DAFTAR LABELKU (klik saja jangan ragu-ragu)

Selasa, 18 September 2012

HIDUP INI MISTERI oleh MasSukatno Giri


HIDUP  INI  MISTERI

Kita memang banyak tahu tentang kehidupan. Jangan salah mata kita sering tertipu. Ada yang  lebih tahu yakni Allah s.w.t.

Kita  sering mencari kesenangan melalui perbuatan negatif, menghalalkan segala cara. Jangan salah  kta akan menggali lubang sendiri.

Kita merasa bahwa kita kadang  licik dibelakang orang, dan merasa aman. Jangan salah kita diketawai malaikat, dan kita tinggal menunggu laknat.

Kita  merasa bahwa kejelekan, kebaikan sebesar atom  tidak ada dampaknya. Jangan salah semua  pasti  ada dampaknya. SOPO NANDUR BAKALE NGUNDUH.  

Mari bersama-sama peduli dengan  generasi kita dan kita sendiri. Jangan  jangan kita tinggal menunggu generasi kita  atau anak kita lebih parah dari kita. 

Hidup ini misteri,  kita akan sukses Insya Allah  karena kebaikan kecil kita bisa berdampak besar nantinya

Senin, 17 September 2012

Anakku Sayang

Wahai anakku  tak terasa seperti baru kemarin saja, kugendong engkau, kini engkau sudah tumbuh remaja. Engkau sudah pintar berkomentar, terkadang tanpa nalar.

Kepintaran itu memang harapanku sebagai orang tua. Namun,  kini jangan biarkan engkau tumbuh  tanpa moral dan bergaul dengan kawan yang morsal yang hidup  berorentasi hawa nafsu.

Ku tak berharap engkau jadi manusia  kalap tanpa pertimbangan akal sehat, menjadi manusia yang  tidak selamat.

Paksakan dirimu, doakan dirimu agar menjadi manusia yang penuh cinta. Cinta terhadap  Allah s.w.t, cinta terhadap dirimu sendiri, cinta kepada orang tuamu sendiri ,  dan cinta kepada  sesama. Mulailah   sadar dan mulai  berpikir apa arti kehidupan  sebenarnya. Apakah hidup ini  tanpa tangung jawab setelah akhir nanti? Apakah kamu akan muda selamanya?

Kehidupan bahagia sejati itulah harapan hakiki. Bahagia  di dunia dan di akherat nanti. Ya itu harapan setiap orang. Kenyataanya banyak manusia atas kelemahwannya  mereka  tak sadar bisa saja nekat  terus menerus sehingga salah langkah. Jangan ikuti  mereka.

Akupun bisa saja salah, karena aku juga manusia biasa. Jangan ragu bahwa kamu harus meniru perilaku yang  bersumber dari kebenaran ILAHI.  yang tak terbantahkan kebenarannya.  Banyakdi antara  idola remaja  adalh  berdasar kebenaran  atas pertimbangan nafsu bukan pertimbangan ilmu yang bersumber dari kebenaran Allah s.w.t. Kebenaran yang hanya bersumber dari perkiraan  keabanyakan orang orang sering menyesatkan, kamu wajib ragu-ragu. Kebenaran yang bersumber  dari Allah sw.t melalui rasulnya dan di ajarkan melalui para orang-orang sholih dan berilmu kamu harus ikuti.

Sekali lagi  Nak! Jangan  HAWA NAFSU mengendalikan kamu. Setan adalah  pemuja hawa nafsu. Bila kamu  sangat sulit diingatkan  menuju kebaikan, Kita   tinggal menunggu ' TONTONAN YANG MENGERIKAN  yakni adzab Allah akan datang bagi pengumbar hawa nafsu.

