DAFTAR LABELKU (klik saja jangan ragu-ragu)

Rabu, 29 Mei 2013

Siswa Menghitung Apel terinspirasi dari Academictips.org.com (English-Indonesian version)

Seorang guru Matematika  mengajar Amar ( tujuh tahun)  bertanya, "Jika saya memberi Anda satu apel dan satu apel dan satu apel, berapa banyak apel Anda akan memiliki?"

Dalam beberapa detik Amar menjawab dengan yakin, "Empat!"

Guru yang kecewa mengharapkan jawaban yang  mudah, "pasti tiga" . Dia kecewa. "Mungkin anak tidak mendengarkan dengan baik." - Pikirnya.

Ulangi, "Amar, mendengarkan dengan seksama. Jika saya memberi Anda satu apel dan satu apel dan satu apel, berapa banyak apel yang akan Anda miliki? "

Amar telah melihat kekecewaan di wajah gurunya. Dia menghitung lagi pada jari-jarinya. Tapi dalam dirinya ia juga mencari jawaban yang akan membuat guru bahagia. Usahanya mencari jawabannya bukan karena salah, tapi satu yang akan membuat gurunya senang.

Kali ini ragu-ragu ia menjawab, "Empat."

Kekecewaan tinggal di wajah guru. Dia ingat bahwa Amar menyukai stroberi.

Dia pikir mungkin dia tidak suka apel dan yang membuatnya  kehilangan  fokus.

Kali ini dengan kegembiraan berlebihan dan sekejap di matanya dia bertanya, "Jika saya memberi Anda satu strawberry dan satu strawberry dan satu strawberry, maka berapa banyak Anda akan memiliki?"

Melihat guru bahagia, Amar menghitung jari-jarinya lagi. Tidak ada tekanan pada dirinya, tapi sedikit . Dia ingin pendekatan baru agar berhasil.

Dengan senyum ragu  Amar menjawab, "Tiga?"

Guru sekarang memiliki senyum kemenangan. Pendekatannya berhasil. Dia ingin mengucapkan selamat kepada dirinya.

Tapi satu hal terakhir. Sekali lagi ia bertanya, "Sekarang jika saya memberi Anda satu apel dan satu apel dan satu apel lebih berapa banyak yang akan Anda miliki?"

Segera Amar menjawab, "Empat!"

Guru terperanjat. "Bagaimana Amar, bagaimana?" Ia menuntut dengan suara tegas.
Dengan suara yang rendah dan ragu-ragu Amar itu menjawab, "Karena aku sudah memiliki satu apel di tas saya."



ENGLISH  VERSION

Student Counting Apples


A teacher teaching Maths to seven-year-old Amar asked him, “If I give you one apple and one apple and one apple, how many apples will you have?”

Within a few seconds Amar replied confidently, “Four!”

The dismayed teacher was expecting an effortless correct answer, three. She was disappointed. “Maybe the child did not listen properly.” – she thought.

She repeated, “Amar, listen carefully. If I give you one apple and one apple and one apple, how many apples will you have?”

Amar had seen the disappointment on his teacher’s face. He calculated again on his fingers. But within him he was also searching for the answer that will make the teacher happy. His search for the answer was not for the correct one, but the one that will make his teacher happy.

This time hesitatingly he replied, “Four.”

The disappointment stayed on the teacher’s face. She remembered that Amar liked strawberries.

She thought maybe he doesn’t like apples and that is making him loose focus.

This time with an exaggerated excitement and twinkling in her eyes she asked, “If I give you one strawberry and one strawberry and one strawberry, then how many you will have?”

Seeing the teacher happy, young Amar calculated on his fingers again. There was no pressure on him, but a little on the teacher. She wanted her new approach to succeed.

With a hesitating smile young Amar replied, “Three?”

The teacher now had a victorious smile. Her approach had succeeded. She wanted to congratulate herself.

But one last thing remained. Once again she asked him, “Now if I give you one apple and one apple and one more apple how many will you have?”

Promptly Amar answered, “Four!”

