalu biru..
Allah tidak pernah menjanjikan jalan hidup tanpa batu..
Allah tidak pernah menjanjikan kemarau terus tanpa hujan..
Allah tidak pernah menjanjikan kebahagiaan tanpa kesedihan..
Allah tidak pernah menjanjikan kesuksesan tanpa perjuangan.. 

Mengapa kita harus susah jika kita bisa memilih untuk tersenyum? Mengapa kita harus gelisah jika kita bisa memilih untuk bisa bahagia? Mengapa kita harus terus terkapar, jika kita  bisa tetap tegar? Innallaaha ma’ana.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS Ar Ra’d:28)

  Sebetulnya jika kita beristiqomah dalam kebaikan iman dan taqwa Allah menjanjikan ;

"........Janganlah kamu susah dan kuatir ....." (QS Fushilat 30)

Jika Anda orang  yang beriman  dan  merasa susah ingatlah bahwa kesusahan  itu tidak akan pernah abadi. Pasti kesusahan akan berlalu, ingatlah kebahagiaanmu sangat dekat, sedekat urat nadi yang ada pada tangamu. Tak ada yang lebih baik selain ketika tertimpa ujian, cobaan dan peringatan itu bersabar. 
Mari hidup bahagia dansalam sukses sejati.
Posting Komentar