BAHAGIANYA MENJADI MANUSIA BIASA-BIASA SAJA

BAHAGIANYA MENJADI  MANUSIA BIASA-BIASA SAJA

Semoga  MasKatno giri bahagia selamanya. dia sudah terlanjur terlahir dari keluarga  asal desa,  sbg wirasuasta, ekonomi biasa-biasa saja. Akhirnya tumbuh dewasa, lalu sekolah dikota dan bekerja sbg guru SMA. Tinngal kenangan kini, MasKatno Giri tumbuh menjadi manusia kurang percaya diri, namum  punya obsesisi tinggi. Dinasihati oleh guru sejati berakhir kini menjadi agak percaya diri, mungkin karena pernah  kuliah di perguruan tinggi

Kini sudah berumah tangga lebih dari  sepuluh tahun lamanya, bahagia luar biasa,  telah dikaruniai anak empat jumlahnya cakep-cakep semua. Waktu berjalan MasKatno Giri meniti  karir sebagai abdi  negara. Dia bercita-cita menjadi pekerja yang berguna tanpa berharapan menjadi pejabat negara. Dia sudah bahagia dengan apa adanya, menjadi guru biasa saja.

Menjadi pejabat  bagi MasKtno Giri merupakan hal yang NGERI, sering dicurigai, dan  bisa-bisa tergoda korupsi. Bekerja sebagai guru biasa  menjadi ibadat, lebih selamat sebagai sangu di akherat. Kita semua tidak tahu bahwa kita suatau saat nanti  akan mati, terasa ngeri jika belum menjadi mu'min sejati.




SELAMAT ANDA SEORANG PEMENANG oleh MasSukatno Giri

Ternyata untuk menjadi pemenang tidak sulit. Semua orang bisa dan diciptakan menjadi pemenang. Seperti kita sudah ketahui kita adalah hasil dari kemenangan di antara kompetisi jutaan sel sperma yang telah mati, akhirnya terbentuk satu janin yakni kita saat ini.

Menjadi pemenang sebeteulnya merupakan golden ticket menuju kebahagiaan. Namun bagi yang kalah harus ber
sabar. Energi kemenangan salah satunya adalah dari kesabaran.

MasKatnoGiri mendpat wejangan dari berbagai sumber bahwa ada beberapa syarat modal penting bagi orang-orang yang ingin menjadi pemenang jangka panjang (baca: dunia akherat) mereka adalah:
1.Memiliki modal ilmu.Orang yang  rajin menuntut ilmu calon  seorang pemenang.Orang pemalas belajar baik dari pengalaman pribadi maupun dari pengalaman orang lain akan menjadi pecundang.
2. Memiliki modal kejujuran. Seorang pemenang adalah orang yang jujur.Kalau orang yang tidak jujur kok menang, sebetulnya mereka adalh orang yang kalah, mereka adalh orang yang menang sebagai penipu diri.
3. Memiliki modal banyak teman, teman di sini adalh teman yang baik. Karena teman yang buruk, dia adalh orang-orang yang kalah dalam kehidupan.
4 Memiliki keuletan, kebijaksanaan dan kesabaran. Pemenang sebenarnya adalh pemenang terhadap dirinya sendiri, mereka adalh orang yang mampu menahan diri dari amarah, ketergesa-gesaan, tidak rasional dsb. Jadi pemenang adalh orang yang tidak menuruti hawa nafsunya sendiri,  karena hawa nafsu sering menjadikan hidup penuh kengawuran.

Sekian ini hanya latihan menasihati diri sendiri dan latihan menulis artikel singkat

Minggu, 16 September 2012

La Tahzan oleh MasSukatno Giri

La Tahzan
Jangan bersedih, jangan kuatir, jangan ragu-ragu. Mantapkan hati kita bahwa kita layak menjadi orang bahagia. Obat bahagia tidak perlu ke apotik. Kenapa?

Obat bahagia ada pada diri kita sendiri. Namun sebenarnya berat rasanya memperoleh kebahagiaan. Menjadi ringan mendapatkan kebahagiaan karena kita diberi tenaga oleh Allah s.w.t. Allah pasti akan memberikan hak-hak kebahagiaan bagi manasia. Tentu ada syarat menjadi bahagia menurut NYA.

Bisa dipastikan kalau kita jauh dari Allah s.w.t dan dari sifat-sifatNya tentu kita tidak mungkin bahagia. Sebenarnya untuk dekat denganNya, kita tidak butuh modal uang. Allah pemilik sifat 99 yang MAHA ADIL, PENGASIH, PENYANYANG, JUJUR, TEGAR, PELINDUNG, ALIM DLL.

Maka kalau kita tidak memiliki sifat mulia sebagai hamba Allah, kesimpulnya kita belum layak menjadi bahagia. Mungkin sebatas kesenangan sementara akan kita peroleh.