The teacher was aghast. “How Amar, how?” she demanded in a little stern and irritated voice.

In a voice that was low and hesitating young Amar replied, “Because I already have one apple in my bag.”

Selasa, 28 Mei 2013

Manusia Adalah Manusia, Kita Bukan Malaikat oleh Maskatno Giri

Manusia jelas beda dengan malaikat. Malaikat karena tidak berbekal nafsu, dia dipastikan tanpa dosa. Manusia diciptakan oleh Allah memiliki nafsu yang lengkap, nafsu kekuasaan, nafsu birahi, dll. Manusia nornal dipastikan berpeluang memiliki dosa. Nafsu yang tak terkendalikan dengan baik akan menjerumuskan ke  hal-hal yang dilarang agama.

Bagi manusia yang baik dan sadar bahwa mereka bukan manusia sempurna pasti akan merasa bahwa mereka penah melakukan dosa dan memiliki kekurangan.  Manusia tersebut bisa presiden bisa rakyat, bisa guru bisa murid bisa  orang tua bisa anak. Tobat adalah jalan utama. Namun, Ternyata perasaan dosa itu tidak dimiliki setiap orang. Ada di antara  mereka berbuat dosa secara terus menerus. Atau juga disebabkan bahwa mereka merasa sudah benar, sehingga perasaan tidak pernah salah menjadikan dirinya menjadi sombong. Akhirnya orang sombong tersebut bertahun tahun malas bertobat. Sebagai konsekuensi  atas kesombongannya mereka dibanting oleh Allah. 

Puji syukur Alhamdulillah , orang yang berhati mulia yang legowo bila dikritisi, atau mereka berevaluasi diri. Jiwa reflektif yang mau evaluasi diri tadi menjadikan dia selamat. Walau rezekinya pas-pasan, fasilitas hidup juga minim tapi hidupnya penuh barokah. Tapi sebaliknya bagi orang GEDEAN dan merasa sudah GeDe amalannya, mereka lengah. Mereka mengumbar nafsu serakah, hidupnya jauh dari barokah. Tidak perlu nunggu di akherat, di duniapun mereka sudah merasakan  getah.

Lewat tulisan ini, aku memotivasi diri bahwa aku seharusnya memulai dari diri dan keluarga  sendiri bahwa kami tidak selamanya hidup di dunia. Kami berdoa suapaya kami selamat  di dunia dan akherat.

Blogger di Antara Keluhuran dan Kebejatan oleh Maskatno Giri

Blogger sejati berinovasi dan berkreasi tiada henti. Memang sudah selayaknya  blogger sejati menjadi manusia hebat dan  sukses sejati di dunia maupun  akherat nanti. Kenapa?. Blogger  sejati memiliki  jiwa mulia. Dia memiliki hobi untuk berbagi, tapi tidak menghendaki imbalan. Blogger sejati  adalah sosok luar biasa: menghibur, memotivasi, mengarahkan dan menjelaskan. Maka sudah sepantasnya mendapat imbalan dari Allah SWT menjadi manusia   sukses sejati.

Sering aku jumpai pula, seorang blogger sejati  pekerjaanya terus menerus memberi banyak hal. Hebatnya,  dia sering  tidak menuliskan siapa dia sebenarnya. Sungguh luar biasa. Memberi tapi tidak menunjukkan jati dirinya.

Kini, aku semakin sadar bahwa diriku  ini memang masih banyak kelemahan.  Perasaan iri yang positif  terutama kepada blogger muda  sering muncul. Kok di zaman sekarang masih banyak  pemuda  mulia luar biasa. Sudah sering muncul  blogger muda  yang mulia, mereka sudah belajar menjadi lebih dewasa, mencerdaskan dan memberikan harapan positif untuk perbaikan bangsa.

Di balik kebaikan bloger mulia,  banyak sekali juga ditemui blogger rusak alias bejat luar biasa. Kerjaanya membuat postingan yang tidak bermutu: membuat fitnah, merasa paling benar, dan  lebih bejat lagi menayangkan gambar-gambar  juga video yang tidak  layak untuk generasi muda. Sungguh bejat luar biasa.

