DAFTAR LABELKU (klik saja jangan ragu-ragu)

Sabtu, 06 Desember 2014

Sambutlah Kebahagiaan! (Sekedar Refleksi Diri)

Sekedar refleksi diri:
 
Seperti kemarin sore, masa remajaku berlalu. Tak terasa, kini aku sudah tua. Memang, setiap manusia pasti akan mengalami ketuaan dan akirnya...kematian. Idealnya manusia itu merasakan keindahan di waktu muda sampai tua. Itu namanya kesempurnaan. Kenyataanya: tak ada manusia sempurna. 

Kesyukuran pasti pengundang kebahagiaan. Setahuku, orang merasakan keindahan dan kebahagiaan itu dari hasil pembandingan pernah merasakan kesengsaraan. Bahagia dan sengsara itu ada karena sebagai Sunatullah.  Guruku pernah mewasiatkan bahwa berakit-rakit kehulu berenang-renang kemudian. Tentu, belajar dan berusaha dulu baru kebahagiaan datang kemudian.

Guruku menambahkan bahwa masa muda yang dihabiskan untuk sia-sia,berfoya-foya berarti tinggal menunggu masa tua sengsara. Masa muda yang digunakan untuk belajar, bekerja, berkarya, hidup bermakna,  kita  tinggal memetik hasil jerih payahnya di masa tua.

Tak terlupakan kata motivasi dari guruku. Kini, motivasi tersebut  kutularkan untuk para siswa dan anak-anakku tercinta.

Hidup adalah belajar.
Belajar bersyukur.. Meski belum cukup,
Belajar ikhlas.. Meski tidak rela,
Belajar taat.. Meski berat
Belajar memahami.. Meski tidak sehati,
Belajar sabar.. Meski terbebani dan sukar
Belajar setia.. Meski tergoda,
Belajar memberi.. Meski tak seberapa,
Belajar mengasihi.. Meski disakiti,
Belajar tenang.. Meski  gundah dan gelisah,
Belajar percaya keberadaan Allah.. Meski ragu,
Belajar menahan diri.. Meski bernafsu,

Hidup adalah belajar belajar, tinggal memanen kebahagiaan, sebaliknya hidup dengan kemalasan tinggal menunggu kesengsaraan.Namanya belajar bisa bermakna luas, bisa melalui guru kita, dari buku, dari pengalaman diri sendiri dan  juga dari orang lain.  Betapa indahnya bila kita bisa mudah menemukan sumber belajar. Maksudnya di lingkungan belajar yang mendukung kebaikan. Mari kita dekat-dekat dengan sumber pembelajaran yang baik, bukan lingkungan yang buruk.

Allahu a’lamu bisahwab. Salam sukses sejati!

Posting Komentar