Ayo berlomba-lomba menjadi bahagia. Yang Maha Benar hanya Allah.

Sabtu, 15 September 2012

HIMPUNAN MANUSIA REKOSO (HMR) YANG SEHARUSNYA BERINOVASI oleh MasSukatno Giri

Biasa hidup rekoso di waktu muda, menjadi kuat jiwa di waktu tua. Itulah kesimpulan MasKatnoGiri. Alasan dari pernyataan itu adalah bahwa rekoso di waktu muda berarti proses penguatan otot-otot pisik dan syaraf-syaraf otak. Sikap bijak yang saat ini masih muda adalah  bersyukur, tegar,  pantang menyerah, dan nikmatilah kerekosoan anda.

Namun bagi yang sudah tua yang telah melalui masa muda, bersyukurlah kalau anda dulu pernah rekoso. Rekoso adalah sumber  kekayaan inspirasi dan ruh kekuatan untuk menjadi semakin hebat lagi. Sedangkan bagi orang tua yang dulu tidak pernah rekoso namun sekarang hidup enak, juga harus bersyukur bahwa anda dipilih oleh Allah menjadi manusia tanpa merasakan pahitnya kehidupan. Tapi anda yang di waktu muda tanpa rekoso, anda bukan manusia kuat sejatinya. Karena anda termasuk agak miskin pengalaman. Maksudnya pengalaman menjadi manusia rekoso.

Bagi orang tua yang merasa sekarang rekoso dan anda merasa waktu muda juga rekoso. Percayalah bahwa Allah tidak salah resep. Ini berarti ujian. Anda diuji  tetap bersyukur atau kufur. Menjadi kufur berarti tidak lulus ujian, berarti harus remidi. Namun bila  anda rekoso terus tapi bersabar, anda layak mendapat bintang, karena  menjadi menjadi  super kuat  dalam kesabaran. Namun anda juga harus intropeksi barang kali memang pilihan anda sendiri menjadi manusia rekoso terus  tanpa inovasi. HIDUP YANG TANPA PERUBAHAN  DARI KEBURUKAN MENUJU KEBAIKAN, DARI KEBODOHAN MENUJU KEPINTARAN, DARI KEMARAHAN MENUJU KESABARAN, KEBOHONGAN MENJADI KEJUJURAN. MAKA HIDUP TANPA PERUBAHAN SEPERTI ITU BERARTI INOVASI MUNDUR. MESTINYA INOVASI TIADA HENTI.

Jumat, 14 September 2012

TIP BAHAGIA SEBAGAI MANUSIA PEKERJA oleh MasSukatno Giri

 Manusia  pekerja bisa laksana raja bahagia. Raja bukan sembarang raja, ia seperti tinggal di istana megah memiliki sifat yang sholih dan memiliki istri  sholihah , juga anak2 sholih sholihah, kaya dermawan, adil dll . Manusia pekerja bisa laksana raja bila manusia tersebut memiliki kebahagiaan hidup, walau mereka sesungguhnya bukan raja.  Walau mereka sejatinya miskin harta dan tidak punya jabatan apa-apa.

Sebagai manusia  pekerja,  tanpa  posisi apa-apa sebetulnya bisa bahagia. Kebahagiannya tersebut bukan datang dengan sendirinya, tapi bisa diupayakan. Upaya bahagia  sebagai manusia pekerja antara lain dengan cara:

1. Menulis tiga hal baik  yang berhubungan dengan pekerjaan apapun jenisnya
Pekerjaan Anda mungkin membosankan, tapi cobalah berpikir hal yang menyenangkan darinya. Seperti teman kerja yang menyenangkan, atau kalau pendidik memiliki siswa yang menyenangkan lokasi kantor yang baik. dll

Menulis tiga hal menyenangkan dalam pekerjaan ini merupakan rekomendasi dari satu perusahaan teknologi bertaraf internasional. Menurut perusahaan ini, pekerja yang menemukan tiga hal mengembirakan itu bakal termotivasi untuk bekerja.