Kini  kebejatan juga  menular dan beranak pinak. Kawula muda generasi bejat tadi,  juga  saling belajar belajar jadi pengumbar maksiat. Mereka menayangkan kumpulan foto dengan pacarnya dengan pakaian seronok  tanpa rasa malu.  Mereka bangga dengan kebejatannya. Kita bisa lihat, baru ABG kenal sama pacar juga baru saja. Tapi hubungan, kemesraan melalui foto yang diunggah sudah seperti suami istri yang syah.

Maka  melalui tulisan ini, penulis berharap akan muncul para blogger berhati mulia pemberi cahaya dalam diri, keluarga dan masyarakat. Utamanya untuk para pemuda harapan bangsa bisa belajar dan penuh pertimbangan masak-masak dalam  menulis, berkreasi,  dan bertindak. Bagi pemuda yang mulia yang mau menggapai cita-cita mulia, tentu harus selektif dalam bergaul.  Teristimewa  lagi bagi yang mau menikah, mesti harus selektif jangan-jangan anda mendapat pasangan hidup berakhlaq bejat.

The Missing Watch by academictip.org

There once was a farmer who discovered that he had lost his watch in the barn. It was no ordinary watch because it had sentimental value for him.

After searching high and low among the hay for a long while; he gave up and enlisted the help of a group of children playing outside the barn.

He promised them that the person who found it would be rewarded.

Hearing this, the children hurried inside the barn, went through and around the entire stack of hay but still could not find the watch. Just when the farmer was about to give up looking for his watch, a little boy went up to him and asked to be given another chance.

The farmer looked at him and thought, “Why not? After all, this kid looks sincere enough.”
So the farmer sent the little boy back in the barn. After a while the little boy came out with the watch in his hand! The farmer was both happy and surprised and so he asked the boy how he succeeded where the rest had failed.

The boy replied, “I did nothing but sit on the ground and listen. In the silence, I heard the ticking of the watch and just looked for it in that direction.”

Kurikulum 2013 Disepakati oleh DPR

Seperti diberitakan di berbagai media Kurikulum 2013 tetap akan dilaksanakan dalam TP 2013/2014. Setelah ketar ketir tentang pengesahan anggaran dan pelaksanaan  kurikulum 2013,  kini Mendikbud  M. Nuh lumayan lega.  DPR akhirnya menyetujui pelaksanaan dan anggaran kurikulum 2013. Pelaksanaan kurikulum yang kontroversi  akan diterapkan mulai tanggal 15 Juli 2013. Mendikbud  menyatakan siap gerak cepat agar kurikulum baru itu dapat terealisasi dengan maksimal.

"Insya Allah malam ini ya langsung kita percepat mulai dari urusan penyiapan pelatihan guru sampai ke dokumen-dokumen pendukung yang lain," kata M Nuh usai rapat dengan komisi X DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/5/2013) malam.

Terkait adanya 3 fraksi yang menolak pelaksanaan kurikulum 2013 dan beberapa fraksi yang memberi catatan, M Nuh menilai itu hal yang wajar.

"Jadi kalau melihat tadi beberapa catatan maka kami berterimakasih dari para masing-masing fraksi, tetapi kami punya jawaban atas catatan-catatan itu," kataya.

"Wajar yang tidak setuju itu biasa saja, tetapi secara politik kan sudah menyetujui kurikulum 2013 ini," imbuh Nuh.

Ia mencontohkan misal terkait grand design kurikulum yang dinilai perencanaannya belum matang. Menurutnya, semua telah dipersiapkan oleh Kemendikbud.

"Kemudian guru itu dilatih mulai minggu ketiga bulan Juni sampai awal Juli, per angkatan sekitar 7 hari. Itu sudah lumayan," ucapnya.

"Insya Allah yakin. Sudah dari awal designnya minggu ketiga pada saat liburan sekolah (pelatihan guru). Kalau belum dilatih ya memang belum," lanjut Nuh.