 2.Berpikir holistik tidak sekedar positif apalagi berpikir negatif.
 Kadang dalam pekerjaan ada sikap rekan kerja atau  atasan atau di lembaga pendidikan adaa siswa  yang tak mengenakkan. Entah cara mereka berkomentar atau melemparkan penolakan ketika Anda meminta suatu bantuan. Kalau sudah begitu, ada baiknya Anda tak mengambil pusing sikap mereka itu. Apalagi memasukkannya ke dalam hati. Sebab, itu hanya akan membuat Anda sakit hati atau uring-uringan.

Jika Anda memang tak suka akan tindakan si rekan kerja, cobalah diam sejenak dan renungi, apakah Anda pernah melakukan hal sama ke orang lain di kantor itu. Pikirkan lagi, apakah sikap Anda yang menyebalkan membuat hubungan dengan rekan kerja memburuk atau tetap baik. Kalau keadaannya tetap baik-baik saja, maka tak ada alasan bagi Anda untuk sakit hati dengan sikap si rekan kerja.

3. Beristirahatlah ketika marah
 Frustasi, marah, dan dengki dengan rekan kerja atau pekerjaan merupakan bisikan setan dalam pekerjaan. Ketika rasa ini menyerang, ada baiknya Anda mengambil napas dalam-dalam dan menjaga jarak dengan pekerjaan atau rekan kerja itu. Tenangkan pikiran Anda, bayangkan hal yang baik-baik, dan lakukan pelbagai hal yang bisa menyenangkan hati Anda. Dengan begitu, kedongkolan hati bisa Anda lupakan.

4.  Dekat dengan  kepada Allah s.w.t.
Dengan mengingat Allah  dengan sebenarnya hati bisa tenteram, begitulah salah satu ayat Al Qur'an mewasiatkan. Maka Berilmu agama yang mengajak dekat kpd Allah s.w.t sangat penting.

Kamis, 13 September 2012

SMAN 1 GIRIMARTO HIDUP LAGI SETELAH LIBURAN

Masa liburan sudah hampir habis. Besuk pagi Senin, tanggal 27 Agustus 2012, kegiatan akdemik di sekolah, dan khususnya di SMAN 1 Girimarto tercinta sudah harus  berjalan seperti biasa.

Kesan berat, senang, mengesankan, asyik, tertantang, sedih dsb masih menelinap di benak MaskatnoGiri sebagai guru bahasa Inggris. Senang adalah kesanku sebagai guru yang berlatar belakang dari desa namun dipercaya menjadi guru bhasa Inggris di desa pula. Di samping gaji yang agak lumayan, walau dipotong hutang namun masih lumayan. Coba kalau dibanding dengan jenis pekerjaanku sebelumnya serabutan.

Mengesankan, mengajar anak SMA menurutku mengesankan. karena setiap hari  berpas=pasan dengan remaja segar penuh ceria. Aku menempatkan diri sebagai teman yang baik, justru aku merasa lebih nyaman. Tertantang, itulah kesanku berikutnya, aku harus menghadapi anak-anak yang memiliki motivasi  rendah dalam belajar, maklum mereka merasa dengan belajar belum menjamin bisa kaya, namun bila kerja keras seperti ortu mereka terbukti bisa kaya. Itulah keyakinannya , karena memenag mereka rata-rata bukan dari  ortu terpelajar.

Sedih, di antara  guru yang rumahnya paling jauh adalah MasKatnogiri, aku harus  menghabiskan waktu  satu jam perjalanan untuk sampai dei sekolah. jalan berliku dan jalan rusak menjadikan aku ahgak se

Menyiapkan perangkat pembelajaran sangat membosankan. Tidak tidur sampai malam, padahal besuk harus berangkat pagi-pagi menuju sekolah yang berjarak sekitar 50 km. Melelahkan namun aku tetap semangat. Terkadang terlintas di pikirinanku kapan aku bisa pindah ke sekolah yang menantang, yangbaik dan merupakan sumber  income pengetahuan dan finansial  yang baik.

Kini aku masih enunggu dan menunggu, gaji sebetulnya sudah lumayan. Namun bila dibandingkan denga sekolah favorite masih tertinggal jauh. Kondisi sekolah yang tidak sehat, keuangan yang semrawut, murid yang pemalas. Itulah kenyataan di sekolahku. Ingin rasanya ingin malas-malasan, sehingga aku bisa enak menjalankannya, tapi hati ini tidk tega, dan malu pada diri sendiri. Sungguh menjengelkan para muridku, demikian juga menjengkelkan kepala sekolahku yang tidak memiliki visi dan misi kehidupan dalan kepemimpinan.