Saat ditanya mengapa kurikulum 2013 hanya untuk sekolah eks RSBI dan berakreditasi A, Nuh menyatakan mereka sekola yang lebih siap melaksanakan kurikulum 2013.

Senin, 27 Mei 2013

10 M Kemampuan Dasar Yang Harus Dimiliki Oleh Seorang Guru Oleh Maskatno Giri

Anda ingin menjadi pendidik  atau seorang guru?. That’s great. Luar biasa. Anda berjiwa mulia. Karena  Anda sudah berniat baik untuk mendidik Anda sendiri menjadi lebih baik, Selanjutnya Anda juga akan dituntut berbagi dan menularkan ilmu dengan peserta didik dengan baik pula.
 
Setiap manusia pasti diberi bakat oleh Allah swt untuk menjadi  guru/ pendidik, minimal dia akan menjadi guru dikeluarga. Namun, untuk menjadi guru di lembaga pendidikan  (baca: sekolah) dibutuhkan tidak hanya surat/ bukti  resmi bahwa Anda memang layak dijadikan guru. Anda juga harus memiliki kemampuan dasar bahwa Anda benar-benar layak mengajar di suatu lembaga pendidikan.
Secara umum, guru menjadi tumpuan atas maju mundurnya pendidikan di Indonesia. Jadi agar kualitas pendidikan tinggi, maka akhirnya ditulislah  “10 kemampuan dasar guru”.
Maskatno Giri berusaha baik hati dan tidak sombong.  Berikut ini kutulis  10 M kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh seorang guru. Karena aku harus berbagi dari ilmu yang kuperoleh dari dosenku yang baik hati pula. Kalau “Anda bukan boloku ora bakal tak kandani” .

1. MENGEMBANGKAN KEPRIBADIAN
  1. BERTAQWA KEPADA TUHAN YANG MAHA ESA.
  2. BERPERAN DALAM MASYARAKAT SEBAGAI WARGA YANG BERJIWA PANCASILA.
  3. MENGEMBANGKAN SIFAT-SIFAT TERPUJI YANG DIPERSYARATKAN BAGI JABATAN GURU

2. MENGUASAI LANDASAN PENDIDIKAN
  1. MENGENAL TUJUAN PENDIDIKAN UNTUK PENCAPAIAN TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL.
  2. MENGENAL SEKOLAH DALAM MASYARAKAT.
  3. MENGENAL PRINSIP-PRINSIP PSIKOLOGI YANG DAPAT DIMANFAATKAN DALAM PEMBELAJARAN

3. MENGUASAI BAHAN PENGAJARAN
  1. MENGUASAI BAHAN PENGAJARAN KURIKULUM.
  2. MENGUASAI BAHAN PENGAYAAN.

4. MENYUSUN PROGRAM PENGAJARAN
  1. MENETAPKAN TUJUAN PENGAJARAN.
  2. MEMILIH DAN MENETAPKAN BAHAN PENGAJARAN.
  3. MEMILIH DAN MENGEMBANGKAN STRATEGI PENGAJARAN.
  4. MEMILIH DAN MENGEMBANGKAN MEDIA PENGAJARAN YANG SESUAI.
  5. MEMILIH DAN MEMANFAATKAN SUMBER BELAJAR.
5. MELAKSANAKAN PROGRAM PENGAJARAN
  1. MENCIPTAKAN IKLIM BELAJAR MENGAJAR YANG SEHAT.
  2. MENGATUR RUANG BELAJAR.
  3. MENGELOLA INTERAKSI BELAJAR MENGAJAR.

6. MENILAI HASIL DAN PROSES BELAJAR MENGAJAR YANG TELAH DILAKSANAKAN

  1. MENILAI PRESTASI MURID UNTUK KEPENTINGAN PENGAJARAN.
  2. MENILAI PROSES BELAJAR MENGAJAR YANG TELAH DILAKSANAKAN.
7.  MENYELENGGARAKAN PROGRAM BIMBINGAN
  1. MEMBIMBING SISWA YANG MENGALAMI KESULITAN BELAJAR.
  2. MEMBIMBING SISWA YANG BERKELAINAN DAN BERBAKAT KHUSUS.
  3. MEMBIMBING SISWA UNTUK MENGHARGAI PEKERJAAN DI MASYARAKAT.