Kapan ada titik cerah perubahan. Aku hanya menunggu. Aku  hanya pasrah. Take it easy. NDONYA HANYA MAMPIR NGGUYU.

DON'T LET KIDS LIVE WITHOUT LOVE


DON'T LET KIDS LIVE WITHOUT LOVE
The need to be loved is exceptionally strong in all human beings. From childhood to old age, humans want to be loved by those around them. Love connects people in the strongest of ways. It produces care and concern, without which no one would take the responsibility of looking after others. Love makes the difficulties of life bearable, and helps ease the struggles of life. The love given to a child is more important than any material goods the family can provide.

Life cannot just run on cold and hard rules. The warmth of love is necessary to infuse spirit and joy in life. A home without love, however orderly and organized, has not fulfilled its true purpose. A family is not just a micro-organization where the needs of members are met. This could be done by a state run facility. A family’s outstanding characteristic is that members love one another, and this emotion binds them together.

Love or the lack of it has a profound effect on the lives of children. Their mental capabilities, their fluency of speech, their observations and deductions on life, are all affected by it. That is why Islam emphasizes the display of love to one’s family. The Holy Prophet (s) loved his grandsons dearly, and often showed great affection to them in public.
When Husayn (a) got on his back while he was in sajdah, the Holy Prophet (s) prolonged his sajdah. He could not bear to see his grandsons cry, or get hurt. He encouraged his companions to show affection to their children.


Effects of Love


A child who knows he is loved has a great head start on life.

1.      He is happier and calmer. A child who is loved is at peace with the world, and is able to bear disappointments better. Without love, a child’s world is bleak. Such a child often resorts to misbehavior to get attention.

2.      He is more confident of himself. He knows that he is worthy of being loved, and that is a great boost to his self-esteem.

3.      He can form better relationships with others. A loving relationship with the parents makes the child a kinder, more loving person. Lack of love hardens the heart, and he could become less prone to showing love for others.

4.      Has a positive outlook on life. A child who is loved looks at the world with enthusiasm He will be eager to try and experience new things. A loveless home produces a negative outlook, in which the natural curiosity and interest in life is deadened.

5.      The child will be more responsive to what parents tell him. Reproaches and scoldings become bearable when he knows he is loved. Parental orders are followed with more enthusiasm.


Letting the child know he is loved

It goes without saying that most parents love their children dearly. It is a natural instinct placed by the Almighty into the heart of all parents. This love for children is a sign of the wisdom of Allah, for without it no parent would have borne all the pains and troubles of raising a child. However, many parents think that children know, without being told, that parents love them. They do not realize that children need to be reassured constantly. The effects of love must be evident in the speech and behavior of the parents. Children do not have the wisdom and insight of adults to realize that even punishments and reproaches are signs of love. They often perceive the actions of the parents as a proof of the lack of love. It is thus very important to display love to the child, or at least inform him about it in subtle ways.

The display of love varies with the age and level of the child. It is most important at the very young age when children need to be cuddled and hugged. For a baby, physical display of love is necessary for positive growth and development. All through the toddler years physical affection remains the most prominent way of displaying love. As the child grows, this changes to less direct ways of showing affection. The occasional physical touch is still necessary, but is not the main way of showing love. Now the child has various needs and desires. To be considerate of his desires, talking to him constantly, reading to him, taking interest in his schoolwork etc. are all part of love. Love shows its bright face in the form of a smile, a tender tone, a patient ear, etc. A parent’s full attention tells the child he is loved enough to warrant it.

The older child has friends who are every important to him. To give importance to his friends is a good way of displaying love for him. Generally speaking, when a parent gives positive attention to the child, apart from the regular chores of bathing, feeding, etc. the child understands that he is loved. 


The love of a mother


There is no doubt that the love of a mother is a very special gift from the Almighty for a child. It differs from the love of a father, or the love of any other person. The tender hand of a mother and her soothing voice has calmed many a troubled child. Mothers are thus the main instruments of transmitting love to the child. At its best, the love of a mother is completely unselfish, wanting nothing in return for the tremendous amounts of time and energy spent in raising the children.