8. MENYELENGGARAKAN ADMINISTRASI SEKOLAH
  1. MENGENAL PENGADMINISTRASIAN KEGIATAN MADRASAH.
  2. MELAKSANAKAN KEGIATAN ADMINISTRASI MADRASAH.
9. MENJALIN HUBUNGAN KERJA SAMA YANG  BAIK DENGAN SEJAWAT DAN MASYARAKAT
  1. BERINTERAKSI DENGAN SEJAWAT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PROFESIONAL.
  2. BERINTERAKSI DENGAN MASYARAKAT UNTUK PENUAIAN MISI PENDIDIKAN.

10. MENYELENGGARAKAN PENELITIAN SEDERHANA UNTUK KEPERLUAN PENGAJARAN
  1. MENGKAJI KONSEP DASAR PENELITIAN ILMIAH.
  2. MELAKSANAKAN PENELITIAN SEDERHANA.

Sabtu, 25 Mei 2013

FATIN DI ANTARA KEMERIAHAN X FACTOR DAN PESTA KELULUSAN SMA oleh Maskatno Giri

Sepenggal kisah. “Fatiiiiiiiiiiiiin, fatin, fatin, Fatin!” Itulah teriakan histeris dari penggemar Fatin di acara X factor Indonesia Jum’at malam 24/5/ 13. Linangan air mata dari para kawula muda dan orang tua mewarnai penampilan Fatin.

“Kamu terlihat bahagia Fatin malam ini....kayaknya ada yang beda” Itulah komentar Ahmad Dani“Aku bahagia saja, tidak ambisius harus menang” Itulah kurang lebih jawaban dari Fatin.

Fatin Sidqia Lubis memang fenomenal, gadis SMA (16 th) berdarah Batak-Betawi menjadi idola. Bahkan para ulama mendoakan Fatin menang. Terbukti ada surat terbuka dari para ustadz berisi dukungan dan nasihat untuk Fatin.

Di luar kekurangan juga pro kontra tentang penampilan Fatin,  setidak-tidaknya dia telah menjadi harapan kesuksesan dari para orang tua dan kawula muda. Barangkalai salah satunya para orang tua dan kawula muda merindukan sosok remaja berprestasi , layak menjadi motivator dan keteladanan. Sudah terlihat nyata di berbagai media para remaja putri umumnya, kalau sudah tampil di panggung mereka sudah tergoda untuk tampil seronok alias pamer aurat. Bahkan, penyanyi belum terkenal saja sudah gila-gilaan dalam memamerkan anggota tubuhnya (auratnya) secara vulgar. Mereka memang mengandalkan bodinya daripada suaranya.

Atas kemenangan Fatin mestinya mengingtakan para orang tua untuk memotivasi para putera-uterinya menjadi pribadi penuh semangat berptrestasi, menjaga kehormatan diri dan sanggup menjadi teladan.

Di saat yang hampir bersamaan Jum’at sore 24/5/13, pesta kelulusan SMA digelar. Para remaja menari kegirangan, ada di antaranya mabuk di jalan. Bahkan pesta di jalan berlangsung samapi habis maghrib. Para remaja puteri menjadi cheer leaders memberi dukungan dan teriakan ke pelajar putra. Dasar mendapat dukungan,  polah mereka semakin menjadi, dan ini terjadi di tengah  jalan raya. Jelas polah mereka  mengganggu pengguna jalan yang lain Mereka bangga atas kelulusan mereka. Na’udzubillah. Rasa malu yang tergadaikan, rasa sukses semu yang dibanggakan. Padahal banyakdi antaranya bermodal nilai dongkrakan.

Kisah Hikmah oleh Maskatno Giri

Sebenarnya banyak kisah nyata yang bisa menginspirasi bagi manusia cerdas yang mau berpikir. Kisah nyata di antaranya terjadi pada diriku sendiri. Ingin tahu kisahnya?

Aku termasuk salah satu manusia agak pelupa dibalik sifatku yang lumayan kreatif, sudah berkali-kali kunci kontak sepeda motor masih tertinggal di sepeda motor. Dan Alahmdulillah belum  pernah aku kehilangan sepeda motor. Padahal spd motor tersebut kuletakkan di keramaian.  Terjadi juga pada ustadzku,  dompet beserta uang kartu ATM nya,  juga surat-surat yang lain tertinggal di bilik ATM, saat itu beliau baru ngecek transferan dana. Alhamdulillah dompet  aman. Ada seseorang yang menemukan mengembalikan melalui satpam mall. 

Di suatu cerita bahwa laptop temanku tertinggal di mobil di parkiran, sedangkan mobilnya terbuka selama berjam-jam tanpa ada yng peduli. Eh ternyata laptop tersebut aman. Padahal. laptob tersebut harganya mahal.  Lalu siapa yang menjaga barang-barang tersebut, kenapa sering terjadi pencurian di daerah tersebut tapi barang-barang tersebut aman?

Di suatu kesempatan, Al Ustadz Mursidi Lc menyampaikan bahwa bila barang-barang kita digunakan yang positif maksudnya dalam rangka peribadahan kepada Allah, Dia Allah akan menjaganya. Ini janji Allah swt. Jadi barang kita yang secara nalar mudah sekali lenyap karena dijaga oleh para  malaikat, akhirnya barang aman-aman saja.

Ternyata  Allah maha kuasa untuk menyelamatkannya. Dan Allahpun dengan  mudah  mampu melenyapkannya.

Jumat, 24 Mei 2013

Kebiadaban dan Keluhuran Mewarnai Pesta Kelulusan SMA



Secara serentak  hari ini, Jum’at 24/5/2013, hasil kelulusan SMA /Ma/SMK diumumkan. Dege-degan  dialami beberapa Ortu, guru, dan para siswa. Namun, tahun ini kelulusan di berbagai empat hampir mendekati 100%.

“Kayaknya memang nilai dikonversi alias diubah dan didongkrak pak, maka banyak yang lulus. Nilai  anak pun sduah di katrol di UAS dan rapot jadi wajar kalau 100% lulus”. Itulah kalimat yang disampaikan oleh salah satu wakasek di SMA Maron.

Setelah pengumuman kelulusan  digelar, dan para siswa mengetahui bahwa dirinya lulus, pemandangan aneh terlihat sangat nyata bahwa kebiadaban anak  SMA dan sederajad  terlalu memprihatinkan.  Sekitar pukul 15.30  Metro TV menyiarkan ratusan pelajar setingkat SMA berkonvoi  sambil berteriak-teriak menganggu pengguna  jalan. Bahkan ada yang menabrak  patroli polisi akhirnya dibawa  ke RS dan juga ditangkap.

Ada lagi sebagian siswa merayakan dengan pesta NARKOBA juga bergaul bebas . Sungguh seperti  hewan. Bahkan yang pelajar putri sudah berani memamerkan auratnya ke pelajar putera. Mereka tidak ada perasaan malu. Karena memang dilakukan secara berjamaah.

Di lain  sisi,  Metro TV juga menyiarkan  salah satu SMA di Blitar merayakan kelulusan dengan sujud syukur dan membagi-bagikan pakaian pantas pakai termasuk seragam sekolah. Pihak sekolah  sebagi mediasi berencana  membagikan kepada yang berhak. Pemandangan ini sungguh  berlawanan dengan para pelajar yang suka hura-hura.

Kasus di atas mestinya menjadikan refleksi untuk para orang tua juga para pendidik untuk  menciptakan model pembelajaran  yang  baik,  mencerdaskan,  membangun kesadaran  sosial , menciptakan  generasi  shalih dan shalihah, serta   mendewasakan.  Sebagai ortu dan pelajar yang berotak normal dan cerdas mestinya berpikir  kedepan demi keadaan yang lebih baik dari saat ini.