From the time of birth, when a child knows the mother as a source of food and comfort, and all through childhood, the mother is the main caregiver for the child. The atmosphere at home depends on the nature of the mother. A loving, caring mother can do a great deal to make her family a happy and emotionally healthy family.


Unconditional Love


Some parents only love their children if they fulfill certain expectations. Gender sometimes plays a great role. So a boy after a few daughters elicits great affection and attention. Some families just prefer boys, even if they have equal numbers of both. Such gender biases are greatly condemned in Islam. The Holy Prophet (s) had a daughter at a time when daughters were disliked. He showed great love and respect for her despite the taunts of the Arabs.

Some parents only show their love for the child if he is attractive, behaves well, and generally lives up to their expectations. Such a love is conditional. If the child brings a good report card, he is showered with praise and affection. A bad report card will not only bring reproach for the low marks, but will make the child feel completely rejected. Parents often forget that it is only a particular act that should be condemned, not the child in general. A child who obeys is praised for his obedience, but loved for himself. In the same way, a child who is disobedient is reproached for his disobedience, but still loved for himself. Many parents fail to draw the line and make their love conditional to the acts of the child. All children have faults, and the parental reaction to these faults sometimes convinces a child that he is not loved at all. It is necessary that parents ensure that the child understands it is only his act that is disliked and not he himself. A child deserves the unconditional love of the parents.


Excessive Love


A potential danger for many parents is excessive love for the children. It is often difficult to control the intensity of emotion one feels for a child. Thus a child may be showered with a lot of love, often misdirected. Everything in excess is harmful, and too much love is detrimental to the child. The fifth Imam, Imam Muhammad al-Baqir (a) has said: The worst of parents are those who transgress the limits in their love and goodness to their children.

Excessive love is when a parent pampers the child, refusing to let him face any trouble or difficulty, tending to his every need, and giving in to his desires. Its results could include:

1 -The child becomes totally reliant on the parents. Even as he grows, the chances of emotional and mental maturity are slim. He has less courage and feels offended easily. He becomes more like a soft egg which needs constant protection.

2 - The demands of the child who is excessively loved are unending. He will constantly want more – more attention, more treats, more toys etc. When refused or frustrated, he will resort to whining and complaining.

3 -  He may become very egoistic, and expect the same degree of attention from others in his life. The child feels that he is the center of the world for his parents, and thus all things should revolve around him. He believes he has no faults, or at least none that others can perceive. This elevated perception of himself often lands him in trouble, especially when others do not see him in the same way.

4 - When others will not give him the same attention and pampering he has known from his parents, he will be unable to bear the disappointment. Often such people lose confidence in themselves, and feel they are not worth much as they have not been granted the degree of attention they believe is their due.

Tetap Bersemangat bersama siswa bermasalah

Berusaha tetap bersemangat. Itulah nasihat dari MasKatnoGiri untuk dirinya sendiri. Menjadi guru lebih dari sepuluh tahun. Menempuh perjalanan  sekitar lima puluh kilometer dari rumah ke sekolah. Berhadapan  banyak siswa yang tanpaa semangat belajar. Banyak di antaranya tidak peduli dengan nilai-nilai keimanan.Terbukti MasKatnoGiri pernah menanyakan bahwa banyak yang Islam namun sedikit sekali yang sholat lima waktu.

 Semua  kenyataan  tadi  yang  masKatno Giri hadapi setiap hari. Bisikan setan mengatakn  jangan perdulikan mereka, biarkan mereka. Namun malaikat berbisik kasihanilah mereka doakan mereka supaya mendapat hidayahkan  dan dimudahkan segala urusannya.


Rabu, 12 September 2012

KATA BIJAK UNTUK ORANG TUA BIJAK


Kiss your children often, for every display of affection will raise your status in Heaven.
-Islamic wise words-

Your children are not your children.
They are sons and daughters of Life's longing for itself.
They come through you but not from you.
And though they are with you yet they belong not to you.
You may give them your love but not your thoughts,
For they have their own thoughts.
You may house their bodies but not their souls,
For thir souls dwell in the house of tomorrow, which you cannot visit, not even in your dreams.
You may strive to be like them, but seek not to make them like you.
For life goes not backward nor tarries with yesterday.
You are the bows from which your children as living arrows are sent forth.
The archer sees the make upon the path of the infinite, and He bends you with His might that His arrows may go swift and far.
Let your bending in the archer's hand be for gladness.
For even as He loves the arrow that flies, so He also loves the bow that is stable.”
Kahlil Gibran

To you who are parents, I say, show love to your children. You know you love them, but make certain they know it as well. They are so precious. Let them know. Call upon our Heavenly Father for help as you care for their needs each day and as you deal with the challenges which inevitably come with parenthood. You need more than your own wisdom in rearing them.”
Thomas S. Monson

“Parents can only give good advice or put them on the right paths, but the final forming of a person's character lies in their own hands.”
Anne Frank

“...the love, respect, and confidence of my children was the sweetest reward I could receive for my efforts to be the woman I would have them copy.”
Louisa May Alcott, Little Women-

“Children have never been very good at listening to their elders, but they have never failed to imitate them.”
James Baldwin-

“Educate your children to self-control, to the habit of holding passion and prejudice and evil tendencies subject to an upright and reasoning will, and you have done much to abolish misery from their future and crimes from society.”
Benjamin Franklin-

“Your children are the greatest gift  that Allah  will give to you, and their souls the heaviest responsibility , Allah will place in your hands. Take time with them, teach them to have faith in Allah.. Be a person in whom they can have faith.
-MasKatnoGiri-


Belajar dari Kata Bijak "Becik Ketitik, Ala Ketara" oleh MasKatnoGiri



Becik Ketitik, Ala Ketara  merupakan peribahasa  atau bisa disebut sebagai kalimat bijak bahasa Jawa. Kalau dipikir secara mendalam kalimat becik ketitik olo ketoro merupakan ajaran yang luar biasa. Namun, kalimat tersebut perlu juga diperjelas bahwa kebajikan ( Jawa; kebecikan) adalah bukan kesimpulan dari  ukuran manusia, tapi kebaikan yang bersumber dari kebaikan Allah s.w.t. Sebab jika kebaikan yang disimpulkan manusia sering salah kaprah, karena dalam menyimpulkan sesuatu manusia masih dilatarbelakangai kehendak-kehendak negatif (hawa nafsu).

Dari sebagian manusia mengartikan becik ketitik ala ketara adalah jika suatu keburukan ditutup-tutupi maka lambat laun ia akan muncul juga, dan sepandai-pandainya menyimpan bangkai busuk, maka lama-lama baunya akan tercium juga atau terkadang orang menyimpulkan bahwasannya hal2 yang baik dari seseorang hampir tidak pernah terlihat, sementara hanya keburukan-keburukan orang tersebut yang diperhatikan".Dimana setiap orang ada sisi baik dan sisi buruknya tetapi yang selalu diperhatikan hanyalah keburukan dan keburukannya saja, tanpa pernah melihat sisi kebaikannya.
Dalam konteks yang lebih luas bahwasanya setiap kebaikan  dan keburukan  tidak selamanya  terungkap di dunia  namun, pasti ada balasan di akherat.

MasKatnoGiri mengucapkan selamat bagi orang  yang memiliki kecerdasan spiritual tinggi, mereka  terkadang tidak peduli tentang falsafah jawa "becik ketitik ala ketara", namun mereka yakin bahwa Allah Maha Melihat. Orang yang bertaqwa adalah orang luar biasa  yang tanpa ragu-ragu berbuat kebaikan dan menghindari keburukan. Orang yang baik (baca:Taqwa) tak pernah pokil,  bahkan tak tersirat menyimpan keburukan, keselamatan diri dan orang lain mereka jaga.

Bagi yang saat ini masih asyik dengan keburukan  tanpa peduli nilai-nilai kebecikan, mereka hanya mengejar  kepuasan hawa nafsu, tentu MasKatnoGiri merasa prihatin dan berdoa semoga Allah memberi petunjuk bagi dirinya sendiri. Bagi yang nekat kita akan saksikan atau mungkin kita harus sabar untuk menyaksikan bahwa Allah berkuasa menjadikan mereka kaum "PENGEJAR HAWA NAFSU" akan terpuruk.